Daddy, Mommy, Jeongmal Saranghae! 4

KSLKyuhyun masih menelentang di kasurnya, menarik selimutnya hingga menutupi rambut. Di sebelahnya, Hyun Bin masih tidur dengan selimut tersingkap yang dijarah oleh ayahnya sendiri. Aku menarik paksa selimut dan menepuk punggung Kyuhyun sekeras yang kubisa. Hyun bin ikut terbangun, dan keduanya bereaksi sama, menggosok-gosok mata sambil saling tarik menarik selimut. Benar-benar ayah anak yang mirip.

“Mau kemana?” Kyuhyun menyahut tepat dengan suara Hyun Bin yang juga bertanya pertanyaan yang sama, “Kemana, Umma?”

“Hyun Bin-ah, cepat mandi, sayang, Umma keluar dulu,” aku melirik Kyuhyun yang masih malas-malasan membuka matanya.

“Mau kemana?” ia mengulangi pertanyaannya.

“Ke neraka,” jawabku malas sambil menyambar tasku di atas meja.

“Kenapa bawa tas? Mau bawa oleh-oleh juga dari neraka? ” ia tertawa sambil menendang kakiku dari belakang. Aku meliriknya, dan bocah raksasa itu malah mengedip-ngedipkan matanya sok imut.

“Cepat mandi sana, aku mau belanja ke supermarket sebelah,” aku menyahutinya balik. Dia masih nyengir.

“Aku ikut, ayo Hyun Bin, kita membantu Umma belanja!” entahlah, kenapa kata-kata ‘membantu’ barusan malah membuatku merinding. Pernahkah mereka berdua benar-benar membantu? Dan sebelum aku sempat menjawab, mereka berdua sudah berlari ke toilet, seprtinya hanya membasuh wajah dan sikat gigi. Terbukti, Cuma sepuluh menit, dan keduanya sudah keluar sambil menyambar handuk.

* Continue reading

Advertisements

Daddy, Mommy, Jeongmal Saranghae! 3

Kyuhyun datang di pekarangan rumah dengan muka benderang. Di gendongannya, Hyun Bin menenteng kotak ‘handello’, makanan kura-kuranya. Keduanya tersenyum lebar sekali. Apa terjadi sesuatu yang menyenangkan di jalan?  Entahlah. Sebentar lagi dia pasti akan cerita. Setelah menurunkan Hyun Bin dari gendongannya, menghamburlah cerita dramatis proses imunisasi Hyun Bin. Kyuhyun dengan sangat bangganya mengatakan bahwa Hyun Bin (yang tidak mau disuntik) berhasil menyuntik dokternya!

Astaga. Mulutku membatu. Kehabisan ide untuk menimpali ceritanya. Satu kesanku untuk dua manusia menyebalkan ini, mereka berdua memang identik, benar-benar seperti setan.
Continue reading

Daddy, Mommy, Jeongmal Saranghae! 2

“Umma! Cho Kyuhyun jahat!”
Itu adalah salah satu teriakan Hyun Bin yang sering mampir ke telingaku. Variasi lainnya meliputi: Umma, Cho Kyuhyun jelek, Cho Kyuhyun seperti monster, Cho Kyuhyun paboya, dan Cho Kyuhyun lain sebagainya. Aku jadi mengerti sekarang betapa frustasinya hyung-hyungku saat aku memanggil nama mereka tanpa embel-embel ‘hyung’ saat Hyun Bin mulai memanggilku Cho Kyuhyun. Anak itu benar-benar luar biasa. Aku kehabisan kosakata untuk menjelaskan kemiripannya denganku.
Kadangkala aku merindukan anak manis yang pendiam dan tidak rewel seperti anak Donghae Hyung. Demi apa, entahlah, kenapa sepertinya sampai mati pun aku akan iri pada apapun yang dimiliki Donghae Hyung. Terutama anaknya, Lee Dong Joon.
Dong Joon lebih tua dua bulan dari Hyun Bin. Dia manis dan tampan. Jika dianalogikan, Hyun Bin dan Dong Joon berwajah sama-sama bangsawan. Letak perbedaannya hanya ada pada kelakuan dan tata kramanya. Dong Joon benar-benar seperti pangeran mahkota yang bermoral dan bermartabat, sementara Hyun Bin seperti preman pasar merangkap narapidana.
Dong Joon adalah type bocah yang jika ditanyai, “Apa yang akan kau lakukan jika Hyun Bin menggemplang kepalamu?”, ia akan menjawab, “Aku akan memafkannya dan berusaha mengingatkannya sambil berdoa agar dia menjadi anak yang baik.” Seratus persen sama dengan Donghae, ayahnya yang jika saja ditanyai, “Apa yang akan kau lakukan jika Leeteuk Hyung tenggelam di laut dan seekor ikan hiu berenang setengah meter dibelakang pantatnya?”, ia akan menjawab, “Aku akan berenang dan menyelamatkannya.” Continue reading

Daddy, Mommy, Jeongmal Saranghae! 1

Aku tidak pernah membayangkan menikah dengan Kyuhyun. Pertama, jelas-jelas dia bukan calon suami yang baik. Dia, selain tidak baik hati, juga tidak seperti manusia. Kelakuannya tidak lebih seperti anak lima tahun yang terjebak dalam badan pemuda tiga puluh tahunan, maaf, maksudku, duapuluh tiga, atau dua puluh dua? Entahlah, singkatnya dia selalu kelihatan tua, hingga aku selalu mengiranya sudah kepala tiga.

Kedua, aku sendiri bukan calon istri yang baik untuknya. Tentu saja aku wanita, tapi aku bukan PSP, ah, anak itu terobsesi luar biasa dengan benda berisik itu, apa aku tidak akan apa-apa jika menikah dengan seseorang yang jiwa raganya sudah ia sumbangkan sepenuh hati untuk orang lain, ah, aku salah lagi, maksudku, benda lain?

Pasti mengerikan.

Dan itulah yang terjadi padaku.

* Continue reading

Daddy, Mommy, Jeongmal Saranghae!


“Yeobooo…..” aku mendengar suara Kara. Lalu satu suara cadel ikut berteriak,

“Yeoboooo….” yah, kenapa anak itu ikut memanggilku ‘yeobo’? aish..

“Yaaa… Yaa… Hyun Bin-ah.. kau tidak boleh memanggil appa-mu seperti itu..” Kara mengingatkannya.

“Ani.. Umma yang bilang begitu…” Anak itu membantah santai.

“Yaa… Umma memanggil appa-mu yeobo, Hyun Bin harus memanggilnya ‘Appa’, Nde?”

Kudengar hentakan kaki diatas ranjangku. Pasti anak itu sedang merajuk.

“Shireoooo….”

Kalau saja aku tidak sedang pura-pura tidur, akan kubungkus anak itu dalam selimut!

“Yaa…. Cho Kyuhyunnnn… Mau tidur sampai kapan, hah?” Kara menarik-narik selimutku.

“Yaaa… Cho Kyuhyunnnnn… Mau tidur sampai kapan, hah?” anak itu ikut meneriakiku dan menarik rambutku.

Aku bangkit dan segera memitingnya. Anak ini memang benar-benar luar biasa, bagaimana mungkin dia bisa semirip itu denganku?

“Aigoo… Hyun bin-ah… kenapa kau berisik sekali?” aku merangkulnya dan menciumi kepalanya. Anak itu masih berusaha menarik-narik rambutku. Aku tertawa dan ikut menarik tangan Kara agar dia duduk di sebelahku. Kara mengerucutkan mulutnya.

“Aku benar-benar bisa mati,” keluhnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu.

“Hyun bin-ah… lihat… Umma-mu kelelahan karena kau banyak tingkah, cepat minta maaf..” aku menghadapkan kepala Hyun Bin sehingga dia dan Kara saling berhadapan sekarang.

“Mianhae.. Mommy…” katanya sambil mencium pipi kanan Kara. Kara tersenyum dan balik mencium pipinya. Hyun Bin duduk kembali di pangkuanku. Kara menepuk pundakku.

“Yaaa… Bukan hanya dia yang membuatku mati muda, kau bahkan lebih menyebalkan!! Aigoo..”

*

HOG the 3rd: Daddy, Mommy, Jeongmal Saranghae!

Starring: Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Park Hyun Mi as Cho Hyun Mi, Leo William Recipon as Cho Hyun Bin, Song Joong Ki as Kazao Fukuda,

*

Haloooooo…..

Mari bernostalgia dengan HOG, hohohoho….

Bosen gak kalo saya bikin sekuel ketiga? Kasih koment ya, Kansahamnida^^

(Unfinished) Roommate

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Lee Sora

Friendship, Romance

Seoul 2009

Seoul hujan lebat.

Aku baru saja turun dari bus saat mataku menatap seorang lelaki yang duduk tidak tenang di bangku halte. Ia juga melirikku. mungkin sedikit kaget dengan koper raksasa yang kuseret, atau beberapa tas plastik yang mengalungi lenganku.
Continue reading

(Oneshot) Girl of Mine

Cho Kyuhyun, Park  Hyun Mi

Romance

Pernikahan bukan selalu tentang hubungan yang intim. Menikah bukan berarti penyatuan seorang istri kepada suaminya. Menikah bisa saja hanya hubungan diatas kertas karena faktor perusahaan. Atau lebih buruk lagi, hubungan diatas kertas karena terlilit hutang. Beruntung aku menikah dengannya dengan faktor yang lebih manusiawi,  ayah ibunya adalah sahabat orang tuaku yang baru saja meninggal sebulan yang lalu.

* Continue reading

Finding Kim Hee Chul (Sequel ‘Missing’)

Author : Haidar Fikri
Main Cast: All SuJu Members
Length: Twoshot (1 of 2)
Genre : Family
*Summary: Hangeng menggantikan posisi Leeteuk sebagai Leader Super Junior.
*Drabble pertamanya berjudul Missing, https://fidahusnie.wordpress.com/2011/12/11/missing-oneshot/, moga suka….

Finding Kim Hee Chul
“Apa dia sudah tidur?”
“Sudah. Sejak tadi”
“Apa dia makan banyak?”
“Banyak sekali. sepertinya dia tidak pernah makan enak di China” Continue reading

The Lost Empire 5

Author : Joan Kazao
Genre: Adventure, Fantasy.
Length : Chaptered
Cast: Kyuhyun: Cho Kyuhyun, Reina: Reina Glord Wijhkouvic, Siwon: Choi Siwon, Aiden Lee : Lee Donghae, Jae: Lee Hyukjae, Kim : Kim Jong Woon, Han: Hankyung

Reina merasa malam ini berjalan sangat lambat. Ia membalik-balik badannya beberapa kali. Namun sepertinya hal itu tidak membuatnya merasa lebih baik.
Ulu hatinya nyeri.
Dan dia sudah berguling-guling begitu sejak jam delapan malam. Reina melirik jam pasir yang bagian bawahnya belum terisi penuh. Masih dua jam lagi sebelum jam enam. Dan gadis itu sudah tidak sabar ingin segera mendobrak pintu kamarnya untuk menemui Kyuhyun di koridor.
Continue reading