Tentang Blog dan Jati Diri Abu-abu

To be precise, I never find my self, and I find my self struggling to find what is inside me, what matters a lot for me. Termasuk perkara Blog ini. sudah tiga kali saya bikin Blog dan ini adalah Blog dengan traffic paling heboh (pernah mencapai 1000 klik sehari). Pastilah para pembacatahu mengapa Blog ini laris manis, apalagi kalau bukan karena artis-artis Korea yang nongol sebagai aktor utama di Blog saya.20150519_071921

Dan dari sinilah cerita saya bermula. Saya merasa seringkali sangat abu-abu. Saya adalah anak pesantren, dan mondok selama 4 tahun. Selepasnya, entah bagaimana bisa saya banting setir menjadi penulis genre fiksi yang paling abal-abal dari semua jenis fiksi; fanfiction artis Korea. Lebihkaget lagi karena saya juga seorang reporter aktif di kampus. Saya tak ikut-ikutan teman-temanPesantren saya yang aktif di PMII, dan malah asyik sendiri jadi reporter, dan penyuka “mbolang”. Saya mengunjungi banyak tempat di sekitar Malang, kota tempat saya kuliah. Saya bahkan nekat melancong ke Malaysia dan Singapura dengan tiket promo.

Saya sering kehilangan diri saya di tengah penemuan diri saya yang lain. Jujur saya kadang merasa tak nyaman, karena kadang ada yang aneh saat saya nostalgia dan menemukan betapa tak berarahnya hidup saya. Maka saat lulus kuliah, saya pun kerja dengan dedikasi yang Cuma sepersekian persen. Saya adalah tipe orang yang tidak kuat menjalani rutinitas yang menyita waktu namun monoton setiap hari.

Pekerjaan pertama yang saya ambil adalah menjadi guru di sebuah sekolah mahal, SMA Sabilillah. Setelah menjalani uji rangkap tiga, saya lolos menjadi guru. Baru saja menjalani seleksi dan masuk seminggu, saya memutuskan keluar sebelum dikontrak oleh sekolah lantaranlarangan kuliah lagi, larangan menikah dalam setahun, dan larangan PNS seumur hidup.

Bukan soal uangnya, bukan pula soal PNS, namun sungguh saya tak tega mendedikasikan diri saya untuk sebuah sekolah berikut murid-muridnya yang kaya raya, sementara di luar sana, ada banyak sekali siswa yang lebih membutuhkan saya. Apalagi dalam jangka bertahun-tahun. Kedua, larangan kuliah lagi. Duh, meski saya benci tugas yang emnggunung, toh saya masih lebih menyukai tumpukan tugas itu daripada bekerja.20150425_105324

Lepas dari sekolah , saya kebetulan mendapat tawaran menjadi Content Writer di Netwerk, sebuah perusahaan web branding di Malang. akibat takut berstatus pengangguran, dan telah berkali-kali disindir ibu saya karena melepas profesi guru, akhirnya saya pun bekerja di Netwerk, lagi-lagi dengan kurang dedikasi. Saat itu, saya juga mendapat panggilan dari EF Surabaya. Berhubung saya benci setengah mati dengan kota bersuhu panas, saya pun emmilih tetap di Malang.

20150314_103726

Beruntung Netwerk memiliki banyak pegawai yang asyik. Saya bertemu dengan para programmer dan penulis, which is quite awesome. Saya sangat krasan di tempat ini meskipun harus menulis 12 artikel sehari hingga migrain beberapa kali. Pulang kerja, energy saya seolah disedot Voldemort. Saya kehilangan banyak waktu berharga saya, dan saya juga tak lagi punya kesempatan untuk mengembangkan diri. Maka dua bulan kemudian saya keluar dari Netwerk. Ini bukan panggilan hati saya. Mengajar jauh lebih asyik dari pada menulis maraton seperti ini.

Saya memutuskan untuk lebih selektif lagi memiih pekerjaan. Pilihan saya jatuh pada Royal English. Saya menjadi instruktur TOEFL dan TOEIC yang digaji perjam. Lepas mengajar saya bebas pulang, yang artinya saya punya banyak sekali waktu nganggur. Inilah yang saya nanti-nanti, saya ingin mengajar di sekolah alam!

Selain bergantung pada gaji di Royal English, saya juga menjadi penulis artikel di U Creator, web milik teman dekat saya. Ini adalah saat terbaik dalam pencarian kerja saya. Ada pembedaan yang saya tekankan dengan serius antara cari uang, mengabdi, dan menyenangkan diri. Saya pun masih memiliki waktu nganggur dan tetap banyak uang.

Di Kepanjen, tempat saya mengajar volunteer, saya menemukan lagi panggilan hati untuk mengajar dan belajar lagi. Keinginan saya untuk mengikuti Indonesia Mengajar yang pupus lantaran terhalan ijin orangtua, tumbuh dengan subur. Karena ijin mentok, saya pun memutuskan balik kanan; I’ll do something which is as good; mendaftar beasiswa LPDP.

Dan disinilah saya, di bulan September yang panas menyengat menyayat di kota kecil Jombang, tengah mengetik sambil tiduran, menunggu tanggal 11. Itu adalah tanggal keberangkatan saya ke Edinburgh, UK. Indeed my wish is granted. Perhaps you feel me, getting lost in the middle of nowhere. Just move. You’ll get something much more better.

5 thoughts on “Tentang Blog dan Jati Diri Abu-abu

  1. Alhamdulillah, selamat atas keberangkatannya eonni. Tersentuh bgt dengan kalimat terakhir itu, ‘just move, and you’ll get something much more better’. Kalimat itu nyadarin aku kalo hidup itu bukan hanya berputar seputar fanfiction dan fansgirling. Terima kasih karena udah berbagi kisah eonni dan sekali lagi selamat ^o^
    Ps; ada sedihnya juga sih eon, itu berarti the lost empire gak bakal ada lanjutannya lagi ya?

  2. Kok keren sih kak, lulus LPDP. Saya juga pengen, tp yg di Indonesia saja. Kira2 kakak mau kasih tips & trik untuk lolos ujian hehee . saya skrng mau semester7 jurusan akuntansi 😊😊😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s