The Lost Empire 5

Author : Joan Kazao
Genre: Adventure, Fantasy.
Length : Chaptered
Cast: Kyuhyun: Cho Kyuhyun, Reina: Reina Glord Wijhkouvic, Siwon: Choi Siwon, Aiden Lee : Lee Donghae, Jae: Lee Hyukjae, Kim : Kim Jong Woon, Han: Hankyung

Reina merasa malam ini berjalan sangat lambat. Ia membalik-balik badannya beberapa kali. Namun sepertinya hal itu tidak membuatnya merasa lebih baik.
Ulu hatinya nyeri.
Dan dia sudah berguling-guling begitu sejak jam delapan malam. Reina melirik jam pasir yang bagian bawahnya belum terisi penuh. Masih dua jam lagi sebelum jam enam. Dan gadis itu sudah tidak sabar ingin segera mendobrak pintu kamarnya untuk menemui Kyuhyun di koridor.
Ia benar-benar kesal dengan keadaannya yang sekarang. Persis seperti yang Kyuhyun katakana, hatinya dingin, juga nyeri, seperti seseorang membelah sebagian dan membawa pergi sebagian hatinya yang lain. Ia kehilangan kosa kata untuk menjelaskan betapa frustasinya dia menunggu pagi demi melihat seonggok wajah menyebalkan pria itu.
Ia tidak punya pilihan. Ia lahir dan dan dianugerahi sesuatu yang berjodoh dengan Kyuhyun. Sesuatu yang membuatnya lengkap hanya jika ada Kyuhyun disebelahnya. Ia belum terbiasa merindukan Kyuhyun separah ini. Merindukan? Mungkin lebih tepatnya membutuhkan. Sebelah hatinya tersangkut di sana.
Reina memastikan matahari telah terbit yang artinya telah lewat jam enam. Ia buru-buru mandi dan mengenakan seragamnya. Jubah menjuntai hingga lutut berwarna hitam dengan pinggiran merah, rok sepanjang dengkul dirangkap celana. Setelah mengikat rambutnya, ia mendorong pintu kamarnya. Pintu dari kayu tua itu kadang membuatnya jengkel. Berat, berkeriut, dan kadang sulit dibuka.
Reina melongok, meamastikan Kyuhyun belum keluar dari kamarnya. Ia mengetuk-ngetukkak kakinya ke lantai. Berharap suara ketukan membuat Kyuhyun segera keluar dari kamarnya. Sesekali matanya memantau bayangan sinar matahari, mengamati kira-kira jam berapa.
Kyuhyun akhirnya keluar kamar. Senyumnya mengembang dua senti selama dua detik saat matanya menangkap wajah Reina di depan pintu kamarnya. Reina tersenyum lebar, mengamati Kyuhyun yang tengah menekuk kemejanya hingga ke siku.
“Kau sudah bangun?”
Pertanyaan yang salah untuk pagi yang canggung.
“Menurutmu?” Kyuhyun menjawab tanpa intonasi. Berjalan meninggalkan Reina dibelakangnya. Sementara Reina hanya mengamati punggung Kyuhyun dari belakang. Memegangi dadanya yang tidak lagi nyeri.
Menyeberangi koridor menara empat lantai tiga dan terus menuruni tangga menuju halaman. Sepanjang jalan, Reina merasa matahari bersinar hangat sekali melalu jendela dan pembatas beton, angin bertiup bersahabat dan senyumnya terus merekah. Kyuhyun ada disebelahnya. Dan Reina bahagia sekali.
“Seharusnya kau tidak perlu memasang wajah terlalu senang seperti itu. Akan lebih baik kalau kau mulai berpikir bagaimana mengatasi ketidaknyamananmu selama aku tidak di sebelahmu, atau,” Kyuhyun mengambil jeda, menoleh menatap Reina dibelakangnya, “Kau bahkan belum berpikir kesana? Dan berharap bertemu denganku setiap hari?”
Kyuhyun yang menyebalkan telah kembali. Seringai sinisnya. Tampang tanpa ekspresi, dan tangan terlipat di dada dengan dua bilah bola mata yang malah menatap halaman kastil tanpa melirik Reina sama sekali.
“Aku sudah memikirkannya”
Reina agak gugup karena ia tahu pertanyaan berikutnya.
“Dan hasilnya?”
Pertanyaan yang sudah Reina duga akan keluar dari mulut lelaki didepannya.
“Aku tidak tahu”
Kyuhyun tertawa sambil mendesis. Tangannya menggapai kepala Reina, menyentil dahinya empat kali.
“Gunakan kepalamu. Ini kepala, kan?”
Lagi-lagi dengan kalimat sengak. Membuat Reina yang membayangkan hari ini akan sangat hangat bersama Kyuhyun, membatalkan halusinasinya. Mana mungkin menyenangkan?
“Aku serius. Aku tidak tahu.”
Reina mengerang malas. Pemuda didepannya itu telah sampai di anak tangga terakhir sebelum menginjak halaman kastil.
“Kau bisa belajar Gaiden-Aragoza pada Siwon. Dia hebat” Kyuhyun lalu melengos menuju halaman kastil. Beberapa sheriff tampak telah berkumpul disana. Savior Leon sengaja menyuruh para sheriff kelas khusus mengikuti kelas pelajaran herbal bersama sheriff lainnya. L’ambassador memiiliki Savior yang terbatas untuk mata pelajaran satu itu. Pelajaran herbal memang tidak cukup menantang dan menuntut tanggungjawab besar. Hal itu membuat banyak Savior lebih memilih mengampu pelajaran lain, seperti, menunggang kuda atau Delavoriez, menulis ilmiah.
Kyuhyun mmebungkukkan punggungnya, menyapa Savior Sebastian sopan. Dibelakangnya, tampak Reina sedikit kaku membuntuti Kyuhyun. Jae. Kim, Siwon, Han dan Aiden telah berkumpul juga. Mereka berdiri bergerombol dibawah pohon Kiflaer, objek pelajaran mereka hari ini. Aiden bersebelahan dengan dua orang gadis yang tampak paling mencolok diantara sheriff lainnya. Sementara Siwon Nampak berdiri berjajar disebelah Han, Kim dan Jae. ini mungkin akan menjadi pelajaran favorit Aiden, karena ia bisa bergabung dan dikerumuni sheriff-sheriff cantik dari kelas lain.
“Pastikan kalian mengelupas kulit batangnya dengan benar. Irisan yang terlalu menengah akan membuat getahnya keluar, iris bagian paling luar setipis mungkin dan bawa irisannya ke menara tiga. Aku menunggu kalian disana. Limabelas menit dari sekarang.”
Sheriff-sheriff yang mungkin mencapai tigapuluhan orang itu segera sibuk dengan pisaunya. Menghampiri jajaran pohon Kiflaer yang tinggi dan tua. Reina mulai mengelupas kulit batangnya. Han berdiri disebelahnya, tengah mengelupas kulit batang Kiflaer yang sama dengan serius hingga dia tidak sadar Reina berdiri disebelahnya. Sudah tiga hari ini Han tidak menyapanya atau sekedar menatapnya. Memang, sebelumnya mereka tidak pernah bicara, hanya dalam mimpi, namun sekarang pun Han tidak muncul dalam mimpinya. Reina tahu Han menghindarinya.
Reina tidak ingin mengagetkannya. Jadi dia memilih diam dan mengelupas batang pohonnya dengan sungguh-sungguh.
Sayangnya semua berjalan kacau karena teriakan Aiden dari belakang mereka. Aiden mengelupas kulit batangnya terlalu dalam, dan ia mulai berteriak karena tangannya terasa gatal dan perih. Siwon membantu Aiden mengikat tangannya agar racun dari getahnya tidak menjalar ke tubuh Aiden juga. Beberapa sheriff wanita menjerit sok panik sambil ikut mengipasi Aiden. Sebaliknya Aiden mengibas-ngibaskan tangannya menahan mulutnya agar tidak menjerit dan tetap kelihatan tampan seperti biasanya. Pemandangan yang membuat Kyuhyun ingin muntah.
Han menoleh, Reina menoleh. Han segera mundur. Pisaunya jatuh ke tanah. Terlalu kaget mendapati Reina berada terlalu dekat darinya.
“Aku tahu,” Reina tersenyum sedikit. Menggeser kakinya menuju pohon paling utara. Ia tahu Han akan pindah kalau melihat Reina berada di sebelahnya. Reina kemudian agak kaget. Han mendadak mengikutinya ke utara. Menuju pohon Kiflaer yang paling muda di pojok utara halaman. Tidak ada sheriff lain yang mengelupas Kiflaer itu, pohonnya masih terlalu muda.
“Hei,” Han mengangkat tangan kirinya kaku. Reina menaikan sebelah alisnya. Masih memegangi pisau.
“Kenapa?” Reina menjawab canggung. Ini pertama kalinya Han membuka pembicaraan dengannya di dunia nyata. Pasti sesuatu yang penting.
“Hm, sebenarnya, ini mengenai mimpi burukmu,”
Reina melirik Han. Mimpi buruknya? Ia hampir lupa. Sudah dua hari ia tidak memikirkannya.
“Kudengar,” Han memotong kalimatnya. Kata mendengar sepertinya tidak cukup tepat. Apa terdengar masuk akal Kyuhyun mengatakan sesuatu padanya? Lagipula, ia tahu masalah ini bukan dari Kyuhyun. “Maksudku, aku tahu Kyuhyun telah mencabut Saraghevo-nya darimu..”
Reina menunggu kalimat Han yang menggantung, namun Han tidak berkata apa-apa lagi.
“Ada apa?”
Han menghela nafasnya. Menoleh kebelakang beberapa detik dan mendapati Kyuhyun dan Siwon tengah meliriknya.
“Aku tidak tahu mengapa Savior Leon, dan mereka berdua,” ujung mata Han menunjuk kea rah Siwon dan Kyuhyun tengah berdiri, “tidak memberitahumu masalah ini. Tapi kau harus hati-hati. Kau seorang Andromedas, dan nyawamu akan selalu menjadi daya tarik.”
Kalimat yang sama dengan yang Kyuhyun katakan, tentang nyawanya. Ia tahu pasti, bukan nyawa Reina yang mereka incar, tapi nyawa Kyuhyun. Sasaran empuk yang tidak tahu dan tidak bisa apa-apa adalah Reina. Ia jadi sedikit merasa bersalah pada Kyuhyun telah membuat hidupnya dalam bahaya.
“Untuk apa kau mengatakannya?” suara berat Kyuhyun muncul dari belakang. Ia berjalan kearah Reina dengan wajah tidak peduli. Matanya melirik Han tak bersahabat. Han tidak menjawab, hanya balas menatap Reina.
“Seharusnya kau jujur dan mengatakannya dengan benar. Beri dia penjelasan yang bagus. Apa kau pikir menyembunyikannya bisa membuatnya lebih baik?”
Kyuhyun mendecak.
“Kau tidak sepintar yang aku bayangkan, Han.” Balasnya tak simpatik. Tangannya menyeret Reina menjauh, memaksa gadis itu berdiri disebelahnya. “Dia butuh waktu untuk mengalami sendiri apa yang dia butuhkan di masa depan. Sampai kapan kau mau jadi pahlawan? Kaulah yang sebenarnya akan membuat dia mati muda kalau kau terus-terusan seperti ini. Kau piker dengan terus-menerus menyelamatkannya dia akan selamat?”
Han tersenyum, menahan emosinya. Sementara Reina menatap Kyuhyun dan Han bergantian. Tidak mengerti yang tengah dibicarakan dua pemuda jangkung disebelahnya itu.
“Berhenti mengatakan kematian. Aku tahu benar yang harus kulakukan. Jangan bersikap seolah hanya kau yang tahu semuanya”
Reina memegang lengan Kyuhyun.
“Dengar Reina, percayalah padaku. Kau harus melakukan apa yang kukatakan.” Han berkata lagi.
Kyuhyun tertawa sinis. Melirik Han.
“Katakan saja apa yang harus dia lakukan. Biar kulihat, apa yang bisa kau lakukan, pahlawan.” Ujar Kyuhyun dengan pandangan menusuk.
“Kau harus belajar Gaiden-Aragoza secepat mungkin,”
Reina melirik Kyuhyun. Lalu Han. Dan dia tetap saja bingung. Han sebenarnya sama sekali tak membantu, sama tidak jelasnya dengan Kyuhyun yang membuatnya pusing. Kata-katanya sama persis dengan yang diucapkan Kyuhyun tadi pagi. Terlalu banyak teka-teki yang harus dia pahami. Beruntung, Siwon datang. Setidaknya Reina bisa membuntutinya dan keluar dari suasana tidak menyenangkan ini. Siwon tersenyum seperti biasa.
“Kalian bisa teruskan diskusi kalian. Aku dan Reina akan menuju menara Tiga lebih dulu. Kalian bisa menyusul,”
Dengan tidak peduli, menyambar tangan Reina dan mengajaknya melewati halaman, menuju tangga menara tiga. Keduanya memegangi pisau dan irisan batang Kiflaer. Berjalan sambil diam. Meninggalkan Han dan Kyuhyun yang berpandangan kesal.
“Kau memang harus belajar dengan cepat. Tapi kau akan baik-baik saja. Jangan pikirkan apa yang dikatakan Han atau Kyuhyun.”
“Apa ini ada hubungannya dengan lelaki tua itu?”
Siwon tertawa. Menepuk lengan kiri Reina.
“Mungkin banyak yang ingin membunuhmu, tapi banyak juga yang melidungimu. Hm, bagaimana kalau kita menuju Dandroferr dulu? Sepertinya kondisi Aiden tidak bagus. Dia sendirian disana.”
Reina mendongak. Siwon juga tidak mau membicarakannya?
“Apa nanti tidak terlambat?”
Siwon tidak menjawab. Hanya menarik tangan Reina menuju lantai dua menara tiga. Berbelok kanan, dan mengetuk pintu di ruangan kedua yang mereka temui. Aiden terlihat tengah berbaring sambil meniupi tangannya. Meringis tidak sabar pada seorang Deutcher yang tengah mengoleskan salep di tangannya yang terkena getah Kiflaer.
“Istirahatlah sampai salepnya kering,” Deutcher berkacamata bulat itu menyahut datar sambil menatap Aiden. Saat menoleh, ia terlihat terkejut melihat Siwon yang tiba-tiba masuk kamar rawat Aiden. Wajah Siwon selalu membuat orang kaget. Terlalu malaikat.
“Apa aku boleh disini sebentar?” Siwon bertanya basa-basi. Deutcher itu tersenyum gugup dan mengangguk. Mengemasi kotak obatnya dan berjalan cepat-cepat menuju pintu keluar.
“Apa masih gatal?” Reina bertanya penasaran. Ia tengah memnerka-nerka segatal apa getah Kiflaer hingga Aiden terlihat semerana itu. Wajahnya kelihatan lemas, dan ia meringis, menggigiti bibirnya, mungkin menahan gatal.
“Aku pasti mati,” Aiden menyahut. “Benar-benar pohon kutukan” ia merutuk lagi. Ia melirik Reina yang berdiri didepan matrasnya.
“Kenapa kau datang kesini? Bukannya kalian seharusnya sedang ada di kelas?”
Reina mengedikkan bahunya. Ia juga tidak tahu mengapa Siwon menyeretnya kesini.
“Aku butuh bantuanmu nanti malam.”
Han mendelik.
“Kau pikir aku mau?”
Siwon mengangguk yakin.
“Tentu saja. Aku akan mengajarimu Gaiden-Aragoza. Bagaimana? Masih menolak?”
Aiden membuang pandangannya.
“Kenapa aku?”
“Reina tidak mungkin belajar sendirian.”
Aiden menangkap maksud Siwon. Ia dimanfaatkan. Ia akan jadi korban pertama yang isi kepalanya akan dibaca Reina. Tapi sepertinya ia tidak keberatan. Ia harus segera menguasai Gaiden-Aragoza sebelum Kyuhyun mengontrol pikirannya lagi. Ia tidak sanggup membayangakan apa jadinya kalau Kyuhyun mengendalikan pikirannya untuk melakukan hal menjijikan seperti yang dilakukan Han tempo hari?
Lagipula, ia berharap ia juga bisa membaca pikiran Kyuhyun. Semoga. Walaupun kelihatannya agak mustahil.
Aiden melirik Siwon, siap mengatakan jawabannya. Siwon berbalik, membelakanginya. Sepertinya pergi keluar kamar Aiden.
“Hey, aku belum mengatakan jawabanku” Aiden berteriak jengkel.
Siwon yang nyaris mencapai pintu tertawa keras sambil melirik Reina, mengajaknya keluar juga.
“Aku sudah tahu. Tidak usah repot-repot berteriak. Kutunggu di halaman menara empat nanti malam”
Aiden mendecak kesal, Siwon benar-benar tidak ada bedanya dengan Kyuhyun. Menyebalkan.
*
“Sebenarnya ini mengenai apa?”
Reina menyelonjorkan kakinya disamping Siwon. Matanya tidak beralih melihat Siwon yang malah terlihat melamun. Malam ini mereka bertemu didepan menara empat. Halaman kastil tampak sepi. Tidak ada sheriff yang tertarik menghabiskan waktu diluar saat angin sedang tidak bersahabat seperti sekarang.
“Jaga dirimu baik-baik. Adikku sangat membutuhkanmu.” Siwon menjawab pendek. Dahi Reina berkerut lagi.
“Tentang apa? Siapa yang ingin membunuh Kyuhyun?”
Siwon tidak menjawab. Diam dan melirik Aiden yang datang dari kejauhan. Reina mengerang putus asa. Semua orang seperti bersepakat tidak mengatakan sesuatu yang jelas membahayakan nyawanya itu. Mungkin ia memang harus bertemu Han dan menanyakanny alangsung padanya.
“Kau suka sejarah?” Siwon berbasa-basi.
Reina tidak menjawab.
“Kudengar kau suka membaca buku,”
Reina tidak tertarik menjawab. Siluet Aiden terlihat dari balik pagar beton menara empat. Aiden tiba di halaman lima menit kemudian. Mereka duduk bersebelahan bertiga. Menyelonjorkan kakinya. Wajah Aiden tampak merah, dia kedinginan. Sebenarnya Aiden agak alergi dengan angin malam. Malam ini ia mengenakan jaket sangat tebal dari bulu beruang yang menyembunyikan lehernya.
“Bisa dimulai sekarang? Aku tidak tahan angin.” Aiden memulai. Siwon mengangguk sambil melirik Reina. Mereka duduk berputar. Aiden disebelah kiri Reina, Reina disebelah kanan Siwon. Siwon mengatupkan tangannya ke udara, dan menggenggam telapak tangannya sendiri. Setelah itu, ia menyambar tangan Reina dan tangan Aiden.
“Jangan banyak bertanya. Lakukan yang kukatakan,” serobot Siwon saat merasakan Aiden menatapnya kesal. Digenggam oleh seorang lelaki memang agak aneh.
Kali ini dia dikagetkan dengan satu sosok yang menyeringai tiba-tiba didepan mereka. Aiden kehilangan kata-katanya menyadari Kyuhyun ikut duduk bergabung diantara mereka.
“Aku tidak akan macam-macam. Mulai saja.”
Siwon mengamati Kyuhyun sejenak.
“Pasti ada maksudnya kau datang kesini?”
Kyuhyun mendesis.
“Savior Leon menyuruhku bergabung. Ada lagi yang ditanyakan?”
Siwon menggeser duduknya. Menyilahkan Kyuhyun yang ternyata lebih memilih disamping Aiden. Sebaliknya, Aiden segera menggeser pantatnya.
“Tidak usah pindah, duduk saja yang manis, aku tidak akan aneh-aneh,” sambar Kyuhyun lagi.
Akhirnya, mereka duduk memutar dan mulai memejamkan mata. Sayup-sayup, dan akhirnya semesta terasa senyap. Seperti tengah duduk di tengah pusaran udara. Seperti sendirian. Hampa dan dingin. Reina mendengar suara Siwon. Mungkin dalam pikirannya.
*
Dalam pikiran seseorang hidup tiga ruangan kosong.
Di ruangan pertama, Luberium, kau menyimpan perasaanmu, rencana jangka pendekmu, dan emosimu. Ini merupakan lapisan terluar pikiran manusia. Membaca Luberium tidak akan terlalu sulit. Semua orang, yang belajar dengan sungguh-sungguh akan mampu melakukkannya. Pada ruangan kedua, Aromedio, seseorang menyimpan rencana jangka panjangnya, cita-citanya, juga perasaan yang lebih dalam, seperti dendam atau kasih sayang juga cinta. Seorang pemegang Lexius mampu melakukannya semudah membaca buku dongeng.
Ruangan paling dalam, Indigo, adalah lapisan paling rahasia pada pikiran manusia. Dalam ruangan ini, seseorang menyimpan rasa takutnya, pengalaman buruknya, juga hal-hal yang paling ingin ia lupakan. Hanya seseorang yang dianugerahi yang mampu menguasainya. Kau tahu maksudku, bukan, tentang seseorang yang dianugerahi? Seorang Emperor dan seorang Andromedas.
*
Suara Siwon menghilang. Saat Reina membuka matanya, ia tidak melihat Siwon dan Aiden yang duduk disebelahnya. Ia juga tidak melihat halaman menara empat yang tadi didudukinya. Ia memandang kabut. Kabut pekat yang menutupi seluruh daya pandang matanya. Sejauh matanya memandang, ia hanya melihat kabut pekat yang membuatnya sesak.
Rasa takut itu menjalar lagi sampai lubuk hatinya. Ia ketakutan dan mulai berkeringat. Ia gemetar. Lelaki tua yang seringkali muncul dalam mimpinya terlihat tengah berdiri didepannya. Kali ini tidak ada Han. Tidak ada.
Ia sendirian. Reina takut dan mulai menangis.
“Putriku.”
Suara berat lelaki itu menggaung di udara. Reina merasa dua belah tangannya membeku. Lelaki itu seakan membawa serta seluruh oksigen dalam paru-parunya. Hatinya dingin dan nyeri. Kyuhyun pasti tidak sedang disebelahnya. Reina memundurkan langkahnya. Ia tidak lagi menangis, tapi terisak.
“Kumohon. Jangan mendekat.”
Reina memohon dengan sisa suara di tenggorokannya yang tercekat. Lelaki itu bergeming. Tampak berpikir. Ia tersenyum setengah menyeringai.
“Aku tidak mengerti mengapa mereka mengajakmu kesini. Namun, mereka mengantarmu padaku dengan baik, tuan puteri. Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin membawamu ke tempat yang benar. Ikutlah denganku,”
Reina menyeret langkahnya yang terasa berat dan kaku. Seluruh tubuhnya menggigil dan gemetar. Lelaki itu menyita seluruh tenaganya.
Reina, aku disini.
Reina menoleh. Mencari pemilik suara yang sangat familiar dalam telinganya itu. Suara Siwon.
Hadapi dia. Jangan lari.
Suara Kyuhyun. Memaksa dan memerintah.
Reina menghela nafasnya. Menyeka matanya yang basah. Menggenggam tangannya sendiri sekuat yang dia bisa. Reina mengumpulkan keberaniannya. Ia tahu ada Siwon dan Kyuhyun, walaupun ia tidak melihat mereka dimana-mana.
“Kenapa kau selalu menggangguku?”
Reina memegangi tangannya lagi. Suaranya terdengar serak karena ia gemetar. Lelaki itu menatapnya lamat-lamat. Merenung.
“Aku tidak mengganggumu. Aku hanya menemuimu, putriku.”
Reina mendecak. Setengah keberaniannya telah kembali.
“Berhenti memanggilku putrimu. Aku bukan putrimu. Pergilah, aku tidak ingin melihatmu.” Reina tidak pernah bicara sekasar itu pada siapa pun. Ini pertama kalinya. Ia hanya merasa sangat terdesak dan harus mengatakannya. Lelaki itu menatapnya lagi. Seperti melamun. Wajahnya tampak kecewa.
“Mungkin kau memang butuh waktu untuk mengenaliku. Ah, mereka sangat jahat, bukan? Bagaimana mungkin mereka membiarkan puteriku sendiri melupakanku?”
“Jangan menampakkan diri lagi di hadapanku. Aku bukan putrimu. Aku tidak mengenalmu.”
Lelaki itu tersenyum.
“Baiklah, mungkin belum saatnya kau mengingatku. Aku akan menunggumu dengan sabar. Aku akan menemuimu saat kau mengingatku. Aku janji.”
“Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Sampai kapan pun.”
“Kau tidak perlu sejahat itu padaku. Aku pergi. Sampai jumpa, Rein.”
Sekuat tenaga Reina meyakinkan diri bahwa ia tak pernah mengenali lelaki itu, tapi mengapa hatinya sangat sakit saat melihat lelaki itu pergi?
Reina menangis.
*
Kyuhyun menepuk kepala Reina. Reina membuka matanya. Menatap sekitar. Melihat Siwon yang menatapnya cemas. Reina diam, tidak mengatakan apa pun. Membiarkan tangannya yang dingin digenggam lelaki yang duduk di sebelahnya. Ia merasa lebih baik, merasa hangat.
“Kau baru saja membuka Luberiummu, memang menyakitkan, tapi kau harus melakukannya. Apa semua perempuan memang mudah sekali menangis sepertimu?”
Siwon melempar kepala Kyuhyun dengan ranting Sophoro.
“Bisakah kau bersikap sedikit manis pada perempuan?”
Kyuhyun menyeringai.
“Aku tidak habis pikir, apakah meneteskan air mata itu menyelesaikan masalah?”
Siwon membelalakkan matanya.
“Diamlah.”
Kyuhyun menatapnya balik.
“Baiklah, baiklah. Aku juga tidak ingin melihatnya menangis lama-lama. Hatiku ikut sakit.”
Reina tertawa. Kalimat Kyuhyun terdengar aneh dan janggal di telinganya. Kalimat seperti itu terlalu manis untuk diucapkan seseorang seperti Kyuhyun. Reina mengamati dua kakak-beradik itu. Sebenarnya mereka sangat mirip. Sama-sama tinggi, juga keras kepala. Saat itulah ia baru menyadari sesuatu.
“Dimana Aiden?” Reina setengah memekik.
Kyuhyun melirik Siwon yang juga meliriknya. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
“Mungkin dia tersesat,” komentar Siwon.
Kyuhyun mengangguk, menahan tawanya.
“Aku tidak sabar ingin melihatnya. Apa dia bisa keluar hidup-hidup?”
*
Aiden mulai jengah. Ia hanya melihat gelap, gelap, dan terus gelap sejak dia menutup matanya. Nyaris setengah jam. Sebenarnya mereka sedang melakukan apa? Kenapa dia hanya melihat kegelapan sejak tadi?
Aiden tidak tahan lagi. Dia membuka mata. Dan dia hampir pingsan saat sadar dimana dia sekarang.
Kamar mandi wanita.
Aiden meringkuk di bak mandi lebar yang dipenuhi air hingga menenggelamkan tubuhnya. Ia berdiri. Melihat pakaiannya yang basah. Menepuk jidatnya frustasi.
Sial, apa yang dilakukan dua bersaudara terkutuk itu? Kenapa aku bisa disini?
Aiden mengangkat kakinya, menapaki lantai, keluar dari bak mandi. Ia memandangi cermin yang tergantung melebar di tengah ruangan. Memandangi pakaiannya yang basah. Ia mengintip keluar gorden kamar mandi dan terbelalak mendapati tiga orang sheriff wanita tengah tidur terlentang diatas dipan.
Ketiga sheriff wanita itu sama terkejutnya dengan Aiden. Mereka saling bertatapan, sebelum akhirnya teriakan heboh membahana dalam kamar. Bantal, guling, sprei, dan bahkan jam pasir beterbangan di udara, membidik kepala Aiden yang masih melongo didepan gorden kamar mandi.
Aiden mundur dan kelabakan mencari pintu keluar. Ia salah perhitungan karena memasuki kamar mandi yang letaknya semakin jauh dari pintu kamar. Sementara tiga sheriff wanita itu memegangi sapu, kemoceng, kayu, dan apapun untuk memukul Aiden. mereka menyibak gorden dan memelototi Aiden yang terjepit diantara bak kamar mandi dan jendela.
Aiden panik. Ia menenggelamkan badannya ke dalam bak mandi. Entahlah, ia tidak bisa berpikir lagi. Ia berharap mati saja dalam air daripada ditemukan hidup-hidup dalam kamar mandi wanita.
*
Kyuhyun tertawa terbahak-bahak saat melihat Aiden kembali. Aiden meneletang di atas tanah. Pakaiaannya basah dan dahinya memar. Matanya menutup dan ia kelihatan ketakutan.
Aiden membuka matanya. Ia melihat Siwon, Kyuhyun dan Reina yang menatapnya sambil tertawa.
“KAU, APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU KYUHYUN!!” Aiden bangkit berdiri dan menarik kerah baju Kyuhyun. Kyuhyun berhenti tertawa. Siwon ikut melerai.
“Kenapa aku bisa di sana, hah?” Aiden berteriak kalap. Lelucon Kyuhyun sama sekali tidak lucu. Bagaimana seandainya ia tadi tidak bisa keluar dari sana dan terpergok para Savior? Apa kata dunia jika putra mahkota Voldavinne ditemukan mengintip di kamar wanita?
Kyuhyun menarik tangan Aiden agar tidak lagi mencekik lehernya.
“Kau berada di tempat yang kau pikirkan. Astaga, apa kau berpikir tentang kamar mandi wanita setiap saat?”
Kyuhyun tertawa lagi. Siwon menepuk bahu Aiden yang masih memasang wajah terkejut. Reina ikut terkikik. Aiden terlihat seperti bocah empat tahun yang hampir menangis karena kehilangan permen.
“Aku baru saja mengajarimu cara mengendalikan pikiranmu sendiri, kenapa kau bisa sampai disana? Itu isi kepalamu.” Kyuhyun meneruskan petuahnya, sekali lagi dengan nada menyebalkan.
“Kenapa aku bisa disana? Bukankah tadi aku duduk diam di sini bersama kalian?”
Itulah pertanyaannya. Aiden tidak mengerti mengapa dia bisa berada di kamar mandi wanita, sementara ia bahakan tidak berjalan kemanapun.
“Seharusnya kau yang mengendalikan Alandreivamu, bukannya malah dikendalikan, kau benar-benar membuatku ingin tertawa.”
Aiden mengerutkan dahinya. Ia tidak paham.
“Alandreiva berarti mengendalikan pikiran. Daimondflor mewujudkan apa yang ada dalam kepalamu. Saat kau berpikir tentang kamar mandi wanita, kau akan berada disana. Kenapa baru terjadi sekarang? Indigomu baru saja terbuka, Aiden. Berhati-hatilah. Jangan berpikiran konyol seperti itu lagi. Daimondflor akan membawamu dalam masalah besar.”
Aiden masih tidak menemukan benang merah antara Alandreiva yang dimilikinya, Daimondflor milik Kim, dan juga Indigo yang terbuka. Demi apa pun, ini sangat menjengkelkan. Kenapa semuanya sangat memusingkan dan sulit dimengerti?
“Karena kau tidak biasa berpikir,” Kyuhyun menyahut dari belakang punggungnya sambil tertawa bahagia. Aiden menendang Kyuhyun yang balas memiting bahunya. Siwon melerai sambil mengalungkan tangannya di bahu Aiden.
“Kita tidak punya banyak waktu. Aku juga tidak berencana bertengkar terlalu lama denganmu, Aiden. Mulai sekarang, mari berteman. Aku akan mengajarimu cara menggunakan kepalamu,” kata Siwon serius. Aiden menyipitkan matanya, menatap Siwon. Mencoba mencari tahu apa yang dipikirkannya.
“Kenapa mendadak?”
Siwon menepuk kepala Aiden.
“Bukannya sudah kubilang kita tidak punya banyak waktu?”
Aiden diam, tidak berkomentar. Masih saja dia tidak mengerti.
“Dalam waktu dekat, kemampuanmu akan berlipat. Gaezamaru yang dimiliki Han, Jae, Kim, Kyuhyun, milikku dan milikmu sendiri akan saling mengisi. Apa kau tidak sadar kau baru saja menguasai Daimondflor? Tidak ada yang lebih hebat dari yang lain, semuanya sama. Tentu saja selain Reina,”
Reina yang berjalan bersisian dengan Kyuhyun, menoleh saaat mendengar Siwon menyebut namanya. Aiden juga ikut menatapnya.
“Karena dia berbeda.”
Aiden berdehem. Merasa tidak nyaman dengan percakapan mereka.
“Bukannya tadi kita belajar Gaiden-Aragoza? Mengapa mendadak Daimondflor?”
Kyuhyun mendesis. Mengeluhkan kepala Aiden yang sulit sekali diajak berpikir.
“Astaga, apakah di Voldavinne kau tidak pernah belajar Sejarah Gaezamaru? Legator akan menguasai Daimondflor begitu dia belajar Gaiden-Aragoza. Sebaiknya jangan coba-coba berpikir kamar mandi wanita saat kau sedang belajar mengendalikan pikiranmu. Kau bisa berakhir di tenggelam di lubang toilet.”
Begini lebih baik. Kyuhyun menjelaskan masalah intinya. Aiden sedikit mengerti sekarang. Ia bisa menggapai tempat-tempat yang diinginkannya hanya dengan berkonsentrasi. Mungkin lain kali dia ingin pulang ke Voldavinne diam-diam.
“Apakah itu artinya aku sudah menguasai Gaiden-Aragoza?” Aiden menatap siwon penuh harap. Semoga kali ini dia mendapatkan jawaban yang menyenangkan.
“Sama sekali belum. Itu tadi hanya kebetulan. Kau perlu mengerti formulanya. Kau baru sampai di Luberium, apanya yang hebat?”
Kyuhyun menyahut ketus. Aiden kecewa. Reina tertawa.
“Kau cukup mengejutkan Reina, Indigomu terbuka dalam satu kali uji coba. Kau memang benar-benarAndromedas,” puji Siwon dengan senyum mengembang.
Reina tersipu, setengah tertawa. Kali ini ia melihat kea rah Kyuhyun yang duduk diatas hamparan rumput di halaman tanpa meliriknya. Aiden ikut duduk dengan muka ditekuk. Ia merasa hari ini adalah kesia-siaan yang sempurna. Seharusnya dari awal dia tidak mengikuti perintah Siwon untuk belajar Gaiden Aragoza bersama Reina. Lihat saja bagaimana dia kalah jauh dengan Reina sekarang.
Siwon ikut duduk bersila disebelah Kyuhyun. Mereka tidak melakukan apapun. hanya duduk bersisian. Aiden yang tadinya terlihat paling malas kali ini tidak banyak bertingkah. Ia merapatkan jaketnya dan duduk tenang sambil ikut menutup matanya seperti yang Siwon lakukan. Ia mencoba melihat apa yang bisa dia lakukan sekarang dengan Alandreiva yang dia miliki. Semoga kali ini ia berhasil mempelajari Gaiden Aragoza dengan benar.
Reina tertarik mengamati Kyuhyun yang menutup matanya. Ia duduk di sebelah pemuda itu. Reina tidak bisa melihat yang Kyuhyun pikirkan. Ia hanya merasa tertarik mengamati wajah kaku pemuda itu yang terlihat sangat tenang di depannya. Kyuhyun terlihat tidak sedingin biasanya saat mata tajamnya terpejam. Ia terlihat seperti bocah yang polos.
Reina hanya melihat, dan ia kaget saat mendadak sesuatu terjadi.
*
Reina merasa seseorang sekali lagi menariknya ke dalam pikirannya sendiri. Bukan gelap seperti yang ia rasakan tadi. Ia hanya merasa seperti berjalan menyusuri lorong yang panjang. Lorong yang mempertemukan matanya dengan pemandangan yang ganjil. Seorang lelaki yang mungkin usianya baru tujuh atau delapan tahun, dengan tatapan kosong dan lutut tertekuk.
Lelaki itu tidak bisa melihatnya. Mungkin Reina baru saja memasuki alam pikiran seseorang.
Reina mengerutkan keningnya. Mengamati bocah yang duduk seperti batu itu sekali lagi.
Reina melihat, mencoba mendengar. Seorang lelaki seumuran ayahnya, seorang wanita seumuran ibunya, dan seorang lelaki lagi yang mungkin setahun lebih tua dari bocah itu.
Satu persatu, siluet empat orang itu bergerak cepat.
*
Reina menutup mulutnya. Matanya basah dan ia terisak sangat keras.
Ia melihatnya, Reina melihatnya.
Ia ingin berlari mendekap bocah kecil itu dan merangkulnya seerat yang dia bisa. Tapi Reina tidak bisa. Ia hanya mematung dan melihat bocah laki-laki itu diam membatu, tidak menangis, dan hanya menatap nanar perempuan di depannya dengan wajah putus asa.
Reina tidak pernah tahu bahwa seseorang bisa menyimpan kesedihan sebanyak itu. Tapi bocah itu bisa. Dia baik-baik saja. Mungkin, satu-satunya yang hilang darinya adalah kemanusiaanya yang ia kubur rapat dalam masa lalunya.
Ia jadi tahu, mengapa dan bagaimana lelaki itu bisa sedemikian dingin dan keras. Lelaki itu hanya mencoba bertahan agar tidak patah.
*
Okeee…. Part ini adalah part paling mbulet diantaa semua part yang mungkin juga mbulet. Di masa depan, mungkin saya akan membuat banyak perubahan dalam cerita ini. Cerita ini telah menyalahi skenario dan berhasil membuat saya putus asa. Jadi, dengan sangat hormat, jangan paksa saya menulis lanjutannya. Akan saya usahakan, tapi nggak janji. Hahahha, makasih udah baca.
Sebenarnya, Apa yang dilihat Reina? Mari main tebak-tebakan! Hehe…

62 thoughts on “The Lost Empire 5

  1. aigoo.. Kyu ceriwis bgt dch.. Tpi kalo liat kyu p’diem aneh jg sch..
    Ahahaha.. Donghae ksiaaann dch.. Hahaha.. Btw di sini donghae telmi bgt ych?? Haha..
    Makin seru fida.. Aku selalu nunggu lanjutannya..
    Gomawoyo..

  2. aaaaaaaaaaaaa…………..apa ini membuat orang streesss! Streess karna penasaran setengah mati,
    yang di liat rae na itu kyu kan???hueeeeeeee……….kyu kenapa??kyu liat adegan pembunuhan??atau kyu yang bunuh orang??atau??apaan si??rae na liat apa sebenernya?? rae na itu anak siapa?? ??PENASARAAAAAAAAAAAANNNNNNN!!!!!!! cerita ini penuh teka teki, bener-bener kagak ketebak, penuh misteri,
    daebakkk🙂
    fida, ini wajib di lanjutin!!wajib-wajib-wajib
    di tunggu part lanjutannya^^

  3. hei aku yg pertama??? ahahaha *sumringah😀
    sekali lgi ini ff sukses mempesonaku dg bahasa yg lugas,ringan tp dalam,hehehhe,bingung ngungkapinnya
    saat baca ini ff aku merasa seolah2 aku ada di situ menyaksikan smwnya.melihat bgmn wajah sengakny cho kyuhyun,bgmn lucunya wajah bingung aiden,pokoknya ff nya bagus ^^

  4. Kira-kira siapayah yang dipikiran si Raena tadi???
    Kyuhyunkah??

    Tapi berhasil ngakak ngeliat tingkah si Aiden…
    Masuk ke kamar mandi wanita…
    Hal yang tak pernah terbayangkan…
    Tuh otak si Aiden konslet kaliyah..
    Tingkahnya Ngga kaya seorang pangeran…
    #plaaakkk

  5. Reina,,,
    apa sih yang kamu lihat di dalam pikiran kyu ??
    Thor, mnta nomor hp reina dong buat nanyain itu….#inibegoataugimanasihh

  6. uyeee! Part 5 keluar*jingkrak2*
    yg d lhat reina it msa laluny kyu kah?
    Hae.ny lolam n suka amat kalo cewe brada d skitarny
    ckckck hae,hae*apatoh*
    ff ini uda kya novel t’jmahan dhe
    keren!!
    Part 6 di tggu
    trus tbmn plus squel hog slalu d tggu juga*outoftopic*
    cepet publishin ya😄
    oh ya, mr.headstone it? Bgemana?
    Huehe, mian bnyak cincong*bow*

  7. Nggak tau kenapa, tapi nangis liat akhirannya. Mulai dari Reina ngeliat anak kecil itu, sampe abis. Nangis mbrebes nggak karu-karuan.

    Huaaaa..😥 dalem beud pokoknya terakhirannya. Trus agak gemes aja waktu Han ama Kyu etet2an. Orang dua sama-sama nyolotnya. -___-
    Siwon ajalah. Netral gitu.

    Muehehehe. Yang part 6 tetap dinanti yaaah😀

  8. unn.. dilanjutin ya..
    ini sumpah!! keren banget!!
    ngakak pas baca bagiannya donghae… kenapa dia jadi kayak hyuk gini? agak menjurus ke yadong.. hihihi
    itu kakek kakeknya siapa sih? beneran ayahnya reina?
    ah, itu masa lalunya kyuhyun ya? tapi dia kenapa??
    seneng deh rasanya kalo reina sama kyuhyun saling membutuhkan.
    yang berniat mbunuh kyu siapa sih?
    penasaran.. ini dinovelin bagus lo unn…
    aku tunggu lanjutannya ya….
    fanfic yang lainnya juga
    semangat kakak!!

  9. aapakah dia masuk jalan pikiran siwon dan kyuhyun..pasti anak anak ituvsiwon ma kyu…tapibkenapa kyu kecil kayaknya sedih banget ya…masalahnya apa..aigo penasran

  10. OMG… bla dikta ujian psi sya ngulang brkli” .. Psti remid trs.
    Sumpah.. sprti yg dikutp diakhr part, yang ktax mbulet.. Mungkin yg dimaksud non fida mulet bda ma saya.. Sya mubuletx dgn kinerja otk sya, bca cerita TLE membutuhkn konsentrasi dn pengajaan yg tinggi.

    Uhh beralih kecerita.. Ini jd semakn penasarn dg latr belakang Reina.
    wah sebegitu tdk nyamankh Reina terpish dgn Kyu.. Kekeke lalu kau kemanakn rasa Reina k’Won”..
    heee Reina lgi bca fikirnx Kyu yak?? Penasaran.. Cpt dilanjt yakk non fida.. Good job!! ^^
    Annyoeng..

  11. Ada apa sih sebenarnya dgn masa lalu Kyu?sampai dia bisa seperti itu dr kecil? Batu..
    Kyu mmg ahlix jahilin orang, kan kasian Hae -__-
    Makin penasaran mengenai tujuan latihan2 sherif2 ini sebenarny u menghadapi apa? Misterius…

    Next partnya tetep ditunggu,kapanpun dipublish yg penting dipublish(?)hehehe😀
    Ttp slalu smangat u berkarya ya..^

  12. Sjujurnya gw Kasian sm si aiden.
    Mau aja di bodohbodohi dua bersaudara kyu dan siwon -,-
    lucu juga ngebayangin aiden di kamar mandi wanita lalu digebukin sheriff wanita wkwk
    nasib nya aiden buruk skali.

    Kl gw rasa bocah yg diliat reina it kyu sm siwon, bnr nggk?

  13. hahahhahaha….
    kasiaann si abg ikann….kok bsa salah alamat siihh bg….alamtnya palsu tuhhh….wkwkwkwkwkwk😀 #redeergknyambungg
    onnie kyaknya yg di liat ama reina ntu msa lalunya kyu yahh….???
    keep spirit onniee bwt nulis lanjutannyaa….
    saia akan slalu menunggu kelanjutannyaa…
    onnieee hwatinggg…..^^

  14. Woah…
    Udh di publish, senang😀

    saya jg sempet ngga ngerti sama kaya Aiden. Haha… Tp pas dibaca lg paham.

    Kaka, kalimat yg akhirnya buat saya nangis loh…
    Itu kyu menurut saya.

  15. jika aiden dan Reina digambarkan sebegitu bodohnya. maka saya tidak lebih pintar dari aiden dan Reina “saya tidak mengerti”

    lanjutanya ditunggu, entah kenapa kalo baca TLE selalu deg-degan

  16. Ohmegle😄
    Rame,pnsran, n rda bingung ><

    Kyu,reina !! Da paan dngen mreke??
    N sbenarna reina tu knpa?
    Nak kcil tu kyu yah ?

    Omo pnsarannnn
    Btw dpanna typona lmyan bnyak n nie ff bkal gk d lnjutin kah?? Jgnnn

    Tlong lnjutt

  17. aaaaaaaaaaaaaa .. knapa berhenti di saat menariiiiiiiiikkkkkkkkk ..
    eon .. kpan slanjutnya di posting lgi ???????????
    hdaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh ..(frustasi)

  18. bocah yang diliat reina itu kyuhyun kan???
    jujur aku rada bingung baca yg part ini tp overall bgs n bikin penasaran bgt….

    aku doain mudah2an author nya dpt banyak ide supaya bs ngelanjutin ff yg bagus ini….

    semangat author…ditunggu next chapternya

  19. makin ke sini kok donghae makin kelihatan babo heheheheh, kasian uri fishie >.<
    dan kyu makin ketus aja jawabnya, tapi emang bener kok ini part yang paling ribet dari yang lain, agak susah juga saya mencernanya, tapi bagus kok
    pokoknya harus dilanjtin ya kak, aku udah baca nih, bisa mati penasaran kalau gag dilanjut

  20. Yang diliat reina masa lalu siapa tuh? Aiden yah??
    Pasti anak kecil itu salah satu dr sheriff sheriff deh yagak sih?? Hehehe
    Ayo ayoo lanjutin tterus ceritanya😀

  21. Waaa..pnasaran ap yg d liat reina?masa lalunya kyu xan?ad ap sbnrnya..d tnggu part slnjtny cingu.semaxin seru.si aiden juga ad2 az puny pxiran qo xe xmar mandi wnita?mash pnsaran ma lelaxi tua misterius yg ad d mimpinya reina..hub siwon ma kyu d part ini mulai xerasa hangatnya,coz bnyax xsmpatan mrxa brsama.

  22. makin lama makin bagus plus mbulet #di timpuk fida …….

    .hahahaha,,
    aiden kasian amat yyak di timpukin serif wanita ….
    .mungkin itu masa kecil nya kyuh waktu ngak di terima emak n bpak nya gara* ngelahirin anak seta …..(digorok sparkyu ,di cium kyuh )
    .tapi ngak tega ngeliat kyuh menderita ….
    kasihan amat sii kyuh ….
    lanjjutinnnnn thorrrrrrr …..

  23. kyaaaaa, reina melihat masalalu kyuhyun ya?
    apa ibunya kyuhyun meninggal di bunuh bpknya(?)
    d dpan matanya sendiri?
    huaa penasaran …….
    lanjut .lanjut.lanjut (demo)
    d tunggu part selanjutnya

  24. Gak ngertiiiiiiii….
    Ini part paling bkin aq pusing! Blom apal istilah2’y, jd aq gk nymbung….

    Hyaaaaa, hae knp kau jd pabo gtu sih???

    Next part, jgn tllu rumit ya chingu, otak sy gk nympe nih mikir’y *pabo==”

  25. Uwoo, *mangap*, reina blajar hal bru, n kasian bget aiden, haha, knapa pkiranx malah kamar mandi wanita.
    Apa bner nyawa kyu dlam bhaya? Uhuu, bkin penasaran, agak khawatir jga ma yg dibilang han ke reina, n bingung, pengen tau apa yg sbnarx membyahakan nyawa kyu…
    Ditunggu next partx kak..

  26. Ouhhh…ini keren banget. I like it!!!

    Aku suka cara penceritaannya. Aku suka alurnya. Aku suka konfliknya. Aku suka istilah2nya. Ini sama sekali g bikin njelimet *hah bahasa apa itu*. Tp ini sukses bikin aku penasaran tingkat akut.

    Sepertinya kau banyak belajar dr tulisan J.K. Rowling chingu. Aku bisa merasakan perasaan y sama seperti saat aku membaca harry potter. Aku tersedot masuk ke dalam ceritamu. Pokoknya dapet banget dah.

    Aku tunggu lanjutannya n kalo bisa kilat dunk *hah reader y keras kepala*

    Ah…sebenarnya tadi aku udh menyapa di part 1. Tp g pa2 ku ulang lagi. Salam kenal semuanya. Aku reader baru di sini ^_^

  27. huaaah … Penasaran😦 lanjut onnie..
    Kyuhyun ?? Kenapa dengan masa lalunya ??
    Eonnie aku sedikit bingung, tntng mana yg giliran kyuhyun, reina donghae siwon…
    Eonnie aku mau bagi saran, pakai pov aja eonnie😀
    aku benar benar penasaran.. Kyuhyun tampan … Saranghae😀 jangan pikirin masa lalu lagi ya.. Pikirin aja masa depan kita berdua🙂 hohoho..
    Daebak daebakk ff nya benar benar daebakk .. Eonnie daebakk .. Hwaiting !! Ditunggu next part ya eon..

  28. kluaaaaaarr!!!!!! wlopun telat😦
    aq msih lum paham ma istilah”nya… pusiiing…
    tp critanya kereeeeeeennnn!!
    lanjut asap!!!!
    btw bwt tebak”annya aq ngerasa klo itu masa lalu kyu deehh….

  29. berawal dr wattpad, aku nyasar d WP Fiida. Tp anehnya aku mlah bhgia nyasar d sni😀
    i will be fan of you eonni🙂 *sok knal dkit gpp kn? :D*
    huaah, TLE sukses membuatku penasaran. Aku suka bahasanya yg ribet. Wkwkwk

  30. berawal dr wattpad, aku nyasar d WP Fiida. Tp anehnya aku mlah bhgia nyasar d sni😀
    i will be fan of you eonni🙂 *sok knal dkit gpp kn? :D*
    huaah, TLE sukses membuatku penasaran. Aku suka bahasanya yg ribet. Wkwkwk
    jd kpn chapter slnjutnya d upload?

  31. Reina mulai bs membaca memori kyu yg ingin dilupakan dan terpendam jauh kan eonni? Ada apa dgn kyu sebenarnya? Jgn2… Ibunya kyu meninggal? Atau ibu dan ayah kyu selalu tdk peduli pdnya? Hanya peduli pd siwon. Maka dr itu kyu sgt tdk menyukai siwon, krn siwon selalu menjadi no.1 dan kyu no.2

    dan soal aiden..gyahaha…aku ngakak abis loh eonni keke…
    Bs2 nya dia memikirkan kamar mandi wanita!!! Haha
    aigo..aigo.. Aku mulai penasaran tingkat dewa…
    Eonni please jgn lama2 ne part selanjutnya
    jeongmal gumawo

  32. aku nebak yee, itu kyu ngajak reina masuk ke indigonya kyu-masa lalu yang gelap-
    eciyee kyu udah mule buka-bukaan ama reina😉
    uni fida, ini katanya mau di bikin novel kan?
    Semoga cepet diterbitkan ya? Biar aku bisa baca kelanjutannya.
    Aku udah nerima kalo emang TLE mau dibikin fiktif murni*bakal tetep ngebayangin emperornya kyuhyun meskipun nanti diganti hehe*
    semangat ya eon!
    I’ll wait as always🙂 *kalo udah terbit kabar-kabar @Lyulviwa

  33. aku nebak yee, itu kyu ngajak reina masuk ke indigonya kyu-masa lalu yang gelap-
    eciyee kyu udah mule buka-bukaan ama reina😉
    uni fida, ini katanya mau di bikin novel kan?
    Semoga cepet diterbitkan ya? Biar aku bisa baca kelanjutannya.
    Aku udah nerima kalo emang TLE mau dibikin fiktif murni*bakal tetep ngebayangin emperornya kyuhyun meskipun nanti diganti hehe*
    semangat ya eon!
    I’ll wait as always🙂 *kalo udah terbit kabar-kabar

  34. Yaaaaaah sedikit kecewa. Kenapa ngga berlanjut? Semoga bisa dilanjutin deh sama authornya. Masih penasaran banget eonni ><

  35. Ini pnya dulu tp d perbaharui lg ya ka?
    Aduh super kangen ni sama aiden cs d tle😀
    oiya ka, project novelnya gmn ka?
    Sukses kan pastinya xD
    Tetep smangat buat nulis ya ka . .
    Aku suka smua tulisan2 kk

  36. Chapter 1, 2, dan 3 nya aku dah baca ketika baru mengenal fanfiction. Karena gaptek n blom punya email, jadi ga pernah komen. Maafin ya….
    Karena cerita ff ni bener-bener membekas banget, aku langsung baca part 4nya karena masih inget banget ceritanya padahal dah lama banget.
    FF ni bener-bener seru, apalagi karakter Kyu, keren banget.
    Ditunggu lanjutannya….

  37. I’m sure to say, it’s too complicated. L
    ini udah hampir dua tahun belum dilanjutin. Baru baca juga kirain bakal ada part endingnya, cerita gantung itu emng ga enak, mirip nanget kayak digantung wkwk.
    Semoga dilanjutin ya novel fantasy ini wkwk.

  38. sbner’a ini cerita asyik bgt.. tp udh 3th lebih gk dilanjut…. yaudh laahh ending’a gantung.. dilnjutin sndiri aja dlm imajinasi…. tp msh ditunggu klo author’a msh mau lnjutin nulis cerita’a lg…. heheeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s