Imaji

Imaji

Awan menggelayut lebat di langit. Pekat. Sepertinya hujan akan segera turun. Tak berselang lama, angin bertiup ugal-ugalan dan langit mulai menumpahkan airnya. Sedikit demi sedikit, agak deras, dan akhirnya sangat deras. Air hujan kali ini sedikit kurang ajar. Selain berangin, butiran airnya juga kasar. Aku bisa merasakan wajah dan punggung tanganku yang perih saat gerombolan air itu menghempas. Belakangan, angin menjadi topik pembicaraan hangat di Malang Raya. Maklum, angin beberapa hari ini memang agak semena-mena. Hujan juga tidak kalah heboh. Seakan ikut menyemangati angin, bala airnya terjun dengan posisi miring. Membuat payungku tidak berguna, membuat wajahku terluka.

Aku yang baru saja selesai kuliah akhirnya nekat pulang. Aku benci menunggu hujan reda. Menunggu hal yang tidak pasti. Menunggu petang menjemput dan membuatku semakin takut pulang. Jarak gedung kuliah dan rumah kontrakanku memang tidak terlalu jauh,  namun tetap saja, aku suka takut pulang. Petang itu sama menakutkannya dengan film horor. Aura gelap yang datang dari langit membawa imajinasi imajinasi yang tidak perlu, seperti sore ini.

Aku masih di tengah jalan, memasuki area kolam renang kampus yang dipagari besi seadanya dan mulai bergelimpangan karena angin. Perlahan aku mulai merutuki keputusanku pulang kampus. Hujan dan angin sedang pesta. Mataku menyipit, dan sepatuku tergenang air. Alih-alih berimajinasi seram, sekuat tenaga aku mencoba mengalihkan perhatian dengan memikirkan sepatu, rok, kerudung atau apalah, apa pun selain hantu atau jambret.

Masih setengah jalan saat dari arah yang berlawanan, kulihat seorang pemuda jangkung dengan rambut coklat sedang mendongak memelototi hujan. Lelaki itu memakai baju biru gelap sepanjang siku, dan memayungi tubuhnya dengan payung transparan. Ia memakai topi dan celana dengan warna senada. Lagaknya tidak mirip pencopet dan sejenisnya, namun malah mirip member boyband. Di kampusku, coklat, merah, atau yang selain hitam dan putih, adalah warna yang tidak lazim dipakai untuk rambut. Pemakai warna-warna aneh pada rambut akan segera dituduh sebagai generasi tidak stabil, termasuk diantaranya, dianggap member boyband.

Lelaki itu terlihat sangat aneh dan aku makin tertarik mengamatinya. Jarak kami masih lima meter, jarak pandang yang cukup aman mengingat kondisi hujan dan berangin seperti sekarang.

Apa aku tidak salah lihat?

Sepertinya aku mengenali laki-laki itu. Kali ini ia menoleh dan aku mundur tiga langkah saking kagetnya. Meremas ujung kaos dan mulai menggosok-gosok mataku. Wajahnya yang putih pucat seperti vampir itu tampak mencolok diantara air hujan, payung transparan, daun pohon entah apa yang tumbuh berjajar di pinggir jalan, dan remang-remang bayangan gerbang masuk kampus.

Astaga, aku salah lihat, kan? Mana mungkin seorang Cho Kyuhyun[1] berada di sini? Di kampusku? Di Malang? Di Jawa Timur? Di Indonesia?

Aku nyaris pingsan saat matanya yang tajam ikut menatapku. Mungkin dia kaget karena ekspresiku yang berlebihan. Dia menghampiriku, berdiri dua meter didepanku, mengibas-ngibaskan tangannya yang juga sepucat tangan mayat ke hadapan wajahku.

Aku membeku. Selain karena kedinginan, separuh hatiku tidak sanggup menerima kenyataan bahwa lelaki di hadapanku saat ini adalah lelaki yang wajahnya memenuhi laptopku, yang suaranya menjadi nada dering ponselku, dan yang-yang mustahil lainnya. Aku mundur tiga langkah saat dia menghampiriku lebih dekat. Aku takut sesak nafas dan mati jantungan dengan alasan menggelikan seperti ini.

Sosok itu semakin dekat. Tangannya menggapai pegangan payungku. Menyeretku yang masih setengah sadar ke sampingnya. Punggungku menabrak benda padat, mungkin besi atau tembok.

Mbak[2], tolong minggir, motornya tidak bisa lewat,”

Aku melongo.

Tuhan sudah memberiku peringatan agar aku tidak banyak berimajinasi, namun aku kecanduan mengabaikan-Nya maka dengan cara-Nya, Ia menegurku.  Dengan mengirim seorang satpam penjaga gerbang yang wajahnya diserupakan dengan Kyuhyun, yang dengan cara-Nya, aku merasa malu sampai ulu hati.

Pejalan kaki yang kebetulan sedang di sebelahku, pengendara motor yang berbaris di belakangku, juga satpam yang memaksaku minggir, tertawa sambil menatapku prihatin. Aku menunduk, tidak kuasa melihat jalanan. Harga diriku terkapar di aspal.

“Dari tadi disuruh minggir malah ngelamun, mikir sopo to, mbak? Sampeyan gak tau eruh wong ganteng ta?[3]

Dengan menggenapkan hati yang jengkel, rasa malu yang membukit, juga emosi yang meledak, aku mendongak, memasang senyum ramah,

Anu, pak, ta’ kira setan.[4]

Puas, aku melengos pergi.


[1] Salah satu member boyband ‘Super Junior’ asal Korea Selatan.

[2] Panggilan khas orang Jawa untuk perempuan yang belum menikah.

[3] Dari tadi disuruh minggir malah melamun, sedang memikirkan siapa? Apa tidak pernah melihat orang tampan?

[4] Itu, pak, saya kira setan.

22 thoughts on “Imaji

  1. beruntungnya si mas satpam
    punya muka seganteng kyuhyun suamiku #PLAK *diuber gebuk sama fida*

    minta fotonya dong, buat koleksi foto orang ganteng di laptop
    wahahahha
    gebet aja mbak, gak dapet kyu, mas satam pun jadi
    wakaakkakka

  2. Jiiiaaaah, kirain ktemu kyu beneerraaan!
    Mkanya aku bingung, prasaan kyu gak ke Indo deh, klo pun kesini pasti bkalan heboh.

    Eh, eh, eeehh?!!

    Taunya kbnyakan ngayal -_-”
    Mkanya Fid, malem2 jgn lupa solat tahajud, supaya gak salah liat lagi.

    Satpam kok mirip kyuhyun =______________=

  3. Dear guys..
    Ingin menginformasikan, jika teman-teman ingin melakukan jual / beli barang apa saja dan dari wilayah mana saja, kalian dapat mengiklankannya di keselip.com.

    Keselip.com merupakan portal untuk kalian bisa menitipkan barang yang akan kalian jual dengan cara mengiklankannya pada web kami secara GRATIS. Di keselip.com kalian juga bisa mencari barang dari berbagai macam kategori yang ada.

    Ditunggu kiriman iklannya ya….

    Thanks & Regards,

  4. Bwakakakakak!
    Itu pak satpam beneran mirip Kyuhyun.. atau mirip setan?
    Beberapa kali ke UM (di UM kan? deketnya matos itu). Tapi nggak pernah nemu satpam mukanya mirip Kyuhyun.. atau mirip hantu (?).
    Hihihi.

  5. hahaha
    sumpah ngakak baca ni ff aku kira mimpi ternyata cuma berkhayal…
    wajah satpam memjelma jadi wajah kyuhyun !!wkwkwk
    eonni kul di malang tho ??

  6. kekekekeke, selalu kocak kalau kak fida yang nulis. kayaknya ini kak fida udah di cuci otak sama kyu sampe sampe yang dilihat mirip kyu #digetokKakFida

  7. hahahaha ff ini bener2 ff yg thema ceritanya baru buat aku, lucuu banget kkk~ kirain beneran kyu eh ternyata malah satpam hahahaha. Keren bgt eonn imajinasinya kkkk~

  8. Gyahaha, siip..siip.. Dri pda malu sendiri, mending ngajak pak satpamx jg ikutan dipermaluin, :p wingngg. Eh, it imajinasi yg bner2 langka lho, satpam as cho kyuhyun, wuhuuu

  9. Ahaha.. lucu banget.
    Jadi inget pengalaman sendiri. Waktu itu aku juga lihat tukang parkir mirip Kyuhyun dari jarak kira-kira seratus meter (lumayan juga ya jaraknya). Aku jalan sambil merhatiin dia terus. Eh pas udah deket ternyata beda jauh. Cuma sama tingginya doang. Hehe.. Padahal aku udah deg-degan setengah mati.
    Otak-ku perlu di refresh dr yang namanya Cho Kyuhyun sepertinya.

  10. Hahaha!!
    Kocak-kocak! Tapi gak salah juga sih, kalo satpam nya disamain sama Kyuhyun.
    Kan Satpamnya keliatan kayak Kyuhyun, tapi Kyuhyun sendiri kayak setan, nah Satpamnya itu mungkin emang sama kayak Kyuhyun tapi tapi cinderung lebih banyak mirip ke setannya,🙂 #ArgumenGagal. >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s