This Boy and My Nightmare 7(FV)


Main Cast: Lee Dong Hae, Lee Taemin, Lee Eun Hee, Kim Yoogeun, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun

Support Cast: All Suju and SHINee members

Genre: Romance, Comedy

Rating : All Ages

Welcome My Sunshine

Donghae’s POV

Berpamitan dengan Umma benar-benar menyita waktu. Dulunya aku berpikir bahwa Umma terlalu memanjakanku. Tiap kali aku akan berangkat ke seoul, Umma akan melakukan lima menit mengheningkan diri dan menolak kutemui hingga emosinya stabil. Umma akan beruarairan air mata saat mobilku hilang di belokan.

Namun ternyata, aku salah besar, Yoogeun dua kali lipat lebih luar biasa. Umma terus mengalihkan perhatian hingga nyaris setengah jam hanya sekedar untuk menahan Yoogeun lebih lama di Rumah kami di Mokpo.  Anak dengan pipi menggemaskan itu memang hebat. Appa-nya yang setampan ini pun kalah olehnya yang baru lima tahun.

Mobil merayap meninggalkan Mokpo. Setengah jam, satu jam merayapi jalanan lebar dipenuhi teriakan Eun Hee dan sesekali tangisan Yoogeun. Aku benar-benar tidak bisa berkosentrasi menyetir. Dua jam kemudian, kami sampai di Seoul. Telat setengah jam dari rencana.

Manajer sudah menunggu sambil memasang muka merengut tepat di pintu masuk studio. yoogeun segera digendong dan berganti kostum. Eun Hee membuntuti dibelakangnya. Setelah setengah jam merias Yoogeun yang tidak mau diam, tiba saatnya syuting MV. Aku sedikit gugup, dan Yoogeun sudah menunjukkan tanda-tanda akan menangis. Aish, kenapa anak itu jadi ikut cengeng sepertiku. Sementara di ujung ruangan Eun Hee memasang muka seram. Ia tampak sedang mengetik sesuatu di ponselnya.

“Yoogeunie Appa.. Aku keluar dulu membeli minuman, annyeong.. jaga Yoogeunnie..”

Aku membaca pesan Eun Hee yang masuk ke ponselku. Buru-buru membalasnya.

“Iya sayang, cepat kembali. Hati-hati di jalan..”

Ia yang sedang merapikan jaketnya dan beranjak berdiri melihat ponsel dan langsung melotot kearahku.

“Aish, berhentilah sok  manis..”

Aku tidak bisa menahan tawaku dan segera mengetik balasan.

“Saranghaeyo, saranghaeyo, saranghaeyo, jeongmal-jeongmal saranghaeyo..”

Dia membelalakkan matanya lebih lebar. Menatapku setengah merona. Aigoo… istriku manis sekali..

“Omona.. Kau membuatku takut, aku pergi dulu”

Aku tersenyum dan sekali lagi mengetik balasan di ponselku.

“Ya Tuhan, Istriku manis sekali..”

Ia sepertinya tidak tahan melihatku dan tergopoh-gopoh menyeret kakinya menuju pintu keluar. Aku hanya bisa menatap punggungnya sambil menahan tawaku yang nyaris meledak di tenggorokan.

Beruntung, Yoogeun tidak melihat Umma-nya keluar. Aku takut anak itu menangis karena ibunya pergi.

“Kau bawa Yoogeunie dulu, Hyung, rambutku masih harus ditata ulang” kataku sambil menyenggol lengan Yesung Hyung. Yesung Hyung yang sedari tadi fokus melamun,a gak kaget dan bereaksi aneh, “Apa? Kau menyuruhku menggendongnya?” tanyanya sambil emnyurungkan dagunya kearah Yoogeun yang sedang kugendong.

“Ne.. Hyung, rambutku masih harus ditata sedikit” aku menyenggol lenganya lagi sambil menyurungkan Yoogeun ke pangkuannya. Yesung Hyung, satu-satunya member yang telah menyelesaikan make-upnya selain Kyuhyun –aku bersumpah tidak akan membiarkan anak itu mendekat semeter saja dari Yoogeun- dan Hyukjae –apalagi si pelit nan tak bermoral itu-, tak segera menerima Yoogeunie dan malah melotot agak takut menatapku.

“Bagaimana…” ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya namun tanganku telah lebih dahulu mengangsurkan Yoogeun ke pundaknya. Untungnya Yoogeun tidak menangis melihat gaya rambut ijuk milik Yesung Hyung. “Bagaimana kalau nanti dia jatuh dan pecah?”

Astaga… orang ini bicara apa?

JATUH DAN PECAH?

“Yaa…. Hyung… apa kau pikir anakku ini mangkok sayur?” aku berteriak agak emosi. Kyuhyun dan Hyukjae yang menyimak keributan antara aku dan Yesung Hyung ikut mendekat.

“Yaa.. Yaa.. Donghae-ah.. Kau tidak perlu marah-marah seperti itu… Kau tahu sendri anakmu ini tidak sekuat cangkang Ddang Kkoma… tentu saja Yesung Hyung takut anakmu pecah..” Hyukjae menimpali sambil mengambil alih gendongan Yoogeun. Sudah kuduga, anakku yang sangat polos itu segera terhibur dengan rambut warna pisang Hyukjae.

Aku mendesis sambil memelototi Hyukjae.

“Aish.. kalian berdua sama saja..” kataku sambil memundurkan kepalaku, menyilahkan seorang piñata rias mengutak-atik ulang rambutku. Kyuhyun menatapku dan Yoogeun bergantian.

Jika pada Yesung Hyung, aku takut tatapan matanya yang menyiratkan dia tidak cukup kuat untuk menggendong Yoogeun, maka menatap Kyuhyun membuatku takut Kyuhyun nantinya akan memakan Yoogeun.

Baiklah, itu memang tidak masuk akal. Aku tahu pasti Kyuhyun tidak makan daging manusia dan merupakan penggemar fanatik Jjangmyeon, namun tetap saja tatapan setannya membuatku gelisah karena teringat mimpi burukku dua hari yang lalu. Saat itu aku bermimpi Kyuhyun bertengkar dengan Hyukjae. Mereka saling mencekik dan pada akhirnya Kyuhyun memenangkan duel itu. Kyuhyun kemudian menghukum Hyukjae yang kalah dengan MEMAKANNYA.

Ya Tuhan, aku tidak bisa bernafas saat bangun tidur karena mimpi bodoh itu..

Aku secara reflex menggeleng-gelengkan kepalaku. Kyuhyun yang melihatku mengajak Hyukjae membawa Yoogeun mendekat.

“Yoogeun-ah.. Kau lihat yang dilakukan Appa-mu?” Hyukjae menuding kepalaku. Yoogeun menggeleng-geleng menirukan gerakan kepalaku barusan. Aku tertawa dan Kyuhyun tergelak heboh.

“Ne… Bagus… Kau memang berbakat menari India seperti Appa-mu…” kata Hyukjae sambil mengacak-acak rambut Yoogeun. Kalau saja aku tidak sedang dirias, sudah pasti akan kulempar mulut Hyukjae dengan pencukur bulu ketiak.

MENARI INDIA? MWOYA?

“Aigoo… Tidak bisakah kalian bicara yang baik-baik saja didepan anakku, hah?” aku protes. Hyukjae menarik badannya mundur karena takut kakiku menendang lututnya.

“Omonaa…. Menari India itu kebajikan Donghae-ah.. Itu tidak berdosa…” Hyukjae terus menyahut. Aish, mulut Hyukjae benar-benar menyebalkan..

“Ne… Hyung.. yang berdosa itu seperti tidak menghadiri Gereja pada hari Minggu..” Kyuhyun ikut memberikan contoh.

“Dengar Yoogeun-ah.. Kau tidak boleh meniru Appa-mu.. Kau harus rajin ke gereja seperti Siwon Ahjussi..” Hyukjae mengarahkan wajah Yoogeun menghadap Siwon yang terkantuk-kantuk menunggu rambutnya dirias.

Yoogeun tidak bereaksi. Kelihatan tidak paham.

Akhirnya, piñata rias itu melepaskan rambutku dan membiarkanku menggendong Yoogeun. Yoogeun terlihat mengantuk dan mencari-cari Umma-nya.

Manajer Park dan seorang kameraman tampak menata arena syuting yang didesain seperti jalanan di Korea menjelang musim semi. Siwon, Shindong Hyung dan Leeteuk hyung telah menyelesaikan riasan rambutnya, ikut bergabung, berdiri berjajar disebelahku. Tinggal menunggu Sungmin Hyung dan Ryeowook.

“Bukannya mereka bilang kita akan memakai kostum binatang dan tanaman?” aku bertanya pada Siwon yang masih terlihat mengantuk disampingku.

“Entahlah, semoga Yesus tidak membiarkanku memakai kostum Kerbau.. aku benci Kerbau..” katanya pelan. Leeteuk Hyung melirikku dan Yoogeun bergantian.

“Aigoo.. Kalian kelihatan mirip sekali..bahkan jambulnya pun sama..” komentarnya. Aku tersenyum manis sambil menatap Yoogeun di gendonganku. Akhirnya, manajer Park membawa Nona Han Seo, manajer kostum menuju studio tempat kami berdiri bergerumbul. Dibelakangnya, dua orang asisten membawa masuk serentet baju yang dibungkus penutup plastik hitam. Nona Han segera membagi kostum yang masih terbungkus plastik hitam itu pada kami. Rupanya, kostum-kostum itu sudah diberi nama.

Aku sangat gugup. Aku takut aku kebagian kostum yang memalukan.

Dan tiba juga saatnya Nona Han seo memberikan kostumnya padaku. Ia juga membantuku menyobek plastik penutupnya karena aku masih menggendong Yoogeun. Aku bisa melihat kostumku yang dipegang Nona Han. Warnanya cokelat terang.

Dan nafasku macet saat melihatnya.

Astaga…

Astaga…

Apa aku benar-benar harus memakai kostum ini?

*

Aku mengheningkan diri tiga detik demi melihat kostum mengerikan didepanku. Mataku mendongak melirik Nona Han melayangkan protes, namun mulutku tidak sanggup mengatakan apa-apa. Yoogeun memegangi benda berbulu, berbusa, berwarna-warni dengan wajah semangat.

Ksotum itu didominasi empat warna. Cokelat tua, cokelat muda, putih dan hitam. Bagian perutnya didesain membuncit. Sementara wajahnya, astaga, dengan gigi-gigi besar dan mulut lebar, kostum ini sama sekali tidak terkesan menggamaskan.

“Kenapa Monyet?” hanya itu dua patah kata yang keluar dari mulutku.

Nona Han menaikkan alisnya. Kelihatan tidak setuju dengan ucapanku.

“Itu bukan Monyet Hae-shii… Itu Gorilla…”

Mulutku mengheningkan cipta lebih lama. Gorilla? Kostum ini memang terlihat lebih mengerikan dari monyet. Mataku segera melirik tiga manusia menyebalkan yang mendekat kearahku dengan tangan menutupi mulut mereka.

“BUAHAHAHAHAHA…” itu suara Kyuhyun. Ia tertawa sampai jongkok. Badannya merunduk dan tangannya memukuli lutut Eunhyuk yang juga tertawa sambil berdiri memukuli tembok. Sialan sekali.

“Yaa… Yaa… Kau tidak usah marah… Hae-ah..Itu Takdir…”

Nona Han masih berdiri setengah ingin tertawa melihat Yesung Hyung, Hyukjae dan Kyuhyun yang tertawa hebat didepanku.

“Bukannya aku memakai kura-kura?”

Nona Han menepuk-nepuk bahuku, mungkin ia berusaha menguatkan hatiku agar aku tidak terlalu terpukul dengan kostumku.

“Sebenarnya ini kostum Hyukjae-shii… Tapi, kostum ini sedikit kurang panjang, jadi..”

Aku menyerobot, “Ya.. ya.. aku mengerti.. kau mau bilang aku pendek bukan?”

Aigoo… aku benci semua orang. Kenapa mereka semua selalu mempermasalahkkan tingggi badanku? Dan juga, kenapa Gorilla jelek ini mesti didesain sependek ini? kenapa tidak Hyukjae saja yang memakai kostum ini?

“Bukan begitu, maksudku hanya ukuran tubuhmu yang sesuai dengan panjang ksotumnya” Nona Han melanjutkan sedikit sungkan. Keningku mengerut.

“Apa bedanya dengan bilang aku pendek?” sahutku kecut.

Hyukjae mendekat ke belakang punggungku, membantuku melihat apakah kostumnya memang pas dengan panjang tubuhku. Sementara Nona Han menghampiri Sungmin dan Leeteuk Hyung. Dalam hati, aku berdoa semoga kostum ini sangat pendek, dan harus dipakai oleh Ryeowook saja.

“Kenapa dengan para desainer itu? Kenapa Monyetnya jelek sekali?” umpatku marah.

Kyuhyun menepuk pundakku. wajahnya terlihat gembira sekali hari ini. Dia akan meakai kostum jerapah yang lucu dengan warna oranye mencolok. Alasannya tentu saja karena dia tinggi. Siwon, mengenakan kostum kuda putih yang membuatnya kelihatan tetap tampan. Hyukjae dengan kostum kura-kura yang seharusnya kupakai, smeentara Yesung Hyung memakai kostum kuda nil. Sebelass duabelas denganku, sama jeleknya dan sama sekali tidk manis.

“Ne… itu memang disesuaikan dengan wajah pemakainya, ya..  awalnya kostum ini untuk Hyukjae Hyung…jadi-“

Hyukjae menendang lutut Kyuhyun. Matanya melotot jengkel.

“Yaa.. Bocah.. Kau mau bilang aku jelek, hah?”

Kyuhyun mundur sambil memasang tangan kanan-kirinya didepan wajah. Mungkin dia takut kaki Hyukjae menendang wajahnya.

Ani.. Aniyoo….Aku hanya ingin kau mengakuinya sendiri, Hyung.. HHAHAHAHAHA…” katanya sambil berlari menjauh.

Eunhyuk melirikku yang tertawa mendengar ucapan Kyuhyun. Entah bocah itu menginap di neraka berapa tahun hingga mulutnya bisa se-setan itu. hyukjae mengangsurkan kostum Gorilla-ku ke tanganku. Ia masih mengumpati Kyuhyun yang hobi sekali bicara sembarangan dengan para Hyung-nya.

Saat itu kulihat pintu masuk Studio terbuka. Eun Hee.

*

Eun Hee’s POV

Sengaja kubongkar lagi plastik di tanganku. Mencari Cola kesukaan Dong Hae. Cola dengan sedikit rasa jeruk. Aku merogoh plastik, dan mencari lagi dua kaleng susu. Susu Yoogeun dan juga susu untuk Donghae. Belakangan Donghae bilang suka dengan rasa susu Yoogeun dan memutuskan mengkonsumsi susu itu setiap hari. Ia juga memintaku membelikan susu itu setiap kali aku membelikannya untuk Yoogeun. Donghae memang sedikit terobsesi dengan anaknya sendiri.

Aigoo.. aku baru sadar, bahkan sekarang aku sudah hafal minuman kesukaannnya. Astaga, apa benar aku suka Donghae? Bagaimana kalau aku benar-benar menyukainya?

Karena kepalaku yang penuh, mataku yang fokus mengubek-ubek plastik, aku menabrak seseorang. Aku mendongak dan melihat sesosok manusia panjang menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun?

Aish, aku sedang tidak inginterlibat percakapan apapun dengan anak ini.

“Kakak ipar…” sapanya. Tangannya telah terlebih dulu meraih Cola Donghae yang sedang kupegang.

“Kansahamnida, aku memang haus sekali..”

Demi apa…

Kenapa ada makhluk tidak tahu malu, tidak tahu diri seperti bocah ini hah?

“Yaa… Kau pikir ini untukmu?” suaraku naik dua oktaf. Beberapa staff melihatku dan Kyuhyun bergantian. Kyuhyun tersenyum lebar.  Tangannya merogoh saku belakang celananya. Dari situ, kulihat dua lembar uang ribuan yang kemudian dijejalkannya dalam tanganku.

“Belilah dua kaleng lagi.. aku tadi kehausan..”

Lalu dia melengos pergi.

“Yaa.. KAU … KEMBALI KAU CHO KYUHYUN…!”

Sudah pasti seluruh ruangan memperhatikan kami berdua. kyuhyun membalikkan kepalanya, memandangku sambil menghabiskan Cola-nya. Sungguh, aku ingin mengembalikan anak itu ke neraka saat ini juga!

“Apa.. Noona?” tanyanya santai.

“Kembalikan Cola-nya..” kataku sambil meredam pita suaraku agar tak bersuara lebih keras. Kyuhyun melirik Cola di tangannya. Lalu memberikan kalengnya padaku. Tentu saja, Cola-nya telah kosong.

“Yaa… Belikan untukku satu Cola lagi yang sama!” suaraku melengking lagi.

Kyuhyun membelalakkan matanya.

“Yaa.. Kau kan bawa banyak minuman.. kenapa mesti beli minuman yang tadi lagi?” balasnya. Nadanya datar, kelihatan tidak bersalah sama sekali. ya Tuhan, aku ingin menggorengnya!

“Itu tidak sama! Itu minuman kesukaan Donghae!” aku membentaknya lagi.

Kyuhyun menggaruk belakang rambutnya. Melirikku, lalu melirik ke belakanganku. Aku ikut menoleh dan mendapati Donghae yang berdiri dengan Yoogeun di gendongannya. Aigoo.. apa Donghae tadi mendnegarnya ya?

“Eh, Hyung… apa kau suka Cola ini?” Kyuhyun menunjuk Cola kosong di tangannya.

Donghae mengagguk cepat.

“Ne.. “ Donghae menjawab singkat.

“Hyung, kau beli satu lagi saja.. aku baru saja meminum jatahmu.. dan Noona mengerikan ini membnetak-bentakku karena menghabiskan minumanmu.. Kau mau kan Hyung?”

“Eh?” Donghae menoleh menatapku dengan wajah merah. Ia tidak menjawab apa-apa. Mungkin terlalu syok dengan kenyataan yang bru saja didengarnya: aku marah-marah pada kyuhyun karena bocah itu menghabiskan minuman Donghae. Baiklah, dia pasti senang sekali menyadari aku sudah mulai ‘membahagiakan’ suamiku.

Wajahku pasti merah. Wajah Donghae juga. Dan Kyuhyun jelek itu melirik kami bergantian sambil terkikik.

*

Donghae’s POV

Setelah beberapa menit yang canggung, Eun Hee mengambil duduk disebelahku sambil mengipas-ngipas wajahnya. Mungkin dia kepanasan.

“Kenapa syutingnya tidak segera dimulai?” keluhnya tanpa melirikku. aku menyenggol lengannya, memberinya isyarat agar ia menggendong Yoogeun.

“Lima belis menit lagi, aku mau ganti kostum.. kau jaga Yoogeun dulu..” kataku. Ia mengangguk sambil iseng-iseng menata poni Yoogeun. Anak itu pasti masih kepikiran kejadian Cola itu tadi. Lihat saja, dia tidak mendongak menatapku sama sekali. tentu saja dia malu setengah mati. Setelah selama ini memasang wajah tak peduli padaku, dan hari ini mendadak dia peduli sekali dengan urusan minumanku.

Ah, aku bahagia..

“Eun Hee-ah.. Kau dengar aku?” kataku mengulang.

“Ne.. Kau cepat ganti sana..” katanya lagi-lagi tanpa melihatku.

“Aku suka yang tadi..” kataku usil.

Berhasil, ia mendongak melihatku.

“Eh? Apa?” tanyanya pendek.

“Yang tadi.. aku suka kau ingat Cola kesukaanku.. juga marah-marah pada Kyuhyun,.. Aku suka.. aku suka sekali..” kataku cepat.

Segera, wajah bundarnya memerah. Matanya menunduk melihat Yoogeun dan kakinya naik mendendang lututku. Ia membuang pandangannya mengawasi beberapa kru piñata kostum disebelahku.

“Yaa.. Apa itu penting? Cepat ganti sana..” hardiknya lagi.

“Aigoo.. Kau galak sekali..”

*

Eun Hee’s POV

Wanita manapun pasti akan suka Donghae, bukan?

Aku menenangkan pikiranku sendiri yang terus-terusan memikirkan kejadian bodoh tadi. Kenapa dia manis sekali, huh?

Dulunya aku sering berpikir bahwa pada saatnya nanti, aku akan menikah dengan lelaki yang kusukai. Lelaki yang sama sekali tidak seperti Donghae. Aku lebih suka lelaki yang tidak banyak mengubah ekspresi wajahnya seperti Donghae.

Dulunya aku selalu berpikir bahwa lelaki seperti Donghae tak ada bedanya dengan teman wanita. Dia itu, bagaimana aku harus menjelaskannya?

Dia itu terlalu lembut, terlalu manis, terlalu lembek, dan aish… pada dasarnya dia sama seklai bukan tipe lelaki kesukaanku. Aku lebih suka dengan lelaki seperi Seulong, teman baikku di kampus, atau yang sejenis seperti Kim Kibum yang tidak banyak bicara.

Dan Donghae ini?

“Noona-ah..” suaraku menangkap suara yang tidak kuharapkan. Kuharap ini bukan suara Kyuhyun.Aku menoleh dan segera lega karena mendapati Ryeowook duduk disebelahku.

“Ne?” aku menaikkan alisku.

“Donghae Hyung menyuruhmu pulang” katanya sambil menunjukkan sebaris pesan di layar ponselnya.

“Kenapa?” tanyaku reflex.

“Hmm… sebenarnya, aku sendiri juga tidak tahu..”

Aku menatap Ryeowook dari atas hingga bawah. Ia sedang memakai kostum kanguru hingga ke lehernya. Dia, dipandangi begitu, segera memerah.

“Yaa… Noona.. apa ada yang salah?”

Aish.. kenapa dia malah Tanya begitu? Apa dia tidak tahu bahwa dia lucu sekali dengan kostum seperti itu? aku jadi semakin tidak sabar menunggu Donghae keluar dari ruang ganti. Ini sudah nyaris lima menit, eh, kenapa dia mendadak menyuruhku pulang?

“Tidak ada.. Hmm.. kenapa Hyungmu menyuruhku pulang? Apa terjadi sesuatu? Kalau aku pulang, lalu bagaimana dengan Yoogeunnie?”

Ryeowook kelihatan bingung. Ia kemudian ikut menyeret Hyukjae.  Aku agak kaget karena Hyukjae tidak memakai kostum Monyet. Ia datang dengan kostum kura-kura. Punggungnya menggembung, dan hanya leher serta wajahnya yang kelihatan seperti manusia.

“Kau pulang saja… dia malu bertemu denganmu..” kata Hyukjae. Ia berdiri sambil memegangi kostum kepala kura-kuranya.

“Kenapa kau jadi kura-kura?” aku bertanya juga akhirnya. “Apa kau bertukar kostum dengan Donghae?”

Ia menjentikkan jarinya. Tertawa lebar.

“Ne.. Omona.. Kau pintar juga.. dia jadi Gorilla..” kata Hyukjae santai.

Mulutku membulat. Donghae jadi Gorilla?

“Nde? Apa kau yang menukar kostumnya?” aku membelalakkan mataku sedikit sebal dengan manusia cengengesan didepanku itu. ia menatapku balik.

“Aniyo… sudahlah Eun Hee-ah, kau pulang saja, kasian dong Hae.. dia tidak akan mau keluar dari ruang ganti kalau kau disini..” Hyukjae menyeret lenganku menuju pintu. Aku menoleh melihatnya. mencari kesungguhan dibalik wajah cengengesannya.

Pada akhirnya aku terseret juga ke taksi. Hyukjae melambaikan tangannya dan memaksaku masuk mobil.

*

Jam berapa ini?

Aku menguap sambil melirik jam tangan di pergelangan tanganku. Setngah sepuluh malam. Aku melongok ke ruang tamu dan segera melirik ponselku. Mereka belum pulang.

Aku agak kaget saat mendapati lima pesan yang masuk ponselku.

Eun Hee-ah, aku lapar..

Eun-Hee… Kenapa Yoogeun menangis terus?

Ah, aku hampir mati… kenapa kau tidak membalas pesanku?

Aigoo… Lee Eun Hee.. Apa kau tidur, hah?

Eun Hee, aku mau mati saja… Kenapa anakmu mengompol berkali-kali?

Aku benar-benar ingin menjitak kepalanya andai saja dia sedang ada didepanku. Mungkin suamiku sedang sangat lelah mengurusi Yoogeun seharian.sebenarnya jam tujuh malam, aku sudah mengiriminya pesan, menanyainya beberapa hal, namun di atidak membalas. Mungkin dia sedang fokus syuting. Lalu aku ketiduran. Dan dia mengirimiku banyak sekali pesan malam ini. aku menekan tombol cepat untuk memanggilnya.

Sudah selesai?

Yaaa… kenapa kau baru menelpon? Aku hampir mati kelelahan..

Aigoo Donghae, mianhae.. tadi aku ketiduran..

Lain kali jangan tidur saat menungguku… omo,,, aku lelah sekali.. Yoogeun menangis seharian..

Salahmu sendiri, kenapa menyuruhku pulang?

Aish… sudahlah sayang, jangan dibahas..

Apa semuanya baik-baik saja?

Ne… Bukalah pintunya…

Yaa… Kau sudah didepan? Kenapa tidak bilang dari tadi?

 

Aku tergopoh-gopoh mencapai pintu dan mebukanya. Donghae dengan wajah pucat, Yoogeun yang tertidur pulas di gendongannya, dan seorang teman krunya yang membawakan jaket serta tas Donghae. Ia kelihatan lelah sekali. setelah mengantarkan teman Krunya keluar dari apartemen, aku menghampirinya. Dia tengah selonjoran sambil berbaring di sofa ruang tamu. Rupanya Yoogeun sudah ia pindahkan ke kamar.

Aku membawakannya segelas susu hangat dan segelas besar air putih. Aku duduk disebelahnya. Dia bangkit duduk, menyeruput susunya sedikit dan menaruh kepalanya di pundak.

“Aku lelah sekali” suaranya nyaris tak terdengar.

“kau sudah bilang itu dua kali..” kataku menanggapinya. Sebenarnya aku sedikit merasa aneh dengan kepalanya di bahuku, tapi aku tidak tega berkomentar. Aku takut dia tersinggung kalau aku bergerak, maka aku diam saja.

“Yaa… santai saja…kenapa bahumu tegang sekali?”

Sialan.

“Aish, kalau begitu singkirkan kepalamu..” kataku mulai kesal dengan mulut sembarangannya.

“Ani.. Aniyoo.. aku lelah sekali..”

“Yaa… jangan bertingkah seolah kau mau mati saja..” aku mulai sewot.

Dia tidak menggerakkan kepalanya dan malah menutup matanya. Aku bangkit berdiri namun kepalanya yang berat malah terjatuh di pangkuanku. Kyaa…. Ini benar-benar adegan yang memalukan…

Kenapa ada kepalanya di pangkuanku….!!

Aku memaksa kepalanya menjauh dari pangkuanku, tapi anak itu keras kepala menutup matanya tanpa memindahkan kepalanya.

“Aku sakit..”

Aku membeku di tempat.

“Apa? Kau sakit?”

Reflex telapak tanganku memegangi dahinya. Dahinya memang agak panas.

“Ne.. kau memang sakit, kenapa tidak bilang?” nada bicaraku seketika menanjak turun. Dia membuka matanya malas, memasang wajah paling lemas di dunia.

“Aku kelelahan..” katanya. singkat. Dan lagi-lagi dengan nada seperti orang sekarat.

“Ayo ke kamar dulu… kau harus istirahat dengan baik..”

Aku memapahnya berdiri. Dia berjalan lambat-lamabat, masih menaruh kepalanya di bahuku. Kami sampai didepan ranjang dan dia segera menjatuhkan tubuhnya sambil meraih selimut. Menutupi badannya hingga ke dada.

Aku kembali ke kamarnya dengan air kompres dan obat penurun panas. Sudah kubilang dia itu seperti anak bayi, bahkan sakit pun seperti balita, sakit panas. Sama sekali tidak elit.

“Yoogeun juga agak demam..” ia berkata lebih lirih.

“Nde?”

Aku tidak lagi mendengar jawabannya karena kakiku sudah terlebih dulu menghampiri kamar Yoogeun yang memang bersebelahan dengan kamar Donghae. Aku menyentuh dahinya. Dan suhunya pun mirip dengan suhu dahi Donghae. Ya TUhan, anak-ayah ini benar-benar kompakan.

Aku meraihnya dan menggendongnya, ia hanya mengerjap-ngerjap mengantuk. Aku membawanya ke kamar Donghae. Menidurkannya disamping Donghae. Keduanya tidur bersebelahan. Donghae memeluk Yoogeun.

Aku kembali ke dapur. Memasakkan bubur.

Sepuluh menit kemudian, aku kembali ke kamar dan mendapati dua ayah-anak itu sudah tidur. Aku menyentuh Donghae, menggoyang-goyang bahunya. Ia bangun. Menyentuh mangkok buburnya. Lalu memegangi sendoknya dan mulai makan.

“Kau harus makan dulu, seharian kalian kelelahan, setelah itu minum obat, biar aku yang menyuapi Yoogeun..”

Yoogeun membuka matanya. Dia menangis sebentar. Dan aku mulai menyuapinya saat dia berhenti menangis. Donghae emnghentikan sendokannya. Buburnya sudah tinggal separuh.

“Waeyo?” aku meliriknya.

“Aku juga mau..”

Aku menatapnya tidak paham.

“Nde?” apa? Kau mau air?” aku menanyainya lagi. dia menggelengkan kepalanya. Dia malah menunjuk Yoogeun dan mangkoknya.

“Kau mau bubur balita?” tanyaku  sekali lagi.

“Yaa… AKU JUGA MAU DISUAPI!! KENAPA KAU MENYUAPI YOOGEUN TERUS?……” teriaknya.

Aku melotot.

DISUAPI?

YA TUHAN…

YA TUHAN…

YA TUHAN…

“Yaa… Kau tidak lihat anakmu juga sakit?” aku membalasnya.

Dia menggelengkan kepalanya keras kepala.

“Aish… tunggu sebntar… biar Yoogeun selesai makan dulu..” akhirnya aku mengalah. Aku takut bocah besar keras kepala itu semakin parah panasnya hanya gara-gara menolak makan bubur.

Ia membungkus kembali badannya dengan selimut sambil mengawasiku yang membantu Yoogeun meminum sirup demamnya. Setelah selesai, menidurkan Yoogeun, kali ini aku dengan setengah malas emmbantunya bangkit duduk. Astaganaga… anak ini kenapa lagi? kenapa duduk saja minta dipapah? Aish…

“Ayo makan…” aku memakasanya membuka mata.

Ia membuka matanya sedikit. Lalu mulai menelan buburnya.

“Kenapa buburnya jadi enak?” ia mulai menggombal.

“Aish,.. jangan banyak bicara.. nanti kau tersedak.. makan saja yang banyak…”

Ia diam dan menelan lagi buburnya dengan wajah damai. Sesekali matanya melirikku yang mengangsurkan suapan bubur ke mulutnya.

“Istriku-“

Sendokku nyaris jatuh ke lantai.

“Yaa… berhenti bertingkah sok manis…” aku memotong ucapannya.

“Aigoo. .. kenapa kau galak sekali?” ia berkomentar tidak penting.

Aku menatapnya jengah.

“Kau benar-benar sakit?”

Ia menggangguk.

“Kenapa makanmu banyak sekali?”

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.

“Aku kan sudah bilang buburmu enak..”

“Awas saja kalau kau bohong..” aku meliriknya tajam.

Dia balik menunduk dan malah emmegnagi tangan kiriku yang sedang tidak memgangi mangkuk.

“Yaa… Jangan marah begitu,.. aku jadi berpikiran yang tidak-tidak..”

Astaga…

Apa lagi kali ini?

Berpikiran yang tidak-tidak?

Apa maksudnya bilang begitu?

“Kau jangan memasang wajah marah seperti itu.. aku jadi ingin- Aish,.. sudahlah lupakan.. aku mau tidur..” ia memotong sendiri ucapannya. Menyambar gelas air putih dan membuka pembungkus obat penurun panasnya. Meminumnya tanpa melihatku.

“Tidur yang baik Donghae-ah.. aku mau menunggui Yoogeun disini..” aku membantunya menutupi tubuhnya dnegan selimut. Dia tidak membalas ucapanku dan malah menutup matanya. Aku naik ke atas ranjangnya yang bisa ditiduri dua ekor gorilla itu. ranjangnya yang sangat besar itu ada untungnya juga. Muat untuk kami bertiga. Yoogeun tidur di tengah dengan tangan kanan Donghae memluk perutnya. Smentara aku tiduran disebelah Yoogeun. Tangan kiriku mengelus-elus rambutnya.

Donghae tidak bersuara lagi. dan aku juga sangat mengantuk saat mendadak tangan Dongha ememgangi tanganku yang mengelus rambut Yoogeun.

Aku yang kaget langsung bangun dan mendapati anak itu masih menutup matanya. Ia mengambil alih tangan kiriku dan menaruhnya di kepalanya.

“Jangan berbuat manis pada Yoogeun saja.. Kau tidak lihat aku juga ingin diperlakukan begitu?” lirihnya nyaris tak terdengar.

Mulutku tak bereaksi. Tidak tahu harus mengatakan apa. Menghadapi orang yang terlalu romantic rupanya lebih sulit dari bayanganku. Apalagi jika orang itu adalah Donghae, dan apalagi jika dia adalah suamiku.

“Aku suamimu dan aku juga sakit”

Ia membuka mulutnya lagi. Sekali lagi dengan mata menutup.

Aku melepas tanganku dan dia masih tidak membuka matanya. Aku turun dari ranjang dan mendekat ke tempatnya tidur. Ia kelihatan tidur, namun aku tahu dia mengawasiku. Aku mengelus wajahnya dan mencium keningnya.

“Jangan sakit lagi”

Dahinya hangat.

“Hmm, Suamiku benar-benar sedang sakit”

Ia tersenyum kali ini. Matanya tetap menutup.

“Tidur yang nyenyak..”

Dan tangannya menyambar tanganku. Memeluk tanganku hingga aku harus duduk agar aku tidak terjungkal.

“Baiklah, peluk saja tanganku sampai kau tidur..tapi besok kau harus sembuh, nde?”

*

TBC

Hueheheheh… Maaf  ngePostnya malam banget.. Hmmm… gimana?  Semoga nggak mengecewakan, hehe…Makasih banyak buat yang sudah ngeLike dan Koment di FF ini, juga di Piku saya yang kemaren… Beneran, makasiiiihhhhh banyaaaaakkkkk…

Buat yang belum ngeLike dan Koment, saya kasih link-nya lagi ya?

Haha…Saya bener2 butuh bantuan kalian semua, boleh kan minta tolong?

Ini link-nya: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=279538045430480&set=o.290295891015878&type=1&ref=notif&notif_t=like&theater

Jangan lupa Koment, biar saya juga semangat nulisnya.. Okei? Baibai…

82 thoughts on “This Boy and My Nightmare 7(FV)

  1. Huaaaaa….
    Gara2 koneksi bermasalah…jadi lambit giniii…

    Aaaaa…tp…maniesnyaaa…
    Udah ku duga…hae pasti dapet kostum yg “super” #plak

    ngakak…senyum2 gaje…semuanya ada…
    Fidaaaa…kamu kok makin keren aja sih nulisnyaaaa…

    Lee donghae…kamu emang sangat maniisss…

  2. gyahahahaha kasihan sekali donghae mesti pake kostum gorila hahaha.. astagaaa dia sakit macam apa itu hahaha. ckck bagus lah pokonya, aku suka😀

  3. Ya allah fida eonni.. Malem2 aq nahan tawa ngakak aq… Donghae… Dirimu.. Sungguh manis sekali #ciumdonghae *pletuk.
    Hahahah manja banget,, tp aq suka.
    Eonni makin kerenn deh bikin ff nya..
    Lanjutannya jgn lama2 eonni… #nawar #digetok.
    Oh ya? Aq juga dah kangen ma the lost empire n mr.headstone.. Huaaaaahhhh! Pokoknya ff mu daebak2.
    Udah ah kepanjangan #menghilang

  4. anyeong lian imnida
    whats haeppa pke kstum gorila wkwkkwkwk
    ancur dh reputasi bang ikan
    itu shrsnya kstum hyukppa kekekkeke

    wuaaahhhh haeppa manja banget lebih drpd anknya sndiri ckckckkck
    nice ff author
    daebak^^

  5. kurang panjaaaaang
    tp keren kok
    donghaenya maniiis bgt!!!!!!!!!!!!!!!
    romantis,, kirain ini pasangan bakalan ribut2 mulu kaya HOG
    aku malah suka bgt jalan cerita yg ini
    jgn lama2 yaaa yg berikutnya
    ga sabaaar

  6. Aaaaa kenapa malah bersambung? T.T fufufu
    baca ini bikin ketagihan AAAAA
    LeeDong sok imutnya gak ngira2 ahahaha tapi gpp sama istrinya sendiri juga. Part berikutnya jgn lama2 yah eonn😀

  7. waaaah… terbayar sudah penantianku #hallah
    aku baca ff ini dengan penuh penghayatan -senyum, ketawa, jungkir balik sendiri- ^^
    next jangan lama-lama banget ya kka ^^

  8. kostum gorilla?!
    Wakakakakakakk.. Aku ga brenti ktawa pas bagian itu..
    Ah.. Donghae sebelas duabelas sama yoogeun.. Hahaha..

    Keren fida.. Makin hari tulisanmu makin keren..
    Ditunggu TLE dan sdr2nya yg laen..
    HWAITING!!

  9. ampun, cuma ada 1 bapak yang gak mau kalah sama anaknya, n itu donghae…wakakakakakaka..manjanyaaaaa, gak ketulungan..

    Kyu, selalu ngajak ribut tuh bocah #ditimpuk sparkyu..

    pas bagian donghae sakit,,ihiiirrr,,romantis2an nih yee,,,
    ok deh, di tunggu ff mu yang lain… hwaiting…🙂

  10. Nohh..keluarin smua gmbalnya bng ikan.memanfaatkan mment skit,buat mnja2an.keke~ bner2 nglahin yogeun.cngengesan bca ni ff. kerenn..dtnggu lnjtannya.TLE nya jga.gomawo

  11. pas baca bagian kostum gorilla berhenti sebentar, diam sejenak, membayangkan donghae seperti apa rupanya? dan tiga detik setelahnya, ngakak tak tertahankan.. hahahaha… keren, tapi kurang panjang Eon..

    Eonni, TLE-nya ditunggu ya…

  12. Eonni ffmu bener bener adiktif, haha
    feelnya dapeeeeeeet banget…
    Kyu kau jujur sekali sama hyukjae haha
    part selanjutnya postingnya jangan lama’ ya eonn hehe
    Hwaiting !!

  13. setelah menunggu cukup lama akhirnya keluar juga
    kerennn…kerenn eonni

    eonni mau ke korea yak ??

    waaaah bikin iri aje, mau….mau….mau ikuuut😀

  14. kasian hae.. K’npa tn6i bdn diprmaslhin sh q j6 ikt tersandun6(?).. Y6 sbr ya hae.. Huuuu eunhae mendadak punya 2 ank.. Kekeke serepot itukah men6hadapi cowox berkelamin(?) romantis.. Klow be6itu sya 6′ cba” dh pla6iat pen6alaman eunhae..

    hemm skli l6i sya mta mf bwt non fida sya 6′ bsa komen difbx cma bsa nyumban6 like doan6..

    Ok mju trs perFFan IndoKor(?) sya tun66u post” sjlntx.. TLEx kpn ya(n6rumpi sndri)

  15. oenni sumpah donghaenya disini gemesin banget ngalahin anaknya deh . mana so sweet lagi . ampun dah oenni emang daebak . oen kenapa gak meluk badan aja sekalian ? kan tanggung kalo cuma tangan hehe

  16. Huaa donghae oppa sungguh romantis x), itu kenapa eunhyuk jadi kura2x si ga cocok bgt sma tampangnya yg mirip… Haha donghae mau aja pake kostum gorila , pengen bgt liat suju pake kstum itu mau liat tampang my evil kyu

  17. masuk ga ka komennya?
    Aku dari hape sih bukanya…
    Baca tbmn bikin mulutku kering, karna nyengir terus kaya euhyuk #plakk
    bapa anak sampe sakit kompakan😦
    ngomong2 bapa ema nya yg asli kemana ka?
    Donghae belum tau eunhee waktu kecil?
    Yang tragedi jauh2an kencing itu,,,

  18. aiigo,, snyum2 sya bc’na hahahha
    icut bgt ni crita kkkk

    omo,, hae mnja bgt ckck
    sirik sma nak sndiri mueheheheh
    dsar kyuhyun bner2 setan kakka

    daebak🙂
    btw TLE doong ^^

  19. aigoo.. eonnie, ku bacanya sambil ngakak+senyum2 gaje
    daaaaaaaaaaaannn.. ngefly *terus pegangan ama hae* #eh
    #abaikan

    ommo ommo, jadinya hae itu namja manja yang cerewet gitu?
    wkwkwk..

    kenapa si Eun Hee ny ceritanya jatuh cinteh aja ama minho(choi minho SHINee) kan sbg flamers, “katanya” si minho itu ga cerewet, bawel nan manja kayak donghae?
    ekekekeke~~~

    otte eonn? hihihi, kasian donghae..
    udah romantis dibales etis(maksudnya apa?-_-v)
    next part! hwaiting eonn! (y)

  20. iiiihhhhhh….Lee donghae,,manis skali dirimu..
    Aduh..aduh..aku ga bs bayangin part 8 akn gmn critanya?
    Jgn lama2 ya Fida..
    Oh btw sptnya aku bs bayangin dh gmn lucunya Hae pake kostum gorila…hahahaha..

    Semangat!!! di tgg part slnjtnya…

  21. “Entah bocah itu menginap di neraka berapa tahun hingga mulutnya bisa se-setan itu”
    sumpah pling ngakak,hahaha
    aduh c hae manja bener dah,jd skrg eunhyuk m kyu jd sekutu?hahaha

  22. NYAHAHAH donghae bisa aja ahaha
    pake kostum gorila !
    ya tuhan
    ya tuhan
    ahahaha haeee ! knpa gak ikan ahaha
    dan eunhee , cieeeeee mulai cinta yah ama donghae ahaha
    jadi perhatian gitu , gue bacanay senyum senyum dewek jadinya ahaha

  23. Please Onnie, kanapa Donghae begitu manis disini?
    Dan kenapa harus dua cecenguk itu yg menghancurkan image romantis ff ini?
    Selalu gak sabar baca ff onnie. Nunggu lama tak apa, asal ada.
    Aku nunggu yang TLE juga onnie.
    Gomawo for nice ff and Hwaiting !!!

  24. Huwaaaaahul-hula..*gila*
    ngakak…wohoo keren thor…hedehh tuh sableng haeppa..anak sakit malah ga mau ngalah???ckck..dasar bayi gee..*dilempar*
    ga sabar nunggu part 8
    padahal baru baca part 7??tau-tau tertarik..DAEBAK thor..

  25. wahhh daebak🙂
    part yang ini keren chingu, aku suka banget, soalnya di part ini eunhee sama donghae udh kaya suami-istri yg normal #ehehehe part selanjutnya jgn lama” ya, di tunggu loh

  26. ayah anak sama kompaknya!!
    hehehheeee…
    ihh tapi so sweet bgt sih eunhee.. tumben2an mau ngeladenin donghae yg manjaa…
    kapan punya anak lagii??
    hihihiii

  27. ahhhhhh….ceritanya unyuuuuu….
    cepetan lanjutin dunnnnn…
    tiap baca ff ni,, pasti mw ketawa,,,
    fida…tambah komedynyaaa duunnnnn…
    tengkyuuuuu~

  28. Huwaaaa… ga berhenti ngakak ngebayangin Hae pake kostum gorilla… omona!! itukannn Hyuk yg cocok… *di tampol jewels

    Lanjutin Lanjutin Lanjutin… ini bagus bgt, bikin ngakak ma senyum2 sdri… Haeppa ga mau kalah sm Yoogeun!! ampuunn dehh… bagus chingu…

  29. huwaaaaa….
    kereenn onnie…..
    meskipun eunhae nya galak tapi tetep ajha 2 sejoli ini so sweettt bngt daahhh….
    donghae klo skit..manjanya gak ketulungan bngt….tp ntu yang bikin maniss…..
    lanjut onnie….aq suka’ bngt mha critanya….
    daebakk….
    di tunggu next partnya onn…..😀

  30. author, kapan nih part 8-nya? ff ini selalu aku tunggu2 loh. ceritanya seru abis. apalagi main cast-nya my donghae oppa.

  31. Ewww haepa ngegemesin bgt dsni, huaaaa aq pngn gntiin posi2ny eun hee *nangis guling2*

    Dan eeh diff ny haepa’pun, kyu ttp jd setan!! Haha

    Chingu..Ff ny tmbh keren aj..dtnggu lnjutanya :)))

  32. demi Tuhan,ini ff feel romntisny dpt bngd,tp bkn kek roman2 picisan yg bikin geli,tp romantisnya itu bnr2 ngena,aku bingung ngungkapinnya gmn
    kata2ny terangkai dg bgs,romantis,humor,smwny dlm 1 paket,komplit deh pokoknya

  33. Part ini bkin senyum2 gaje, mwahaha jd penasaran gmana hae pke kostum gorilanya, pastinya gantengnya lgsug ilang (?). Manjanya hae ga ketulungan, benar2 bayi besar,😀. Ditunggu part 8nya…🙂

  34. huwaaaaaaaaaa….
    so sweeeeett!!!!!
    mrk niat bgt yahh jd ortu yoogeun… pdhal bkn anaknya,klo aq g salah inget itu ponakan eunhee yahh??
    ayoo lanjoot!!!!

  35. Haha kostum nya gorilla hahaha. Mang ada yah gorilla warna coklat terang? Xixi aneh
    wah wah eonni hebat bgt bs bikin aku ngakak abis
    dan aigo..aigo.. Donghae oppa knp jd ngirian gtu sm yoogeun? Ckck klo bgni anak sm appa bener2 mirip. Dan gk mau dibedain perlakuannya haha…
    Ish seruuu bgt plus selalu bikin penasaran
    gumawo

  36. Ngakak pas Yesung bilang ; Gmn kalau dia Jatuh dan Pecah..
    Wakakaka. Sumpah bang Yes itu ya bnran aneh..

    Ya ampun thor baca ini aq jd pgn py suami nyebelin ky Donghae..
    Jadi pgn merit..
    Lhoooo??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s