(Twoshot) Donghae’s Inside

_____________________________________

One of Two (Twoshot)

_____________________________________

‘Seharusnya aku datang lebih dulu. Menghampirimu dan mengenalmu lebih cepat. Sederhana saja, Aku ingin menjadi satu-satunya lelaki dalam pikiranmu’

Hari itu pagi yang dingin sekali. salju lebat dan itu adalha tiga hari setelah natal. Aku ingat melihatnya memakai jaket kuning besar, syal oranye, sambil berdiri berjingkat didepan apartemen. Aku sangat lelah saat itu hingga akhirnya aku memutuskan masuk apartemen. Lagipula, dari ujung mataku, aku melihat Kyuhyun sudah menghampirinya. Setidaknya, sudah ada orang yang menyapanya.

Aku menekan tombol lift menuju lantai sebelas dan segera menyelonjorkan kakiku diatas sofa. Lima menit kemudia aku melihat Kyuhyun masuk ke kamar. aku ingin bertanya tentang gadis didepan apartemen namun bocah itu sudah lebih dulu masuk kamarnya.

Sebenarnya aku benar-benar lelah, namun kekhawatiranku tentang nasib gadis berjaket kuning besar itu memaksaku bangkit berdiri juga. Kibum sebelumnya telah menelfonku agar aku membantu gadis itu. aku tidak tahu ada hubungan apa diantara dia dan Kibum. yang aku tahu, aku tidak keberatan menolongnya.

Aku menekan tombol lift dan menuju lantai dasar. Sedikit berlari-lari menuju parkiran dan aku melihatnya masih disitu. Ia tidak lagi berdiri, namun berjongkok sambil meniupi tangannya yang terbungkus sarung tangan.

Aku menepuk bahunya. Gadis itu mendongak. Wajahnya pucat.

Aku membantunya berdiri, dan saat kakinya sudah setengah berdiri, dia jatuh pingsan.

*

Namanya Kara. Nama Korea-nya Park Hyun Mi.

Dia gadis yang.. bagaimana aku harus menjelaskannya?

Yang pasti dia tidak biasa. Mataku selalu sulit lepas memandangnya. Bukan, dia tidak secantik Song Hye Kyo ataupun Kim Tae Hee seperti tipe wanita favoritku. Wajahnya bulat, dengan hidung yang tidak terlalu mancung. Yang membuatku selalu memperhatikannya adalah apa yang dia katakana. Bagiku gadis itu benar-benar seperti versi yeoja-nya Cho Kyuhyun. Dia pintar bicara dan tidak takut apapun.

Saat melihat mereka berdua adu mulut, seakan melihat dua saudara kembar tengah bertengkar. Cara bicara mereka, cara mereka emnatap, mereka benar-benar mirip. Terlepas dari Kyuhyun yang sellau merengut saat melihat Kara, aku tahu bahwa dua dongsaengku itu selalu saling mencari saat salah satunya tak muncul.

Karena dia tidak biasa, maka selama sebulan di Dorm, dia membuat banyak masalah. Di minggu pertama, dia terjatuh dari tangga dan membuat tangannya lumpuh seminggu. Di minggu ketiga dia keluar dan kencing di celana. Ya Tuhan, aku bahkan tidak bisa berhenti tertawa samapai sekarang kalau mengingat gadis itu pernah kencing di celana. Aku ingat, sepulangnya dia mabuk berat. Sepertinya itu kali pertama dia emminum soju.

Dia memuntahi wajah Kyuhyun dan mendadak menarikku mendekat. Aku menutup hidungku dengan saputangan, sementara tangannya memegangi wajahku.  Dua detik kemudia, aku merasakan bibirnya menempel di pipiku.

Seharusnya, aku menjauhkan wajahnya atau menutup hidungku karena baru saja dia muntah. Namun yang kulakukan justru ikut memegangi wajahnya. aku berpikir untuk membalas mencium pipinya, namun sepotong tangan besar lebih dulu menahan tanganku.

Tangan Kyuhyun.

*

“Oppa… apa aku boleh minta tolong?”

 “Apa aku pernah menolak?”

“Emh…sebenarnya..sebenarnya..”

 “Kenapa kau jadi gugup begitu? Katakan saja…”

 “Apa kau bisa meminjamiku uang?”

 “Untuk apa? Kau butuh sesuatu?”

“Mwo? Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau ingin melihat wajahku?”

“Aku.. aku ingin mengganti uang Siwon Oppa..secepat mungkin”

“Kenapa?”

“Emh.. aku ingin segera keluar dari sini, aku merasa tidak nyaman merepotkan kalian terus seperti ini … Segera setelah aku mengganti uang Siwon Oppa, aku akan mencari pekerjaan lain dan segera mengganti uangmu..”

 “Kenapa kau ingin sekali keluar dari sini?”

 “Kurasa ini bukan tempat yang sesuai untukku, aku selalu cemas kalau ada satu diantara kalian yang tidak nyaman karena aku…”

“Kalau begitu Aku tidak bisa membantumu”

“Oppa… tolonglah.. aku tidak bisa terus-terusan berhutang budi dan membiarkan kalian mengasihaniku seperti ini..Aku juga tidak bisa terus-terusan bergantung pada orang yang ada hubungannya dengan kematian Hyun Jo Oppa… ”

 “Oppa…”

“Apakah menurutmu kami  membiarkanmu tinggal disini karena kasihan padamu? Kami membiarkanmu tinggal di asrama ini untuk membayar kematian Oppa-mu? Tak bisakah kau membedakan ketulusan Hyung-hyungku dengan rasa kasihan dan rasa bersalah?”

“Aniyo Oppa… hanya saja”

“Kalau kau berpikir seperti itu, pergilah semaumu, tapi maaf aku tidak bisa membantu..”

 “Oppa… Mianhae.. Aku tidak bermaksud begitu..”

“Oppa… Mianhae…”

“Oppa… aku … aku hanya tidak ingin merepotkan kalian lebih lama lagi….”

 “Apakah kami pernah bilang kami kerepotan karenamu?”

“Aniyo Oppa…aku..”

 “Kalau begitu jangan pergi… Kau akan menyakitiku kalau kau pergi lagi, Saranghae  Hyun Mi-ah…Kami semua menyayangimu..”

“Nado Saranghae Oppa… Mianhae.. Jeongmal Mianhae.. Aku menyayangimu Oppa… aku sayang kalian semua…”

 “Berhentilah menangis.. Kenapa kau mudah sekali banjir air  mata begitu?…”

 “Aniyo Oppa…aku tidak tahu.. aku tak bisa berhenti menangis..”

“Ayo kuantar ke kamarmu… berhentilah menangis Hyun Mi-ah.. Kau membuat telingaku sakit..”

“Saranghae Hyun Mi-ah..”

“Nado ,,,Nado Saranghae Donghae Oppa..”

*

Dia memelukku. Dia menangis. Dia menyebut namaku, dan dia bilang dia menyukaiku.

Aku baru tahu menyukai seseorang bisa sebahagia ini. walaupun aku tahu semua ucapannya bukan untukku. Walaupun aku tahu yang dia ucapkan tidak seperti yang aku ingin dengar darinya. Walau aku tahu dia tidak ebnar-benar suka padaku.

Namun aku tidak keberatan.

Aku tidak keberatan sakit hati lagi setelah ini.
*

Sejak Kyuhyun masuk Group, aku tak pernah bermasalah dengannya. Dia memang agak menyebalkan, namun aku selalu mengalah untuknya. Aku juga menghindar adu mulut dengannya. Aku tahu dia panda bicara, sementara aku tak cukup tega mendebatnya.

Aku tidak banyak bermasalah dengan Kyuhyun hingga gadis itu datang. Aku tahu pasti bahwa Kyuhyun memperhatikan gadis itu, setiap saat, mengkhawatirkannya emlebihi siapapun di Dorm, namun dia tidak mengakuinya dan malah selalu terlibat masalah remeh temeh dengan Kara. Hal itu tentu saja sangat menggangguku.

“Bagiku, seorang laki-laki harus bilang kalau dia memang menyukai seorang wanita, bukannya malah mengganggunya seperti itu” protesku suatu sore didepan Eunhyuk.

Eunhyuk yang sedang memegangi gelas kopi ditangannya, melirikku dan tertawa keras, “Kau sedang bicara tentang siapa? Kyuhyun atau dirimu sendiri?”

Aku memukul lengannya dan dia menghindar sambil meracau, “Kaupun sama saja Donghae-ah.. Kenapa kalian berdua tidak bilang saja bersama-sama? Cepat katakana saja Donghae-ah… Kyuhyun belum mengatakannya.. Kau punya peluang besar..”

Dan percakapan seusai latihan itu membawa banyak pikiran dalam kepalaku.

Aku? apa aku menyukainya?

*

Minggu berganti, bulan beranjak.

Semakin lama, seiring waktu, aku menyadari bahwa ada yang salah diantara aku, Kyuhyun dan Kara. aku tahu Kyuhyun jengah dengan Kara yang selalu manja didepanku, sebaliknya aku iri setengah mati melihatnya adu mulut dengan Kara setiap hari. Bagiku, Kara yang kulihat bersama Kyuhyun adalah Kara yang sebenarnya, sementara Kara yang bersamakau tak ada bedanya dengan fangirlku yang lain. Aku muak, karena kenyataanya Kara tidak bersikap seperti itu padaku dan hanya bersikap seperti itu pada Kyuhyun.

Namun dongsaengku yang mulutnya beracun itu selalu tak bisa mempercayai instingnya sendiri. Dia lebih percya Kara menyukaiku daripada percaya banyak bukti bahwa Kara menyukainya.

Itu membuatku semakin jengkel.

Aku tahu aku yang kedua, namun melihat Kyuhyun yang tetap keras kepala seperti batu itu ikut membutakan mataku untuk sekali lagi ingin menjadi yang pertama bagi Kara.

Aku kadang juga kesal, mengapa, diantara ribuan wanita Korea, aku harus menyukai wanita yang disukai Kyuhyun?

Aku tahu pasti, bahwa Kyuhyun punya banyak kelebihan dibanding member lain, juga aku.

Dia tinggi. Yah, aku selalu iri dengan tinggi badannya. Walaupun badannya tidak berotot, tinggi badannya selalu membuatnya dua kali lipat lebih tampan.

Dia tampan. Wajahnya, matanya, bahkan aku yang lelakipun mengakui ketampanannya. Kyuhyun, berbeda deganku dan member lain yang wajahnya terkadang cenderung cantik daripada tampan. Wajah Kyuhyun adalah definisi sempurna untuk kata tampan, wajah sejenis yang bisa kulihat dari Han Kyung Hyung. Dia tampan dan dia tidak cantik. Memandang dua bilah matanya selalu membuatku mundur selangkah.

Suaranya adalah melodi surga. Suaranya berat dan mimik wajahnya selalu membuatku terkagum-kagum. Dalam group, dia selalu mendapat jatah menyanyi paling banyak, sama seperti Yesung. Saat ia membuka pita suaranya dan mulai menyanyi, Kyuhyun adalah malaikat yang turun dari langit.

Dia Maknae. Dia mendapat semua perhatian dari member Group. Ia sellau memprotes sikap kanak-kanakku. Didepannya, aku selalu kehilangan kedewasaanku.

Dia adalah pribadi paling tahan banting. Dia cuek, tidak takut siapapun, dan dia selalu seenaknya sendiri. kenyataanya, Hyung-hyungku pun nyaman-nyaman saja dengan kelakuannya yang kadang membuat para member sakit gigi itu. bahkan Siwon pun sangat menyukainya. Aku selalu iri saat melihat Leeteuk Hyung menyayanginya dengan cara yang berbeda. Aku tahu, mungkin karena keduanya sempat terlibat perang dingin, namun itu bukan berarti Leeteuk Hyung bisa membedakannya diantara para member. Kyuhyun tidak pernah salah. Dia boleh seenaknya melakukan apapun yang dia mau.

“Kau juga bisa begitu kalau kau mau,” kata Leeteuk Hyung suatu kali,”tapi aku tahu itu bukan gayamu Donghae-ah”

Dan aku Cuma diam. Jengkel dengan diriku sendiri. kenapa aku jadi anak baik-baik? Kenapa aku seperti anak kecil? Kenapa aku takut banyak hal?

Aku kalah banyak point darinya dan itu membuatku semakin marah dengan realita bahwa aku sedang bersaing memperebutkan wanita yang sama dengannya.

Aku tidak ingin menyukai Kara.

Tapi aku tidak bisa berhenti.

Kau tahu rasanya kalah dan tidak bisa menerima kekalahan?

Tanyalah padaku, karena aku tahu rasanya.

*

 “Kau makan banyak sekali…”

“Ne… Kalau mood-ku sedang jelek aku memang suka begitu.. makan kebanyakan…”

“Karena Seohyun?”

“Aniyo… tidak ada hubungannya dengan Seohyun Unnie.. kenapa Oppa bicara begitu?”

“Karena di matamu tertulis begitu..”

“Sepertinya kau memang sangat menyukai Kyuhyun, Hyun Mi-ah…”

“Aku selalu iri melihat Kyuhyun… Di matamu dia begitu buruk dan kau mulai menyukainya karena keburukannya…Itu selalu membuatku kesal, perasaan yang tumbuh dengan proses seperti itu akan sulit sekali hilang.. dan aku benci karena bukan aku yang ada di posisinya..”

 “Mungkin aku terlalu tampan dan baik hati ya?”

“Kau memandangku berlebihan Hyun Mi-ah… dan itu sebabnya perasaanmu padaku tak lebih seperti perasaan yeoja-yeoja diluar sana..”

“Apa maksudmu Oppa?”

“Kau ingin aku mengatakannya dengan singkat?.. Aish.. Berat bagiku mengatakannya sementara aku sudah tahu jawabannya tidak…”

 “Mwo Oppa? Kalimatmu panjang sekali….”

“Aku menyukaimu… dan aku tahu kalau kau menyukai Kyuhyun… masih tidak paham?”

 “Aniyo Oppa… aku tidak menyukai Kyuhyun…”

“Aku tahu kau bohong, tapi karena kau bilang begitu… Mulai sekarang, cobalah menyukaiku dan lupakan Cho Kyuhyun… lelaki pengecut sepertinya tidak perlu kau pertahankan..”

*

Percakapan itu membuatku merasa bodoh. Tidakkah itu berarti aku memaksanya menyukaiku? Tapi aku memang selalu kalah dengan keinginannku sendiri. haruskah aku munafik dan membiarkan dia bahagia dengan orang lain sementara aku sakit hati didepannya?

Aku tidak cukup baik untuk merelakannya dengan lelaki lain.

Apalagi lelaki itu Kyuhyun.

Karena bagiku, Kyuhyun takkan sanggup membuat Kara sebahagia yang aku inginkan. Kyuhyun tidak lebih dari pemuda yang terobsesi untuk menyenangkan dirinya sendiri. dia tak cukup baik untuk Kara.

Dan aku meyakinkan diriku bahwa sebenarnya Kara masih punya peluang menyukaiku.

*

Aku bertengkar denan Kyuhyun. Apalagi kalau bukan karena Kara. kali ini anak bodoh itu meninggalkannya di pinggir jalan dan dia tertabrak. Darahku naik hingga kepala melihat sendiri bagaimana gadis itu menhaan sakit di lengan dan lututnya. Dan kyuhyun? Aku tahu dia membuntutiku dari belakang.

Aku sempat terlibat adu mulut yang cukup lama sbelum kemudian diluar dugaanku, dia mencium Kara.

Aku marah.

Aku kehilangan kendali atas tanganku dan aku memukulnya telak di pipi. Aku benci melihat pemda seenaknya mempermainkan perempuan seperti Kyuhyun. Aku sangat muak.

“Kau tidak berani melakukannya, hm? Karena kau tahu Dia tidak menyukaimu…dan aku berani melakukannya karena aku tahu dia menyukaiku…Berhentilah  mendekatinya… Dia menyukaiku dan aku menyukainya…Apa kau belum juga mengerti? Atau kau tidak mau tahu?”

Telak.

Aku kalah telak oleh kata-katanya.

Hari itu, aku tidak pulang ke Dorm hingga tengah malam. Kepalaku pusing dan hatiku sakit. Aku benci Cho Kyuhyun.

Tidak bisakah gadis itu mencoba melihatku? Tidak bisakah gadis itu mulai menganggapku ada? Tidak bisakah gadis itu menyukaiku sedikit saja?

Kenapa selalu Kyuhyun yang ada dalam kepalanya?

*

TBC

31 thoughts on “(Twoshot) Donghae’s Inside

  1. gyaaaa…
    donghae side…
    akhirnyaaa…untung aku subscribe nie blog..jadi tau dech kalo ada new post..
    wkakakakaakaka…#abaikan

    segitu terlukanya kah kau donghae oppa????
    tapi tunggu dulu, jadi pas pertama kali kara ke dorm SJ dimalam yang dingin itu *halah bahasa* donghae udah tau siapa itu kara??

    aaaa..kenapa kamu sembunyikan sendiri ntu luka…kenapa mesti selalu bersikap seolah kamu baek2 aja pas lagi ngeliat kara n kyu..???
    udah nasib kali yah jadi orang ketiga..#plaaakkk*ini sebenarnya dipihak siapa sih?

    next paaarrtt…

  2. sepeti itukah sakit nya saat orang yang kita cintai tak mencintai kita ….
    hembb … rasanya qu tak ingin merasakan itu ….

    donghae oppa tetap semangattttttt yya ….
    kara n kyuhyun oppa kalian tak boleh terpisah ….
    hahaha …(sebenarya dukung yg mna)

  3. ada typo…
    Pemda / pemuda
    *hug donghae *
    kalau komen ttg cinta, aku ga tau #belom pernah
    pria terromantis di suju sakit hati karna cinta -_-
    ka fida ini romantis banget loh…
    Aku sampe sedih bacanya…
    Ngebayangin penderitaan donghae T.T

  4. Unnie…daebak,
    daebak,
    daebak….
    maaf unnie baru bisa comment sekarang padahal udah baca dari pertaMa HOG, namun gara2 hapeku pake sinyal yang kadang ada dan kadang kabur jadi gak bisa lama-lama internetan. Akhirnya cuma bisa menyimpan.

    Jeomal Mianhaeyo unnie, jadi silders deh, hehe… tapi janji ko bakal koment terus dari sekarang….

    unnie ku tunggu selanjutnya y? TBMN juga

  5. weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.. akhirnya publish jg xD
    ommo, donghae tersesiksa itu kah? aigoo, nae yeobo kasian juga *tatap iba*
    donghae-ah, bukan kah udah punya pengganti kara sekarang?:/
    cuman twoshoot? -_-” *bawel bgt gue*
    aigoo, yang jelas di ff eonnie kali ini paliiiiiiiiiiing banyak feelingnya.. *iyalah namanya jg Donghae’s inside* -_-V
    okey deh.. yeobo, jangan sedih ya??? masih ada aku kok, sebagai pengganti kara wkwkwk xD xP. next part eonnie! udah panjang2 komen nih! #eh

  6. Oppa, tenang aku disini ^^
    ga dapet Kara Aku pun jadi *digorok Siwon*

    jadi tau gimana perasaan Hae, selama inikan cuman Kyu ama Kara mulu, Hae terabaikan..

    banyak bagian HOG yg uda lupa,, baca lagi aah~

  7. Kereeen banget fiida,, kasian deh yeobo tersiksa batin gitu.. Tapi mang donghae ga akan pantes kalo punya sifat kaya kyu, wajahmu itu kaya malaikat sayang..

    Kata siapa kamu selalu yg kedua, lee donghae buat aku tetp yg nomer satu..hehe

    fiida tdi ada typo dikit ya?? Pas kata2 ‘Donghae oppa menatapku lekat’, yg pas kara mo minjem duit ke hae.. Ini kan donghae side semua kan fiida??

  8. Malangnya nasibmu, hae. *puk-puk*
    Itu yg bagian percakapan lsng di copas ya? Ada bbrp yg blm di edit kyknya, jd ketuker pov nya hehe. Lanjutannya ditunggu =D

  9. Yaampun ini konflik beuuud..
    dan Donghae..
    Yaampun. Lee Donghae-ssi. Kita senasib.

    Ini dalem banget *berasa tubuh mengecil mengecil semakin kecil lalu hilang. PUS!
    baguuuusss… tapi sempet agak lupa sama Kyu nyium Kara di RS. Mikir, emang Kyu nyium Kara ya? *udah agak pangling ama HOG

    Tapi gara2 ini ingatan HOG saya sedikit banyak seger lagi.
    makasih mbak.
    Buat yang part 2, ASAP okee?

  10. annyeong fid,,g ngira beudz deh, kompleks banget perasaan si ikan ya? antara kesel, iri, marah, kecewa,,de el el, ehehehehe

    ternyata yang suka mendem2 masalah n perasaan g cuma cewek aja, cowok juga banyak yang kayak gitu..

    yang omongannya Jungsoo oppa bener banget tuh, sebenernya si ikan bisa juga jadi nyebelin kalo mau, tapi ntar dia bakalan g nyaman sendiri… g Donghae banget lah pokoknya…

    next part,,ditungggu selalu fid,,,annyeong.. ^^

  11. Wahhh don6hae ya kyuhyun itu don6saen6 u.. J6n benci 6itu don6 ma KyuBo q.. Nanti klau tra6edi kara terjan6kit pdmu 6man?? Cnta tumbuh krn kebencian(???)kekekek

    Sbr hae q cay6… Kmu pan6en y6 baik hti, tdk sombon6, rajin menabun6, suka menolon6, suka makana sehat, suka fitnes, suka monyet, suka kara suka q (n6awur)..

    Part selanjutx,tet tere tet tetetttt comein6 son.. Heh heh dialo6 siapa itu.. Mf bu author mf.. Eah fi6hti6 low 6itu sya jd suporter sja(?)

  12. suka…sukaa…sukaaa…sukaaaaa…..
    Dapet banget feelna, jd ikut kebawa emosina Dong Hae,kompleks bener bang….

    Tapi Kara emang cocokna ama Kyu jadinya rame buanget, klo ma Hae nti sepi-sepi aja kan gak seru. Kara cocok ma Kyu coz sama-sama setannya huahaha……
    Kara – Kyu : EVIL COUPLE

    Lanjutanna jgn lama-lama yuaaaaaa….

  13. Donghae nyebeliiiiiin!!! Seenaknya aja meragukan kyuhyun!! Kalo udah cinta mah pasti itu yg bikin sangat sangat bahagia!! Euuuuh, tabok donghae! /ditabokbalikamaelfish hahahahaha tp aku sedih juga sih baca hae’s side sabar ya hae pasti banyak banget cewe yg bener bener cinta ama elu ngantriiiiiii

  14. hiks, donghae-ah. malang nian nasibmu di hog ini
    aah, kedua bias saya sedang bertengkar memperebutkan saya #plakk eh, kara
    berasa banget perasaannya donghae, onn

  15. kasiannn amat abg ikaannn😥
    sbaarr iaa….#siniaqpelukk#plakkkk….
    kereenn oonn…
    berasaa bngt feelnyaa….🙂

  16. Aigo..jd itu yg selama ini dirasain sm donghae oppa!!! Dia menahan sakit hatinya yg bahkan sdh berkali-kali terluka, bukan..bukan slh donghae oppa atau siapa2. Cinta memang hadir diantara mereka bertiga. Dan mereka tdk bs memilih maupun memungkiri. Hrs ada satu hati yg terluka. Tp di ff ini semuanya terluka…
    Ah kasian donghae oppa.. Sedih eonni tp daebak!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s