Sekuel HOG

Casts : Cho Kyuhyun, Park Hyun Mi a.k.a Kara a.k.a Cho Minho, Shim Changmin, Cho Ahra, Lee Hyukjae, Lee Donghae
Supp. Casts: SuJu, TVXQ and SHINee members
Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy
Lenght : Drabble/ Oneshot Series
COD : The Clock (FV)
Kyuhyun’s POV
Aku memeluk guling dan menutup wajahku dengan bantal. Terdengar suara sepatu, teriakan si Ikan Mokpo, suara gaduh piring, suaara gedoran pintu, dan satu lagi, tangan Sungmin Hyung yang menarik-narik kaosku,…
Oh, aku benci hari Minggu, aku benci jam enam, dan aku suka tidur….
Aku mengerjap-ngerjap malas sambil memandangi jam dinding yang selalu membuat moodku buruk .
Ya Tuhan, aku benci jam jelek itu…

Bukan saja karena selalu membuat mimpiku terpatah-patah-terseok-seok-tertatih-tatih, tapi juga karena gambar jelek yang menempel di permukaan jam dinding penuh kutukan itu. benar-benar membuat mood berantakan.
Kalian mau tahu gambar apakah itu?
*
__________________________
Seoul, Dorm, seminggu yang lalu
__________________________
“Baiklah, apa yang jadi taruhan?” tantang Heechul Hyung sambil mengibaskan poninya. Aku melirik Sungmin Hyung yang terlihat tidak tertarik, lalu berganti melirik pasangan Ikan-Monyet-mesra-selalu-setia-selamanya yang terlihat sangat tertantang dan sangat berminat dengan taruhan Heechul Hyung didepanku.
“Bagaimana kalau jam dinding?” Hyukjae Hyung memberi usul. Sungmin Hyung tetap innocent, cuek, tak terpengaruh, dan masih tak berminat dengan percakapan kami.
Tiga kepala mengerutkan kening. Kepalaku, kepala Heechul Hyung, dan kepala Sungmin Hyung.
“Yang kalah, jam dinding kamarnya akan dipasangi foto pemenangnya, bagaimana?” Donghae Hyung membantu menjelaskan perkataan pasangannya –Monyet Hyung- yang sama sekali tidak bisa dibilang jelas.
Kami masih mengerutkan kening pertanda masih mempertimbangkan.
“Mengerikan, aku bisa mati kalau Hyukjae yang menang” komentar Heechul Hyung sadis.
“Benar, aku setuju Hyung, aku bisa mimpi buruk dan tidak bisa bangun” kataku menambahi. Donghae Hyung yang tidak berani menjitak kepala Heechul Hyung, segera menjarah puncak kepalaku dan menghantamnya dnegan dua pukulan.
Pletak! Pletak!
“Baik, aku setuju, bagaimana cara mainnya?” mendadak satu suara dari kepala yang terlihat tidak memperhatikan, menyeruak. Sungmin Hyung menaruh korannya dan melirik kami berempat dengan seringai semangat.
“Baiklah, karena jam dinding dipasang di kamar, kita bermain dengan teman sekamar” Hyukjae Hyung menjelaskan lagi. kali ini aku bisa mngerti ucapannya.
“Aish,.. aku bagaimana?” Heechul Hyung menyahut. “Aku harus menanggung derita melihat wajah salah satu dari kalian di jam dinding kamarku sendirian hah?” lanjutnya lagi.
“Terpaksa, Hyung. Salah siapa kau sekamar sendirian?”
Pletak!
Bisa ditebak, aku kena jitak lagi dari manusia kejam itu.
“Aigoo.. Hyung, kau kan sebentar lagi berangkat wamil dua tahun, kau hanya akan menderita sebentar” sahut Donghae Hyung.
Hyukjae Hyung mengangkat telunjuknya dan menggoyangkannya ke kiri-kanan.
“No.. No.. No… Tidak bisa begitu saudara-saudaraku… yang kalah tetap harus memajang jam dinding bergambar pemenangnya selama satu tahun.. diamanapun dia berada.. sekalipun Heechul Hyung di barak militer..”
Heechul Hyung melotot garang.
“Hya.. Kalian pikir gambar kalian cukup tampan untuk kubawa ke barak militer hah? ..” bentaknya kasar.
Aku memundurkan kepalaku, takut terkena kutukan mulut Cinderella -maksudku air ludahnya-.
“Peluang menangmu juga besar Hyung..” Donghae Hyung mengingatkan.
“Bagaimana cara mainnya?” Sungmin Hyung menyahut tak sabar.
Donghae dan Hyukjae Hyung menyeringai bahagia. Keduanya saling melirik, saling menebar hawa silahkan-penasaran. Mereka bahkan sempat pura-pura sibuk meneguk air mineral didepannya. Heechul Hyung dengan sigap menyambar rambut Hyujae Hyung dan melotot kejam kearahnya. Hyukjae Hyung –dengan muka diberani-beranikan- melepas tangan Heechul Hyung dan merapikannya sebentar.
“Begini, siapa yang berhasil membuat Kara mengeluarkan uang 100000 won untuknya, dia akan menang..”
DOENG…
“HYA.. HYUNG… KENAPA MEMAKAI PACARKU HAH?” aku berteriak jengkel setengah frustasi. “DIA ITU PACARKU HYUNG.. MANA BISA KALIAN BEGITU PADA PACAR DONGSAENG KALIAN HAH?” suaraku menggelegar ke seantero ruang tengah.
“Karena Kara itu pelit, sangat pelit” Heechul Hyung menyela.
“Kara juga tidak mungkin bisa marah dengan Oppa-oppanya” Sungmin Hyung melanjutkan.
“Kara tidak suka menolong orang” Hyukjae Hyung mendukung.
“Kara tidak terduga” si Ikan ikut berkomentar.
APPP—HHA MERE-KKKA BI—LANG….
Aish, kepalaku mendidih sekarang..
Hyung-hyungku benar-benar minta dihajar…
Baiklah…
Akan kuberitahu kalian..
Bagaimana seorang Kyuhyun jika sedang marah karena kalian berani mempermainkan pacar terkasihnya…
“Aku setuju” jawabku setengah menyeringai. “Tapi ada syaratnya”
Donghae Hyung melirikku dengan tatapan ‘teganya-kau-cho-kyuhyun-mengorbankan-pacarmu-yang-imut-hanya-demi-dipajang-di-jam-dinding’.
“Kalau aku yang menang, kalian harus membantuku memberi kejutan di ulang tahun Kara, bagaimana?” tantangku.
“Memangnya, kau mau memberinya kejutan apa?” Sungmin Hyung bertanya.
“Hmm, tentu saja Rahasia, aku akan memberitahu kalau aku menang nanti. Yang pasti itu takkan seberat memajang foto Hyukjae Hyung di kamar” balasku asal. Hyukjae Hyung menjitak kepalaku.
“Baiklah, baiklah, aku setuju..” Donghae Hyung mengangguk-anggukkkan kepalanya mencari dukungan.
Heechul Hyung dan Hyukjae Hyung pada akhirnya ikut setuju. Dan terakhir, dengan wajah paling datar, Sungmin Hyung mengangguk setuju. Yang agak sedikit diluar rencana adalah adanya satu anggota tambahan taruhan kami kali ini, sang Pahlawan Kura-kura di Korea Selatan, Yesung Hyung, yang memaksa ikut hingga telingaku iritasi. Dan tentunya, secara otomatis Wookie Hyung, sebagai teman sekamarnya, terpaksa ikut taruhan. Ruang tengah jadi ramai malam itu.
Kami memutuskan akan taruhan bertujuh.
Dan taruhannya sederhana sekali, membuat Kara mengeluarkan 100000 won. Batas waktunya dua hari, dimulai besok pagi, dan berakhir lusa malam.
*
Kara’s POV
Aku baru saja membuka mata siang itu. tadi malam aku tidur telat. Nyaris jam dua pagi. Aku menenggak dua cangkir kopi dan lupa kalau kopi bisa mmebuat mataku terbuka sampai pagi. Sial, aku mengantuk dan mataku, omona…
Hitam sekali.
Aish…
Aku menggapai-gapai meja disebelahku. Mencari ponselku. Takut ada sesuatu yang kulewatakan hari ini, yah, aku kan tidur tujuh jam lebih banyak dari biasanya. Pasti terjadi sesuatu kan selama tujuh jam itu?
Dan, apa Kyuhyun menelfonku?
Tanganku membuka Flip ponsel. Ada Sembilan pesan berjajar di ponselku. Juga sebelas panggilan masuk. Tiga diantaranya dari Kyuhyun. Bocah itu pasti marah setengah gila menyadari aku belum bangun sesiang ini.
Dan yang terjadi kemudian adalah otakku mendadak terbang.
Kosong.
Seperti jatuh ke kolong meja. Apa-apaan ini?
Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu hingga tak ada yang terlintas di pikiranku selain hanya ingin berada di sisimu. Aku mencintaimu hingga nafasku sesak saat tak melihatmu. Aku mencintaimu hingga tak sedetik pun berlalu tanpa merindukanmu. Aku mencintaimu hingga aku tak bisa berhenti melihatmu. Aku mencintaimu hingga kupersembahkan seluruh hidupku untuk melihatmu di sisiku.
Aku mencintaimu hingga tak ada lagi kata sehingga. Aku mencintaimu tanpa bisa bilang karena. Aku mencintaimu tanpa sanggup mengatakan jika. Aku mencintaimu tanpa mampu mengucapkan seandainya. Karena cintaku, bukan kata-kata. Karena cintaku, terwujud sempurna dalam dirimu. Dirimu yang selalu sangat sempurna di mataku. Dirimu yang tak pernah kurang di mataku.
Semoga, kau membalas perasaanku. Atau setidaknya, kau bersedia berjanji untuk bahagia selalu. Kau tahu, aku tak punya mimpi lain selain mimpi yang didalamnya ada kau tengah tersenyum bahagia dihadapanku.
Sayang, kau sudah makan?
Ya Tuhan, apa dia gila? Aish, aku salah bicara –dia kan memang sudah gila sejak didalam kandungan-, maksudku, apa gila-nya kambuh lagi?
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan bahkan dengan bodohnya mengetuk-ngetuk layar ponselku. Memastikan aku tidak salah baca, dan mulai berpikir apa dia salah kirim.
Aku menggeser kotak masuk pesan di ponselku. Melihat kedelapan sisa pesanku.
Sayang, apa kau sakit lagi? Kau baik-baik saja kan? Kenapa tidak membalas pesanku? Kau dimana? Apa aku membuatmu marah lagi?
Ya Tuhan, anak ini kenapa? Apa dia sedang sakit kepala?
Aku menggeser kursor ponselku dan melirik satu pesan lagi dari Kyuhyun.
Aku benar-benar khawatir. Ada apa? Kenapa kau tidak membalas pesanku?
Aigoo…
Aku jadi sedikit cemas padanya. Apa kepalanya tertukar?
Aku benar-benar tak mengantuk lagi karena tiga pesan bodoh itu. Dia kenapa lagi? Kenapa bisa menulis pesan seperti itu? bukankah itu sangat tidak Kyuhyun?
Aish, pasti ada sesuatu. Kemarin dan kemarin-kemarinnya lagi, pesannya tak pernah jauh dari omelan-omelan menyebalkan dan keluhan-keluhan memusingkan, seperti : Hai sayang, aku akan show di namWon siang ini, kepalaku pusing sekali, kau sudah selesai hibernasi kan? (ini pesan harianku, selalu dikirim tepat jam setengah tujuh pagi) Apa kau lapar, sayang? Bagaimana kalau kau masak dan makan bersamaku? (siapa yang lapar dan siapa yang minta makan), atau yang paling romantis seperti: Ayo kita bertemu, kau sudah rindu padaku kan?(dia memang narsis, dan dia selalu berpikir aku rindu padanya tiap menit)
Aku merapikan rambutku yang berantakan dan melirik lagi kotak masuk pesan di ponselku.
Aigoo… ada apa hari ini?
Kenapa Kyuhyun dan saudara-saudaranya mengirimiku pesan aneh begini?
Sweet oppa –jangan bertanya kenapa namanya begitu, karena jawabannya adalah dia memaksaku menulis begitu- Hyun Mi-ah.. aku merindukanmu. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Aku yang traktir. Kutunggu di restoran depan apartemenmu jam tujuh malam, Telat berarti bayar sendiri, setuju?
Aku tertawa. Mendadak dermawan adalah kelainan yang sangat langka terjadi pada Oppa-ku satu itu. Dan kali ini, dia sedang kelainan, omona… mencurigakan.
Aku melihat bintang jatuh tadi malam. Orang bilang ini tanda keberuntungan. Dan aku ingin menghabiskan hari ini untuk mendapatkan keberuntungan bersamamu. Ayo bertemu, aku ingin melihatmu hari ini. Studio SM, jam dua siang, oke? Jangan biarkan aku menunggu.
Tentu semua orang bisa menebak dari siapa pesan itu datang, tentu saja, dari Oppa-ku yang paling romantis sedunia, siapa lagi? Donghae Oppa!.. ah, aku juga ingin buru-buru bertemu dengannya. Aku melirik kotak masuk pesanku dan harus kaget lagi dengan pesan dari Yesung Oppa.
Ddangkoma hilang. Aku harus bagaimana? Cepatlah ke Dorm, bantu aku mencarinya. Dia belum makan sejak kemarin sore,
Omona… ada apa lagi dengan Ddangkoma yang hobi menghilang itu? dan kenapa juga aku yang harus repot ikut mencarinya? Aku bahkan sudah lupa bagaimana bentuk kura-kura aneh itu. mendadak perasaanku semakin buruk melihat satu nama di layar ponselku yang juga ikut mengirim pesan mencurigakan hari ini, Heechul Oppa.
Ke Dorm sekarang juga. Atau kau mati.
Ya ampun, ada apa dengan Nenek –maksudku Kakek- sihir itu sampai-samapai dia mengirimiku pesan? Dan bukankah dia sudah menghapus nomorku sejak dua bulan yang lalu karena aku lupa membalas pesannya?
Dunia sedang aneh hari ini. Sungguh.
Dan selebihnya, ada tiga pesan yang juga tak kalah aneh yang dikirim oleh orang-orang yang jarang sekali mengirimiku pesan seperti Wookie Oppa yang memintaku menemaninya belanja besok pagi buta, Sungmin Oppa yang mengajakku belanja kaos perempuan, dan pesan dari Hyun Wo yang baru saja memenangkan kejuaran Taekwondo di sekolahnya.
Aku pusing. Apa aku harus menemui mereka hari ini?
Sekarang sudah jam setengah dua siang. Itu artinya aku harus segera menemui Donghae Oppa. Tapi bagaimana dengan Kyuhyun? Dan Nenek sihir? Dan Yesung Oppa?
Aish, apa sebaiknya aku tidur saja ya?
Pura-pura sakit sepertinya solusi yang baik.
*
Kyuhyun’s POV
Aku melirik layar ponselku yang tidak berkedip sejak dua jam yang lalu. Ya Tuhan, gadis itu…
Kenapa dia tak membalas pesanku hah?
Aku benar-benar emosi sekarang.
“Bagaimana? Apa pesanmu sudah dibalas?” Heechul Hyung menyenggol lenganku. Wajahnya sudah selesai dimake-up. Matanya yang lebar menatapku setengah mengejek. Sudah pasti, dari wajahku yang rumit ini pasti mereka tahu Kara belum membalas pesanku. Aish..
“Belum. Kau sendiri Hyung?” tanyaku balik.
“Ia pasti baru bangun tidur. Dia takkan berani mengabaikan pesanku” jawabnya santai. Aku mendesis jengkel. Menyebalkan sekali berurusan dengan Kim Heechul. Untungnya dia masih harus menata rambutnya lagi dan terpaksa pindah ke kursi yang jauh dariku. Aku menghela nafas lega.
Sungmin Hyung yang duduk sambil emmejamkan matanya, menjawil lenganku. Kami memang duduk bersisian.
“Bagaimana?” tanyanya.
“Aish, kau yakin kata-kata seperti itu akan membuatnya segera datnag menemuiku? Aku tidak yakin, Hyung” kataku setengah menggerutu. Ia yang mengarang pesan heboh –yang menurutnya sangat romantis- untuk kara. Kata-kata itu, kata Sungmin Hyung, adalah kata-kata yang ia ucapkan untuk menyatakan cinta pada pacarnya yang sekarang, Yoojin Noona. seorang Hair Stylish yang lumayan kejam dan suka mengabaikan orang. Hebatnya, Yoojin Noona sekarang jadi pacar Sungmin Hyung. Dan Sungmin Hyung bilang itu semua tak lain karena kata-kata yang dirangkainya smeinggu yang kemudian juga kukirimkan ke Kara.
Namun aku segera tahu bahwa pacarku satu itu berbeda dengan gadis pada umumnya. Buktinya, ia tak juga membalas pesanku sekalipun pesanku itu sudah sangat Shakespeare kan? Aish, sebenarnya Kara itu manusia atau bukan, huh? Kenapa dia cuek sekali?
“Sudahlah, bersabarlah sedikit. Dia juga tidak membalas pesanku” jawab sungmin Hyung kalem.
“Apa terjadi sesuatu padanya?” tanyaku mulai sedikit cemas. Sungmin Hyung terkekeh dan menarik tanganku agar duduk tenang kembali.
“Aigoo… jangan terlalu khawatir. Inilah yang membuatmu selalu kalah dengan Kara, kau selalu berlebihan mencemaskannya. Dia jadi banyak tingkah. Dia pasti baik-baik saja. Duduklah” Sungmin Hyung mengingatkanku lagi.
“Tapi bagaimana kalau wajahnya infeksi karena obatnya tidak cocok misalnya?” kataku lagi.
Sungmin Hyung tertawa keras.
“Hya, kau pandai sekali mengarang musibah. Aish.. duduk saja yang tenang..Lihatlah, make-up mu belum selesai” katanya menasihati.
Aku memandangi wajahku yang terpantul dicermin dan rambutku yang sedang dicat ulang.
“Bagaimana kalau dia menemui Donghae Hyung? Bukankah Donghae Hyung juga mengajaknya makan siang?” aku mulai panik lagi.
Sungmin Hyung untuk kesekian kalinya menarik tanganku dan memaksaku duduk. Aku duduk dengan tidak rela. Dia enak-enak saja bilang begitu, dia kan tidak tahu bagaimana rasanya punya pacar yang matanya selalu menempel di wajah namja-namja imut yang ia temui.
“Lalu itu siapa? Yang duduk disebelah Hyukjae?.. lagipula kita masih ada jadwal sampai jam dua nanti, Kyuhyun-ah..” katanya sambil mengarahkan dagunya kesebelah kiri kursiku, tempat Hyukjae Hyung dan pasangannya yang duduk mesra berjejeran.
Aku mendesah. Kara selalu mahir membuatku cemas dan cemburu tidak jelas begini. Aish, gadis itu… kenapa menyebalkan sekali, hah?
“Kyuhyun-ah” kudengar suara Yesung Hyung dibelakang kepalaku. “Apa ponsel Kara rusak? Kenapa dia tidak emmbalas pesanku? Dia juga tidak mengangkat telfonku?”
Aku melotot.
“Hya, kenapa kau Tanya padaku Hyung? Tanya dia sendiri” kataku galak.
Yesung Hyung mengerutkan keningnya dan menepuk-nepuk bahuku.
“Kukira kau tahu. Bukannya kau ini pacarnya?”
Aish…
Pak Polisi, segera bawa orang ini keluar sebelum kulempar ke tempat sampah. Aish, kata-kata Yesung Hyung benar-benar emmbuat emosiku kebakaran.
Aku meraih ponselku dan mengibaskan tangan piñata rambut yang sedang merapikan poniku.
Aku harus bicara dengannya!
*
Kara’s POV
Tiga panggilan tak terjawab.
Dan ponselku terus bergetar karena ada panggilan masuk. Kyuhyun menelfon!.
Bagaimana ini? Aku memegangi tenggorokanku dan mulai pura-pura batuk. Mengatur pernafasan dan emmbuatnya terdengar se-serak mungkin.
“Yo-boseyo?” kataku lirih setelah menekan tombol call.
“Kenapa tidak membalas pesanku?” teriak Kyuhyun dari seberang. Sudah kuduga akan begini reaksinya. Dia pasti teriak dan mengomel. Aku benar bukan?
“Aku sa-kit” jawabku sambil pura-pura batuk.
Mendadak hening. Aku tak mendengar suara Kyuhyun.
“Kyuh-“
“Kau baik-baik saja? Apa perlu kuantar ke Rumah Sakit? Apa wajahmu infeksi?” rentetnya tak sabar. Aku tersenyum bahagia. Yes! Berhasil! Target sudah masuk perangkap!
“Ani, aku baik-baik saja.. hanya sedikit demam. Bisakah kau sampaikan pada Oppa yang lain? Mereka mengirimiku pesan banyak sekali hari ini..” kataku masih sambil melirihkan suara.
Kudengar suara gemerasak yang kuyakini sebagai suara gerakan kakinya. Mungkin dia sedang mencari tempat sunyi untuk menelfonku.
“Kau yakin baik-baik saja? Setengah jam lagi acaranya selesai, aku bisa mengantarmu ke Rumah Sakit kalau-“
Aku segera memotong ucapannya. Bisa gawat kalau dia tahu aku pura-pura sakit bukan?
“Ani-.. aku hanya sedikit lemas, aku butuh istirahat sedikit” kataku lagi. kudengar dia menghela nafas dan berteriak entah pada siapa untuk menunggunya tiga menit saja. Aku tersenyum senang, baguslah, dia sedang sibuk. Paling tidak, dia tak punya waktu untuk mengecek kesehatanku bukan?
“Baiklah kalau begitu. Cepat tidur”
“Ne” jawabku pendek.
“Kalau begitu-“ mendadak aku ingat pesannya yang aneh dan memutuskan memutus ucapannya lagi.
“Kenapa kau mengirim pesan aneh begitu?” tanyaku cepat.
Kudengar ia ber-oh pelan yang artinya dia sedang salah tingkah.
“Itu.. Itu.. salah kirim” katanya yang segera membuat suaraku meninggi tak terkendali.
“MWO? SALAH KIRIM? SIAPA?”
Dia tak menjawab. Suara gemerasak telfon sudah tak terdengar dan dia masih diam. Aku mendesis emosi. Salah kirim dia bilang?
“Kau pura-pura sakit kan?” tanyanya tiba-tiba
Astaganaga.
Suaraku, aigoo… pasti dia tahu aku pura-pura sakit. Aku memukul kepalaku sendiri. Aish, aku pasti mati..
“Aish, kau ini, ya sudah, akan kutelfon setengah jam lagi, Awas saja kalau kau pura-pura sakit”
*

Kyuhyun’s POV
Sudah kuduga dia pura-pura sakit. Aish, kenapa dia suka sekali membuat orang jantungan hah? Dia pikir dia kelihatan imut dengan pura-pura sakit begitu huh? Aku benar-benar akan membuat perhitungan dengan gadis pendek itu.
“Kau mau kemana?” Leeteuk Hyung tahu-tahu sudah dibelakangku. Tangannya menarik ujung lenganku. Kami baru saja menyelesaikan syuting Iklan di Distrik Siem-Wa, syuting iklan minuman ringan. Dan aku sudah membulatkan tekad akan segera kabur setelah syuting selesai.
“Aku mau menjenguk Kara, dia sakit-“ kata-kataku terpotong karena lima kepala serempak menoleh kearahku saat aku menyebut nama Kara. Sudah pasti, lima orang menyebalkan –selain Hyukjae Hyung yang entah ada dimana- yang menjadikan pacarku barang taruhan itu. yang paling heboh, si Ikan Mokpo dengan tololnya menjatuhkan hairdryer di atas kepalanya hingga menabrak jambulnya dan menghantam pahanya sendiri. Dia mengaduh sebentar dan langsung berisik memaksaku memebritahu keadaan Kara yang sebenarnya.
“Dia dimana sekarang?” Heechul Hyung bertanya sambil menjambak rambutku. Tadinya ia hanya menarik-narik lengan kaosku, namun begitu ia sadar keempat hyungku yang lain melakukan hal yang sama, ia merubah gayanya dengan memegangi rambutku seraya menariknya. Aku benar-benar tidak mengerti dengan Hyung-hyungku yang mendadak rabies ini.
“Di rumahnya. Dia pura-pura sakit” kataku malas. Tanganku berusaha melepaskan cengkeraman Heechul Hyung. Tangannya lepas dari rambutku.
Mereka saling memandang.
“Kenapa pura-pura?” Tanya Yesung Hyung sambil ikut menarik poniku. Aish, tangan Heechul Hyung baru lepas, dan tangan si kura-kura menjamah poniku.
“Kenapa Tanya padaku? Tanya sendiri padanya!.. dan lepaskan rambutku… aish.. rambutku bisa keriting kalau begini..” keluhku jengkel sambil mengibaskan tangan Yesung Hyung. Mereka mengangguk-anggukkan kepalanya sok pengertian. Namun kemudian, reaksi Donghae Hyung benar-benar diluar dugaan..
“Kalau begitu, aku akan kesana, aku khawatir dia benar-benar sakit..” katanya cemas. Aku melotot. Apa dia bilang? Mau menjenguk Kara?
DIA MAU MATI HAH?
“Cepatlah kesana Donghae, Kyuhyun masih harus mengulang satu scene bersama Yesung, kau bisa mengajak Eunhyuk.. eh, dimana Eunhyuk?” Leeteuk Hyung menyahut santai. Kepalanya berputar-putar mencari Eunhyuk Hyung. Ia sama sekali tak sadar dongsaengnya sedang meledak tepat disebelah telinganya.
“Dia akan mati kalau sampai dia berani menjenguk Kara..” kataku dingin. Leeteuk Hyung menoleh kaget. Begitu juga Donghae hyung yang langsung mengkeret melihat wajahku.
“Kalau begitu, aku saja yang kesana, lebih cepat lebih baik kan?.. Aigoo.. kenapa kau melotot selebar itu.. matamu bisa berdarah Kyuhyun-ah…Kau tidak sedang cemburu padaku kan? Ya Tuhan.. apa aku terlihat seperti penggoda pacar orang?..” kata Heechul Hyung sambil mencopot jaketnya, menggantinya dengan kaos lengan panjang dan syal. Eunhyuk Hyung datang, sepertinya dia baru saja ke kamar kecil.
“Kau ikut denganku, Hyuk.. Aish, Cho Kyuhyun, berhentilah melotot seperti itu..” katanya sambil mengibaskan tangannya kedepan wajahku. Aku melotot, dan makhluk menyebalkan itu balas melotot dengan matanya yang lebih besar.
“Aku benar-benar ingin memasukkan kepalamu kedalam blender, Hyung..”
Dia menepuk-nepuk pipiku sambil tertawa. Tidak kelihatan takut sama sekali.
“Aigoo… kau sedang cemburu rupanya.. baiklah, baiklah,,, aku mengerti..” katanya sambil menolehkan kepalanya menatap Eunhyuk Hyung, “Tapi tentu saja aku akan tetap pergi… ini kesempatan emas untuk memenangkan turnamen..” katanya senang.
Tangannya, dengan centil menarik tangan Eunhyuk Hyung yang masih bingung menolehkan kepalanya padaku. Sementara dibelakanganya, baru saja menyambar jaket di depanku, Donghae Hyung ikut berlari menyusul mereka berdua.
Oh…
Oh..
Oh..
Ikan Salmon! Ikan pindang! Ikan Hiu…
Aku benar-benar akan mengabadikanmu dalam kaleng sarden!
*
Kara’s POV
Ada yang memencet bel apartemen.
“Hai, Kara..”
“Halo, sayang..”
“Kau baik-baik saja?”
Dan tiga suara manusia bermasker didepanku menyerbu masuk. Yang pertama dari Heechul Oppa, Hyukjae Oppa, dan terakhir dari.. ya Tuhan, Donghae Oppa ganteng sekali! Ia memakai kaos hitam-putih dengan jambul pendek di poninya. Aku menganga beberapa detik, dan badanku terdorong tangan Heechul Oppa yang memaksa masuk kedalam apartemen.
“Bagaimana kalian bisa tahu apartemenku?” aku bertanya gugup.
Setahuku, Kyuhyun telah menjaga mulutnya untuk hal satu ini. dia bilang sendiri bahwa menyembunyikan alamat apartemenku adalah program kerjanya sebulan ini. Dan sekarang?
“Aku khawatir padamu, dan itu sudah cukup untuk mencari tahu alamat apartemenmu” kata Donghae Oppa panjang. Aku sedikit kaget dengan pemilihan katanya, aish, Oppa-ku satu ini, suka sekali merayu wanita. Eunhyuk Oppa menjawil lengannya.
“Aish, kau masih suka menggombal Donghae-ah.. Kau mau mati?”
Donghae Oppa mengalungkan tangannya ke pundak Eunhyuk Oppa dan tertawa. Mereka berdua mencopot maskernya dan menghampiri Heechul Oppa yang sibuk di dapur. Aku jadi penasaran apa yang tengah mereka lakukan.
“Ada apa? Kenapa kalian mengirimiku pesan banyak sekali tadi siang?” tanyaku saat ingat pesan yang mereka kirim tadi siang.
Ketiganya menoleh bersama. Tersenyum saling melirik. Aku semakin curiga. Pasti ada yang tidak beres.
“Oh, itu..Hmm Aku hampir lupa.. Ngomong-ngomong, kata Kyuhyun, kau sedang sakit? Benarkah? Kelihatannya sehat-sehat saja?” Eunhyuk Oppa menjawab dan semakin kelihatan kalau dia sedang mengalihkan pembicaraan.
“Ada apa Oppa? Kenapa kalian mengirimiku pesan bersamaan? Bahkan, Sungmin Oppa dan Wookie Oppa juga ikut mengirim pesan,.. Pasti ada sesuatu bukan?” kataku sambil melipat tanganku.
Donghae Oppa menundukkan kepalanya. Eunhyuk Oppa sedikit pucat, sementara Heechul Oppa asyik menyesap tehnya, sama sekali tak peduli.
“Memangnya kau pikir ada apa?” Tanya heechul Oppa sambil menaruh pantatnya di sofa dan menyilangkan kakinya. Tangannya mengangkat cangkir teh.
“Biasanya ada yang tidak beres kalau kalian mendadak kompak seperti itu” jawabku ketus. Heechul Oppa mengangkat sebelah alisnya.
“Lalu kenapa pura-pura sakit?” ia menyahut lagi.
“Aish, kalian semua memintaku datang, daripada aku pusing dan dimarahi Kyuhyun, aku lebih baik di apartemen kan?” aku mengelak, “Kalau Oppa tahu aku tidak sakit, kenapa masih kesini?”
Heechul Oppa menaruh cangkirnya diatas meja. Donghae dan Eunhyuk Oppa meliriknya dengan wajah bingung.
“Aku ingin mengajakmu kerjasama” jawabnya dengan muka misterius.
“Sebenarnya ada apa? Kenapa berbelit-belit sekali?” kataku mulai emosi.
“Begini, aku ingin kau memberiku 100.000 won, dan aku akan beritahu sesuatu tentang Kyuhyun”
*
Kyuhyun’s POV
Aku mendobrak pintu apartemennya dan ketiga manusia menyebalkan itu ternyata sudah tak terlihat disana. Kara tengah duduk mengangkat dua lututnya dan wajahnya mendongak melihatku mengganti sepatu dengan sandal rumah.
Aku sedang sangat marah dan sialnya mata gadis itu memerah. Mulutku siap memarahinya, namun tanganku lebih tertarik memeluknya. Dia berdiri. Aku memeluknya dan dia diam saja. Apa dia benar-benar sakit? Kenapa lembek begini?
“Kenapa menangis?” tanyaku setelah lima menit kami berdua hanya diam tak bicara.
“Kau jahat sekali” katanya pelan samba memukuli lenganku.
“Apa?” tanyaku bingung. Memangnya aku salah apa? Bukankah seharusnya aku yang marah-marah karena baru saja dia berselingkuh dengan tiga hyung-ku?
“Kau.. Kau taruhan dengan Hyungmu.. dan k au.. Kau…” kata-katanya terputus, dan suaranya seperti orang tercekik, “HUWAAAAA…. CHO KYUHYUUUNNNN…. KENAPA AKU YANG DIJADIKAN TARUHAAANNNN…. AKU INI PACARMU KANNN….. KAU JAHAT… JAAHAT… “ dan berhamburanlan sumpah serapahnya lengkap dengan banjir air mata dan pukulan bertubi-tubi kearahku. Aku diam mematung. Membiarkannya mengamuk sampai lelah. hanya lima belas menit, setelah itu dia kelihatan dehidrasi.
Aku tersenyum dan menyambar air mineral dari kulkas. Dia masih sesenggukan, dan wajahnya sempurna memerah.
“Minumlah,” kataku sambil menyodorkan air mineral ke tangannya. Dia menoleh dengan wajah tak terima. Sepertinya dia masih berminat meneruskan omelannya sore ini.
“Minumlah, sayang” kataku merajuk, “Setelah itu kau bisa marah lagi.. kalau tidak minum sekarang kau bisa lemas, dan tidak bisa marah lagi” kataku sambil mengelus kepalanya.
Kara melotot galak. Merebut air mineral di tanganku, meneguknya hingga setengah botol, dan menatapku lamat-lamat.
“Kau… Kenapa menyebalkan sekali hah?” teriaknya jengkel. Kelihatan frustasi sekali. Beberpa poni rambutnya menempel di pipinya yang basah air mata. Ia menatapku kesal, dan semakin sebal karena aku terlihat datar, merasa tak berdosa membuatnya kehabisan air mata seperti itu. Mau apa lagi? Dia mau aku menangis? Oh, maaf-maaf saja, aku memang sangat menyukainya, tapi aku cukup waras untuk tidak jadi Lee Donghae yang gemar berurai air mata didepan wanita yang disukainya.
“Aku juga tidak tahu” kataku sambil mengedikkan bahu. Mengapa aku menyebalkan? Mana aku tahu, “Dari lahir aku memang sudah tampan dan menyebalkan kan?” lanjutku sambil terkekeh.
Ia melempar bantal kursinya tepat di wajahku. Bantal kursi yang lengket karena air matanya yang seperti keran wastafel itu. Aish, ini menjijikkan. Aku buru-buru mengibaskan bantal itu ke lantai.
“Aigoo.. Aku cuma bercanda, sayang…”
Ia berbalik dan memutuskan masuk kamarnya. Aku berlari dan mengganjal pintunya yang nyaris tertutup dengan ujung sandalku. Dia melotot, aku balas tersenyum. Ia ngotot menutup pintunya, dan sandalku terjepit ujung pintu. Mungkin gadis itu benar-benar sedang marah hingga kekuatannya mengalahkan anak gorilla. Tangannya mendorong pintu dengan ujung kaki kananku dibawahnya yang terjepit dan mulai sakit. Apa gadis ini berencana memutuskan telapak kakiku dengan pintu kamarnya?
Aku menjerit dan dia masih saja mendorong pintunya.
Akhirnya dia kelihatan puas dan melepaskan dorongannya, membuat badanku terjengkang ke belakang dan mengantuk ujung almari. Dia menyeringai dengan tatapan membunuh, dan menjulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
“Puas?” kataku jengkel, “Kau nyaris memutuskan kakiku.”
Dia tertawa dan membantuku yang berjalan timpang menuju kursi ruang tamu. Dia memeriksa kakiku dengan tangannya. Bahkan sandal rumahnya pun hancur di tangan pintu kamarnya. gadis itu memang luar biasa menyeramkan.
Ia kembali dengan kain pel dan baskom air. Dia sudah tersenyum.
“Sakit, ya?” tanyanya sambil mengompres kaki kananku.
Aku meliriknya dan mengangguk sambil menggigit bibirku untuk meredakan nyerinya. Dia melirikku dan seringai setannya mengembang.
“Aish, baiklah, baiklah, aku tahu kau marah.. Maafkan aku, aku tidak berniat mempermainkanmu, hanyasaja-“
“Memangnya kau berencana memberiku hadiah apa?” potongnya.
Aku melongo. Jadi, mereka juga memberitahu masalah ini juga? Omo.. Hyung-hyungku memang keturunan setan.
“Itu,.. Itu,.. tentu saja rahasia” jawabku gugup. Sejujurnya aku sudah merancang hadiah yang sangat istimewa untuknya, yang tentunya tidak akan bisa ia dapatkan dari orang selain ‘aku’. namun baru saja Kara menghancurkan hadiah utamanya.
“Aish, kau sudah menghancurkannya” kataku setengah mendesah.
“Memangnya apa?” ia masih bertanya penasaran.
“Aku tidak tertarik memberitahukannya padamu. Kau sudah memberi mereka 100.000 won kan?” tanyaku balik. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.
Aku mendongak dan menatapnya semangat.
“Kau serius belum memberikannya?” tanyaku buru-buru.
Dia mengangguk yakin dan aku hampir meloncat karena terlalu bahagia.
“Hadiahnya apa?” serobotnya sambil memegangi tanganku.
“Aku akan menghadiahkan Kim Heechul, Kim Jong Woon, dan Lee Hyukjae untukmu. Kau bebas memperbudak mereka seharian. Kapan lagi kau bisa dapat hadiah seperti itu?”
Dia terlihat syok. Matanya membelalak dan mulutnya menganga.
“Aigoo… jangan menganga didepanku..” kataku sambil mengatupkan daguny dengan tangan kiriku.
“Apa kau serius akan menghadiahkan mereka untukku?” tanyanya serius.
Aku meliriknya dan tersenyum.
“Aku serius” kataku singkat.
“Jadi mereka akan jadi pembantuku seharian?” katanya dengan mata berbinar-binar.
“He’em,” jawabku sambil mengangguk “Aish, kompres kakiku dengan benar..” kataku sambil menyenggol tangannya yang salah menaruh kompresnya di kaki kiriku. Ia menaruh kainnya kedalam baskom air dan mengangkatnya.
“Boleh aku minta yang lain untuk ulang tahunku lusa?” tanyanya sambil menaruh kompres di kaki kananku.
“Kau mau apa lagi? Apakah tiga budak masih kurang?” lanjutku sedikit kesal.
Dia menyeringai.
“Apa aku boleh meminta Donghae Oppa juga?”
Aku mendongakkan wajahku dan entah kenapa aku yakin sekali kalau wajahku menyeramkan sekarang. Gadis itu tersenyum tulus.
“Boleh. Tentu saja, itu kan hari ulang tahunmu, kau boleh minta apa saja” kataku sambil mencoba memaksa tanganku tak memukul kepalanya.
“Donghae Oppa untukku seharian?” tanyanya memastikan. Dan aku benar-benar ingin menyumpal mulutnya dengan kain kompres di kakiku.
“Tentu saja. Aku akan mengirim Ikan Donghae-mu dalam kaleng sarden!” kataku sambil membuang kain kompresnya ke lantai. Aku menarik kakiku dan menjulurkan kakiku ke atas sofa.
Kara menarik-narik kaosku dan mulai merajuk lagi.
“Kyuhyun-ah.. aku hanya bercanda..”
Aku menoleh dan menatapnya serius.
“Aku tidak suka dan itu tidak lucu” kataku sambil memalingkan wajahku menghadap sofa.
*
Kara’s POV
Dia marah lagi.
Aku berbalik menuju kamarku dan melirik jam dinding. Sudah setengah sepuluh malam. Sampai kapan bocah raksasa itu akan marah seperti itu?
Apa jangan-jangan dia ketiduran?
Aku melongok dan mengintip wajahnya yang menghadap sofa. Apa dia bisa bernafas dengan wajah menghadap sofa seperti ini? Atau dia tidak butuh bernafas? Atau dia memang benar-benar setan?
Otakku mulai sembarangan.
Aku bisa melihat wajahnya sekarang.
Dia bisa bernafas.
Dia memang tidur.
Dan dia bahkan mendengkur.
Dia benar-benar manusia.
Eh, dia juga sangat tampan saat tidur.
Aku mengangkat kepalanya dan membenarkan posisi kepalanya. Setelah memastikan badannya tertutup selimut, aku memeriksa kakinya yang terjepit pintu kamarku. Sedikit membiru, namun sepertinya tidak parah. Aku mengambil salep dan mengoleskannya hati-hati. Ia masih tidur seperti kerbau.
Aku melirik wajahnya dan mematikan lampu.
“Kau masih marah ya? Maaf, aku selalu tidak bisa menahan diri untuk membuatmu cemburu. Tentu saja aku bercanda tentang Donghae Oppa. Baiklah, aku mengaku dia memang sangat tampan, tapi aku tidak menyukainya seperti aku menyukaimu. Aku hanya suka melihat wajahnya karena dia tampan. Itu saja. Seharusnya kau tak perlu berlebihan seperti itu” aku melirik wajahnya yang pulas dan menggumam lagi, “Saranghaeyo, Kyuhyun-ah. jangan marah lagi”
*
Kyuhyun’s POV
Ini jam berapa?
Aku terbangun dengan selimut pink didadaku dan segera menyambar ponselku diatas meja. Jam dua malam?
Aku bangkit berdiri dan meraih pintu kamar Kara. Gadis itu sudah tidur.
“Hyun Mi-ah..” kataku sambil menggoyangkan badannya. Ia menggeliat sebentar dan membuka matanya. Aku menyalakan lampu kamarnya dan merapatkan jaketku.
“Kau sudah bangun?” tanyanya sambil menguap.
“Aku akan kembali ke Dorm” kataku sambil membantunya duduk. Dia kelihatan kaget namun terlalu malas mengomel.
“Pulang ke Dorm? Ini jam dua malam Kyu, kau tidur saja di sofa.. Besok pagi kau bisa kembali” katanya sambil menguap sekali lagi.
Aku tersenyum dan menggeleng.
“Aku kedinginan, bodoh” kataku gugup. Aku takut dia salah mengartikan ucapanku dan menghantamkan gulingnya ke wajahku.
“Apa? Kedinginan? Kalau begitu, kau tidur saja disini, dan aku yang tidur di sofa” katanya sambil menyeret selimut tebalnya. Ia bangkit berdiri dan mulai berjalan sempoyongan menuju ruang tamu.
“Tidak. aku pulang saja, aku ada jadwal jam tujuh besok pagi” sergahku. Tanganku memaksanya berbalik menuju kasurnya. Ia duduk dengan selimut tebal di pangkuannya.
“Baiklah kalau kau memaksa. Jangan lupa matikan lampu ruang tamu. Aku tidur dulu, aku ngantuk sekali” dan begitulah, gadis bodoh itu membungkus lagi badannya dengan selimut dan membiarkanku menganga setengah ingin menendang kepalanya.
Omo.. Aku bahkan sudah terpikir akan menginap di kamarnya..Dan dia.. bisa tidur sesantai itu?
*
___________________________
Seoul, seminggu kemudian..
____________________________
Aish, aku benar-benar ingin membuang jam dinding itu…
Wajahku sempurna tertutup bantal dan Sungmin Hyung terus memaksaku bangun untuk ikut lari pagi bersama Hyungku lainnya.
Akhirnya Sungmin Hyung putus asa dan bergabung ke lantai dasar bersama hyungku yang lain. Aku masih meringkuk di kasur sambil menggulung badanku dengan selimut. Kudengar dering ponsel dari meja disebelahku dan dengan hati dongkol menempelkannya di telinga.
“Yoboseyo..”
“Ayo cepat kebawah! Kau masih tidur? Aish, bangkai Kudanil, cepat bangun!”
“Jangan memanggilku bangkai Kudanil!..”
“Kalau begitu cepat bangun..Kyuhyun-ah..”
“Aku tidak bisa membuka mataku, Hyun Mi-ah..”
“Kalau kau tidak ikut, aku akan memperpanjang masa hukumanmu satu minggu lagi!”
“Aigoo… Kau tidak kasihan padaku hah?”
“Aku sayang padamu. Jadi turunlah, dan ayo olahraga, kau bisa mati muda kalau malas olahraga!”
“Cih,.. kau pikir aku percaya? Tetanggaku mati karena kebanyakan olahraga..”
“Omo.. Omo… baiklah, aku akan memasang foto itu sampai bulan depan!”
“Astaga! Kau mau aku mati hah? Mataku bisa katarak kalau foto jelekmu itu menempel disana seminggu lagi!”
“Kalau begitu cepat turun..
“Aigoo.. aigoo… Baiklah, aku akan cuci muka dulu..”
Dan aku kalah lagi oleh gadis tukang teriak itu. aku menyambar handuk dan membasuh wajahku dengan air. Setelah menyikat gigi, aku menalikan sepatuku sambil menempelkan ponselku di telinga. Gadis itu menelponku lagi.
“Apa lagi?”
“Cepatlah!”
Sambungan terputus. Aku memasukkan ponselku ke saku celana dan tidak lupa menjulurkan lidahku pada jam dinding jelek yang selalu membuat mood-ku memburuk itu. Jam dinding dengan gambar kekasihku sendiri yang sedang dicium tiga Namja!
TBC



Bersambung ke Part selanjutnya yang masih ada hubungannya sama jam dinding Kyuhyun, judulnya mungkin: The Clock, The Birthday, The Disaster.
Maaf kalau saya tidak bisa membalas komentnya satu-satu. Pertama, karena saya nggak yakin bisa mbales komentnya satu-satu, dan kalo dibales salah satu, nggak enak sama yang lain. Solusinya, saya insyaallah pasti bakalan bales koment di kolom ‘Fiida’ diatas. Oke?
Salam Hangat buat semuanya. Saya melekan lho buat nulis ini, hehe, so, Dikoment ya? Makasih.

46 thoughts on “Sekuel HOG

  1. ahaaayyy ada saya dataaaaang !!!
    *kasih bunga sebagai penyambutan*

    hyakkk ini tengah malem hampir dini hari yahhhh… ngepost jam sigini.. ah akuh PERTAMAX !!!

    *brb baca dulu yuaaahh *ciyum jhauhhh*

    muah!! ^^

    1. lah laaaahhh.. kok jd potonya si Kara yang dicium tiga Oppa???

      astaga KARA-ssi, ku voodoo kau nanti yah!!! berani-beraninya menyerahkan kulitmu disentuh oppa yang lain!

      aisssh, jincha!!

      *galau tingkat anak sd lulus lulusan*

  2. Howaaaaaa jd itu foto kara di cium chul hae hyuk? Di mana aja tuh di cium nya? Hahahahaha pantes aja kyu emosi lahir batiiiiin. Kara kara ckckckck /gelenggeleng kepala ih itu kyu kirain mau nyiapin suprise -_- part selanjutnya asaaaaaaaap jebaaaaaaaal~

  3. Diluar dugaan!! koq bs foto kara sama eunhaechul seh?!
    apa kejutan kyu diultah kara??
    trus kapan kara bs memperbudak hyuk yesung n heechul??

  4. Waaah
    hahaha
    couple yg 1 ini bner bner, .speechless mau ngoment ap
    seru bget.
    Sneg deh klo mreka syg sygan gtu
    haha. .ksian kyu,foto d jam ny . .
    Haha
    ak tggu lnjutany unn
    hwaiting

  5. wah lucu banget… tapi yang menang siapa nih??? Kyu kalah ya??? kasian bangt dia mesti liatin jam dinding itu tiap kai bangun:)

  6. Ahahahahahaa.. Aku pikir gambar di jamnya itu foto si monkey doang. Eh ini malah foto pacarnya kyu lg dicium hyung2nya pula hahahaha..
    Malang nian nasibnya kyu.

  7. ternyata foto kara m heechul,hyukjae dn hae oppa,,,,kasian kyu mood y buruk trs klo liat foto kara m oppadeul,,akhhh d tunggu az klnjt y,,,,,,,

  8. Dr awal bcnya rasanya pgen ketawa trus..
    Kara emg makhluk luar biasa.. cocok bget disandingkan dg evilmagnae..

    tp q juga suka dg heechul oppa,, ms dy dg gak tahu dirinya masuk apartemen kara dan bkn minum sendiri. ckck

    bnr2 luar biasa daebak!!! ditunggu ff mu yg lain yc..

  9. huweeeeeeeeeeeeeeeeee.. ff nya bikin ngakak part ini!!!!!!!!!!!
    sangat sangat sangat ditunggu2!!!!!!!!!!!!!! DAEBAK!!!!!!!!!!
    ngmng2 itu 3 namja itu siapa? heeppa, hyukppa? atau siapaw?
    apa jangan2 ada haeppa??? >.< aaaaaaaaaaa next partnya jeongmal DITUNGGU!!!!!!!!!!!!!!!

  10. Om6 kyu kau skrn6 l6i omral member suju ya.. Q blh mta 1 6′?? Tpi kmu… Kekekeke.. Maln6ya nasip oppadeul y6 d’loakin k’kara.. I2 jd d’siksa 6′ ya ma kara…

    hahahh trxta i2 y6 d’paj6 beririn6n d6n jm dindin6 tu foto kara d6n oppadeul pnts kyu kejn6” typ p6i low lht i2 jm 5na pose kissue l6i… Men6erikan(?)..

    6okil 6okil daebak b6t.. D’tn6u story slnjtx.. Msh jm dindin6 kn t5nx..

  11. Om6 kyu kau skrn6 l6i omral member suju ya.. Q blh mta 1 6′?? Tpi kmu… Kekekeke.. Maln6ya nasip oppadeul y6 d’loakin k’kara.. I2 jd d’siksa 6′ ya ma kara…

    hahahh trxta i2 y6 d’paj6 beririn6n d6n jm dindin6 tu foto kara d6n oppadeul pnts kyu kejn6” typ p6i low lht i2 jm 5na pose kissue l6i… Men6erikan(?)..

    6okil 6okil daebak b6t.. D’tn6u story slnjtx.. Msh jm dindin6 kn t5nx.. Fi6htin6!!!

  12. idenya gokil banget nih, pasti idenya cosmos….ahahahahaha…

    salah siapa Kyu mau2 aja ceweknya jadi bahan taruhan, udah tau yang ngajakin taruhan bukan orang ”bener”….#ditampol oppadeul…

  13. fidaaa , ampuun deh kali ini bener2 sukses ngeguncang😀 #halah
    adeuh Kyuhyun tega amat dah mau ngehadiahin laki ane buat jd pelayannya Kara >.<
    mendingan lempar Heechul ke ane ,wkwkwk
    wooaahhh masih ada disaster berikutnya , fid ?
    akutungguuu *tebarpisanggoreng*😀

  14. aaa~ ternyata fotonya itu O_O HAHAHA, keren! keren! ga diduga! ><
    tapi penasaran kenapa tiba-tiba jadi foto Kara yang dipajang? next part diceritain kan?! xD
    Hohoho, aku suka banget kalo Kyu udah cemburu garagara Donge ^^~!
    yasyuda~ the disaster, the clock sama the birthday dan TBMN juga Mr.Headstone-nya ditungguuuw~XD

  15. Pntezz ajha si kyu mpeet bngt nglyat foto jam dindingny…wong photonya kara di cium ama 3 hyungnya…untg bkn hae oppa yg nyium kara….wkwkwkwkwk😀
    di tnggu ia onn next storynya….^^

  16. ikan salmon, ikan hiu, ikan apalagi y chingu??
    wkwkwkwkw
    pas lagi galau2ny emng mantrapp kalo bca ff chingu..
    ngakakk!!!!
    sep markoseppp…

    oia, tiga cecunguk ntu mksdny heechul,eunhyuk, sma donghae ya chingu????
    ishh
    enk kalii dcium ama mrekaa
    mauuuuu

    next ff dtunggu ya chinguu..
    fighting!!!

  17. hyaaaa aku ktinggalan lagi huhu tapi gak papa penting baca sama komen hehe . ah oen aku kira sekuelnya yang ini di publish ulang eh ternyata …. wah aku kira foto yang dipajang tuh enhae sama kang heechul ternyata kara sama tiga namnja itu hahaha ngakak pas baca

  18. hahahaa.. kirain awalnya itu jam isinya foto si monyet gunung (baca: eunhyuk) sendirian dgn sok manis atau foto mesra eunhae gt.. ternyata oohh ternyataaaa…
    jadi si kara marah krn kyu brani jadiin dia bahan taruhan yah? hahahaa
    kocakkk😀

  19. aish! saya kira ini saya salah buka ato gimana kok ceritanya sama kayak sebelumnya, ternyata cuma gabungan aja toh
    jadi itu gambar jamnya? lain kali kalo cemburu, pake fotoku aja kyu kkk~
    kara, bagi pembokatnya satu dong, sapa aja bole, tapi kalo bisa donghae ya #plakk

  20. annyeong, aku reader baru😀 riri imnida~ aku udah baca seluruh ff HOG, wkwk aku suka couple ini!! kocak😄 yang ini kapan lanjut?😄

  21. aku bingung ngebayangin posisi kara dicium 3 namja…
    Yg dicium dimana aja? Pipi kanan, pipi kiri, dan bibir (?) #dibunuhkyuhyun

  22. huaaa hop nan neomu joha bacany bner2 ngilangin stress kocak bkin senyum2 sndri
    ga nyangka tu jam dinding potonya kara lg dicium 3 namja kirain yg dipajang potony kunyuk

  23. Hahaha… Apaa!!! Gambar kara yg dicium 3 namja hahaha… Pantas saja kyuhyun males bgt liat jam hahaha

    ide ff nya bagus bgt eonni!!!

  24. Dikirain poto’a thu Kara aja, jdi bngung kenapa kyu malah dongkol liat thu jam? Ekh ternyata krna poto’a Kara la̐ªԍĩ di cium ma 3namja toh ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ..
    Dugh Kara ƍäª peka ape mank saking ngantuk’a jdi gitu??
    Next next..

  25. Gambar jam dinding itu memang bikin mata Kyuhyun Katarak..
    Gimana gak katarak, kalau ngeliat pacarnya dicium oleh 3 namja setiap hari..
    Ish.. ISh.. Ish..
    Kyu yang sabar ya..
    Cinta memang butuh pengorbanan..
    wkwkwkwkwkwk..

  26. Bwahahahaxxx… kirain fto Hyukie, ternyata eh ternyata fto bikin bengkak mata Kyu … *pooorrr Kyu#
    next
    keep writ and hwaiting thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s