Mr. Headstone 2

Author : Haidar Fikri
Main Cast: Lee Hyukjae, Jung Jae Won, Jung Na Ra, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Choi Siwon, Jung Yunho
Support Cast : Yesung, Shindong, Heechul, Sungmin, Ryeowook, Henry, Zoumi,
Genre : Guess What?
Length : Chaptered

 

A girl?

Aku memutar kenop pintu was-was. Aish… baru kali ini aku gugup masuk kamarku sendiri. Dan disebelah barat kasurku, terlentanglah ‘manusia berkelamin remang-remang’ itu. Tidur memakai jaket salju tebal dengan selimut sampai leher, kacamata, dan buku yang menempel di tangannya. Ia bahkan tak menggubris kedatanganku. Aku sedikit bersyukur, ada baiknya bocah itu tak melihat mukaku yang merah hijau saat ini.

Aku menarik laci almari. Mengeluarkan skrip film yang diberikan Manajer Han tadi sore. Membacanya asal-asalan. Mengutuki pengarangnya dan kemudian buru-buru menaruhnya lagi diatas meja.
Aku menarik selimutku sambil menata bantalku. Sesekali mataku melirik Je yang masih membaca dengan anggunnya. Menjengkelkan sekali anak itu, kenapa tak mengajakku bicara? Sekedar mengucapkan selamat tidur? Aish.. apa harus aku dulu yang memulainya?
Cih.. benar-benar mirip Cho Kyuhyun! Bedanya, Kyuhyun jelek dan tua , sedangkan Je tampan dan manis.
Andwae!
Sampai matipun aku tak mau menyapanya duluan… memangnya dia siapa?
“Je..” Nah, lalu mengapa aku memanggil namanya? Aku sedikit terkejut dengan suara yang baru keluar dari mulutku. Dan Je? Ia menoleh. Hanya menoleh padaku tanpa bilang apa-apa. Baguslah Lee Hyukjae, kau sekarang tak punya harga diri lagi…
“Kau tidak tidur? Bukannya besok ada latihan jam sembilan… Kurasa sebaiknya kau istirahat” kataku. Aku manis sekali kan?. Ia mengernyitkan keningnya. Menaruh kacamatanya. Bangkit berdiri meregangkan punggungnya. Masih tak berkata apapun padaku. Aigo.. apakah mulutnya itu batu?
“Ne..” jawabnya singkat. Ia membanting badannya ke kasur.
“Kau tidak kepanasan memakai jaket tebal seperti itu? bukannya hari ini panas sekali ya?” aku bicara lagi.
Ia menoleh melihatku. Dia tersenyum…
Astaga…
Anak itu tersenyum….
Dan senyumannya…
Aish..
Kenapa aku menelan ludah lagi?
“Aku biasa tidur seperti ini, Selamat malam Hyung..” katanya sambil mematikan lampu duduknya. Aku masih setengah sadar. Masih memelototi wajahnya yang sudah tiduran di bantalnya.
“Ne.. Selamat Malam Je..” jawabku pelan. Aku ikut membaringkan kepalaku ke bantal. Tapi mataku sulit sekalii mengatup. Bahkan setelah setengah jam.
Kudengar ponselku yang tergeletak diatas meja bergetar. Aku mengambilnya dengan tangan kiriku. Mencoba meminimalisir suara gemerasak. Takut Je terbangun. Karena aku tahu betul siapa yang membuat Ponselku bergetar.
Pasti, tiga manusia menyebalkan di kamar sebelah. Mereka mungkin tengah mengungsi di kamar Ryeowook yang memang bersebelahan dengan kamarku. Kebetulan lima member kami memang tengah Promo album di China. Kamar mereka tak berpenghuni sekarang.
Aku melirik pesan masuk. dari Donghae.
Bagaimana? Apa target sudah tidur?
Aish… Target dia bilang?
Dapat darimana kata-kata konyol seperti itu?
Pasti dari Kyuhyun yang tidak normal sejak lahir itu, pasti dari dia!
Baiklah, Sedikit kuakui kalau Donghae memang sudah ikut tidak normal sejak tadi.
Ne… Apa kalian serius mau melakukannya? Bagaimana kalau dia tiba-tiba bangun?
Aku menekan tombol ‘kirim’. Dan beberapa detik kemudian, sebuah pesan masuk ke ponselku. Kali ini dari Kyuhyun. Sudah kubilang kan mereka pasti sedang bergerombol di kamar sebelah?
Tentu saja kami serius.. baiklah, lakukan tugas pertama dengan benar… Waktumu lima menit..
Aku menarik selimutku. Menurunkan kakiku dari ranjang. Berjinjit-jinjit menyeret koper Je dan menyurungkannya keluar kamar. pintu berderit kecil. Setelah itu tertutup pelan. dan didepan pintu, kulihat tiga anak aneh itu. melihatku dengan muka bersinar terang.
“Bagus Hyukjae… Kau memang bisa diandalkan” Kyuhyun menepuk bahuku senang. Aku melotot kearahnya.
“Hyukjae kau bilang?”
“Ani.. Aniyo… Hyukjae Hyung … aku tadi sedikit salah bicara..” ralatnya dengan muka bodoh. Aku memukul kepalanya. Siwon menyeret kopernya menuju kamar Leeteuk Hyung yang kosong. Kami bertiga membuntutinya dari belakang. Donghae yang berjalan disebelahku berkali-kali meniup-niup telapak tangannya.
“Kau kenapa? Kedinginan? Sini aku peluk..” kataku sambil meraih pundaknya. Ia memukul lenganku.
“Aniyo..Aish.. Hyuk… Jauhkan tanganmu dariku…”
Aku meliriknya.
“Kau kenapa lagi? Bukannya biasanya kau yang suka memelukku dari belakang?” tanyaku jengkel. Ia mengedikkan bahunya.
“Aniyo.. Aku ini sedang gugup… Jangan dipeluk… Aku jadi tambah gemetar..” katanya sambil memasang wajah takut. Aku benci sekali kalau Ikan jelek ini mulai sok imut…
“Hya.. Lee Donghae.. Jangan pasang wajah sok imut begitu didepanku …” kataku sambil menutup wajahku dengan tangan.
“Aish… Lama-lama aku bisa benar-benar tidak normal kalau dekat-dekat denganmu Hyuk…” omelnya. Aku membuang muka.
“Memangnya kau gemetar kenapa?” tanyaku mengalah. Berusaha tak membahas lagi masalah wajah jelek-sok imutnya yang menyebalkan dan bodohnya malah membuatku grogi itu.
“Aku benar-benar takut kalau ternyata dia Namja..”
Aku menatapnya setengah kaget.
“Maksudmu kau berharap dia Yeoja begitu?” tanyaku.
“Ne… Aku sedikit berdebar kalau menatap matanya…”
Aigoo…
Lee Donghae….
Apakah kepalamu hilang?
Siwon mulai membuka kopernya. Aku yang sedang sedikit ricuh dengan Donghae ikut menggerumbul. Merubungi koper Je. Penasaran dengan isinya.
“Cari dengan teliti kalau-kalau kalian menemukan benda mencurigakan..” Siwon menginstruksi.
“Benda mencurigakan bagaimana?” tanyaku sedikit tidak paham. Kyuhyun menjitak kepalaku.
“Aish.. Hyung.. Kau tolol sekali.. tentu saja propertinya yeoja…” katanya. Siwon dan Donghae mulai mengobrak-abrik koper Je. Mengeluarkan isinya satu-satu. Disebelah mereka, Kyuhyun –dengan sangat antusias- bertugas mengibas-ngibaskan pakaian Je yang keluar dari kopernya. Ia berasumsi kalau Je bisa saja menyembunyikan propertinya didalam lipatan baju karena takut ketahuan.
Aku mengikuti Kyuhyun mengibas-ngibaskan pakaian Je.
Koper sudah separuh kosong. Dan benda yang kami harapkan bisa ditemukan di koper Je tidak ditemukan. Donghae dan Kyuhyun bertatapan cemas. Anehnya, mereka juga mulai berkeringat. Siwon masih focus dengan isi Koper Je yang tersisa.
Bravo!
Kami tidak menemukan apa-apa!
Donghae dan Kyuhyun menidurkan badan mereka diatas kasur leeteuk Hyung. Berpandangan dengan wajah lemas. Aku menyeringai sambil ikut mendesakkan badanku diantara mereka berdua.
Siwon berdiri didepan ranjang. Mukanya serius. Dahinya berkerut.
“Aneh sekali,… Aku tidak menemukan celana dalam…” ucapnya pelan. kami bertiga serentak bangun. Duduk melipat kaki sambil memandangi Siwon.
“Benar juga… tidak ada celana dalam…” Donghae mengulangi ucapan Siwon.
“Apa dia tidak pakai celana dalam ya?” Kyuhyun menyela. Kami meliriknya dengan muka mengejek.
“Aigoo… Tidak memakai celana dalam itu artinya kau bunuh diri… Kau tahu sendiri kalau celana yang kita pakai tidak selalu longgar …” kataku. Kyuhyun ganti melirikku.
“Kau pernah coba Hyung? Omona… pasti gatal-gatal..” katanya sambil tertawa.
“Omona… Kau hebat sekali Hyuk… apa tidak bengkak?” Donghae ikut heboh. Siwon berdehem. Mencoba menengahi.
“Menurutku mungkin dia menyimpannya ditempat lain..” katanya.
“Kira-kira dimana?” Donghae bersuara.
“Tas plastik?” Kyuhyun berkomentar.
Mendadak aku mengingat sesuatu.
“Ne… Aku tadi melihatnya menaruh tas plastic disebelah kasurnya..” ucapku semangat. Tiga anak tampan didepanku itu berteriak senang.
“Kalau begitu kenapa tidak kau ambil hah?” Kyuhyun menyahut.
“Mana aku tahu kalau isinya celana dalam..” kataku membela diri. “Aku benar-benar tak habis pikir kalian berdua bisa setidak normal ini…” komentarku sambil melirik Kyuhyun dan Donghae.
Mereka berdua menyeringai.
“Memangnya kau sendiri tak penasaran huh? Awas saja kalau Je itu Yeoja, kau harus jaga jarak dan pindah kamar! biar aku saja yang menjaganya…”
Omona…
Lee Donghae gila…
“Andwae! Bukannya sudah kubilang dia itu milikku Hyung.. Aish.. Kau cari yeoja yang lain saja… biarkan dia untukku..” Kyuhyun menyela.
Mereka kembali saling menjitak.
Siwon berdehem lagi. mungkin telinganya mulai sakit dengan teriakan dua bocah itu.
“Hyukjae.. kita tunggu besok pagi saat dia mandi saja bagaimana? Kunci dia di kamar mandi…” katanya.
“Lalu kita ambil handuknya..” Kyuhyun menambahi. Aku melotot. Donghae tersenyum senang sambil ber-high five dengan Kyuhyun.
“Lalu kita periksa tas plastiknya…” kata Donghae senang.
Aku tertawa sambil memelototi mereka berdua.
“Ne… Aku setuju..” kataku semangat.
*

Pagi ini mendebarkan. Cho kyuhyun yang biasanya gemar sekali jadi kerbau pagi-pagi, kini sudah duduk manis di ruang tengah. Didepannya, Ikan Mokpo juga sudah cuci muka. Siwon masih awut-awutan disebelah Donghae. Aku membuka pintu kamarku, dan tiga namja itu memasang wajah semangat.
“Dia sudah masuk kamar mandi..”

Kyuhyun bangkit berdiri. Mematikan listrik. Seketika gelap. Terdengar suara shower mati. Kyuhyun membuka pintu luar kamar mandi dan bocah itu menyambar handuk Je yang menggantung di gantungan disebelah Bathtub.

Hening.

Kami gugup menunggu.

“Bisa mita tolong?” sebuah suara dari kamar Bathtub mengagetkan kami berempat. Itu suara Je. Baiklah, ini masih gelap dan aku tak bisa melihat ekspresi tiga namja bodoh didpeanku.

“M—Mwo?” Donghae menyahut dan suaranya gemetar.

“Bisa pinjami aku handuk?” Je menjawab.

“N-Ne” dan si Ikan Mokpo itu menjawab dengan suara gemetar lagi. Omona… Ikan Mokpo itu memang benar-benar….

Kyuhyun menarik langkahnya mundur. Ia bersiap menyalakan lampu setelah Donghae memberikan handuk kecil miliknya, -yang memang hanya cukup untuk menutupi bawah pusar hingga lutut-.

Terdengar suara kecipak air dan langkah kaki dari Bathtub.

Aku berkeringat sekarang.

Je pasti sudah keluar sekarang. aku bisa melihat siluet tubuhnya walaupun tak ada penerangan sama sekali diluar kamar mandi.

Dpp!

Kyuhyun menyalakn sakelar.

Dan terlihatlah manusia berkelamin dipertanyakan itu didepan kami.

Tinggi menjulang.

Dengan hanya handuk kecil melilit bawah pusarnya.

Dia mengerutkan kening melihat kami yang  memelototi dadanya.

“Ada apa?” tanyanya dengan suara beratnya.

Kami tak menjawab. Hanya melongo.

Dan mata kami masih mengamati dada-bidangnya.

Lalu menatap bibirnya yang merah dan wajahnya yang sempurna.

Menelan ludah kekecewaan.

Dia ….

….seorang ….

……Namja. ….

Benar-benar Namja.

*

Selepas moment pembuktian yang mendebarkan itu, kami berkumpul untuk sarapan di ruang tengah. Pagi ini Gori ahjumma memasakkan bbulgokgi.

Aku dan Siwon melirik Donghae.

Donghae menyumpit bbulgokgi tak bersemangat. Wajahnya mengeluarkan aura patah hati.

Kyuhyun yang sedang disebelahnya terlihat datar seperti biasa.

Je, seperti biasa, makan dengan tenang tanpa melirik sekitar.

“Je, bibirmu belepotan” Kyuhyun bersuara. Tanganyya menyambar tissue dan menyapu bekas saos yang tersisa di ujung bibirnya. Je tersenyum, Kyuhyun ikut tersenyum menyebalkan.

Aku, Siwon dan Donghae melirik mereka berdua.

“Ne, Hyung, gomawoyo..” katanya sambil membersihkan mulutnya lagi. ia berdiri dan Kyuhyun masih tak melepaskan matanya dari bibir Je.

Je meraih kenop kamar. membukanya dan masuk tanpa suara.

“Hya Cho Kyuhyun!.. apa yang kau pikirkan hah?” Donghae menjitak kepala Kyuhyun.

“Omona… Ikan… kenapa kau memukul kepalaku?” teriaknya ganti. Je sudah resmi masuk kamarnya sekarang, dan mereka berdua –maksudku Kyuhyun dan Donghae- mulai beradu mulut lagi.

“Aish… Kau itu membuat selera makanku hilang, kau tak lihat dia itu Namja hah? Kenapa masih saja memperhatikannya?” Donghae berkacak pinggang.

Kyuhyun tersenyum tak berdosa.

“Memangnya kenapa kalau dia Namja? Bukannya kemarin-kemarin kau juga memegangi bibirnya?”

Omona.. Cho Kyuhyun,

“Hya Cho Kyuhyun!.. Apa maksudmu? Dia itu Namja!”

“memangnya kenapa-“

Aku dan Siwon memukul kepala mereka berdua.

“Aish… Hyung… aku ini normal… aku tidak suka padanya,..” katanya sambil menata rambutnya yang acak-acakan.

“Lalu tadi itu apa?” Donghae masih emosi.

“Aku hanya simpati padanya” kata Kyuhyun lagi.

“Mwo? Kenapa kau simpati padanya?” Siwon ikut menyahut.

Seringai setannya mengembang lagi.

“Karena bibirnya membuatku lapar… HAHAHAHAHAHAH…..”

Ia tertawa sambil berlari menuju kamarnya.

*

Kami berempat bergegas masuk mobil.  Je terpaksa duduk disebelahku karena joktengah penuh muatan. Donghae dan Kyuhyun membawa koper yang entah isinya apa. Aku duduk dengan kepala lurus kedepan. Sedikit pura-pura memainkan ponsel walaupun sebenarnya tidak ada pesan ataupun telpon masuk.

Hari ini aku akan ketemu Komikus sialan itu.

Siapa namanya? Jung Na Ra?

Aish, lihat saja kau gadis sialan!

“Ada apa Hyung?” Je menjawil lenganku. Aku menoleh kearahnya.

“Memangnya ada apa?” aku balik bertanya karena memang aku tak mengerti ia sedang menanyakan apa.

Dia menuding mulutku.

“Kenapa?” aku bertanya lagi.

“Kenapa mulutmu maju-maju begitu Hyung?”

Dan meledaklah tawa seluruh penumpang mobil.  Sialan sekali. Kenapa lagi dengan mulutku?

“Hya… Kau tak tahu Je? Dari lahir mulutnya sudah begitu, suka maju-mundur sesuai isi hati..” Kyuhyun menyahut dari jok tengah. Donghae memukuli pundak Kyuhyun sambil tertawa. Siwon yang duduk didepan hanya tertawa sebentar. Aish.. in pasti akan panjang kalau Kyuhyun sudah ikut-ikutan.

“Isi hati?” Je bertanya semangat. Aku melotot kearah Kyuhyun yang hanya dibalasnya dengan seringai lebar.

“Kalau maju berarti sedang kesal, kalau mundur berarti sedang bahagia, kalau miring berarti sedang gila, kalau terbuka berarti sedang lapar..” terang Kyuhyun panjang. Donghae tak bisa berhenti tertawa. Siwon sudah tak fokus lagi membaca Koran Amerika-nya. Mereka bertiga kelihatan semangat seklai mendengar penjelasan Kyuhyun.

Kyuhyun memang pintar bicara. Mulutnya berbisa dan beracun. Sungguh sial bagi segenap manusia yang harus berurusan dengannya.

“Diamlah kau bocah tua,” balasku sambil menjitak kepalanya.

*

Jung Na Ra.

Kira-kira dia wanita seperti apa?

Aku dan dia akan bertemu di restoran jam sepuluh. Itu artinya sekarang aku akan bertemu dengannya. Tapi bagaimana aku bisa mengenali wajahnya?

Aku memeriksa ponselku berharap dia mengirimiku pesan atau menelpon.

Aku memang masih emosi dengan gadis itu, tapi aku harus bertemu dnegannya lebih dulu, agar aku bisa mendampratnya dan memaksanya mengganti plot scenario.

Tapi dia dimana?

“Ehm, kau sudah datang?”

Reflex aku menoleh. Dan saat itu juga mataku melotot.

“Je?” kataku kaget.  “Kenapa kau memakai pakaian.. seperti ini?”aku melirik pakaian yang diapakainya. Aigoo… apa ini bagian dari penyamaran?

Aku saja yang anggota Super Junior tak menyamar seekstrim dia, nah dia, baru berapa hari bergabung dengan Subgroup, Mengapa pakai acara menyamar jadi yeoja?

Berlebihan sekali, walaupun kuakui dia kelihatan sangat cantik dengan baju yang dipakainya sekarang.

“Je?” dia balik bertanya. alisnya menyatu. Kepalanya menoleh ke kanan-kiri. Ia menatapku lagi, dan aku masih menatapnya.

“Apa Jae Oppa juga disini?” tanyanya lagi. aku mengernyitkan kening. Apa dia bilang? Jae Oppa?

“Tidak usah pura-pura Je, kenapa menyamar begini, tidak lucu” balasku malas.

Dia menggelengkan kepalanya. Lalu membungkuk memmberi salam.

“Annyeong Eunhyuk Oppa, Jung Na Ra imnida”

DOENG…

Kepalaku seperti dihantam pantat Kyuhyun.

Jung Na Ra yang itu?

Atau Je yang menyamar jadi wanita?

“Apa aku kelihatan seperti namja?” ia bertanya sambil memainkan rambutnya. Aku meliriknya syok, dan aku  tidak bisa bilang apa-apa.

Apa benar dia ini yeoja?

“Hya.. Eunhyuk Oppa… kau tak dengar suaraku suara yeoja, huh?” Na Ra merajuk lagi. aku masih belum berkedip memelototinya. Aigoo.. Kalau sampai Donghae dan Kyuhyun tahu ada seorang yeoja yang wajhanya sama persis dengan Je, pasti mereka benar-benar akan duel.

“Oppa?” gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku.

Aku mengedip.

“Ne… Gwaenchanayo… Eunhyuk imnida..” kataku membalas salam perkenalannya. “Kalian kembar?”

Dia mengangguk sennang.

“Ne.. dia kakakku dan kami kembar.. Kenapa? Apa aku tampan?” ia menyahut semangat.

“Aniyo..” kataku cepat. “Tapi Oppamu yang cantik” kataku jujur. Gadis itu tertawa lebar memperlihatkan giginya yang berbaris teratur.

“Ne.. Oppaku memang cantik..” katanya berkomentar.

Ia menyeret kursi disebelahnya dan kami mulai bicara masalah komik dan film itu. sambil menunggu, kami memesan kopi dan beberapa kali bergurau masalah komiknya. Emosiku menguap entah kemana.  Aku bahkan lupa akan memarahinya siang ini.

Aish, aku memang selalu kalah dengan wajah wanita.

Selalu saja tak bisa marah dnegan wanita cantik.

Namun mungkin alasan paling tepat kenapa aku tak marah begitu saja adalah karena aku masih sangsi: apa benar dia yeoja?

Dan tanpa alasan yang masuk akal, mendadak aku berharap yeoja didepanku itu Je.

Omo… sepertinya aku tertular Kyuhyun..

*

end of 2

________

Sory lama

________

33 thoughts on “Mr. Headstone 2

  1. smoga first^^
    akhirnya muncul juga…
    Itu gimana tukerannya oen?
    Bisa tiba2 bertukar tempat kaya jin yg langsung *tring #kira2 begitu suaranya…
    Disini kenapa kyu sama hae yg jadi yadong?
    Aku ganti id dri siryeo jadi ryeosi ya oen #padahal cuma dibalik kekek

  2. ternyataaaaaa..
    padahal udah ngarep kalo je itu perempuan lho *ketularan KyuHae*
    Ternyata dianya aja yang cantik..

    akhirnyaaaaa… setelah sekian lamaa.. keluar juga FF lucu yang bikin penasaran setengah mati ini.

    yang lainnya ditungguu ^^

  3. Kembar???
    hyuk jd mkn deg2an kalo liat je.. pdhl dy pengen je yg jd yeoja,, secara je cantik bgt sbgy namja.. kyuhae jja berebut,,apa jd.a klo kyuhae tw ada yeoja yg mirip je…..
    pasti bkln seruu duel.a…
    g sabar nunggu next part.a…

  4. aiggggggoooooooooo..onnie aq kira je it bnr2 yeoja tp ternyata namja,,bhahhahahaha,,,,,,akhhhh berarti je pny kembaran,,,gimana y reaksi oppadeul,,,akh di tunggu az next part y,,,keep writing,,,,,,,,,,,,,,,,oya onn y foto je it foto cva?

  5. Mwo?? Jadi Je bener2 laki?? Dan Je itu kembaran ma nara?? Omo,, omo,, omoo..

    Dan apa2an itu, kepala hyuk serasa terhantam pantat kyuhyun?? Aigooo, aku ngakak guling-guling, inget pantat kyu yang seksi..

    Bibir hyuk suka berubah sesuai isi hati?? Maju lagi kesal, mundul lagi senang, miring lagi gila, mangap lagi laper.. Nah kalo bibirnya mengsol brarti apa fiida??

    Ayo kyu-hae berduelah untuk dapetin nara, walopun si monkey-moon yg bakal menang.. Mwahaha

  6. annyeong..
    stela berhiatus ria mmbca ff (?)
    akhrny bsa bca n komen lgi..

    chingu,
    sbnrny jae ama na ra ntu stu kesatuan ato tdk si???
    sya mah mkin pnsran jdinya atuu…
    kekeke

    brhrap kalo kali ne hyukjae yg dpet ntu cew..
    aminn, aminn

    next ff dtunggu chingu..
    fighting!!!

  7. Ahhh unyuk.. Q ka6ak tirim… Sumi q d’bln6 tua, jelek hik ..hik.. Kn cma mukax a6k boros(?) ja..hehehehe

    Ihh pd nafsu b6t sh ma je..kyu j6..
    Warrnin6”.. Bahay klow KyuDon6 taw k’bradaan kloni6x je y6 bda klamin.. Bsa pern6”an6(?).. Tpi lht reaksi unyuk kykx smua bkln lbh nafsu ke je.. Hahaha.. Konslet semua dh.. hemm d’tn6u part slnjtx.. Fi6htin6.. Fi6htin6…!!!

  8. SinyaL BanyaK. . .
    Jadi semangat ngomenn. . .
    Author aku seneng bgt k ff mu. . .lucu-lucu. . .
    Panjangin dunn. . .jd 30 lmbr gitu *hahaha. . .maunya*
    nananana. . . .nana . . .nana
    banyak sinyaL. . .ng0men apa lagi ya. . .

    Hahahaha . . .

  9. owowow, ini je kembar?! yang cowok cantik, yang cewek ganteng?!
    bikin cinta segilima ya, onn, biar rame ceritanya. ahahaha

    aish! apa saya sudah ketinggalan banyak ff?
    sepertinya saya harus mengejar ketinggalan, kalo ada waktu aku baca ya, onn
    sekarang tugas menunggu

  10. hik hik ..
    cemburu qw ama jae , dy bisa di ska ama cowok” kece ..
    hehee
    btw .. knapa mua FF ni bkin qw glisah nungguin klanjutannya ea ?????

  11. Aigo..aigo…
    Ternyata je itu NAMJA
    #BWUAHAHAHAHAHAHAHA….
    Ngenes bgt ngebayangin kyu, eunhyuk, siwon, dan donghae yg patah hati eonni haha

    dan ternyata je itu kembar!
    Eunhyuk pasti benar2 menyembunyikan jung na ra
    hahayyy….
    Seru eonni…..
    Jd wajah si Je ngikut ke adek nya yg cwe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s