The Lost Empire (2)

The Lost Empire (2)

Author : Joan Kazao

Genre: Adventure, Fantasy.

Length : Chaptered

Part 1 : http://www.facebook.com/profile.php?id=100001228608498#!/note.php?note_id=228013757247237

Cast: Kyuhyun: Cho Kyuhyun, Reina: Reina Glord Wijhkouvic, Siwon: Choi Siwon, Aiden Lee :Lee Donghae,  Jae: Lee Hyukjae, Kim : Kim Jong Woon, Han: Hankyung

*Mungkin agak berat. Banyak istilah, banyak karakter. Pada dasarnya memang ini bukan FF, melainkan Novel Fantasi –setebal 300-an halaman yang sekarang hilang entah kemana- yang ditulis ulang dan diganti Cast-nya. Seratus persen Fiksi, semua istilah yang digunakan disini adalah murni ‘BOHONG BESAR’: alias tidak ada di alam nyata, hehe. Kalau ada yg tidak dimengerti silahkan ditanyakan di koment, di part selanjutnya sebisa mungkin akan saya jelaskan. Mirip Harry Potter? Maklum, Saya penggemar berat JK. Rowling. Selamat membaca dan semoga tidak sakit kepala. (Regards: Joan Kazao)

Part 2

Aku tidak membencinya. Dia kakakku dan satu-satunya saudaraku. Aku hanya tidak menyukainya. Kenapa dia selalu memiliki yang kuinginkan? Bisakah senadainya aku memiliki satu saja hal yang paling ia inginkan?

*

Mulut Reina terbuka setengah menganga. Mengamati Kyuhyun yang menaiki Gravor dengan kaki kirinya. Reina baru tahu bahwa Gravor setinggi satu setengah kali tinggi tubuhnya. Reina melirik rok selutut yang dipakainya, berpikir bagaimana caranya ia bisa mencapai punggung Gravor itu, namun otaknya buntu dengan kakinya yang tak sampai dan roknya yang kependekan.

Ia butuh bantuan, tapi siapa?

Kyuhyun? Bocah angkuh ini?

“Kau butuh bantuan?” Kyuhyun yang sudah duduk tenang diatas punggung Gravor menundukkan pandangannya mengamati Reina.

“Kalau kau tak keberatan” jawab Reina singkat. Kyuhyun turun dari punggung Gravor-nya. Mengamati Reina lagi. menerka tinggi tubuhnya.

“ Minumlah susu yang banyak. Bagaimana kau bisa sependek ini?” katanya. Reina melotot mendengar ucapan pangeran berambut pirang itu. “Naiklah, sebelum aku berubah pikiran” sambung Kyuhyun. Ia menundukkan punggungnya, menyuruh Reina memanjat punggungnya.

Bagaimana kalau rokku menyingkap saat aku berdiri diatas kepalanya? Bagaimana kalau dia lihat? Bagaimana kalau..

“Aku tidak akan melihatnya. Aku tidak tertarik dengan isi rokmu..”

Reina menundukkan wajahnya. Menahan emosi.

Bagaimana seorang pemuda bisa bicara hal sesensitif itu didepan wanita? Apa dia ini tak pernah ikut pelajaran moral bangsawan?

“Kau mau naik atau tidak?” Kyuhyun mengagetkannya.

Reina menaikkan kaki kirinya ke pundak Kyuhyun setengah hati. Ia naik, namun wajahnya menghadap turun.

Aku akan membunuhmu kalau kau sampai mendongak mengintip rokku tuan menyebalkan!

“Oh, ayolah.. Berapa kali aku bilang aku tidak tertarik dengan isi rok-“

Dag!

Reina mendaratkan tangannya ke puncak kepala Kyuhyun.

“Kau mau aku banting?” Kyuhyun yang sedikit bangkit berdiri kembali merendahkan punggungnya.

Reina mengeratkan pegangannya. Kyuhyun kembali mengangkat tubuhnya sambil mendekatkan punggungnya kearah Gravor yang berdiri disebelahnya. Reina tak bergeming. Tangannya yang memegangi punggung Gravor, menaikkan sebelah kakinya. Kaki kananya menyusul kemudian. Dia duduk dengan benar sekarang. Kyuhyun duduk dibelakangnya. Menahan tali kendali Gravor yang mereka naiki.

“Pegang talinya seperti ini… Pegang pelan-pelan saja…seperti ini…” tangan Kyuhyun memegangi tangan Reina. Tangan Reina memegangi tali kekang. “ Jangan menginjak perutnya atau menarik bulunya.. dia bisa mengamuk dan jangan smapai kau mencabut bulu sayapnya… kau akan dapat masalah besar..”

Reina menarik tali kekangnya ragu-ragu. Memutar ujung talinya ke telapak tangan.

“Hentak pelan-pelan saja.. kita akan mulai terbang..”

Reina menggenggam tali kekangnya dan menghentaknya sepelan yang ia bisa. Gravornya tak bergerak dan yang pertama marah adalah lelaki pemarah dibelakang punggungnya.

“Kau tahu artinya ‘menghentak’?” sindirnya sinis.

Reina mendengus.

“Kau benar-benar tak tahu artinya ‘menghentak’?” suara Kyuhyun naik satu tangga.

Reina menghentakkan talinya sekali lagi. Gravornya melesat. Tapi melesat terlalu cepat.

*

Siwon melihat adiknya yang tengah mengajari Reina naik Gravor dan bagaimana mereka berdua sibuk bertengkar dari tadi. Ini pemandangan yang menarik. Siwon merasa adiknya menemukan kesenangan baru selain kesenangan men-jahati kakaknya.

*

Kim melajukan Gravornya tepat disebelah Aiden. Mereka saling menyeringai dan mempercepat kecepatan laju Gravornya. Disebelahnya lagi, Han mengendarai Gravornya dengan kecepatan merangkak. Pangeran bertubuh jangkung itu kelihatan sangat menikmati perjalanannya –tentu saja karena ia bisa tidur sambil mengendarai Gravornya, itu keahlian yang sangat ia kuasai-. Jae yang mengendarakan Gravornya tak berselera melirik Han antusias.

Mendadak dari arah selatan, seekor Gravor dewasa melaju diagonal dengan lajur miring. Menabrak ekor Gravor yang dinaiki Han –yang masih tidur-. Gravor Han meringkik dan mengibaskan ekornya kasar. Han bangun gelagapan.

“Tidak bisakah kau mengemudikannya dengan benar? Kubilang pegang talinya biasa saja, jangan ditarik seperti itu.. HEI.. HEI…. KAU MAU MATI? Kenapa kau cekik lehernya?”Kyuhyun berteriak tepat dibelakang telinga Reina. Reina tak bereaksi. Ia terlalu tegang. Matanya masih fokus melihat kedepan, smeentara tangannya –dengan sangat kaku- memegangi tali kekang.

Angin menerbangkan rambut Reina menutupi wajah Kyuhyun dan membuat mukanya gatal.

“Kau diam saja!… Daripada terus berteriak seperti itu lebih baik kau bantu aku memegangi talinya!” Reina berteriak sambil mulai menggapai-gapai Kyuhyun mencari pegangan.

“Kalau kau terus mencekik lehernya, Gravornya akan berbalik dan menerkam kepalamu!” Kyuhyun berteriak balik.“HEI…. HEI… JANGAN MENJAMBAK RAMBUTKU…”

*

Siwon menghentakkan tali kekangnya. Gravornya terbang merendah. Tepat dibwah Gravor Kyuhyun yang bergerak tak stabil, atau lebih tepatnya: mulai jatuh.

Gravor Siwon kini hanya setengah meter dibawah Gravor Kyuhyun. Kyuhyun mernagkul Reina dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegangi tali kekang yang dengan tidak sengaja mencekik leher Gravornya, membuat Gravornya terus berontak.

Lepaskan dia, aku dibawahmu..

Kyuhyun merundukkan kepalanya. Melihat Siwon yang terbang setengah meter dibawah Gravornya.

“Dengar.. lepaskan peganganmu.. Siwon ada dibawah.. Gravor ini tak akan terbang baik kalau aku tak bisa membuka tali lehernya.. Cepat..” Kyuhyun sedikit panik, memerintah Reina yang masih saja menutup matanya dan mengeratkan pegangannya ke tangan kanannya.

Aku takut bodoh..

“ Kau tak akan jatuh..” suara Kyuhyun beradu dengan angin dan ringkikan Gravor yang terus saja bergerak tak terkendali.

Siwon melajukan Gravornya ke kiri. Berusaha menggapai tangan Reina.

“Berikan tanganmu..” teriaknya.

Reina tak bergeming. Tangannya masih memegangi tangan kanan Kyuhyun. Kyuhyun menghentakkan tali kekangnya. Juga Menghentakkan kakinya ke tali pelana Gravor yang mereka naiki. Sialnya, Gravor yang mereka naiki melakukan gerakan memutar. Mereka terbalik menghadap tanah. Kyuhyun tidak punya rencana lain selain memeluk gadis didepannya erat-erat.

*

Aku jatuh…

Reina membuka matanya dan tidak bisa mendengarkan apapun selain deru angin. Ia masih bingung dia sedang dimana, hingga kornea matanya menangkap wajah Kyuhyun –yang tubuhnya tertindih Reina- yang tengah berteriak memintanya segera bangkit duduk. Reina baru sadar mereka dimana, diatas Gravor yang dinaiki Siwon. Ia menindih Kyuhyun –dengan posisi menggelikan-, dan Kyuhyun jatuh diatas Gravor Siwon. Mereka berhadap-hadapan sekarang.

“Cepat duduk, kau mau aku mati kehabisan nafas?” Kyuhyun berteriak menyuruh Reina mengubah posisinya. Reina masih merangkulnya, dan Kyuhyun masih berada dibawahnya.

Aku tidak berani bergerak.. Ini tinggi sekali…

Siwon membawa Gravornya merendah. Mereka mendarat di halaman Kastil sekarang, tempat Sheriff-sheriff sedang belajar memanah. Membuat suara ribut. Berpuluh pasang mata membelalak melihat dua pangeran itu turun dari Gravor. Dan lebih terbelalak lagi saat menyadari ada perempuan diantara dua lelaki tampan itu.

Siapa itu?

Berani-beraninya..

Ia pasti akan kena hukuman…

Perempuan naik Gravor? Menarik juga…

Siapa lelaki berambut hitam itu?

Itukah Pangeran Gosphell?

Siwon dan Kyuhyun Gosphell?

Sheriff kelas Khusus?

Aku suka si rambut hitam itu…

Gadis itu manis juga…

Ternyata memang sangat tampan…

“Maafkan aku Savior, tadi ada sedikit masalah di atas..” Siwon membungkukkan badannya didepan Savior Gref. Savior Gref balas tersenyum. Menatap Kyuhyun dan Siwon bergantian.

“Lama tidak bertemu denganmu anak muda, jadi ini kakakmu Kyuhyun?” Savior Gref melirik Kyuhyun yang hanya menjawab dengan anggukan.

“Dan kau,.. Putri Dann Wijhkouvic?” sapa Savior Gref ramah. Reina membungkukkan badannya. Tangannya sibuk menghalau rambutnya yang berantakan.

“Seharusnya aku yang minta maaf karena belum menemui kalian dari kemarin…”ulang Savior Gref.

“Baiklah Savior, sepertinya kami harus segera kembali ke kelas, Savior Levi sedang menunggu” Siwon berpamitan.

“Ya… pergilah, Levi pasti sedang menunggu..”

*

Karena mendaratkan Gravor  di lokasi terlarang –halaman Kastil-, Kyuhyun dan Reina harus berhadapan dengan Savior Levi.

Mereka mendapat hukuman. Gravor yang mereka naiki jatuh di hutan Salvadore dan harus menjalani perawatan.

Reina memandangi gundukan kotoran Gravor didepannya.

“Lihatlah buah dari kebodohanmu..” Kyuhyun bersuara. Mulai memakai sarung tangannya dan memasukkan kotoran-kotoran Gravor kedalam bak tanah disebelahnya. Reina ikut memasukkan kotoran Gravor ke bak tanah miliknya. Mereka sedang membuat vitamin Gravor dalam skala besar. Selain mengangkuti kotoran Gravor, mereka masih harus mengangkuti air dan menumbuk daun Sophoro. Ini akan jadi hari yang melelahkan.

“Kalau saja dari tadi kau memberitahuku cara menghentakkan tali kekangnya, pasti Gravor bodoh itu takkan terjungkir seperti tadi..” Reina membela diri.

“Bukan Gravor-nya yang bodoh, tapi kau yang tidak punya kepala…”

Demi apapun, kenapa laki-laki ini sangat menyebalkan hah?

“Hei.. Kau nyaris membunuhku tadi, sudah bagus aku hanya marah-marah.. kalau aku mau, akan kumasukkan kepalamu ke bak ini..”

Reina berdecak kesal.

“Bisakah kau mengatakan sesuatu yang positif-positif saja… Kau membuat mood-ku memburuk..” balas Reina. Mereka mulai mengangkuti bak tanahnya menuju lubang besar disebelah kandang Gravor. Kyuhyun menuangkan isi baknya kedalam lubang, sementara Reina mengaduk kotoran Gravor yang sudah bercampur dengan air.

“Aduk kotorannya dengan benar… dari kiri-ke-kanan.. jangan DIBALIK-BALIK SEPERTI ITU… kau bisa membuat gelembungnya meledak…” Kyuhyun mengomel lagi.

Reina mendesis.

Demi Guri-ganbatte –Dewa penunggu kotoran manusia-… aku akan menjadikan laki-laki cerewet ini sebagai Ganbatteros –makhluk halus penunggu kotoran manusia-…

“Kau bilang apa?” Kyuhyun menyahut agak emosi. Reina mengernyit tidak paham.

“Aku tidak bilang apa-apa..”Reina melanjutkan mengaduk-aduk gumpalan kotoran Gravor yang sudah mulai menggelembung.

Oh, ternyata laki-laki ini tidak hanya bermasalah dengan mulutnya, tapi juga dengan telinganya…

“Aku mendnegarnya” Kyuhyun meneruskan. Reina meliriknya.

“Kalau begitu ada yang salah dengan telingamu… Aku tidak mengatakan apapun..” balas Reina tenang.

“Kau baru saja mengataiku Ganbatteros.. Masih tak mengaku?” Kyuhyun menyahut tak bersahabat.

Reina berhenti mengaduk-aduk kotoran Gravor didepannya. Tercenung dengan kata-kata Kyuhyun.

“Kau tahu yang kupikirkan?”

Kyuhyun ikut terkejut. Baru menyadari ia salah bicara.

“HEI… HEI… ADUK YANG BENAR… GELEMBUNGNYA BISA PECAH MENGENAI WAJAHKU…”

*

Reina curiga Kyuhyun menyebalkan itu juga bisa membaca isi kepalanya. Namun, ia memilih tak memikirkannya. Dia bisa mati kalau harus berpikir hidup dikelilingi dua manusia menyebalkan yang bisa mendengar apa yang bahkan tidak ia katakan.

Ia baru menyelesaikan pembuatan vitamin Gravornya bersama Kyuhyun. Bau tubuhnya menguar seperti kotoran Gravor. Mereka hanya tinggal memasukkan cairan kental berbau busuk itu kedalam kandang Gravor. Savior Levi mengintip mereka berdua, memastikan dua sheriff itu melakukannya dengan benar.

“Aku benci Gravor…” Reina membenarkan penutup hidungnya sambil menuang cairan busuk itu ke kandang Gravor satu persatu. Kyuhyun selangkah dibelakangnya. Membukakan pintu kandang dan membantu Reina menutup bak minum para Gravor yang berjumlah ratusan itu. mereka kehabisan tenaga, dan kekurangan selera makan. Melihat kotoran-kotoran yang menggumpal, mengental dan mengendap di depan mereka, membuat perut mereka tak berminat makan.

“Gravor ini bodoh sekali… kenapa mereka mau saja diberi makanan dari kotorannya sendiri..” Reina berkomentar pelan.

“Kau tak lebih pintar dari Gravor..” jawab kyuhyun datar.

“Apa maksudmu?” Reina bersungut.

“Sudah jelas” balas Kyuhyun sembari melengos dan mengambil bak terakhirnya. Ikut menuangkan cairan busuk itu ke kandang Gravor terakhir.

“Ingatkan aku agar tak memmbuat urusan denganmu lagi tuan Ganbatteros…” kata Reina sebelum akhirnya perempuan itu melepas sarung tangannya dan beranjak ke kamar.

*

Pagi yang sangat dingin dan kedua sheriff kelas khusus itu sudah menguap. Savior Gref yang sedang mengajari ketujuh Sheriff itu memanah berdehem.

Reina membuka matanya paksa. Kyuhyun yang duduk bermeter-meter didepannya melakukan hal yang sama. Pekerjaan mengaduk kotoran Gravor itu benar-benar menguras tenaga mereka kemarin. Dan semalam, mereka pulang terlalu larut.

Ayolah… kenapa memegang kayu tipis seperti itu saja harus memakai teori serumit ini… Aku benar-benar mengantuk, Savior.. tak bisakah kita melewatkan bagian tak penting ini…

Reina mengeluh dalam hati. Siwon –yang sengaja mengambil tempat disebelahnya- tersenyum simpul. Ia tidak tahu mengapa, ia hanya tahu ia suka duduk disebelah Reina, mendengar isi kepalanya yang selalu penuh omelan-omelan panjang. Bagi Siwon itu menarik.

Kenapa lagi dengan tuan sok tampan itu? Kenapa dia melotot kearahku terus? Apa matanya miring? Minta kutonjok hah?

Siwon tersenyum lagi. Gadis itu, kenapa selalu mengumpat?

*

Kyuhyun menguap. Matanya tak sengaja melihat Siwon yang melirik Reina diam-diam. Lalu semenit kemudian, Reina balas melirik Siwon diam-diam.

Aku benci ini, kenapa mataku tak mau lepas melihat orang itu?

Siwon menundukkan wajah. Namun kepalanya penuh dengan perasaan bahagia.

Dia melihatku lagi? Aku memang terlalu tampan untuk dilewatkan,huh?

Kyuhyun berjengit. Dua orang ini benar-benar membuatnya sakit mata. Kyuhyun paling benci melihat moment Siwon bahagia. Menurutnya, Siwon sudah terlalu sering bahagia. Ia memiliki segalanya dan membuat Kyuhyun jadi yang kedua disemua hal.

Savior Gref mengakhiri pelajaran memanhanya. Tujuh legator itu kini menuju ruang kapala Kastil, bertemu Savior Leon yang ternyata sudah duduk tenang di kursi ayunnya.

“Seminggu lagi” ia memutus ucapannya. “kalian akan benar-benar menggantikanku menjadi generasi pemegang Gaezamaru ketiga..” lanjutnya tenang.

Matanya melirik sheriff didepannya satu-satu.

Kim dan Jae menata posisi duduknya. Kyuhyun menindih kaki kirinya dengan kaki kanan. Aiden –yang duduk berseberangan dengannya- melipat tangannya formal. Sementara Siwon duduk sambil menundukkan wajahnya. Reina yang duduk –lagi-lagi- disebelahnya menatap Savior Leon serius. Hanya Han yang mengantuk, namun Savior Leon tak menggubrisnya.

“Saat itu, hidup kalian tidak akan sama lagi, dengan semua kemampuan istimewa yang kalian miliki, kedepan kalian juga memiliki tanggungjawab istimewa atas Alfera”

Kepala tujuh orang itu sunyi. Tak bersuara. Savior Leon menghela nafas. Jakunnya bergerak-gerak.

“Dulu, bahkan sebelum pergantian Legator, saat aku seumuran kalian.. aku sudah merasakan bagian Gaezamaru yang kumiliki, aku sudah menyadari aku bisa membaca pikiran orang..” Savior Leon menarik nafas lagi, menata kacamatanya. Membenarkan poninya yang ia sisir rapi kebelakang. Lalu mengamati sheriff-sheriff muda didepannya. “Satu atau mungkin beberapa dari kalian pasti ada yang telah merasakannya..”

Kyuhyun melirik Siwon yang juga tengah meliriknya.

“Lexius, Alandreiva, Belafoxer, adalah tiga dari tujuh Gaezamaru yang bisa kalian miliki sejak kalian lahir, dan yang bersangkutan tentu akan merasakannya..”kalimat Savior Leon menggantung di udara. “Bukan begitu Siwon?”

Siwon mengangkat wajahnya. Diam tak menjawab. Ia sedang memikirkan hal yang lain, -Kyuhyun, adiknya, yang menurutnya juga mampu membaca pikirannya-.

“Dan kau, Aiden?”

Aiden tersenyum manis. Mencoba memasang wajah polosnya. Aiden memang menyadarinya sejak kecil- bahwa dia bisa mengendalikan pikiran orang lain-. Ia hanya tidak tahu bagaimana mengendalikan pikiran orang-orang yang lebih pintar darinya, seperti Kyuhyun. Ia berkali-kali mencoba mengendalikan pikiran lelaki yang selalu membuatnya kelihatan bodoh itu, namun selalu saja, pikiran Kyuhyun seperti brankas yang terkunci. Jangankan mengendalikannya, menebak apa yang dipikirkan Kyuhyun saja ia tak bisa.

Kyuhyun memang pintar, sayang tidak setampan aku..

Dan Kyuhyun tiba-tiba sudah memandangnya. Tersenyum jahat. Seakan tahu yang dia pikirkan.

Apakah orang pintar memang begitu? Atau Kyuhyun yang memang punya kelainan? Atau Kyuhyun memegang Lexius? Atau pikiranku yang mudah terbaca?

Dan Kyuhyun menyeringai sekali lagi kearahnya. Dengan pandangan menusuk seperti biasanya. Aiden menyeringai balik, membatin dalm hati, Lihatlah betapa menyebalkannya dia…

“Juga Jae?”lanjut Savior Leon. Segenap mata berganti meliriknya.

Jae mendongak tegang. Tak menjawab. Hanya tersenyum bingung. Jae baru mengerti sekarang, hari ini, bahwa apa yang selama ini ia alami ada hubungannya dengan Gaezamaru. Tidak, ia tidak mengidap kelainan, seperti yang dikhawatirkan ibunya. Ia hanya kebetulan terpilih menjadi pemegang Belafaxor. Bodohnya, kenapa ia baru sadar sekarang?

“Kalian mungkin akan sangat istimewa karena kemampuan-kemampuan hebat itu, tapi percayalah, kemampuan itu akan membawa banyak masalah jika tidak kalian gunakan dengan benar”

Siwon berdehem. Matanya melirik Reina tanpa maksud yang jelas.

“Seiring berjalannya waktu, kalian akan memahami dan menguasai kemampuan kalian dengan baik. Jangan merasa terbebani, ini sesuatu yang bagus dan berguna. Kalian hanya harus menggunakannya dengan benar”

*

Sekeluarnya tujuh sheriff itu dari ruangan kepala Kastil, mereka berjalan menuju kamar tanpa bicara.

Kyuhyun berjalan paling belakang. Melangkah paling malas. Matanya memutari halaman dan kelihatan sangat bosan. Mulutnya bersennadung lirih, menyanyikan Gimme Galvaro kesukaannya.

“Bagaimana dengan vitamin Gravornya? Berhasil?” Aiden –yang tadinya berjalan didepannya, lalu sengaja emlambat-lambatkan langkahnya hingga sejajar dengan Kyuhyun- mulai bertingkah menjengkelkan.

Mata Kyuhyun menangkap Aiden yang mendekat kearahnya. Baguslah, ada hiburan…

“Menurutmu?” Kyuhyun menyahut datar. Membuat Aiden memasang seringai sinis.

“Aku hanya cemas kalau kotoran itu menciprati wajahmu” kata Aiden pelan.

Dan membuat wajahmu yang sangat biasa itu jadi semakin biasa…

“Kotoran Gravor tidak merusak kulit, kau tidak tahu? Oh, aku baru ingat kalau kau tidak tahu apa-apa, maaf membuatmu harus menjawab”

Kyuhyun menahan tawanya yang menggumpal di tenggorokan. Ini merupakan momen sakral, melihat Aiden krisis harga diri. Mungkin Aiden benar soal wajahnya yang tampan, tapi Kyuhyun lebih benar lagi soal Aiden tak tahu apa-apa. Menurut Kyuhyun, Kepala Aiden tidak dilengkapi  otak.

“Orang jelek memang pintar mengalihkan topik pembicaraan” jawab Aiden lugas. Ia merasa menang satu point.

Tapi itu hanya beberapa detik, karena setelahnya Kyuhyun memungkasi diskusi ringannya dengan kata-kata yang membuat Aiden emosi semalaman, “Dan orang bodoh selalu kesulitan mengendalikan bicaranya, aku benar lagi, kan?”

Demi Alfred Alfera, kenapa orang seperti ini dibiarkan berkeliaran!

Kyuhyun melengos bahagia meningalkan Aiden yang melongo tak kuasa menjawab.

*

Malam ini bulan sempurna utuh. Reina merapatkan selimutnya sambil membuka-buka buku didepannya. Itu buku yang dipinjamkan Siwon tadi siang, Gaezamaru, Legenda kekuatan Legator.

Ia tak sengaja bertemu Siwon –sebenarnya sedikit sengaja mencegatnya- di depan Ruangan Kepala Kastil tadi siang. Ia penasaran. Ia tak banyak tahu soal Gaezamaru, karena di kastilnya –Wijhkouvic-, Sejarah Gaezamaru hanya dibahas sekilas, hanya perkenalan.

“Kau sudah bertemu denganku, jadi katakana saja yang ingin kau katakana adik kecil..” kata Siwon sambil mengajaknya duduk. Reina menyeringai.

Apa aku perlu membuka mulutku? Kau bisa membaca yang kupikirkan bukan? Jadi, sebaiknya aku diam saja. Sekarang  jelaskan satu-satu, bagaimana bisa seseorang seperti Aiden bisa terpilih memiliki Alandreiva? Tidakkah anak itu terlalu bodoh untuk mengendalikan pikirannya sendiri? Dan Jae, bagaimana bisa dia dipilih memegang Belafaxor? Bukannya ia selalu saja kelihatan bingung memikirkan banyak hal?, dan kenapa juga, adikmu yang menyebalkan itu bisa membaca pikiranku? Bukannya kau saja yang harusnya memiliki Lexius? Kenapa adikmu yang menyebalkan itu juga bisa membaca pikiranku?

“Kalau kau tak mengatakannya bagaimana aku harus menjawab?” Siwon bertanya.

“Kau tahu yang kupikirkan, jadi kurasa aku hanya perlu duduk manis didepanmu..”jawab Reina cepat. Siwon tertawa.

“Yang kau pikirkan banyak sekali, mana yang harus kujawab lebih dahulu? Kau harus mengatakannya..”

Apa kau tidak tahu yang paling ingin kutanyakan? Payah sekali kau. Bukannya kau memegang Lexius? Kenapa menebak yang paling ingin kutanyankan saja kau tak bisa?

“Kau ingin tahu semuanya dalam kadar yang sama. Kalau kau tak mengatakannya, mulutku bisa berbusa menjelaskannya, jadi katakana padaku apa yang paling ingin kau ketahui..”

Reina menghela nafas. Setengah sebal.

“Baiklah, kenapa Aiden bisa terpilih memegang Alandreiva?” Tanya Reina.

Siwon mengulum senyum. Reina sedikit bersemu melihatnya, Oh Ayolah, kau tak perlu berlagak sok tampan didepanku, pasang wajah normal saja kenapa?

“Memangnya ada masalah kalau dia memegang Alandreiva?” balas Siwon santai.

Tentu saja, bagaimana seseorang yang tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan bisa mengendalikan pikiran orang lain? Apakah itu masuk akal menurutmu?

“Kau tahu kenapa seorang ahli sejarah bisa menjadi ahli sejarah?” sahut Siwon lagi.

Tentu saja Karena ia belajar sejarah setiap hari.

“Tidak tahu” jawab Reina buru-buru.

“Kau sebenarnya tahu, hanya saja kau malas bicara. Seorang ahli sejarah bisa menjadi ahli sejarah karena ia memikirkan sejarah setiap hari dan melupakan urusan lainnya” Siwon memotong ucapannya. “Kau bisa menangkap maksudku?”

“Tidak” jawab Reina lagi.

Kenapa tak menjelaskannya dengan bahasa irit saja? Kenapa memakai perumpamaan? Kau pikir kita sedang belajar bahasa Alfera ya?

“Untuk bisa menjadi ahli dalam mengendalikan pikiran orang lain, ia hanya perlu mengurus pikiran orang tiap harinya, dan melupakan pikirannya sendiri” jawab Siwon. “Jadi, menurutmu, siapa yang lebih pantas memegang Alandreiva kalau bukan Aiden?”

REina mengangguk-anggukkan kepalanya. Sedikit menangkap maksud perkataan Siwon.

“Dia memang suka sekali mengurus urusan orang” komentar Reina pelan. “Terutama Kyuhyun” lanjutnya lagi.

Siwon lagi-lagi tersenyum.

“Kau duduk disini, akan kuambilkan buku yang bisa kau baca kalau ada waktu luang. Sebentar, jangan pergi kemana-mana”

….

Reina tersenyum sendiri mengingat kejadian ‘dipinjami buku Siwon’ siang itu.

Bukankah Siwon itu sangat manis? Hmm… dia punya lesung pipit. Bibirnya… sepertinya menarik juga. Dan… dia sangat menjulang.. Dia juga sangat baik..

“Kalau melamun tidak perlu membuka buku, kau tidak akan kelihatan pintar dengan melamun sambil membuka buku”

Reina hafal betul siapa pemilik suara berat itu.

Oh.. Oh.. Ohh…. Kenapa aku harus bertemu Ganbatteros di malam seindah ini?

“Hei.. Kau jangan besar kepala… aku datang kesini tidak untuk menemuimu..”Kyuhyun menyela. “Aku kesini untuk membuang ini,..”

Plukk…

Sepasang sarung tangan terlempar ke wajah Reina. Dan segera, bau kotoran Gravor merasuki hidungnya.

“Kenapa kau bawa kesini? Aku sengaja membuangnya bodoh..” balas Reina sinis.

“Dan Savior Levi menyuruhku mengembalikannya padamu, Sudahlah, aku malas bertemu denganmu.. Selamat malam. Ingatkan aku agar tak membuat urusan lagi denganmu..”

Oh.. Dia memang benar-benar lebih menjengkelkan dari kotoran Gravor…

*

Glosarium :

Guri-Ganbatte: Dewa penunggu kotoran manusia. Biasa didongengkan kepada anak-anak agar tidak buang air besar sembarangan.

Ganbatteros: Makhluk halus penunggu kotoran manusia. Seseorang yang meninggal dengan dosa besar, harus menjelma menjadi Ganbatteros –sebagai penebusan dosa- sebelum menjalani reinkarnasi. (Kenapa kotoran manusia harus dijaga? HUAHAHAHAHAHHAA…. Suka-suka authornya dong…)

Savior Levi : Guru menunggang kuda Sheriff kelas khusus.

Savior Gref : Guru memanah sheriff kelas khusus dan kelas biasa.

Gimme Galvaro (Lupakan Pangeran itu): Lagu pop yang popular dikalangan bangsawan remaja Alfera. Judul aslinya ‘Gimme Galvaro, Je’Goundre Galbanna’ (Lupakan Pangeran itu, dan tataplan Pangeran didepanmu)

Alandreiva : Kemampuan mengendalikan pikiran orang. (Bagian dari Gaezamaru)

Belafaxor : Kemampuan meramal masa depan. (Bagian dari Gaezamaru)

Gosphell: Kastil milik Raja Gosphell (Ayah Siwon dan Kyuhyun)

Wijhkouvic : Kastil milik Raja Dann Wijhkouvic (Ayah Reina)

Bahasa Alfera : Bahasa dan Istilah-istilah yang digunakan rakyat Alfera. Sudah jarang digunakan dan hanya dipakai untuk menamai beberapa hal-hal khusus yang tidak bisa disebutkan dengan selain bahasa Alfera, seperti Ganbatteros, Legator, dll.

*Gansahamnida sudah mau membaca dan komentar –seratus persen jadi oksigen buat saya-. Saya benar-benar kaget karena ternyata ada juga yang menyukai FF genre seperti ini. Karena arsipnya hilang, saya harus berjuang mengarang ratusan istilah lagi, Thus, terimakasih karena mau menunggu part lanjutannya.

42 thoughts on “The Lost Empire (2)

  1. Wah kren.imajinatif.wlaupun otak sya yg kcil ni kdang lpa ma istilah2nya.kyu imagemu knpa slalu menyebalkan.kekeke
    Dtunggu part selnjtnya cingu

  2. Hahay, akhirnya publish juga fida.. Demi apa sumpah ini makin keren za.. Bakal ada triangle love antara siwon-raena-kyu ya??

    Aisshh, suamiku (baca;hae) perannya rese bgt deh.. Masa dia ga punya otak fidaa?? Ga keren bgt kau yeoboo.. Pake ngehina kyu yg bertampang biasa lagi.. Mwahaha makin narsis za..

    Si Han lgi naek Gravor jg bisa2’y tidur.. Ckckckck

    Kamu suka HP ya fida?? Aku jg suka bgt ma HP. Kalo di HP Gravor ntu bentuknya kaya BuckBeak ya??

    Lanjut deh fida, ASAP ya.. Ff kamu keren, kamu nyajiin dg bahasa yang nyantai jdi kita juga nyantai bgt baca’y..

    Hutang kamu tuh fidaa, TBMN ma sekuel HOG kutungguin loh.. Fighting!!

  3. onnie,,,aq ska bgt ff mu,,,aplg yg bergenre fantasy,,,tiada kata yg mampu q ucapkn selain kata DAEBAK…d tunggu part slnjt y,,,keep writting….

  4. Jiahaha…akhirnya d publish jg…
    I lop U,kak joan❤
    haha…sukaaaaaaa bgt deh,sama ff nya kak haidar…
    Oa,kak fida anak UM y?jurusan apa kak??aku juga UM loh… *gak ada yg nanya*

  5. xaraxte
    rnya han gege mnrt q pling xocax n nyeleneh..senyum2 sndri xalo bca part ny dia.ad2 az,dsar raja molor.wkwkwk..ffnya bner2 daebax..cinta segi3 nya udah mw di mulai ne xayanya!siwon,reina,xyu?hayoo plih yg mana!d tunggu chap slanjtnya cingu..

  6. Huaaaaaa keren bgt sumpah ffnya hebat daebak bgt ceritenya aku belun pernah baca ff yang ky gini ini ff terbagus yg pernah aku baca, fantasinya dpt bgt

  7. kwueren kok bisa kepikiran bikin crita yg kwueren2 kya ginee oalah mas kyu jo ngiri tho ma mase mas kyu juga ganteng kok ……hadowww bang hae bikin kesel sok ganteng lagee …. lanjoot ….yg dapet gaezamaru terbaek ma terhebat ntar sapa mas kyu ya kayaknya ya kn warisan kakeknya king ALFRED….eh cewe yg suka ngINTILIN mas wonnie di part 1 sapa kok gk ikut nyempil??

  8. daebakk dh teh fida… Q ska smua ff te teh, pux cirikas.. tiap tkoh pux krakter y6 kuat. . . eommax te teh dulu nyidam pa sih??(pa hubun6x) sumpah kreatif imajinatif.. B6i q te teh i2 J.K Rollin6x indo dh..(lebayy).. Sri6” aj bwt ff y6 6ener 6ini(fantasi mksudx).. Hehe rsa”x kk typ ff te teh kyu ma He slalu jd sain6n ya(trkeculi d’TBNM)??

    Q ska b6t kraktr kyu d’sni(d’ ffx te teh y6 ln j6).. Taw 6′ 6ra” te teh q jd tbh cta ma kyu(6′ da y6 tax) d6n kraktr y6 teteh anu6rahin(?) ke kyu itu krasa bnrn kyu…

    Kyu kykx slh 1 pemilik 6aezamaru ya??
    Hem penasaran”… Teh fi6tin6 ya.. D’tn6u part selnjtx ..^^

  9. haaii kan km blg ini tu novel yg kamu tulis ulang yaa trus diganti cast nya?
    boleh tau judul novelnya apaa?
    hhhehehe..sebetulnya aq lbh tertarik baca tulisan km krna cast2nya aq cinta bngt..cm pngen tau novel nya ajaa…heheheh
    gpp yaa..

  10. kayaknya banyak yg salah paham gr2 ku nulis kayak begono diatas… hehehehe, itu novel bikinan saya opas SMP judulnya The Legend of Alferra, gak pernah dipublish, cm diproduksi pribadi dan ilang gara2 dipinjem temenku en gak terlacak lg dibawa sapa… hehehehehhe

  11. ouww…ouww……saiya suka FF ini, beda ma yang biasanya, genre2 kayak gini ne yang bikin ga bosan^^
    lanjuut trus ya chingu!!!

  12. ceritanya kereeeen…
    siwon dapat Lexius,
    Aiden dapat Alandreiva,
    Jae dapat Belafaxor,
    aQ dapat Hae..#dilempar Hae#tangkap Hae….wkwkwkwk
    Reina, Kim, Han ??
    Kyu jg bs baca pikiran orang, apa itu Lexius jg?
    penasaran..

    Next partnya dilanjut y, ditunggu loh..^^

  13. Tralalalalla… Aku baru banget nemu ini fanfic yg gak sengaja ketemu pas ngubek2 om gugel… Dan OMG !! I love it so much….

    Reina dia lucu banget ya, pikiran2nya bener2 yang lugu nan polos… Adegan naik Gravor dama Kyuhyun juga aduuuh lovely banget, Reina cocok deh sm Kyuhyun…

    And kenapa mas Hae jadi nyebelin banget ??? Hahahaha.. =D gayanya rada songgong gitu, hahahaha..

    Jalan ceritanya gak ngebosenin banget dan bikin kita berfantasi ria… =D hwaiting dan salam kenal ya Fida onnie…

  14. Ngebayangin suasana.a ky d Harry Potter kah???
    istilah kata2 ny keren,, dpt drmn???
    kyu ma reina ribuu mulu…..
    next part.a dprotek,,, mnt pw donk….

  15. fidaaaa….saya senang anda menistakan Hae disini, sumpah, dia nista abis, ganteng tapi g punya otak,wkwkwkwkwkw…#justkidd..

    dan, selalu Kyu yg jadi seteru nya Hae….ckckckck

  16. keren banget… aku ngga tau mau ngomong apa lagi…
    ngakak abiss baca asal usulnya Hae bisa mengendalikan pikiran…bwahahahaha:)

  17. Onnieee…..
    FF nya keren kali. Kayak baca harry potter atau the lord of the rings. Pokoknya toop laaah ~(‾▽‾~) ~(‾▽‾)~ (~‾▽‾)~

  18. Fida spesialis komedi-romantis ya? Hehehe…
    Belum ada penggambaran setting tempat nih…😦
    Euhm, dikasih foot note, nggak masalah sih. Klo aku pribadi, lebih suka penjelasannya lewat narasi ato dialog di badan cerita (pendapat pribadi).

    1. Foootnote nya kuhapus di tulisan aslinya, hahahha… maklum FF ini emang gak kuedit jadi banyak typo… hehehe
      Maaf jadi gak nyaman, hehe…. eh ya koment yang di TLE 1 soal imajinasi, emang ku udah mikirin kastil L’ambassador plus pangeran2 didalamnya dari SMA hahahaha

  19. Wuuuwww….
    Keren bgt eonni…
    Jd kyuhyun jg bs membaca pikiran haha dan sepertinya kyuhyun jg bs menutup pikirannya sendiri supaya gk bs dibaca sm siwon keke
    dan kejadian menunggang grevor antara reina dan kyu bnr2 fantastik
    aaa…pengen bc part selanjutnya ya eonni

  20. Ini dari novel yang eonni buat sendiri? Seriusan? Sampe setebel 300 halaman gitu? novel adventure-fantasy? Menurut aku genre yang ini paling susah dari genre lainnya. Eonni daebak! Eonni jadi salah satu author favorit aku deh heheh😀

  21. ih benar, ini cerita keren bgt..
    gak sabar baca dan bikin penasaran..
    salut deh buat author, bs ngarang istilah2 rumit gt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s