Sekuel HOG

Sekuel HOG

Casts : Cho Kyuhyun, Park Hyun Mi a.k.a Kara a.k.a Cho Minho, Shim Changmin, Cho Ahra, Lee Hyukjae, Lee Donghae

Supp. Casts: SuJu, TVXQ and SHINee members

Genre : Romance, Family, Friendship, Comedy

Lenght : Drabble/ Oneshot Series

*Masih banyak yang bingung ya? Jadi begini, Sekuel HOG ini merupakan lanjutan dari serial HOG. Ada sedikit perubahan dimana orang ketiganya bukan Lee Donghae, tapi sekarang adalah Changmin. Akan dibuat Oneshot Series, artinya: tiap part berbeda settingnya satu sama lain. Sistem POVnya pun gentian, Kali Ini Kara’s POV maka besoknya lagi Kyuhyun’s POV. Arasseo?

Gomawoyo udah baca en Koment! TBMN dan MrH masih setia ngadat…. Maafkan saya ya.. hehehehhe… Big Hug for all Readers..

COD: Sweet Moments

 ‘Hari ini jadwalku kosong dari jam satu siang sampai malam, aku akan ke apartemenmu satu jam lagi’

Entah kenapa aku tersenyum ketika membaca pesan yang baru saja mampir di ponselku itu. Anak itu mau main ke apartemenku? Hmm… berapa lama ya aku tidak ketemu dengannya? Omona… aku rindu padamu Kyu…

Aku baru mulai mengetik jawabannya saat satu pesan lagi masuk.

‘Aish..Kenapa tidak menjawab pesanku?’

Oh Tuhan.. Kenapa anak ini menyebalkan sekali…

‘Aigoo…Aku baru mau mengetiknya’

Aku menekan tombol ‘Send’. Ponselku bergetar lagi.

‘Aku lapar. Pesankan Jjangmyeon dua porsi, pastikan masih hangat saat aku datang, tapi jangan terlalu panas, aku tidak suka meniup-niup makanan. Yang pedas ya’

Dasar Setan cerewet.

Aku menyesal sudah rindu padanya.

*

Masih setengah duabelas siang. Aku sedang duduk-duduk didepan TV menunggu si Pantat sapi itu datang.

Ponselku bergetar. Dari Monyet Sungai Han.

‘Boneka Teddy Bear atau Cokelat Putih?’

Aku mengernyitkan kening. Memangnya dia mau apa? Dia sedang tidak salah kirim kan? Apa mungkin dia mau menghabiskan satuwon saja untukku demi membelikan boneka atau cokelat?

Pasti si Monyet menyimpan rencana busuk dibalik pesan ambigunya ini.

‘Aku lebih suka Cokelat Putih, bisa dimakan. Atau… Bagaimana dengan Cokelat Putih yang bentuknya Teddy Bear? Itu pasti manis sekali..’

Sebentar kemudian ponselku bergerak-gerak lagi.

‘Bukan kau.. Maksudku untuk Ahra, mana yang lebih sesuai?’

Aish… sudah kuduga akan begini…

‘Kenapa kau Tanya aku? Tanya saja padanya.. Aish… Kupikir kau akan memberikannya padaku’

Aku mendengus sambil merutuki monyet jelek itu.

‘Aku akan menraktirmu makan siang di Leadenbeef. Aku punya voucher makan gratis berdua. Bagaimana?’

Aku hamper membuang ponselku ke lantai karena pesan bodoh Monyet menjengkelkan itu.

‘Lupakan. Aku tidak tertarik. Mati saja kau Monyet Gratisan’

*

Duabelas siang tepat.

Dan Kyuhyun-ku masih belum datang. Kemana bocah itu? Dia mau mati hah?

Aku memelototi TV dan jam dinding disebelahnya bergantian.

Ddrrrttt…

Ada pesan!

Aku melongok ID pengirim dan segera kecewa saat membacanya. Lee Chanseouk. Mau apa anak itu mengirimiku pesan siang-siang begini?

‘Buatkan aku nama. Ibu Han Hyo Jin baru saja melahirkan’

Keningku berkerut.

‘Han Hyo Jin itu siapa? Nenekmu? Nenekmu masih bisa melahirkan?’

Aku tertawa sambil mengirimkan pesan balasanku untuknya. Pasti dia ingin membunuhku sekarang.

‘Han Hyo Jin pacarku… Aish.. Ayo cepat… Buatkan nama Namja untuk adik iparku’

Baiklah, aku kaget.

Han Hyo Jin pacar Lee Chan Seouk?

Bukan, bukan begitu. Aku tidak kenal siapa itu han Hyo Jin. Tapi yang membuat kepalaku tak bisa berpikir adalah: LEE CHAN SEOUK PUNYA PACAR? Apa itu mungkin?

Jangan-jangan Hyo Jin itu bukan manusia…

‘Lee Hyukjae, Kau suka?’

Karena aku tidak yakin Hyo jin adalah manusia, maka aku menominasikan nama binatang untuk adiknya.

‘Bukannya itu nama Pelawak? Atau kalau aku tidak lupa itu nama member Boyband?’

Oh..

Oh…

Oh…

Kau salah Chanseouk..

Jawabanmu salah semua…

Karena Lee Hyukjae  adalah…

‘Itu nama Monyet’

*

Kyuhyun datang. Telat satu jam.

Saat kakinya menginjak lantai ruang tamu, tangannya sudah membentang minta dipeluk.

“Sedang apa kau?” tanyaku ketus.

“Sedang merindukan kasih sayang” katanya sambil senyum-senyum. “Mianhae aku telat, tapi Cuma satu jam kan? Jadi tidak usah marah begitu..” lanjutnya sambil memakai sandal rumah. Melepas jaketnya. Berjalan menghampiriku. Melupakan acara minta dipeluk-nya.

Cuma satu jam katanya?

Sebenarnya aku ingin memarahinya habis-habisan. Namun melihat wajahnya yang lebih pucat dari biasanya, aku jadi tidak tega.

“Mana Jjangmyeonku? Aku lapar…” katanya lagi. Matanya memutari meja didepan TV. Mencari mangkuk Jjangmyeon.

“Ini..” kataku sambil menyodorkan mangkuk Jjangmyeon kearahnya. Ia duduk didepanku sambil memasang wajah bahagia. Menyendok dan menyumpit-i Jjangmyeonnya dengan semangat.

“Kau sakit Kyu?” kataku sambil memegan dahinya. Ia melirikku dengan mulut penuh Jjangmyeon.

“Sedikit flu. Kemarin aku kehujanan” katanya singkat. Lalu fokus makan lagi.

“Kau harus banyak-banyak istirahat. Jangan main Game terus… Jadwalmu padat Kyu, kau bisa sakit sungguhan kalau kurang istirahat” kataku serius. Anak itu melirikku sedikit dan tersenyum manis.

“Ne. Aku suka kau mengkhawatirkanku..” katanya dengan senyuman melebar. Aku tertawa sendiri melihatnya.

“Itu apa?” tanyaku saat melihat sesuatu menyembul dari tasnya yang terbuka sedikit.

“Itu.. Itu.. PSPku yang baru..” katanya gugup. Tangannya mencekal ujung tasnya dan buru-buru menutupinya dari pandanganku.

“Baru ya? Jadi karena itu kau kelihatan pucat? Bukan kehujanan kan? Tapi karena kau tidak tidur semalaman main PSP kan? Kemarikan PSPmu,”

Ia menatapku takut-takut.

“Aniyo..” tolaknya setengah hati.

“Kalau kau tidak menyerahkannya padaku, aku akan menginjak anakmu itu..” ancamku mulai kesal. Ia terlihat menimbang-nimbang dan menyerahkannya padaku dengan muka tidak rela.

“Namanya Soniya..” katanya sambil menatapku.

“Soniya ya? Lalu kau kemanakan Julia?” tanyaku semakin murka. Kyuhyun-ku yang bodoh ini memang sangat tidak waras kalau sudah menyangkut masalah PSP. Ia menamai koleksi PSPnya dengan nama wanita. Julia -karena dibeli pada bulan Juli-, Deasy –karena diservis bulan Desember-, dan yang terbaru si Soniya-pasti karena merk-nya Sony-. Dan lihat saja wajahnya, ia kelihatan cinta mati pada benda hitam menyebalkan itu.

“Julia rusak karena kau banting bulan kemarin kan? Ayolah berikan saja padaku… aku membelinya  dari Amerika..” rajuknya dengan muka pasrah.

Aku menggeleng kuat. Anak ini memang harus diberi pelajaran.

“Mulai sekarang, Soniya akan bersamaku. Dan kau hanya boleh memainkannya tiga hari sekali” kataku datar. Ia menatapku jengkel.

“Mana bisa begitu? Aigoo… aku bisa mati kalau tidak bertemu dengannya sehari saja…”

Baiklah, dia SANGAT MENYEBALKAN.

Mengatakan hal-hal romantis untuk benda busuk bernama PSP didepan pacarnya yang mengkhawatirkan nyawanya.

“Kalau begitu kau harus terbiasa berpisah dengannya. Lihatlah matamu yang hitam mengerikan itu, Omona… kau terlihat seperti kerbau sekarang..” kataku sambil menunjuk matanya.

“Hya! Berhentilah menyamanku dengan binatang! Kemarin kau menyebutku pantat sapi dan sekarang kau sebut aku kerbau!” teriaknya tak terima. Ia menaruh sumpitnya di meja dan berhenti makan. Matanya menatapku seram.

“Aku hanya khawatir kau sakit karena kurang istirahat” kataku sambil mengecilkan suaraku. Kalau aku juga emosi, bisa dipastikan hari ini kami akan perang lagi.

“Ne.. aku tahu, baiklah, maafkan aku, bawa saja Soniya..” katanya pelan. Ia meraih sumpitnya dan mulai makan Jjangmyeon keduanya.

“Jangan marah, kalau aku tidak membawa PSPmu kau tidak akan istirahat dengan tenang” kataku sambil memegangi tangannya. Ia melirikku sinis.

“Istirahat dengan tenang? Memangnya kau kira aku mau mati?” katanya sambil mulai tertawa. Aku lega karena keadaan sedikit cair. Aku bisa memmandanginya dengan bahagia sekarang. Ia kelihatan lucu dengan mulut menggembung dan sesekali memasang senyuman kecil.

“Makan yang banyak.. Aigoo-aigoo… Kenapa kau singkirkan sayurannya? Makan semuanya!” kataku sambil memasukkan sayuran yang ia singkirkan ke ujung mangkuk. Ia tak merespon. Masih meneruskan makannya dan mengabaikan sayurannya.

“ A-khu ti-dhhak shu–ka ma-kkan rhu-mpwut” katanya dengan mulut berjejalan Jjangmyeon.

“Ini bukan rumput bodoh, ini sayuran..” kataku jengkel.

“Aish.. apapun namanya kalau bentuknya seperti rumput aku tidak suka..” sangkalnya lagi. Anak ini memang pintar bicara.

Aku merebut sumpitnya dan menyambar sayuran di ujung mangkuknya. Memegangi pipinya dan menjejalkannya ke mulutnya. Ia bergerak-gerak sambil berusaha memuntahkan sayurannya. Aku memegangi lehernya dan memaksanya mendongak. Aku menutup mulutnya dengan tanganku dan sayuran itu berhasil masuk ketenggorokannya. Dia melirikku horror. Tanganyya meraih air putih disebelah mangkuknya.

“Bagus sekali anak manis… wajahmu tampan kalau mau makan sayuran tiap hari.. Arasseo?” kataku sambil tertawa senang.

“Cih… teori apa itu? Dari kecil aku tak pernah makan sayuran, dan aku selalu tampan…” katanya. Aku tersenyum setengah menyeringai kearahnya.

“Tapi wajahmu berlubang… itu semua karena kau tidak suka makan sayuran… Lihat.. sekarang terlihat seperti kawah gunung..” kataku sambil menotoli wajahnya dengan jari telunjuk.

Ia balas menyeringai.

“Hya… jangan mengomentari wajahku… lihat sendiri tinggi badanmu itu, sudah kubilang makan sayuran itu tidak ada gunanya, lihatlah… kau jadi makin pendek karena makan makanan sapi tiap hari..”

Sepenuh hati aku memukul kepalanya dengan sendok.

*

Selepas makan Jjangmyeon, Kyuhyun memutuskan tiduran di sofa sambil memelototi TV. Aku duduk  disebelahnya.  Keningnya hangat. Sepertinya dia memang sedikit sakit.

“Pangeranmu akan tunangan, kau tahu?” Kyuhyun mulai bicara.

Aku meliriknya tidak paham.

“Pangeran siapa?”

Ia tertawa sambil melipat kakinya. Bangkit duduk dan menatapku antusias.

“Pangeran Ikanmu itu.. Ia akan tunangan bulan depan dengan Sunghye Noona..” katanya cepat. Mataku membulat kaget. Sunghye Noona dan Donghae Oppa tunangan? Secepat itukah?

“Kenapa kau kaget begitu? Kau tidak terima?” katanya dengan muka setan.

Aku membuang pandanganku ke TV.

“Cepat sekali ya.. Bukannya mereka baru pacaran sebulan?” komentarku.

“Sunghye memang luar biasa…” balas Kyuhyun pendek.

“Apanya yang luar biasa?” kataku penasaran. Aku pernah bertemu sekali dengan Sunghye Unnie dan kurasa dia biasa-biasa saja.

“Luar biasa cantik, kau tidak tahu?”

Apa dia bilang?

“Begitu ya?” jawabku malas.

“Cantik, dan sangat keibuan… dia juga selalu tersenyum, jadi maklum saja kalau Ikan itu mau menikah secepatnya..” katanya lagi.

Aku mulai berasap sekarang.

“Dengan senyuman Sunghye, semuanya bisa-“

Pletak!

Tanganku mendarat dikepalanya. Ia berhenti bicara dan menatapku senang.

“Kau kenapa? Kau cemburu?” tanyanya.

Aku mendengus. Mendesis dan melotot kearahnya.

“Aku bohong. Jadi jangan marah, Sunghye itu memang cantik, tapi tidak menarik..” ralatnya. Aku meliriknya agak lama.

Aku masih diam tak menyahut. Ia kelihatan panik sekarang.

“Aku percaya padamu” jawabku singkat.

“Hahahahah…Aku bahagia… AKU BAHAGIA….sekarang aku percaya kalau kau juga menyukaiku Park Hyun Mi…”

Omona… apa maksudnya dia bilang begitu?

“Jadi selama  ini kau masih tak percaya aku suka padamu?” kataku.

“Aku tidak pandai membaca pikiran orang” katanya pendek.

Aku tertawa sambil beranjak berdiri. Ia buru-buru menahan tanganku.

“Mau kemana?”

“Mau membuktikan kalau aku menyukaimu”

Ia terlihat bingung.

“Tunggu sebentar” kataku sambil berjalan menuju ke kamar. Mengambil kotak besar yang terbungkus kertas kado biru langit di bawah kasurku. Membawanya keluar dan menyerahkannya pada bocah besar itu.

Ia melirikku. Senyum-senyum sendiri. Senyumnya mengembang ketika tangannya menyentuh isi kotak itu.

“Ini untukku?” katanya dengan muka bersinar. Aku mengangguk sambil menarik isi kotak itu. Selimut tebal berwarna merah terang yang kubeli seminggu yang lalu. Saat kami berkunjung ke toko disebelah butik Ahra Unnie, dia bilang ia ingin membeli selimut yang lebih tebal. Sayangnya stok selimut tebal dengan warna merah –dia hanya mau yang warnanya merah- sedang kosong. Diapun batal membelinya.

“Berbaringlah” kataku sambil memegangi ujung selimut . Dia membanting punggungnya ke sofa. Mulutnya masih terus  tersenyum bahagia. Aku memasang selimut dan menariknya hingga menutupi dadanya. Aku duduk setengah jongkok disebelahnya seperti menunggui pasien di Rumah Sakit.

“Sebenarnya  aku bekerja untuk menabung membeli ini, kau bilang kau ingin selimut baru dan belum sempat membelinya kan?”

Ia kelihatan terkejut.

“Jadi waitress untuk beli ini?” tanyanya memastikan.

Aku mengangguk.

“Sekarang giliranmu membuktikan kalau kau juga menyukaiku”kataku kemudian.

Mukanya bingung lagi.

“Apa maksudmu?”

Aku menyeringai kearahnya.

“Selimut ini kupesan dari Ahra Unnie dan baru aku bayar setengah. Karena aku cuma kerja dua minggu, uangku jadi tidak cukup.. jadi kau yang bayar sisanya..”

Ia tertawa sambil mengacak rambutku.

“Ne… Aku yang bayar..” katanya senang.

Aku memperbaiki letak selimutnya yang agak berantakan karena dia kebanyakan bergerak. Ia mengatupkan matanya. Mungkin sudah mengantuk. Bibirnya masih tersenyum.

“Jangan tidur dulu..”kataku.

Ia membuka matanya lagi.

“Kenapa?”

Aku tersenyum. Membuka kelopak matanya dengan telunjukku.

“Karena aku belum bilang ‘Saranghaeyo’ untukmu..”

Ia tertawa dan membiarkan matanya terbuka.

“Katakan sekarang.. Hya.. Kenapa kau tutup mataku.. Aku tidak bisa lihat..”

Aku menutup matanya dengan tanganku dan mendekatkan mulutku ke telinganya.

“Saranghaeyo Kyuhyun-ah..”kataku sambil mencium pipinya.

Ia menarik tanganku yang menutupi matanya dan melotot.

“Katakan sekali lagi, aku tidak bisa lihat yang tadi..” imbuhnya.

Aku menyeringai.

“Aniyo… Cepat tidur sana..” kataku sambil menaikkan kaki kiriku ke sofa.  Menahan wajahnya yang akan menoleh dengan kaki kiriku.

“Hya Cho Minho.., Singkirkan kakimu dari wajahku… Kenapa kau menyebalkan sekali hah?”

*

____

Gimana?

*Untuk Essy Unnie yang ‘The Seventh’-pesanannya ngadat lagi. Kudedikasikan ini spesial untukmu… hehehehhe

44 thoughts on “Sekuel HOG

  1. Kara emang g bs lama2 romantis ujung2 ny ttp menyebalkan….
    haeppa n sunghye tunangan ???
    TBMN cepet dpost dunk….
    q tunggu loh…..

  2. Aigooo, Lee Hyukjae adalah nama monyeeet?? Fida, kau teganyaaa..

    Tumben nih pasangan agak romatis, biasanya brantem mulu.. Si kara sweet bgt keuja paruh waktu bwt bliin kyu slimut.. Tpi kurang za jg tuh kara, masa kakinya ada di muka kyu yg ganteng ntu.. Hehehe

    si kyu ada2 za namain psp’y pke nama cewe?? Julia, deasy, sonia haha.. Somplaaak

    mr. Headstone ma TBMN saya tunggu fidaaa…

  3. romantis bgt..hehehehe..
    Bgus bgt critax..g nyangka aja hyun mi bsa romantis jga..hehehehe..
    Dtunggu sekuel HOG yg lain..hehehehe

  4. Wakakakakkakakakak
    Soniya
    Julia
    Dheasy(namaku kok msok ya chingu?)
    Wkwkwkwkkw
    Ngakak kali bacanya

    Mna si kunyuk nawarin gratisan lagi!!
    Aigo2..
    Kapan dy berenti pelit!!

    Aigoo..
    Kok tba2 hyunmi aka cho minho aka kara jadi sok romantis gtu,
    Geremin amet ddaahh!!
    Kekekek

    Next ff dtunggu chingu
    Fighting!!

  5. Aku ngakak sengakak ngakak nya onn begitu tau kyu namain psp nya pake nama deasy , soniya hahaha kocak bngt , so sweet bgt ff nya onn jjang

  6. aku kangen mereka yang suka berantem loh eonnie… dan aku kangen Kyu sama Donghae rebutan Kara, wkwkwk
    yah disini diganti sama Changmin…
    kapan-kapan ceritain mereka berantem ya! *digampar*😄

  7. Monyet sungai han,
    pantat sapi,
    kerbau,
    kok sebutanx keren2 y, #pletakk. Suka bget dah ma pasangan ni, nungu sekuel slanjutx ah,,,🙂

  8. hyak! hyukkie jadi bulan-bulanan kara terus T^T
    masa’ dibilang monyet, kurang lengkap itu. harusnya kan monyet bulan *kirain mau belain hyukkie*

    kyu ama kara jadi makin romatis, yaa.. *mupeng*
    makanya kyu, belajar ama si ikan emas *tunjuk donghae* *dibakar donghae*
    biar kara makin klepek-klepek
    dan, yak! kenapa itu psp namanya cewe semua?!

  9. buakakakakakakakakakakakakaka ini baru sewruuuyuuuuuuuuuuuuuu !!!!
    tapi nggak trima nih unyuk nya kebanyakan dihina2 .. ah !!!!! fida eonni gimana sih ??? ayolaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh skali2 yg dihina bgitu donghae dong !!!!!!! hahahahahahahahaha

  10. astaghrfirullah…fidaaaaa….
    aku kasian sama unyuk lama2,,,nista beneran dia…., tp emang mendukung sih….

    kyu-kara,,ya ampuun,,tumben akur dikit, biasanya udah world war #lebe
    hobi banget tuh pasangan saling mem-buly,,,,,wkwkwkwkw

    hwaiting,,,,,,!!!!🙂

  11. lain kali kasi nama monica yah kyuu itu psp hahahaha
    cemacem ajah ini orang..
    aneh tapi berhasil biki gue ketawa kalo baca ini bzzzzz…
    hahahaa :p

  12. wow makin mesra aja duo solmet epil ini …..tuk bang monyet juga keep fighting ma Ahra onnie jo plit 2 entar dibuang kelaut nti…………………………ba de we ayoo slametan bwat bang hae tumpengan ajah asyek kyayanya ….. oalah cakmin mo juga dijadiin orang ketelu sini cak ma aku aja …byar duo setannya gk makin meng-iblis …kesian cak min kan imoet baget knapa dicast kya gethu….oalah cak cak

  13. Ih! Udah paling surga tuh kalo kara udah so sweet jugaaaaa~ ini pihak ketiganya jd changmin ya? Padahal hae tuh udah paling mantep😦 mana hae nya mau tunangan skrng jd ga bisa rebut kara deeeeeeeh hehehehehe

  14. hwahahaha… keren…

    kara kalah telak sama PSP…

    ada satu hal yg sdikit mengganjal wkt baca ff ni,
    kenapa semakin kayak kebun binatang saja… ada kerbau, sapi (ikt d itung walau yang shot cma p***at nya doang..), ikan, monyet, kucing(asli). hahaha..

    dan satu lagi… kyu tidak suka rumput.. baru kali ni aq tau da kerbau tdak suka rumput… (*di timpuk gerobak sate sama fans” kyuhyun hyung)

    kakak author keren…
    >_<

  15. Kyu aneh, sarap, gila hahahahah ada ada aja tuh evil psp dikasih nama -___- yah, kyu kau lama2 mirip dgn heechul dan yesung!
    Di part ini bnyk adegan so sweetnya yaaa…….
    Saking so sweet nya aku sampe iri. Huaaahh author tanggung jawab! -,-

  16. hahaha seperti biasa bikin ngakak😄
    Soniya? Julia? Deasy? haha aku baru tau ada PSP dikasih nama
    Kyu emang ajaib

    ffnya so sweeet dan tumben tuh mereka rada akur
    Kyu-Kara makin bikin iri ><

  17. Wihiiii romantis bgt mereka
    iri..iri..iri..
    Ide menutup mata kyuhyun ketika mengucapkan ‘saranghaeyo kyuhyun-ah’ benar2 bagus! Jd kita ttp bs ngucapin didpn orgnya tanpa org itu ngeliat wajah kita hahaha…
    Aku suka semua ide mu eonni

  18. Aduh roamantisnya..
    Kara rela kerja part time hanay untuk beliin Kyuhyun selimut merah..
    Ommo..
    Tapi ujungnya kok gak enak sih, sisanya tetep aja Kyuhyun yang bayar..
    Ckckckckck..

  19. Kara menamai org dgn nama binatang wehhh :v
    dasar pasangan aneh, dikit² berantem lalu baikan :v
    next
    keep writ and hwaiting thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s