This Boy and My Nightmare 5 (FV)

Undefined Feeling

Eun Hee POV

Saat mataku mengerjap kurasakan tanganku hangat. aku mengangkat kepalaku sedikit dan saat itu juga kepalaku nyeri hebat. Aish… botol soju sialan… kenapa harus menabrak kepalaku?

Aku melirik tanganku dan menjumpai tangan Donghae menggenggam tanganku rapat. Aku mengerjap lagi. memastikan mataku tidak salah lihat. Lelaki itu sepertinya menyadari gerakan tanganku. Ia mengangakat kepalanya. Mendongak menatapku. Matanya merah mengantuk. Lingkar matanya hitam, dan dia tersenyum.

“Sudah bangun?” tanyanya. Nadanya pelan, namun kulihat ada kelegaan muncul dari wajahnya. Aku mengangguk. Ia tersenyum lagi. Bangkit berdiri.

“Mau minum? Kau pasti haus sekali kan?” ia bertanya. Sekali lagi, aku mengangguk.  Mata Donghae mendadak mengikuti arah pandanganku. Ia menarik tangannya yang masih menggenggamku.

“Eh.. Mianhae… aku tidak sengaja..” katanya buru-buru. Tangan kananya menggapai gelas di meja.

“Tidak lelah?” tanyanya lagi sambil membantuku menaruh gelas di meja.

Aku mengernyit, sedikit tidak memahami pertanyaannya. Lelah apa? Aku melakukan apa? Bukannya aku hanya pingsan ya?

“Kau koma satu minggu….” Katanya singkat  yang segera membuat mulutku membulat.

“Kata dokter, luka di kepalamu jadi seperti ini karena aku telat membawamu ke rumah sakit… lain kali jangan seperti ini, kau membuat nafasku sesak…” katanya lirih. Matanya menunduk. Aku sudah tahu ia akan segera menangis setelah ini.

“Kata dokter, kau dilempar benda keras, kalau aku boleh tahu, apa yang mereka lemparkan padamu?” matanya sudah sangat merah.

“Seharusnya kau membritahuku kejadian sepenting ini, bagaimana kalau aku terlambat membawamu ke Rumh sakit lebih lama? Kau senang membuatku merasa bersalah hah?”

Hening. Aku tak ingin menjawab. Aku hanya ingin mendengarnya bicara.

Aku tersenyum menatapnya. Bibirku masih kering dan membuatku sedikit kesulitan bicara. Aku memegang bibirnya dengan telunjukku. Mencoba menyuruhnya diam. Ia berdiri dan memasukkan jarinya ke dalam gelas, mengusapkan jarinya yang basah di bibirku. Aku gugup sekali melihat wajahnya yang hanya duapuluh senti dari wajahku. Ia melepaskan jarinya dan duduk disebelah ranjangku.

“Ak-ku baik- baik saja..” kataku tersendat-sendat.

Ia mendongak dan menatap langit-langit. Menahan air matanya yang mulai menggenang. Tuhan, kenapa laki-laki ini mudah sekali menangis?

“Jangan bilang apa-apa Eun Hee-ah… Aku tahu kau sedang tidak baik…”

“Lalu, aku harus bilang apa?” balasku lirih. Ia mendengus menatapku.

“Kenapa kau tidak jujur saja katakana kalau kau sakit? Kau ini… kenapa tiba-tiba jadi aneh? Sejak kapan kau takut merepotkanku? Bukannya dari awal memang niatmu sudah begitu hm?” ia terus mengomel.

“Ne… Aku minta maaf… lain kali, aku akan memberitahumu kalau kepalaku terluka..”

“Bukan hanya kepalamu bodoh… Kalau kau sakit, katakana saja, kalau kau mati, aku juga yang repot kan?” Donghae menyahut ketus. Aku sedikit tertawa mendnegar ucapannya.

“Donghae-ah.. Kau ini, kenapa tiba-tiba jadi aneh? Sejak kapan kau mengkhawatirkanku?” aku membalik kata-katanya. Ia tampak terkejut.

“Aish… Yeoja mengerikan… Kalau sampai terjadi sesuatu padamu, siapa yang merawat Yoogeun kita?” OMo… aku malu sekali mendengarnya mengatakan ‘Yoogeun kita’ sekali lagi.

“Kenapa? Kau pikir aku mengkhawatirkanmu?” ia masih melanjutkan omelannya. Aku benar-benar ingin tertawa sekarang. Wajah menangis berdarah-darah begitu masih bilang tidak khawatir?

“Mianhae…” kataku akhirnya.

*

Donghae POV

“Minta maaflah terus… karena aku memang tidak berniat memaafkanmu sebelum kau minta maaf seratus kali..” kataku membalasnya. Ia tampak kaget dan tertawa hingga bahunya bergerak-gerak. Hanya sebentar, karena setelah itu ia mengernyit lagi. Mungkin kepalanya masih nyeri. Aku menahan tangannya yang memegangi perban.

“Kau sakit? Aku panggilkan dokter…”

Dia menggeleng.

“Aniyo… ini hanya pusing biasa..” katanya sambil memaksa tersenyum.

“Kau pikir aku percaya?” kataku lagi. Ia menarik lenganku sekarang.

“Mana Yoogeun?” tanyanya sambil memutar kepalanya menjelajahi kamar rawatnya.

“Tenang saja, dia bersama Umma-ku… sedang istirahat di rumah..” kataku cepat.

“Di Mokpo?” tanyanya lagi.

“Ani… di Seoul, aku baru saja membeli apartemen baru untuk Yoogeun dan Ummanya Yoogeun..” jawabku hati-hati. Aku tidak mau gadis itu menolak kuajak menempati apartemen barunya. Aku hanya tidak bisa membiarkan Yoogeun dan Eun Hee tinggal jauh dariku. Aku memutuskan membeli apartemen di lantai sepuluh yang nantinya akan kami huni bertiga. Semoga dia tidak keberatan…

Ia tampak berpikir.

“Donghae-ah… Kurasa kau harus segera memberitahukan yang sebenarnya pada fans-mu… Aku takut Yoogeun juga ikut mereka sakiti kalau meereka terus salah paham seperti ini…” jawabnya pelan.

“Ne.. aku juga sudah memikirkannya…” serobotku.

“Kau sudah mengatakannya pada mereka?”

Aku tersenyum sambil menatap matanya.

“Aku sudah memohon mereka untuk tidak menyakitimu…karena kau istriku dan Yoogeun anakku..”

Ekspresinya berubah pucat.

“Hya!.. Kenapa kau malah bilang begitu? Omona… Nyawaku Cuma satu Lee Donghae…” katanya sedikit keras. Aku tertawa sambil mengelus kepalanya.

“Tenang saja, aku sudah bilang, kalau mereka menyakitimu, aku akan menyakiti diriku sendiri sebagai gantinya… Mereka tidak akan rela aku terluka sedikitpun” jawabku dengan wajah bangga.

Eun Hee berjengit.

“Lee Donghae! Apa yang ada dikepalamu hah?” ia berteriak lagi. kali ini tangannya mengguncang-guncang lenganku.

“Aish.. Kau pikir aku serius dengan ucapanku hm? Mana mungkin aku menyakiti diriku demi kau…” balasku sengit. Ia menghela nafas lega.

“Dasar  Pendusta!” seringainya. Aku tertawa menatapnya. Aigoo… Eun Hee-ah, sebenarnya aku merasa tidak sedang bercanda  saat mengatakan itu…

*

Eun Hee POV

Kondisiku membaik dalam tujuh hari. Perban masih melekat dikepalaku, namun dokter bilang aku sudah boleh pulang. Aku masih di Rumah Sakit, dan jam satu siang nanti rencananya aku akan pulang ke apartemen baruku. Umma Donghae memegangi pipiku sambil tertawa. Terlihat bahagia sekali.

“Donghae akan datang sebentar lagi..” katanya. Yoogeun berdiri disebelahnya. Menjilati eskrim yang mengotori bajunya.

“Umma… Apa Yoogeun tidak nakal? Mianhae merepotkanmu…” kataku sambil merangkul pundak Yoogeun. Setengah jongkok.

“Kau ini bicara apa… Aku senang bisa membantu Donghae.. Ia sudah lama tidak merepotkan Umma-nya.. Yoogeun juga sangat lucu, aku bisa hidup lebih lama kalaau setiap hari melihatnya…” kata Umma Donghae dengan tersenyum. Dua detik kemudian, pintu kamarku terbuka. tampak wajah donghae yang memerah dengan enam Namja dibelakangnya.

“Eun Hee-ah… Kau harus bayar uang jaga balita untukku…” teriak namja sipit disebelah Donghae. Wajahnya berbinar dan tangannya menempel di bahu Doghae. Kurasa namja itu yang biasa dipanggil Monyet oleh Donghae. Salah satu teman sintingnya yang wajahnya sangat standar disbanding teman se-groupnya yang lain.

“Anakmu itu mengencingi kasurku tiga kali..” Kalau yang ini suara Kyuhyun. Anak itu menyeringai menatapku dan Yoogeun bergantian.

“Aigoo… kenapa anak kalian seperti Heeebum, suka sekali kencing sembarangan…”  Kyuhyun menyahut lagi. Donghae menjitak kepalanya. Heebum siapa? Apa Donghae kadang dipanggil Heebum juga?

“Kemarikan tanganmu.. Kau kan masih pusing..” ia menarik tanganku dan menarik tangan Yoogeun disebelahku. Kulihat namja-namja dibelakangnya mulai bersiul-siul usil.

Umma Donghae mengekor dibelakangku dan kami berjalan menuju parkiran. Menaiki mobil. teman-teman Donghae berpamitan dan masuk mobil van dibelakang mobil kami. Mobil berjalan pelan. Tanganku terasa hangat. Ada tangan Donghae disana. Tangan kirinya menyeka lelehan eskrim di mulut Yoogeun.  Sesekali matanya melirikku, walaupun kemudian ia buru-buru membuang tatapannya ke jendela saat beradu pandang denganku. Aku hanya ingin tersenyum mengamatinya.

*

Donghae POV

Gadis itu sudah berbaring di ranjang kamarku. Ia melirik langit-langit dengan antusias dan beberapa kali mengujicoba kasurnya.

“Hya Lee Donghae! Kenapa kau tidur disini?!” ia mendadak berteriak saat punggungku menyentuh kasur. Aku bangkit dan membekap mulutnya. Takut Umma mendengar teriakan bodoh si Eun Hee.

“Kenapa masih Tanya? Aku kan sudah bilang kau jadi istriku didepan Umma-ku… sekarang Ummaku ada di kamar sebelah… Apa kata Umma, kalau aku tidur terpisah darimu?” jawabku enteng. Ia mendengus dan menata guling disebelah tubuhku. Membuat pembatas. Aku mengambil guling yang ditatanya dan membuangnya ke lantai.

“Kau pikir aku mau apa Lee Eun Hee?” kataku  cepat. Ia tak menatapku dan malah menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

Aku merangkul tubuhnya dari samping. Ia segera membuka selimutnya dan melotot dengan mata besarnya.  Ffuh… wajah kami dekat sekali..

“Aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk guling..” kataku sebelum ia mulai bicara.

“Lalu kenapa gulingnya dibuang ke lantai?”

“Aku membuangnya ya? Hehehehe…sepertinya aku lupa…” jawabku dengan muka bodoh. Tanganku masih merangkulnya rapat.

“Lepaskan tanganmu Lee Donghae…” katanya dingin.

“Aniyo… Tanganku tidak mau lepas… Bagaimana ini… Tanganku tidak mau lepas…”

“Kau belum  pernah  melihatku makan tangan manusia hm?..” katanya menyambung. Aku segera mundur dan menjauhkan tanganku darinya. Ia bangkit berdiri. Menyeret bantal dan selimutnya. Ia tiduran di sofa kamar. Aku meliriknya dari balik selimut. Gadis keras kepala. Kenapa diperhatikan saja tidak mau?

*

Eun Hee POV

Aish… Lee DongKrak menyebalkan!

Kenapa lagi bocah itu?

Aku menutup mukaku dengan bantal. Memejamkan mata sebisaku. Yang ada malah aku semakin tidak bisa tidur. Entah kenapa, aku merasa Lee Dong-dong itu tengah mememlototiku dari kasurnya. Terdengar derap langkah ditarik. Suara sandal yang bergesekan dengan lantai. Dan terakhir suara air dari wastafel. Pasti anak itu sedang cuci muka.

Aku membuka selimutku dan mengambil nafas. Mencoba tidur lagi.

Sial, aku belum tidur dan anak itu sudah kembali masuk kamar.

“Kau sudah tidur Eun Hee-ah?” tanyanya yang kusambut dengan diam. Aku pura-pura membatu. Mengatur nafasku agar terdengar normal. Berharap bocah menjengkelkan itu segera menghilang dari hadapanku.

“Kepalamu bisa pusing kalau tidur seperti ini..” tangannya manarik-narik bantalku dan menata letak kepalaku. Aku mencoba tak bergerak. Ia masih semangat mengubah-ngubah letak kepalaku.

“Kau tidur cepat sekali… Tidak lelah tidur terus? Sudah seminggu tidur masih kurang?” celotehnya panjang. Berkata seolah-olah aku masih bangun. Aish.. Hush.. Hush.. pergilah DongKrak menyebalkan… aku tidak bisa tidur kalau kau terus bersuara seperti itu…

“Ne… Aku tahu kau sudah tidur… kalau begitu aku juga mau tidur, selamat malam Eun Hee…” kurasakan tanganny ayang dari tadi memegangi perbanku mengendur. Aku tak mendengar derap langkah, namun juga tak mendengar gerakan disekitarku. Tidak… Ia pasti masih gentayangan disebelahku.. Bocah ini, mencoba mengerjaiku  hah?

Lima menit…

Sepuluh menit…

Limabelas menit…

Aku tidak tahan! Aku membuka mata dan seketika membelalak saat melihat wajahnya masih didepan wajahku. Duduk setengah jongkok mengamatiku dari jarak yang sangat dekat. Aish…

“Sudah kuduga kau belum tidur…” katanya singkat. Aku membuang mukakku menatap sofa yang kutiduri.

“Tidurlah di kasur… biar aku yang tidur disini…” katanya lagi. aku mengangkat kepalaku dan bangkit berdiri. Menyeret bantal dan selimutku. Tidak lupa melempar bantal Donghae ke lantai. Ia meringis dan tidak marah-marah. Bocah ini kenapa sih?

Aku menutup selimutku hingga mencapai kepala. Kurasakan namja itu mendekat ke arahku lagi. aku tak berani membuka selimut. Takut saat selimutku terbuka, wajahnya menyembul didepanku. Aku bisa sesak nafas.

“Eun Hee-ah.. tidurlah yang baik… Jangan sakit lagi… selamat malam…” katanya. Sepertinya bocah itu mencium kepalaku. Omona.. kalau saja aku sedang tidak sakit, aku akan memasukkannya ke lubang Toilet. Beraninya…

*

Donghae POV

Sial! Kenapa aku tidak bisa tidur?

Gadis menyebalkan it uterus bergerak-gerak di kasurnya dengan nyaman.Mataku tak mau lepas mengawasinya.  Sementara punggungku pegal karena sofanya terlalu pendek sehingga aku harus sedikit merungkal untuk bisa tidur. Aku berdiri dan memelototinya. Aku menyambar bantalku dan membanting tubuhku ke kasur pelan-pelan.

Maaf  nona mengerikan… Aku tidur di kasur juga ya?

Aku sedikit menarik selimut yang menutupi perut dan kakinya. Ia tak bergerak. Seprtinya ia takkan bangun sekalipun aku bergerak lebih berisik. Aku tidur sambil menghadapkan wajahku ke arahnya. Melihat gadis seram yang sedang tidur dan tidak teriak-teriak seperti biasanya.  Mengamati wajahnya saat tertidur.

Ia sudah tidak kelihatan pucat. Baru kali ini aku melihatnya agak lama dan dalam jarak sedekat ini. bahkan nafasnya menerpa wajahku. Aku mencium bau shampoonya.  Aku bohong kalau bilang gadis ini tidak cantik. Siapapun akan memukulku kalau aku bilang begitu.

Apa dia pantas ya jadi istriku?

Aku belum merencanakan apapun dengannya tentang masa depanku, masa depan Yoogeun dan masa depan Eun Hee sendiri. Aku belum mmebicarakannya. Nanti saja, kalau aku sudah selesai memutuskan. Yang kutahu, aku tidak menyesal karena telah mengakuinya sebagai anak-istriku pada konferensi pers kemarin. Aku punya ibu dan teman-teman yang mendukungnku. Kalau bukan aku yang menolongnya, aku takut ia dimanfaatkan orang lain.

Aku mengamati wajahnya sekali lagi dan otakku mulai sedikit bermasalah. Tanganku bergerak sendiri!

Aku memeluk tubuhnya dan merengkuhnya didepan dadaku. Aku bisa mencium aroma shampoonya dengan sangat jelas. Aku mengintip wajahnya beberapa kali. Aku mengelus punggungnya. Senang sekali melihatnya sudah bangun setelah seminggu koma. Senang  sekali bisa memeluknya seperti ini. Senang sekali bisa mendengar detak jantungnya di pelukanku. Sial, apa aku mulai menyukainya?

Gadis ini, kenapa bahkan aku merasa tidak kerepotan lagi sekarang?

Sudahlah, aku sedang malas memikirkan apapun, Semoga aku bangun lebih dulu besok pagi!

*

Eun Hee POV

Eh?

Kenapa Donghae disebelahku?

Dan… Kenapa dia memelukku?

KYAAAA………. LEE DONGKRAK…A PA YANG KAU LAKUKAN HAH?

Ia menggeliat disebelahku dan aku membeku disebelahnya. Ia membuka matanya dan melihatku yang masih syok memelototinya dengan posisi duduk.

“Pagi Eun Hee-ah… Tidurmu nyenyak?” tanyanya tanpa merasa bersalah. Aku menaikkan sebelah alisku dan menyeringai ke arahnya.

“Kau tidur disini semalam?” tanyaku balik. Anak itu duduk dan mengangguk ringan.

“Ne… sofanya terlalu pendek.., punggungku pegal..” katanya datar.

“Lalu kenapa merangkulku hah?”

“Aku kira guling… habis bentuknya sama…” jawabnya sambil tersenyum malu-malu. Siaaaallllllll…..

“Aish…  kenapa menyuruhku pindah ke kasur kalau kau sendiri menolak tidur di sofa?” balasku sinis. Ia melirikku sambil memegang-megang rambutnya.

“Aku ingin tidur dengan istriku, tidak boleh?”

Glek.

Bocah sialan. Bocah mesum. Bocah menyebalkan.

“Kapan aku jadi istrimu hm?” kataku masih ketus. Ia kelihatan makin santai dan mulai tersenyum-senyum sendiri.

“Hya.. Lee Donghae, berhentilah tersenyum seperti itu… Kau membuatku takut…” aku melempar bantal ke wajahnya.

“Arra.. Arra… aku mau membangunkan anakku dulu..” katanya sambil bangkit dari kasur. Membenarkan piyamanya. Menata rambutnya, dan bercermin. Aish..

“Bangun tidur tidak usah sok ganteng..” sungutku dari belakangnya. Ia menoleh dan menatapku. Mendekat sambil mengibas-ngibaskan poninya yang agak panjang kedepan wajahku.

“Ne… aku memang semakin ganteng akhir-akhir ini…” katanya singkat.

“Aish…” desisku. Ia melambaikan tangannya didepan pintu sambil memasang senyum sok imut.

*

Donghae POV

“Yoogeun-ah…” aku memanggil Yoogeun sambil menggendongnya. Anak itu masih setengah sadar. Menatapku dengan bingung.

“Tidurmu nyenyak?” tanyaku sambil membawanya ke dapur. Aku melihat Umma tengah mencuci sayuran dan Eun Hee yang tengah duduk didepan meja makan sambil memotong wortel. Yoogeun mengangguk dan menunjuk-nunjuk Eun Hee. Eun Hee maraih tubuh Yoogeun dan mendudukkannya di pangkuan. Kami duduk berhadapan bertiga.

Anak ini, kenapa mirip sekali denganku ya? Bahkan bangun tidurpun sudah kelihatan ganteng!

Kudengar pintu diketuk. Umma membukakan pintu dan muncullah dua bocah pengganggu itu. Hyukjae dan Kyuhyun. Mau apa mereka?

“Bukannya jadwal manggung jam Sembilan? Dan ini masih jam setengah tujuh kan?” kataku sambil melirik jam tangan. Hyukjae meringis.

“Aku mau mengantar Kyuhyun..” katanya sambil menunjuk Kyuhyun. Kyuhyun tidak menggubris dan malah kelihatan tengah memburu sesuatu di apartemenku.

“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan pagi-pagi begini di rumah orang?” tanyaku pada Kyuhyun yang berdiri disebelah Hyukjae.

“Minta deterjen” katanya singkat. Aku melotot dan menghampirinya yang kini sedang memegangi deterjen disebelah mesin cuci.

“Omo… Kenapa datang kesini kalau mau mencari deterjen? Harusnya kau ke supermarket..” kataku sambil meliriknya. Ia masih memegangi sabun deterjen di tangan kirinya.

“Ani… Kalau bisa minta kenapa beli..”

HYA… bocah peranakan setan….

Aku memukul kepalanya. Ia tidak mengaduh dan malah melengos membuka pintu. Hyukjae dan Kyuhyun keluar dari apartemenku dengan melambaikan tangan kanannya setelah berpamitan dengan Umma. Umma menyuruhku mandi bersama Yoogeun. Kulihat Eun Hee yang tengah memotong wortel terakhirnya membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Umma.

“Kau juga mau ikut?” godaku. Ia makin membelalak. Aku menyeret tangan Yoogeun dan menggendongnya memasuki kamar mandi.

Setengah jam kemudian, aku dan Yoogeun keluar dengan hanya memakai handuk. Eun Hee lagi-lagi terbelalak melihat kami berdua. Aku segera membawa Yoogeun ke kamar berdua dan memakaikannya pakaian. Kami kembali ke ruang makan.

“Donghae-ah… Tadi malam aku menelfon Jungsoo untuk memintakan ijin untukmu… Kita akan ke Mokpo hari ini, jadi kalian berdua, bersiaplah.. aku akan membeli susu Formula dan Diapers untuk Yoogeun… Aku kembali setengah jam lagi dan kalian sudah siap, arasseo?”

Aku dan Eun Hee berpandangan.

“Ada apa ke Mokpo Umma?” tanyaku tidak paham. Umma mengedikkan bahunya dan menyambar tangan Yoogeun. Menggendongnya keluar Apartemen.

“Setengah jam lagi…” teriak Umma sebelum pintu akhirnya tertutup.

Eun Hee POV

Aku, Yoogeun dan Donghae duduk di jok tengah. Umma Donghae duduk disebelah sopir. Kami menuju Mokpo satu jam yang lalu. Yoogeun masih belum tidur, ia terkagum-kagum melihat jalanan. Donghae juga dengan gaya kekanak-kanakan masih semangat memberitahunya apapun yang mereka lihat di jalanan. Melihat mereka berdua, aku jadi bingung, sebenarnya yang balita yang mana?

“Yoogeun-ah… apa benar Yoogeun kemarin bermain bersama Kyuhyun dan Hyukjae Hyung ?” tanyaku pada Yoogeun yang masih bahagia di pangkuan Donghae. Yoogeun menatapku dengan mata membulat. Mengagguk dengan semangat.

Kemarin Umma Donghae berkata padaku mengenai kepengasuhan Yoogeun oleh Hyukjae dan Kyuhyun seharian penuh saat Umma Donghae mengurusi administrasi Rumah sakit tempaku dirawat. Aku masih belum begitu yakin si Kyuhyun yang kehilangan fungsi kepalanya itu bisa merawat balita.

Donghae ikutan meliriknya.

“Main apa?” Tanya Donghae.

“Yoogeun belajar menyanyi Appa…” jawabnya pendek. Matanya kembali memelototi jalanan.

“Menyanyi apa? Apa Yoogeun bisa menyanyi didepan Umma dan Appa sekarang?” serobot Donghae. Yoogeun mendongak menatap wajah Donghae dan mengangguk.

“Tapi Appa harus bayar…” katanya lagi. aku dan Donghae membelalak. Umma Donghae tertawa dari kursi depan. Ikut mengintip kami.

“Aigoo… Kenapa Appa harus bayar?” Donghae bertanya lebih serius.

“Karena Hyukjae Hyung bilang begitu.. Semuanya tidak ada yang gratis Appa…” katanya dengan mengacungkan tangannya. Berlagak minta uang. Aku menganga melihatnya. Aish.. sehari bersama dengan Hyukjae dan Kyuhyun benar-benar membuahkan hasil menakjubkan.

“Yoogeun-ah… Yoogeun tidak boleh minta bayaran pada Appa hanya karena Appa ingin melihat Yoogeun menyanyi..” sergahku.

“Aniyo Umma… Tidak ada uang, Yoogeun juga tidak mau menyanyi..” tolaknya. Aku melotot. Aish, Hyukjae-Kyuhyun… Aku benar-benar akan mencincang kepala kalian berdua…

Donghae melirikku dan buru-buru merogoh saku kemejanya. Mengeluarkan uang kertas  dan memberikannya pada Yoogeun.

Yoogeun meloncat dari pangkuannya dan berdiri di tengah-tengah jok yang sempit. Ia berdiri dengan susah payah. Menjaga keseimbangan badannya. Meletakkan dua tangannya di perut. Memutarnya perutnya kedepan dan kebelakang. Mulutnya terbuka, mulai menyanyi.

“Aku anak setan.. Tubuhku melayang.. karena-“

CHO KYUHYUN……… APA YANG KAU AJARKAN PADA ANAKKU HAH………..

Donghae langsung membekap mulut Yoogeun dan mendudukkannya di pangkuan. Ia bicara panjang lebar pada Yoogeun yang intinya melarangnya menyanyikan lagu itu lagi.  aku meraih ponsel Donghae dan segera menekan tombol kontak Kyuhyun. Anak itu harus mati sekarang juga!

“Yoboseyo” kataku begitu telfon tersambung.

“Yoboseyo… Ada apa Hyung?”

Aish.. bahkan bocah itu tak bisa membedakan suara Yeoja dan Namja.

“Apa yang kau ajarkan pada anakku hah?” kataku melengking. Tidak peduli lagi dengan cubitan Donghae di lenganku dan lirikan Umma Donghae dari spion.

Kudengar tawanya dari seberang. Sepertinya dia tidak sedang sendirian.

“Oh.. Aku special mengaransemen lagu anak untuknya, kau suka? Sebenarnya itu lagu ‘Aku Anak sehat’ yang kebetulan diputar di TV anak kemarin pagi… aku mengubahnya sedikit.. biar sesuai dengan warna suara Yoogeunnie..” katanya enteng.

Kepalaku benar-benar berasap sekarang.

Donghae mendadak merebut ponselnya dan menatapku sambil berbisik-bisik tidak jelas. Aku menatapnya jengah. Mencoba menggapai-gapai ponsel di tangannya. Yoogeun yang ada di pangkuan Donghae menyambar ponsel Donghae. Sedetik kemudian, mulut kami berdua menganga lebar saat  Yoogeun membuang ponsel Donghae keluar jendela.

“Appa-ah.. Umma-ah.. Jangan bertengkar lagi..” katanya bijak.

*

Donghae POV

Baiklah, ponselku pecah. Layarnya retak tiga bagian. Tombol Keypadnya menyembul keluar dan LCDnya menolak dinyalakan.  Eun Hee terkekeh menatapku yang masih berusaha menyalakan ponselku. Aku melirik Yoogeun yang menatap jalanan.

Aish…

Merepotkan…

Menjengkelkan…

“Donghae-ah.. Sudahlah, itu Cuma ponsel, besok kau bisa beli lagi, jangan marah pada anakmu..” Umma menasihatiku dari depan. Aku tak menjawab. Eun Hee ikut melirikku.

“Kau marah pada Yoogeun karena ponselmu rusak sedikit?” tanyanya. Aku memberengut. Rusak sedikit katanya?

“Aish… Lee-DongHae.. Kekanakan sekali.. Bukannya sudah kubilang dari dulu jadi ayah itu tidak semudah yang kau bayangkan?.. Mulai sekarang, bersabarlah… dna jangan bertindak kekanakan hanya karena masalah sepele…” komentarnya. Aku menatapnya jengkel. Mulutnya itu, kenapa bisa begitu menjengkelkan?

“Satu lagi, awas saja kalau kau sampai menangis..” katanya sambil menyenggol lenganku.

Aku melotot ke arahnya sambil mengacungkan ponselku yang rusak diatas kepalanya.

“Donghae-ah… sebentar lagi kita sampai, cepat rapikan kemejamu.. Kau juga Eun Hee-ah… Banyak yang menunggu kita, jadi jangan buang-buang waktu..”

Aku segera melihat Umma yang menata tas plastik di Dasbor mobil.

“Mwo? Apa maksud Umma? Memangnya ada apa?” tanyaku beruntun. Eun Hee ikut menyimak dengan muka cemas.

“Omona… Apa Umma lupa bilang ya?” Umma berbisik pelan.

“Umma belum bilang apa-apa..” sambarku cepat.

“Ne… Keluarga kakekmu ingin melihat kalian berdua ….. Mereka juga ingin melihat Yoogeunnie.. Ya!Ya!Ya!… Donghae-ah.. Kenapa kau malah bengong?”

*

Eun Hee POV

Turun dari mobil,  aku nyaris pingsan melihat kerumunan keluarga besar DongHae yang berjejer-jejer didepan rumahnya. Kami turun dari mobil dengan kawalan Bodyguard. Banyak fans Donghae yang menggerumbul diluar pagar rumah. Berteriak heboh saat Donghae yang sok keren itu menurunkan kakinya sambil menggendong Yoogeun. Ia bahkan masih sempat memasang kacamata untuk Yoogeun dan untuknya sendiri sambil berpose sok manis didepan kamera wartawan. Mereka berdua memakai kacamata kembaran dengan kaos kembar juga.

Dongkrak yang menyebalkan, kalau kau sekali lagi membahayakan nyawaku dan nyawa Yoogeun karena mukamu yang seperti ikan pindang itu, aku benar-benar akan membuatmu jadi ikan bakar!

Aku buru-buru mengikuti Donghae dengan kepala menunduk. Memasuki rumahnya dengan hati kebat-kebit. Aku takut dilempar kulkas, atau benda berat lainnya.

Saat kakiku menginjak rumput halaman rumahnya, aku makin syok dengan kehadiran berjejer-jejer saudara Donghae yang terus saja mengawasiku dan mengawasi Yoogeun. Aku memasang senyum manis. Mereka ikut tersenyum menyapaku.

Salah seorang saudara perempuan Donghae yang merupakan kakak iparnya menggelendengku ke kamar. Menunjukkan benda berwarna putih menjuntai yang membuatku berteriak heboh.

Gaun pengantin!

*

Donghae POV

Kami melakukannya.

Melafalkan ikrar pernikahan yang sakral dan mengerikan itu.

Aku melirik Eun Hee yang berbaring kelelahan di sebelahku. Sebagian keluarga besarku sudah meninggalkan Mokpo kembali ke rumah masing-masing. Hanya tersissa beberapa kerabat dekatku yang tidur  bersama di ruang TV.

Eun Hee mogok bicara. Wajahnya keruh dan matanya sealu saja melotot saat beradu pandnag denganku. Lima menit masuk ke kamar yang sama, kami masih belum saling bicara.

“Eun Hee-ah.. Kau marah padaku?” tanyaku sambil menyenggol lengannya. Ia mengubah posisi tidurnya. Menjauhkan punggungnya dariku.

“Aku benar-benar tidak tahu rencana pernikahan ini, Umma yang merencanakannya sendirian.. aku benar-benar tidak ikut campur..”

Eun Hee tak bergeming. Masih membeku dengan posisi tidurnya yang tadi. Aku meliriknya dan iseng-iseng memeluknya dari belakang. Bisa ditebak, kakinya langsung menendang pantatku.

Ia kini tidak berbaring membelakangiku.

“Ne… Ne… aku minta maaf kalau membuatmu terpaksa menikah denganku…” kataku sedikit merajuk. Ia tersenyum sinis.

“Kau tahu pasti kalau Kita tidak sedang dalam posisi bisa memilih….” kataku lagi.

Ia menatapku. Pandangannya agak aneh.

“Kenapa kau tak menolak? Tak tahukah kau yang kita lakukan tadi bukan main-main?” tanyanya masih dengan muka memberengut.

“Aku tidak main-main…” jawabku singkat.

Aku menarik selimut dan berbaring membelakanginya. Sebaiknya aku tak memancing pertengkaran malam ini. Aku lelah.

Apa kau tahu takdir Eun Hee? Kurasa aku dan kau berada di lajur takdir yang sama. Semua kebetulan dan kesialan ini,  jelas terjadi dengan alasan. Kita hanya perlu menjalaninya sedikit lebih lama.  Dan soal main-main itu, aku tidak mungkin main-main memilihmu menjadi istriku.

*

Eun Hee POV

Setelah ucapan terakhirnya yang membuatku merinding itu, Donghae tak bicara lagi. ia menutup matanya dan merapatkan selimut. Aku ikut merapatkan selimut dan menutup wajahku dengan bantal.

Aku tahu pasti dia tidak tidur. Dan mestinya dia juga tahu pasti aku tidak tidur. Mungkin sebaiknya, baik aku ataupun dia tak bicara apapun untuk saat ini.

Aku meliriknya lagi dan segera menyesali keputusanku untuk tak mengajaknya bicara.

“Donghae-ah..” panggilku pelan. Menyingkap bantal yang menutupi wajahku.

“Ne?” sahutnya. Ia masih mengatupkan matanya.

“Mianhae.. Maaf sudah merepotkanmu…” kataku tulus. Ia tersenyum. Masih dengan mata terpejam.

“Tidurlah.. besok pagi  kita kembali ke Seoul..” katanya lagi.

“Kau memaafkanku?” tanyaku.

“Apa aku punya pilihan lain?” tanyanya balik.

Aku tersenyum kecil mendengarnya.

“Donghae-ah..”

“Apa lagi?” katanya agak jengkel. Ia masih betah menutup matanya dari tadi.

“Aku akan berusaha menjadi teman yang baik untukmu..”

“Kau tidak perlu mengatakannya, kau tidak akan mampu melakukannya..” jawabnya ketus.

Aku menendang lengannya dengan kakiku.

“Kau menyebalkan sekali..” umpatku.

“Kau akan takut kalau aku tiba-tiba bersikap manis padamu..”

Aku menyeringai. Ikan menjengkelkan itu masih tak membuka matanya.

“Donghae-ah..”

“Berisik..” sahutnya.

“Aku tidak bisa tidur…”

“Lalu aku harus apa? Menidurimu?” ia terkekeh dengan mata terkatup.

Aku menendang pantatnya dan mengikutinya mengatupkan mata.

“Eun Hee-ah..” kali ini dia yang bersuara.

“Hm?”

“Aku hanya ingin memberitahumu, aku tidak menyesal menikah denganmu..”

Entah kenapa aku diam dan tak bisa menjawab kata-katanya. Mataku terpejam dan pikiranku sibuk membayangkan wajahnya saat dia mengatakan hal-hal aneh seperti itu.

“Pada ulang tahunku tahun lalu, aku sempat berdoa agar Tuhan memberi warna dalam hidupku, karena saat itu aku merasa hidupku sangat membosankan dan melelahkan,.. kurasa kau dan Yoogeun datang karena itu..”

Aku tak menyahut. Hanya menyimak kata-katanya yang terdengar manis di telingaku.

“Kalian berdua datang dan merusak hidupku yang tenang… Membawa banyak masalah, dan selalu membuatku mencemaskan banyak hal yang tidak perlu…”

Aku tersenyum.

Ne… aku memang merepotkanmu Donghae-ah…

“Eun Hee-ah, bagaimana kalau aku mulai menyukaimu?”

Eh?

End of 5

Huweeeeeeeeeeeeee…………

RCL yhak…

Saya sekaligus pengumuman bahwa ternyata Note FB saya tetep g bisa ngetag sekalipun di SCF, so, ngetagnya nunggu admin Yoojin dulu ya?

Mianhae…^_^

_eun-jo_

54 thoughts on “This Boy and My Nightmare 5 (FV)

  1. eeehhh??? am i first?? aiyaa,,dapat mangkok cantik dr fida,,, #ditampol
    ngakak full dr awal sampe akhir,,CHo KYUHYUN,,bener2 blasteran setan ntu anak satu,,,ckckckc
    bikin frustasi, mslhnya g bakalan bisa marah sama dia..
    n kunyuk, jiwa “tidak ada yang gratis di dunia ini” bener2 bikin orang pengen nabok…
    lanjutannya, di tunggu fid,,,hwaiting

  2. Muahaaaahhhhahahahaha…duet maut EunKyu daebaaaakkkk!!! Sekalipun cuma jadi cameo yg minta deterjen tapi sukses buat aq ketawa terbahak2.

    Cieee….dah nikah..moga awet ya pernikahannya.. Ditunggu lho lanjutanya.

  3. akhirnyaaaaa full part keluar jugaaaaa hehehe
    gak nyangka anak mereka bisa bijak juga bilang jangan berantem terus ck….
    wah mereka udah resmiiii married … apalagi om dong dong mulai suka *sok tahu* ayo en hee nya kapan suka ? hehe.
    ayo chingu lanjut ! HWATING

  4. Ngakak pas yogun nyanyi anak setan. Si kyu pinter banget ngaransemen lagu. Rusak deh jadinya kalau anak kecil diasuh ama member suju

  5. Wkwkwkkwkwk,,,
    akku ngakak bgd dah pas si yougeun nanyi ‘aku anak setan’..
    Astaga…
    Kyu memang hebat meracuni anaq org,, prok.. Prok.. Prok… *tepuk kaki utk kyuppa*,,, tp ksian noh hpnya haeppa hancur brantakan,,, ckkckckkc

    uwooo,,, mrka married??? Ya tuhan…
    Hahahhahahah,,
    tapi haeppa emang udh mulai suka ma eun hae ya??? Uwaaaa,,, oppa so sweet,,, tp eun sonya mw d tiduri??? Astaga oppa,,, menyebut ….
    Kekekkeke,,,
    apakah haeppa sdh terkena virus yadong dr si monyet????
    Hihihi,,,
    lanjutkan eon,, d tunggu nie nex partnya,,, fighting !🙂

  6. wah yang setan tetep jadi setan gak bisa di rubah, wkwkwk
    ngomen apa ya? bingung, hahaha
    intinya FF yang ada di blog ini tuh berhasil bikin perut mules karena ketawa gak abis-abis
    ayo lanjutkan!😄

  7. Wkakk tu kyunyuk slalu bkin dnia rusuh.pke ngaransemen lgu sgla.wkaka.wlaupun nongol sbntar tp skses bkin ngakak.
    Yeogeun genius hehe.dongdong so sweet.untung sya sdh mengikrarkan janji stia ma kyu..

  8. wkwkwk , perutku mules help me.
    si kyu tu ga pernah nginsyaf ya. tetep ja klakuannya kaya setan.
    tambah2 yeogeun ikut2 lagi .

    hihihi si eun hee mo nikah ma donghae.
    penasaran ntar jadinya gmn?😄
    next chapter ditunggu thor😀 , jangan lama2 di postnya.

  9. puahahaha ngakak , ketawa guling2 ! Kyuhyun ama eunhyuk sesat bngt. Ajaran sesat haha dasar iblis ! Ah yoogeun polos bngt lagi haha

    Wah mereka udah nikah bneran dong ? Kyaaa daebak ! Hae udah mulai suka tuh. Kyaaa so sweet …

  10. What? What? What? Kalo gak digabung yang 5a kenapa pendeKkKkKkKkKk bgt chingu~ T.T perasaan baru mulai baca, tibatiba uda kelar, INI FF DAEBAKKkKkKkK bgt, KerennNnNnNnN, luCuUuUuUuUu, n Yoogeun uda bicara suka bgt, Part selanjutnya dipanjangin lagee ya. HWAITING ! ! ! (•ˆ⌣ˆ•)

  11. Suami ku memang turunan setan sejati…
    Bagus cho kyuhyun sayang,sebarkan ke-evil-an mu pada yoogeun ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    Aku senyum2 sendiri bacanya onn,tapi kependekan huhuhu…
    Aku berharap ini jadi ber-part2 biar ada yg di tungguin terus #plak

  12. Wadooooh, neh tbc’y di saat yg tidak tepaaaatt..

    Lucu bgt tuh yg adegan di mobil, yg yogeun nyanyi aku anak setan, tubuhku melayang.. Bwahaha, ngakak ga berenti saya.. Kyu kurang zjzr bgt ngaransement lagu abal kaya gitu.. Si monyet malah ngajari yogeun matre,, di dunia ini ga ada yg gratis.. Kunyuk bgt tuh..

    Mwaha, eunhee ma donghae lg rebutan hp, eh si yogeun seenak jidatnya ngelempar tuh hp ke luar jendela.. Bocah ibliss..

    Lanjut ya fida, jan lama2.. ^^

  13. ampun dah,, tbcnya bikin kesel,, tanggung,, bikin penasaran, entar kalo aku gentayangan gimana ?! #bodo amat

    susah ngebedain yg mana balita ? hae kan babyku #plakkk

    beneran dah, suka bagian terakhirnya,, so sweeeett~
    jadi pengen juga ama siwon #apelokate

    next chapternya jangan lama-lama yak thor #noel-noel tembok

    ee, mian chingu,, aku boleh tau fb chingu apa ??

  14. sumpah yaahh yoogeun disini tambah bikin pasangan ini makin kocak..
    ketawa mulu bacanyaa..
    hahaahahaahah
    mereka kayanya emg udah ditakdirkan ketemu lagi setelah kejadian masa kecil yg bikin eun hee dendam..
    ayo ikaann! semangat..hohohohhoho

  15. owowowo…
    si donghae makin keliatan tuh suka ama eun hee.
    ampe dinikahin dadakan jg kgk nolak.

    si eunhyuk n kyuhyun gak bakat jd pengasuh anak.
    anak orang terkontaminasi otaknya.
    wkwkwkwkw

    keren deh nih

  16. wkwkwkw Kerennn😀
    Kyunyuk jaga anak seharian, anaknya lsg hebatt~ (?)
    AKu juga pengen dijaga KyuNyuk.. wkwk
    Eunhee enk bisa jadi istri Hae.. wkwk *Saya juga mauu* /plakk

  17. uwwwaaa sihh kyuu tetep aja evilll…
    ngajarin anak” yag gak bener wkwkwkwwkw😀

    wah pnasarann ni chingu…
    lanjutannya kapann? hehehehe
    di tunggu yahh next partnya…jngn lama” ia chingu…hehehehehe ^_^

  18. Ha2 kyu emang evil’y gawat klo disuruh ngejagaian anak lagi jadi nggak beres,…
    ditunggu part selanjut’y,…
    jangan lama-lama,..

  19. kyu evil mu sprx dh m’lebihi bts ukr yakk…
    Kekekeke si baby taemin fullin6 in lope.. Wah hae da sin6anx nie..
    Daebak dah

  20. kyu kreatif b6t(kreatif dlm hl k’evilanx y6 m’lebihi kdr sun6uh” berlebih sifat setnx).. Bhya ank q hrs q slmtkn dr appax sndri*kuatir 5s dpn si ank mndin6 low d’ajri y6 iya”(?) kliw d’ajrin y6 6′ 6’* hrs m’naikn level dr brj6a(?) ke sia6a nie..

    Sptx kecambh” cnta sdh m’n6alami prtumbuhn.. Hae fi6htin6..!!!

  21. annyeong, aku reader baru salam kenal ^^
    hahahaa si kyu bisa aja bikin lagu nya, masa kygt wkwkwk
    aku tunggu lanjutannya😀

  22. itu bedua resmi nikah yah???
    ya alloh bahagianya gue…
    #nahloh

    cieeee, ceritanya makin kedalem(?)makin manis…
    itu si Kyu ngajarin yg ngga bener banget deh, masa lagu anak-anak yang langka(?) kaya gitu diubah-ubah jadi ancur gitu sama dia…
    ngajarin lagu kebangsaannya sendiri sama Yoogeun…
    hahahhahah

    waaaahhh, gue suka ceritanya, ngga ada konflik, ngga ada orang ketiga..

  23. SHOCK!!! aduuuh ummanya si ikan ini bisa aja ya ngadain pernikahan tiba-tiba hahaha tapi bagus sih jadinya kan si ikan kawin juga tuh hahaha. Daebak abis deh pokonya!!!

    Terus romantissss abis lagi hahahah. gak bisa bayangin si abang ikan jadi so sweet begitu ;-3

  24. ya ampun kyu oppa, kalo kita punya anak nanti jgn diajarin nyanyi kaya gt dong wkkkk……………….

    ah kenp tbc lg..

  25. ini mah jackpot
    diakuin jadi istrinya si DONGKRAK
    eh, malah dijadiin istri beneran

    ckckckck
    bunga-bunga cinta makin bermekaran nih yeee
    chukhae hae, kau sudah menemukan warna di hidupmu
    jiaaaaa

  26. aransemen lagu anak setannya itu lho
    mana yoogeun juga nurut2 aja gitu suruh panggil appa umma
    ckck
    anak baikk
    lanjutka yoogeun-ah

  27. kyu…cocok bgt jd pengarang lg soundtrack bwt film setan… wkwkwkwk…
    mrk nikah beneran?? waow…
    ayoo lanjooot!!!

  28. Si yoogeun beneran jadi duplikatnya kyuhyun -__- jadi pengen tau cerita lengkap waktu kyuhyun-hyukjae seharian sama yoogeun hihi
    aah donghae sweet sekali🙂

  29. cieee udah resmi skrg….
    chukkae chukkae^o^

    haepa dah ngungkapin tuh eun hee….trima trima ^^

    eh si evil bner2 snting yaa ngajarin lagu ke yoogeun kaya bgtu😄

  30. Wiiiii…. Akhirnya mereka menikah!!! Aa… Bahagianya…
    Donghae benar2 telah jatuh cinta sm eun hee hahaha
    ah ff nya daebak eonni, aku bingung mo koment apa lg… Cos daebak!!!
    Gumawo

  31. Ya ampun thor.Sumpah aq ngakak bgt baca TBMN ini. Mian baru komen d part ini..
    Aq ngebayangin c Yogeun itu yang d Hello Baby. Aih dia kan super cute.
    Hehe..
    Daebak bgt deh ceritanya..
    So si dongkrak beneran merit ma Eun hee ye?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s