This Boy and My Nightmare (5a)

This Boy and My Nightmare (5a)

Undefined Feeling

Eun Hee POV

Saat mataku mengerjap kurasakan tanganku hangat. aku mengangkat kepalaku sedikit dan saat itu juga kepalaku nyeri hebat. Aish… botol soju sialan… kenapa harus menabrak kepalaku?

Aku melirik tanganku dan menjumpai tangan Donghae menggenggam tanganku rapat. Aku mengerjap lagi. memastikan mataku tidak salah lihat. Lelaki itu sepertinya menyadari gerakan tanganku. Ia mengangakat kepalanya. Mendongak menatapku. Matanya merah mengantuk. Lingkar matanya hitam, dan dia tersenyum.

“Sudah bangun?” tanyanya. Nadanya pelan, namun kulihat ada kelegaan muncul dari wajahnya. Aku mengangguk. Ia tersenyum lagi. Bangkit berdiri.

“Mau minum? Kau pasti haus sekali kan?” ia bertanya. Sekali lagi, aku mengangguk.  Mata Donghae mendadak mengikuti arah pandanganku. Ia menarik tangannya yang masih menggenggamku.

“Eh.. Mianhae… aku tidak sengaja..” katanya buru-buru. Tangan kananya menggapai gelas di meja.

“Tidak lelah?” tanyanya lagi sambil membantuku menaruh gelas di meja.

Aku mengernyit, sedikit tidak memahami pertanyaannya. Lelah apa? Aku melakukan apa? Bukannya aku hanya pingsan ya?

“Kau koma satu minggu….” Katanya singkat  yang segera membuat mulutku membulat.

“Kata dokter, luka di kepalamu jadi seperti ini karena aku telat membawamu ke rumah sakit… lain kali jangan seperti ini, kau membuat nafasku sesak…” katanya lirih. Matanya menunduk. Aku sudah tahu ia akan segera menangis setelah ini.

“Kata dokter, kau dilempar benda keras, kalau aku boleh tahu, apa yang mereka lemparkan padamu?” matanya sudah sangat merah.

“Seharusnya kau membritahuku kejadian sepenting ini, bagaimana kalau aku terlambat membawamu ke Rumh sakit lebih lama? Kau senang membuatku merasa bersalah hah?”

Hening. Aku tak ingin menjawab. Aku hanya ingin mendengarnya bicara.

Aku tersenyum menatapnya. Bibirku masih kering dan membuatku sedikit kesulitan bicara. Aku memegang bibirnya dengan telunjukku. Mencoba menyuruhnya diam. Ia berdiri dan memasukkan jarinya ke dalam gelas, mengusapkan jarinya yang basah di bibirku. Aku gugup sekali melihat wajahnya yang hanya duapuluh senti dari wajahku. Ia melepaskan jarinya dan duduk disebelah ranjangku.

“Ak-ku baik- baik saja..” kataku tersendat-sendat.

Ia mendongak dan menatap langit-langit. Menahan air matanya yang mulai menggenang. Tuhan, kenapa laki-laki ini mudah sekali menangis?

“Jangan bilang apa-apa Eun Hee-ah… Aku tahu kau sedang tidak baik…”

“Lalu, aku harus bilang apa?” balasku lirih. Ia mendengus menatapku.

“Kenapa kau tidak jujur saja katakana kalau kau sakit? Kau ini… kenapa tiba-tiba jadi aneh? Sejak kapan kau takut merepotkanku? Bukannya dari awal memang niatmu sudah begitu hm?” ia terus mengomel.

“Ne… Aku minta maaf… lain kali, aku akan memberitahumu kalau kepalaku terluka..”

“Bukan hanya kepalamu bodoh… Kalau kau sakit, katakana saja, kalau kau mati, aku juga yang repot kan?” Donghae menyahut ketus. Aku sedikit tertawa mendnegar ucapannya.

“Donghae-ah.. Kau ini, kenapa tiba-tiba jadi aneh? Sejak kapan kau mengkhawatirkanku?” aku membalik kata-katanya. Ia tampak terkejut.

“Aish… Yeoja mengerikan… Kalau sampai terjadi sesuatu padamu, siapa yang merawat Yoogeun kita?” OMo… aku malu sekali mendengarnya mengatakan ‘Yoogeun kita’ sekali lagi.

“Kenapa? Kau pikir aku mengkhawatirkanmu?” ia masih melanjutkan omelannya. Aku benar-benar ingin tertawa sekarang. Wajah menangis berdarah-darah begitu masih bilang tidak khawatir?

“Mianhae…” kataku akhirnya.

*

Donghae POV

“Minta maaflah terus… karena aku memang tidak berniat memaafkanmu sebelum kau minta maaf seratus kali..” kataku membalasnya. Ia tampak kaget dan tertawa hingga bahunya bergerak-gerak. Hanya sebentar, karena setelah itu ia mengernyit lagi. Mungkin kepalanya masih nyeri. Aku menahan tangannya yang memegangi perban.

“Kau sakit? Aku panggilkan dokter…”

Dia menggeleng.

“Aniyo… ini hanya pusing biasa..” katanya sambil memaksa tersenyum.

“Kau pikir aku percaya?” kataku lagi. Ia menarik lenganku sekarang.

“Mana Yoogeun?” tanyanya sambil memutar kepalanya menjelajahi kamar rawatnya.

“Tenang saja, dia bersama Umma-ku… sedang istirahat di rumah..” kataku cepat.

“Di Mokpo?” tanyanya lagi.

“Ani… di Seoul, aku baru saja membeli apartemen baru untuk Yoogeun dan Ummanya Yoogeun..” jawabku hati-hati. Aku tidak mau gadis itu menolak kuajak menempati apartemen barunya. Aku hanya tidak bisa membiarkan Yoogeun dan Eun Hee tinggal jauh dariku. Aku memutuskan membeli apartemen di lantai sepuluh yang nantinya akan kami huni bertiga. Semoga dia tidak keberatan…

Ia tampak berpikir.

“Donghae-ah… Kurasa kau harus segera memberitahukan yang sebenarnya pada fans-mu… Aku takut Yoogeun juga ikut mereka sakiti kalau meereka terus salah paham seperti ini…” jawabnya pelan.

“Ne.. aku juga sudah memikirkannya…” serobotku.

“Kau sudah mengatakannya pada mereka?”

Aku tersenyum sambil menatap matanya.

“Aku sudah memohon mereka untuk tidak menyakitimu…karena kau istriku dan Yoogeun anakku..”

Ekspresinya berubah pucat.

“Hya!.. Kenapa kau malah bilang begitu? Omona… Nyawaku Cuma satu Lee Donghae…” katanya sedikit keras. Aku tertawa sambil mengelus kepalanya.

“Tenang saja, aku sudah bilang, kalau mereka menyakitimu, aku akan menyakiti diriku sendiri sebagai gantinya… Mereka tidak akan rela aku terluka sedikitpun” jawabku dengan wajah bangga.

Eun Hee berjengit.

“Lee Donghae! Apa yang ada dikepalamu hah?” ia berteriak lagi. kali ini tangannya mengguncang-guncang lenganku.

“Aish.. Kau pikir aku serius dengan ucapanku hm? Mana mungkin aku menyakiti diriku demi kau…” balasku sengit. Ia menghela nafas lega.

“Dasar  Pendusta!” seringainya. Aku tertawa menatapnya. Aigoo… Eun Hee-ah, sebenarnya aku merasa tidak sedang bercanda  saat mengatakan itu…

*

Eun Hee POV

Kondisiku membaik dalam tujuh hari. Perban masih melekat dikepalaku, namun dokter bilang aku sudah boleh pulang. Aku masih di Rumah Sakit, dan jam satu siang nanti rencananya aku akan pulang ke apartemen baruku. Umma Donghae memegangi pipiku sambil tertawa. Terlihat bahagia sekali.

“Donghae akan datang sebentar lagi..” katanya. Yoogeun berdiri disebelahnya. Menjilati eskrim yang mengotori bajunya.

“Umma… Apa Yoogeun tidak nakal? Mianhae merepotkanmu…” kataku sambil merangkul pundak Yoogeun. Setengah jongkok.

“Kau ini bicara apa… Aku senang bisa membantu Donghae.. Ia sudah lama tidak merepotkan Umma-nya.. Yoogeun juga sangat lucu, aku bisa hidup lebih lama kalaau setiap hari melihatnya…” kata Umma Donghae dengan tersenyum. Dua detik kemudian, pintu kamarku terbuka. tampak wajah donghae yang memerah dengan enam Namja dibelakangnya.

“Eun Hee-ah… Kau harus bayar uang jaga balita untukku…” teriak namja sipit disebelah Donghae. Wajahnya berbinar dan tangannya menempel di bahu Doghae. Kurasa namja itu yang biasa dipanggil Monyet oleh Donghae. Salah satu teman sintingnya yang wajahnya sangat standar disbanding teman se-groupnya yang lain.

“Anakmu itu mengencingi kasurku tiga kali..” Kalau yang ini suara Kyuhyun. Anak itu menyeringai menatapku dan Yoogeun bergantian.

“Aigoo… kenapa anak kalian seperti Heeebum, suka sekali kencing sembarangan…”  Kyuhyun menyahut lagi. Donghae menjitak kepalanya. Heebum siapa? Apa Donghae kadang dipanggil Heebum juga?

“Kemarikan tanganmu.. Kau kan masih pusing..” ia menarik tanganku dan menarik tangan Yoogeun disebelahku. Kulihat namja-namja dibelakangnya mulai bersiul-siul usil.

Umma Donghae mengekor dibelakangku dan kami berjalan menuju parkiran. Menaiki mobil. teman-teman Donghae berpamitan dan masuk mobil van dibelakang mobil kami. Mobil berjalan pelan. Tanganku terasa hangat. Ada tangan Donghae disana. Tangan kirinya menyeka lelehan eskrim di mulut Yoogeun.  Sesekali matanya melirikku, walaupun kemudian ia buru-buru membuang tatapannya ke jendela saat beradu pandang denganku. Aku hanya ingin tersenyum mengamatinya.

*

Donghae POV

Gadis itu sudah berbaring di ranjang kamarku. Ia melirik langit-langit dengan antusias dan beberapa kali mengujicoba kasurnya.

“Hya Lee Donghae! Kenapa kau tidur disini?!” ia mendadak berteriak saat punggungku menyentuh kasur. Aku bangkit dan membekap mulutnya. Takut Umma mendengar teriakan bodoh si Eun Hee.

“Kenapa masih Tanya? Aku kan sudah bilang kau jadi istriku didepan Umma-ku… sekarang Ummaku ada di kamar sebelah… Apa kata Umma, kalau aku tidur terpisah darimu?” jawabku enteng. Ia mendengus dan menata guling disebelah tubuhku. Membuat pembatas. Aku mengambil guling yang ditatanya dan membuangnya ke lantai.

“Kau pikir aku mau apa Lee Eun Hee?” kataku  cepat. Ia tak menatapku dan malah menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

Aku merangkul tubuhnya dari samping. Ia segera membuka selimutnya dan melotot dengan mata besarnya.  Ffuh… wajah kami dekat sekali..

“Aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk guling..” kataku sebelum ia mulai bicara.

“Lalu kenapa gulingnya dibuang ke lantai?”

“Aku membuangnya ya? Hehehehe…sepertinya aku lupa…” jawabku dengan muka bodoh. Tanganku masih merangkulnya rapat.

“Lepaskan tanganmu Lee Donghae…” katanya dingin.

“Aniyo… Tanganku tidak mau lepas… Bagaimana ini… Tanganku tidak mau lepas…”

“Kau belum  pernah  melihatku makan tangan manusia hm?..” katanya menyambung. Aku segera mundur dan menjauhkan tanganku darinya. Ia bangkit berdiri. Menyeret bantal dan selimutnya. Ia tiduran di sofa kamar. Aku meliriknya dari balik selimut. Gadis keras kepala. Kenapa diperhatikan saja tidak mau?

*

Eun Hee POV

Aish… Lee DongKrak menyebalkan!

Kenapa lagi bocah itu?

Aku menutup mukaku dengan bantal. Memejamkan mata sebisaku. Yang ada malah aku semakin tidak bisa tidur. Entah kenapa, aku merasa Lee Dong-dong itu tengah mememlototiku dari kasurnya. Terdengar derap langkah ditarik. Suara sandal yang bergesekan dengan lantai. Dan terakhir suara air dari wastafel. Pasti anak itu sedang cuci muka.

Aku membuka selimutku dan mengambil nafas. Mencoba tidur lagi.

Sial, aku belum tidur dan anak itu sudah kembali masuk kamar.

“Kau sudah tidur Eun Hee-ah?” tanyanya yang kusambut dengan diam. Aku pura-pura membatu. Mengatur nafasku agar terdengar normal. Berharap bocah menjengkelkan itu segera menghilang dari hadapanku.

“Kepalamu bisa pusing kalau tidur seperti ini..” tangannya manarik-narik bantalku dan menata letak kepalaku. Aku mencoba tak bergerak. Ia masih semangat mengubah-ngubah letak kepalaku.

“Kau tidur cepat sekali… Tidak lelah tidur terus? Sudah seminggu tidur masih kurang?” celotehnya panjang. Berkata seolah-olah aku masih bangun. Aish.. Hush.. Hush.. pergilah DongKrak menyebalkan… aku tidak bisa tidur kalau kau terus bersuara seperti itu…

“Ne… Aku tahu kau sudah tidur… kalau begitu aku juga mau tidur, selamat malam Eun Hee…” kurasakan tanganny ayang dari tadi memegangi perbanku mengendur. Aku tak mendengar derap langkah, namun juga tak mendengar gerakan disekitarku. Tidak… Ia pasti masih gentayangan disebelahku.. Bocah ini, mencoba mengerjaiku  hah?

Lima menit…

Sepuluh menit…

Limabelas menit…

Aku tidak tahan! Aku membuka mata dan seketika membelalak saat melihat wajahnya masih didepan wajahku. Duduk setengah jongkok mengamatiku dari jarak yang sangat dekat. Aish…

“Sudah kuduga kau belum tidur…” katanya singkat. Aku membuang mukakku menatap sofa yang kutiduri.

“Tidurlah di kasur… biar aku yang tidur disini…” katanya lagi. aku mengangkat kepalaku dan bangkit berdiri. Menyeret bantal dan selimutku. Tidak lupa melempar bantal Donghae ke lantai. Ia meringis dan tidak marah-marah. Bocah ini kenapa sih?

Aku menutup selimutku hingga mencapai kepala. Kurasakan namja itu mendekat ke arahku lagi. aku tak berani membuka selimut. Takut saat selimutku terbuka, wajahnya menyembul didepanku. Aku bisa sesak nafas.

“Eun Hee-ah.. tidurlah yang baik… Jangan sakit lagi… selamat malam…” katanya. Sepertinya bocah itu mencium kepalaku. Omona.. kalau saja aku sedang tidak sakit, aku akan memasukkannya ke lubang Toilet. Beraninya…

*

Donghae POV

Sial! Kenapa aku tidak bisa tidur?

Gadis menyebalkan it uterus bergerak-gerak di kasurnya dengan nyaman.Mataku tak mau lepas mengawasinya.  Sementara punggungku pegal karena sofanya terlalu pendek sehingga aku harus sedikit merungkal untuk bisa tidur. Aku berdiri dan memelototinya. Aku menyambar bantalku dan membanting tubuhku ke kasur pelan-pelan.

Maaf  nona mengerikan… Aku tidur di kasur juga ya?

Aku sedikit menarik selimut yang menutupi perut dan kakinya. Ia tak bergerak. Seprtinya ia takkan bangun sekalipun aku bergerak lebih berisik. Aku tidur sambil menghadapkan wajahku ke arahnya. Melihat gadis seram yang sedang tidur dan tidak teriak-teriak seperti biasanya.  Mengamati wajahnya saat tertidur.

Ia sudah tidak kelihatan pucat. Baru kali ini aku melihatnya agak lama dan dalam jarak sedekat ini. bahkan nafasnya menerpa wajahku. Aku mencium bau shampoonya.  Aku bohong kalau bilang gadis ini tidak cantik. Siapapun akan memukulku kalau aku bilang begitu.

Apa dia pantas ya jadi istriku?

Aku belum merencanakan apapun dengannya tentang masa depanku, masa depan Yoogeun dan masa depan Eun Hee sendiri. Aku belum mmebicarakannya. Nanti saja, kalau aku sudah selesai memutuskan. Yang kutahu, aku tidak menyesal karena telah mengakuinya sebagai anak-istriku pada konferensi pers kemarin. Aku punya ibu dan teman-teman yang mendukungnku. Kalau bukan aku yang menolongnya, aku takut ia dimanfaatkan orang lain.

Aku mengamati wajahnya sekali lagi dan otakku mulai sedikit bermasalah. Tanganku bergerak sendiri!

Aku memeluk tubuhnya dan merengkuhnya didepan dadaku. Aku bisa mencium aroma shampoonya dengan sangat jelas. Aku mengintip wajahnya beberapa kali. Aku mengelus punggungnya. Senang sekali melihatnya sudah bangun setelah seminggu koma. Senang  sekali bisa memeluknya seperti ini. Senang sekali bisa mendengar detak jantungnya di pelukanku. Sial, apa aku mulai menyukainya?

Gadis ini, kenapa bahkan aku merasa tidak kerepotan lagi sekarang?

Sudahlah, aku sedang malas memikirkan apapun, Semoga aku bangun lebih dulu besok pagi!

*

Eun Hee POV

Eh?

Kenapa Donghae disebelahku?

Dan… Kenapa dia memelukku?

KYAAAA………. LEE DONGKRAK…A PA YANG KAU LAKUKAN HAH?

Ia menggeliat disebelahku dan aku membeku disebelahnya. Ia membuka matanya dan melihatku yang masih syok memelototinya dengan posisi duduk.

“Pagi Eun Hee-ah… Tidurmu nyenyak?” tanyanya tanpa merasa bersalah. Aku menaikkan sebelah alisku dan menyeringai ke arahnya.

“Kau tidur disini semalam?” tanyaku balik. Anak itu duduk dan mengangguk ringan.

“Ne… sofanya terlalu pendek.., punggungku pegal..” katanya datar.

“Lalu kenapa merangkulku hah?”

“Aku kira guling… habis bentuknya sama…” jawabnya sambil tersenyum malu-malu. Siaaaallllllll…..

“Aish…  kenapa menyuruhku pindah ke kasur kalau kau sendiri menolak tidur di sofa?” balasku sinis. Ia melirikku sambil memegang-megang rambutnya.

“Aku ingin tidur dengan istriku, tidak boleh?”

Glek.

Bocah sialan. Bocah mesum. Bocah menyebalkan.

“Kapan aku jadi istrimu hm?” kataku masih ketus. Ia kelihatan makin santai dan mulai tersenyum-senyum sendiri.

“Hya.. Lee Donghae, berhentilah tersenyum seperti itu… Kau membuatku takut…” aku melempar bantal ke wajahnya.

“Arra.. Arra… aku mau membangunkan anakku dulu..” katanya sambil bangkit dari kasur. Membenarkan piyamanya. Menata rambutnya, dan bercermin. Aish..

“Bangun tidur tidak usah sok ganteng..” sungutku dari belakangnya. Ia menoleh dan menatapku. Mendekat sambil mengibas-ngibaskan poninya yang agak panjang kedepan wajahku.

“Ne… aku memang semakin ganteng akhir-akhir ini…” katanya singkat.

“Aish…” desisku. Ia melambaikan tangannya didepan pintu sambil memasang senyum sok imut.

*

end of 5a

Thanks for visiting My Blog and read My Meesy Fanfiction…

Hayo.. Hayo… Koment yhak…..

30 thoughts on “This Boy and My Nightmare (5a)

  1. hahaha sumpah lucu banget tu orang berdua..
    senengg liat hae malu2 gitu!! hiiii hiii
    lanjuutt oenni jgan lama2 ini uda ngebet(?) saya hoho

  2. hahaha aku ngakak sendiri ngeliat si Donghae mendadak seperti Kyuhyun di FF ini, haha super narsis dan justru menjadi menyebalkan, wkwkwk
    tapi aku suka onnie!
    sosok Donghaenya beda… lanjutkan onnie!
    aku gk bisa manggil onnie sama nama , hehe mian…
    onnie bikin lagi FF yang main castnya Kyu dong, hehehe

  3. Mkin seru aja ne critany. Eun hee kok blum menyadari klo donghae ska ma dia,, jdi agk sebal ne ma eun hee yg gk peka prasaanny ma donghae. Part slanjutny jgn lma ya eonie..,, hwaiting…

  4. Waahh,, lanjutannya cepet ya fidaa. Aku penasaraaan akuuutt..

    Itu my Dong-dong a.k.a dongkrak udah mulai suka ya ma eunhee?? Huwaa, suamikuuu.. Memang benar semakin hari kau memang semakin tampan.. Tambah umur malahtambah imut.. Ga kaya si setan, tambah umur mukanya tambah mirip adjusshi.. Hahaha*digiles sparkyu*

  5. uwahh .. ngakak eonn bca.a ,,
    hae dah mulaii ska nii .. ‘kkkk😀

    5.b ny d tggu eonn ..*cpet yagg ,, #plagg !

    ohh y ,, Mr. Headstone ny kpan d publish ,,??

  6. Aaaaaaaaa Kurang panjang chingu~ T.T, ini lucu, sosweet, romantis amat si ikan kembung hae *sukaaaaa*, ketawaketawa gak jelas saia baca’ny, makin seru aja cerita ini n pastinya ngangenin, pengen mereka cepet2 nikah eang sesungguhnya n punya anak yang sesungguhnya pula, PART selanjutnya lebih cepat dipost dan dipanjangkan ea^^chingu~ Hwaiting (•ˆ⌣ˆ•)

  7. huahahahahhahaha,,,”bangun tidur tidak usah sok ganteng”…kyaaa…kyaa…kyaaa #mulai deh ababilnya…
    sejak kapan si ikan jadi narsis to the max begitu? geli bgt deh, jd genit begitu #meskipun selama ini juga genit n gombal sih,,,heheheh *elfish, jgn bakar saya ya?*wink…wink..

  8. Onnie next part jangan lama-lama T.T…
    Seneng deh sama FF ini abis hae lucu…
    Aku berharap FF ini panjang part-nya #plak

  9. hyaaaa… kluar lagi.
    seru thor, kkk si ikan mule ada rasa nih😄.
    thor, critanya kurang panjang nihh..😦
    besok critanya dipanjangin ya.

    chapter selanjutnya telah dinanti😀
    jgn lama2 publishnya.

  10. Cingu bgus..tp kok lma ya keluarnya. bkin Pnasaran.emang abang ikan ni mkin kinclong n gnteng.stju ma yg d atas,kyukyu wjahnya emang boros kekeke.tp tetep kyu sng tak tresnani.

  11. ketawa-keta sendiri baca ceritanx…tetap aja mereka bertengkar tp malah jdi lucu..hehehe
    ditunggu part selanjutnx,oenni…

  12. Suka ih sifatnya eun hee. Ga terlalu feminim tapi luculaah!😀 ceritanya juga makin menarik. Tapi sih kalo diliat-liat ceritanya standar, tapi pembawaan author-nya yang bikin menarik! Ayo part selanjutnya ditunggu!

    *HOG ada after story-nya engga? Ada lah! Ada ya…? *readermaksa**

  13. aigoo eun hee.. kenapa bilang “Bangun tidur tidak usah sok ganteng..” kaya gitu si??
    emang jelas2 kan si lee dong- krak itu ganteengggg >.<

    hahahaa.. kocak dehh..jaid ngebayangin kalo saya yg jadi eun hee…😀

  14. dongkrakkkk kamu genit banget ya…jadi senyum2 nih bacnya heheheh

    tp ikan ayah yng baik ya ^^

    jd pengen punya suami kya dia ^^

  15. Hua… Akhirnya mereka berkeluarga, tp…tdk…menikah.? Hmm aneh jg keke
    ffnya seru bgt eonni, ceritanya beda bgt! Lucu dan romantisnya jg tetep ada.
    Pokoknya TOP deh
    gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s