My Draft Oh, My Draft

Annyeong semuanya…………
Mianhae nggak bisa nge-post apapun hari2 ne… sebenernya banyak banget yang berada di draft-ku,
Karena saya lg pengangguran sekali, saya mau nge-Post Draft FF saya di Laptop…. Hahahahahha
KURANG KERJAANNNNNN…………….
HOHOHOHOHOOO……
Ne Cuma draft, bisa ja tiba2 ganti pas publish besok, lo lg sibuk mending g dibaca dulu, hehehehehhe….
Sekali lagi, maaafkan author yang kurang kerjaan ini…
^_______^

Draft 1: After Story ‘The Most’
Chicago. Kota metropolitan yang tengah dilanda musim salju. Berkali-kali aku mengoleskan lotion ke wajahku. Salju membuat kulitku kering. Aku melirik Alia disebelahku. Mukanya kacau. Sulit dijelaskan kira-kira dia sedang merasakan apa. Kami diam saja. Tidak ada yang perlu dibicarakan karena kami sudah sibuk dengan pikiran kami masing-masing.
Sejak pesawat mendarat, kinerja jantungku sudah tidak normal. Lelaki itu, yang kurindukan setahun-an ini, memenuhi otakku. Aku tak bisa berpikir apapun selain ‘aku ingin sekali melihatnya’.
Kami duduk malas-malasan di bangku ruang tunggu. Menunggu jemputan. Heechul bilang akan menjemput kami berdua di bandara.
Setelah limabelas menit yang membosankan, seseorang dengan banner kayu bertuliskan ‘Amy and Sora’ muncul di ruang penjemputan. Aku dan Sora dengan semangat menyeret koper kami menghampirinya. Agak kecewa, karena bukan Heechul sendiri yang dating menjemput. Namun kami juga cukup tahu diri untuk tidak menuntut lebih. Mereka sibuk. Sangat sibuk.
Sesampainya di hotel, wajah yang sangat kurindukan itu belum terlihat. Aku hanya melihat Leeteuk dan beberapa member lain selain Heechul dan Kyuhyun di lobi hotel. Mereka menyapa kami antusias.
“Apakah pers dari Thailand juga sudah datang?” kudengar suara Leeteuk bicara dalam bahasa Korea dengan seorang staf perempuan.
“Sudah datang semua” perempuan itu menjawab.
“Baiklah, kau bisa mengantar mereka ke kamar kan? Ini teman pers kami dari Indonesia…” kata Leeteuk sambil menggelendeng tangan Sora.
Aku tertegun.
Teman pers?
*
Mood-ku memburuk. Aku sedang berbaring di kamar bersama Aia yang tengah menata rambutnya. Nanti malam, kami akan menghadiri MTV Music Awards.
“Tahu apa yang kupikirkan?” tanyaku pada Alia.
“Masalah teman pers?…”
Aku mengangguk sambil membenamkan wajahku dalam selimut.
“Jadi kita diundang kesini atas nama PERS ya?” kataku agak kecewa.
Alia melirikku sambil ikut naik ke atas kasur.
“Kupikir kita disini atas undangan personal…” keluhku akhirnya.
Jujur, aku sangat kecewa. Kupikir kami cukup berharga untuk diingat dan diundang kemari atas nama teman, namun nyatanya, kami disini atas nama pekerjaan. Dan itu menyebalkan. Merusak mood-ku.
Alia merangkul pundakku.
“Setidaknya kita sudah disini dan bisa melihat mereka berdua..”sambungnya pasrah.
*
(Ngadat….)

 

Draft 2 : Twoshot Love Story in Harvard
(Kovernya diatas noh…)

Seharusnya, siang ini adalah jadwal saya merampungkan ‘Mr.Headstone part 1’, eh ternyata,ceritanya macet di tengah dan malah kepikiran bikin Twoshot. Hoehehehehehe…., Sebelum baca, saya juga menyarankan pada yang baca agar tidak tertipu dengan judulnya, sumpah saya Cuma plagiat judulnya, huakakakakakkakkk…. Ceritanya bisa dibilang SANGAT ROMANTIS…. mengalahkan versi asli Love Story in Harvard, huahahahahha…Kalau nggak percaya liat Kovernya deh…
Oke, oke, saya tahu kalian tidak percaya saya bisa bikin FF romantis, so…
Silahkan Baca dulu deh, semoga bermanfaat(?).

Love Story in Harvard
Genre: 100% Romance
Length : Twoshot
Cast :
Kim Eun Jo as Kim Eun Jo
Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
Lee Hyukjae as Cho Hyukjae
Kim Heechul as Cho Heechul
Choi Siwon as Kim Siwon
Park Joongwon/Yesung as Kim Yesung
Lee Donghae as Kim Donghae

Eun Jo’s POV
Pagi yang menjengkelkan. Aku turun dari tangga menuju ruang makan, dan kulihat tiga Oppa-ku sedang duduk berhadapan menghadap meja makan. Mataku sempat melirik jendela, dan bertenggerlah berupa-rupa ahjumma sedang membeli sayur dengan suara berisik yang meresahkan telinga.
“Pagi Eun Jo-ah… Lihat, Oppa sudah masakkan telur mata-mata untukmu…”Donghae Oppa menyurungkan piring berisi telur goreng bundar ke depan mejaku. Yang dimaksudnya dengan telur mata-mata adalah ‘dua ekor telur yang digoreng dengan resep telur mata sapi menjadi satu’. Karena kuning telur yang berperan sebagai mata sapinya ada dua, disebutlah telur ini sebagai telur mata-mata.
Aku melirik telur mata-mata-ku dan mulai menyendokkannya ke dalam mulut.
“Ini susunya…” Siwon Oppa ganti menyodorkan segelas besar susu cokelat disebelah piringku. Aku menenggaknya setengah dan memakan telurku lagi.
“Tidak usah buru-buru… Hari ini hari minggu bukan? Jadi kau tidak perlu ke sekolah..” Yesung oppa menasihatiku. Segenap Oppaku yang lain beserta aku sertamerta melotot ke arahnya. Hari Minggu? Oh Tuhan, dia mulai lagi….
“Hya, Hyung… Kau tidak lihat kalender? Ini masih hari Jum’at… Aish… sudah kubilang, berhenti berkutat dengan penelitian anehmu itu..” Donghae Oppa menyahut. Yesung Oppa tampak sedang berpikir. Apakah kalian pernah dengar virus ‘Problem Loading Page’? Nah, oppa-ku yang satu ini pengidap pertamanya. Awalnya, kami bertiga berpikir bahwa Oppa-ku ini hanya mengalami ‘loading lama’, namun apa mau dikata, ternyata penyakit ‘loading-nya’ itu sudah setaraf PLP, alias Problem Loading Page.‘Loading’nya sama sekali tidak berputar.
“Sudahlah tidak usah dibahas… Biarkan Eun Jo makan dengan tenang..” Siwon Oppa menanggapi.Yesung Oppa masih belum memulai sendokannya, tanda bahwa dia masih berpikir masalah kalender tadi. Aku memukul jidatku, memandangnya dengan frustasi. Benar-benar harus di-Try Again…
Siwon Oppa bangkit berdiri. Memutar kakinya dengan elegan dan menarik gorden.
Sret…
Gorden tertutup rapat. Tidak lagi terlihat selusinan ahjumma yang sedang mengantri sayur diluar sana. Siwon Oppa kembali duduk dengan tampan. Mukanya terlihat tidak bahagia. Mungkin dia kepikiran dengan ahjumma-ahjumma yang ramai didepan rumah kami.
Jika Yesung Oppa mengidap PLP, maka Siwon Oppa mengidap virus ‘LOVELY OM’. Semacam virus yang menyebabkan seorang Namja terlihat seperti Om-Om dalam usia dini. Akibatnya, ketampanannya yang luar biasa itu hanya diakui oleh para Ahjumma. Saat teman-teman sekelasku berkunjung ke rumah dan bertemu dengannya pun ucapan pertama yang keluar adalah ‘Wah Eun Jo, Om-mu seperti artis,… hihihihi..’. Dia jelas tertekan.
“Kau sudah selesai makan? Ayo kita berangkat ke sekolah…” Donghae Oppa berdiri sambil mencopot celemeknya.
Aku menaruh sendokku dan menyambar tasku. Menghampiri Donghae Oppa. Ia tampak ganteng seperti biasanya. Memakai seragam sekolah yang sama denganku, kecuali bagian roknya. Berbeda dengan Siwon Oppa, ketampanan Donghae oppa diakui semua kalangan. Dia tampan, imut, dan manis. Kalau saja dia bukan Oppa-ku sudah pasti akan kusimpan dia untuk jadi suamiku di masa depan.
Donghae Oppa sekarang ini duduk di kelas tiga dan aku dikelas satu. Penggemarnya membeludak. Wajahnya yang imut tapi tampan itu benar-benar laku di sekolah.
Mendadak kurasakan leherku merinding. Ternyata, Yesung Oppa tengah berdiri dibelakang kepalaku sambil meniup-niup leherku. Jangan Tanya kenapa ia melakukannya, karena dia akan menjawab bahwa ia sendiri juga tidak tahu. Aku memundurkan kepalaku kaget.
“Eun Jo-ah… Maafkan Oppa-mu ini, oppa-mu lupa belum memberitahumu kalau sekarang hari Jum’at… Aigoo… Pasti sekolahmu sudah tutup… Ini kan sudah jam Enam sore..”
Doeng!
Halo-halo! Ini masih jam Enam pagi saudara-saudara!
“Aish… Oppa…. Aku benar-benar bisa gila, Sudah Oppa… aku mau berangkat dulu, Annyeong…”
Dan berangkatlah aku ke sekolah bersama dengan Donghae Oppa. Mengayuh sepeda dengan gembira dan sampai ke sekolah dengan selamat.
*
Kyuhyun’s POV
Cho Heechul masih bercengkrama di telfon sambil mengantri Sup Tahu bakar di tetangga sebelah, Wookie Ahjumma yang hari ini sedang sangat ramai sekali. Aku dan Hyukjae bergantian mendengus sambil memelototi Cho Heechul yang masih menggila dengan ponselnya. Aku mendengar suara Jessica yang meminta pendapat Heechul untuk mengatasi jerawat di wajahnya. Omo… dunia memang bukan hanya sudah terbalik, tapi juga sudah terjungkal. Jessica yang yeoja tulen minta nasihat make-up pada Heechul yang seekor Namja.
Akhirnya hyung tersialan kami itu datang juga ke rumah dengan tiga plastik sup tahu bakar. Berjalan lenggak-lenggok sambil tebar pesona pada beberapa ahjumma yang juga sedang mengantri. Kami masuk rumah buru-buru. Menghadap meja makan. Makan dalam diam.
“Makanlah dengan baik, jangan buru-buru…. Kau bisa mati tersedak Cho Kyuhyun..” Heechul mulai bersuara.
“Aish… Aku juga tetap akan mati disetrap satpam sekolah kalau tidak mati tersedak…” jawabku dengan mulut penuh nasi. Hyukjae menyenggol lenganku.
“Hya… Cho Kyuhyun, bersopan-sopanlah dengan Hyungmu… Kau ini, kau tak kasihan dengan usahanya membelikan Sup tahu bakar?” Hyukjae ganti memberi nasihat.
Mulutku mendesis.
“Kalian ini saudara kembar, jadi jangan bertengkar… tidak enak dilihat tetangga…” Heechul berkomentar lagi. Aku mendesis lebih keras.
“Jangan bahas lagi masalah saudara kembar…” protesku.
“Kenapa? Kau tak suka?”Heechu bertanya. Aku mendengus dan merasa piring didepanku sudah siap terbang dan memakan rambutnya.
*(Ngadat lagi…)

Draft 3 : Mr. Headstone part 1
“Dan kau Lee Hyukjae…. Namamu yang paling aku suka… ‘Monkey-Moon’…”
Glodak!
Monyet Bulan?
Oh…
Oh…
Oh…
Sudah cukup semua orang mengataiku monyet, dan sekarang aku harus memakainya sebagai nama panggung?
Oh Monyet.. Mengapa kau harus mirip denganku?
Kenapa kau memilihku, Monyet?
Kenapa kau tak memilih kembaran dengan Choi Siwon saja?
Ruang rapat langsung heboh. Kyuhyun memukul-mukul pahaku sambil memegangi perutnya.
“Monyet Bulan? BHUAHAHAHAHAHA…. Kenapa tidak sekalian Monyet Pluto? HAHAHAHAHAHA” teriaknya histeris.
Tamat sudah riwayat Eunhyuk Super Junior yang keren dan tampan, karena baru saja dia mengoperasi dirinya sendiri menjadi sepotong Monyet!
Aku tak terima, tapi mulutku tak bisa bicara.
“SM berencana merilis lima film yang nantinya akan kalian bintangi sebelum kita merilis album, jadi bisa dibilang ini adalah strategi marketing Mr. Headstone kedepan..” Manajer Han menjelaskan dengan muka bersinar. Sama sekali tidak mempedulikan mukaku yang mendadak kehilangan semangat. Aku benar-benar tak ingin melihat wajahnya sekarang. Dosa apakah yang telah kuperbuat hingga orang menyebalkan yang menjengkelkan ini menjadi Manajer Group baruku?
“Film apa?” Siwon angkat suara. Donghae dan aku saling memandang, saling menguatkan. Sudah bisa kutebak, dari nama panggung kami yang sangat tidak keren itu, pastilah tersimpan scenario film yang menjijikkan.
“Film itu ada hubungannya dengan nama panggung kalian…”
Oh tidak…. Apa aku akan berperan jadi monyet?
“Aku akan membocorkan genre film-nya saja, selebihnya kalian bisa baca di skrip yang akan kalian terima sebelum pulang rapat nanti” Manajer Han menghela nafas.
“Mr. Bone adalah Film Superhero semacam Superman yang nantinya akan dibintangi Choi Siwon…,” Siwon membulatkan matanya. Ia menganga. Sementara aku sibuk sendiri membayangkan Choi Siwon memakai celana dalam elastic seperti film Superman yang pernah kutonton.
“Sementara Golden Fish adalah Film Animasi 3D yang suaranya akan diisi oleh Lee Donghae.. “Butuh tiga detik bagi Donghae untuk memahami makna Animasi sebelum akhirnya ia bangkit berdiri dan menghentakkan kakinya ke lantai. Mendengus-dengus.
“Snowman adalah Film Drama Romance Layar Lebar yang akan dibintangi Je,..” Aish… kenapa bocah baru itu dapat bagian keren lagi?. Je tidak mengganti mimic mukanya. Diam saja.
“Cho Kyuhyun, ah, kau beruntung sekali, kau akan membintangi Film Science-Fiction Korea pertama, Starcraft…” Kyuhyun membelalak dan seketika berteriak senang. Manajer Han yang dari tadi memasang serius, kini menatapku. Sekali lagi mengulum senyum. Aku memandangnya sengak.
“Dan yang paling menarik, sekali lagi untukmu Lee Hyukjae-shii… Kau akan membintangi Drama Comedy adaptasi dari Komik Online terlaris sepanjang sejarah per-komik-an korea, Monkey Moon…”
DOENG!
DRAMA KOMEDI?
DOENG!
ADAPTASI KOMIK?
DOENG!
JUDULNYA MONKEY-MOON?
DOENG!
*
Sepanjang perjalanan pulang ke Dorm, tak satupun dari kami membuka pembicaraan. Aku benar-benar dalam mood yang buruk. Aku melirik skrip ditanganku dan dengan malas membukanya. Tertulis nama penulis Komik di kovernya: Miss Korea.
MWO??
MISS KOREA?
Cih! Gadis terkutuk ini harus membayar ide tololnya membuat komik bodoh berjudul ‘Monkey-Moon’ yang sialnya menjadi inspirasi Han Dong Wok menjengkelkan itu untuk difilmkan. Aku merebut laptop yang tengah dipegang Kyuhyun. Bocah itu langsung memukul kepalaku, namun aku sama sekali tak peduli.
Aku harus mencari tahu dimana gadis bodoh itu tinggal. Mungkin saja dia mau mengubah jalan ceritanya dan tidak menjadikanku monyet dalam komiknya nanti. Mungkin saja kan kalau tokohnya diganti dengan ‘cowok ganteng berwajah malaikat?’
*
Tidak sulit menemukan alamat gadis itu. Aku hanya harus sedikit merayu Kim So Im untuk mencuri data penulis skrip dari almari Han Dong Wook. Rumahnya di sekitar Stadion Daegu. Aku berangkat kesna sendirian. Sengaja.
*(Ngadat…)

Ya!Ya!Ya!
TBMN belom saya tulis sama sekaliiii…………….
Nah, udah ya… ini Cuma Share asal2an… hohohoho.. secepatnya saya publish lo dah jadi, terutama TBMN 5, hahahhahah
Baibai……..

9 thoughts on “My Draft Oh, My Draft

  1. Yg lovw story in harvard apanya yg romantis ??? Ini mah lawak2 juga..

    Lucu banget si yesung loadingnya ampun2an,, otaknya dah ketuker ma ddangkkoma kali ya.. Bwahaha,, itu pke niup2 leher sgala.. Kekeke

    tbmn sayah tunggu, mr. Headstone jg sayah tunggu.. Pkoknya saya tunggsu smw ff kamu fidaa..

  2. huahahahaha..
    sumpah itu genre nya C semua.
    gak ada yg NC yah?? not comedy.
    ekekekekeke
    itu love story in harvard mana janjinya mau Romance???
    ngakak pas baca kyuhyun kembaran ama eunhyuk… #ditampolEunhyuk

    ayo ditunggu

  3. duhhh…author yg cantiiikkk….
    sebenere sequel the most ada g siiiiichhhh…???
    koq cn draft…
    nek g da, ceritane nanggung begete…..!!!!!
    nek ada..cepetan dong di posting….???
    g sabar nichhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s