HOG 13.a

Serial He’s Our Girl Part 13.a (End)

Saranghae

Kara POV

Pintu menjeblak, dan kulihat disana berbaring Donghae Oppa dengan selang infus menancap di tangannya. Kata Leeteuk Oppa, Donghae Oppa hanya kelelahan karena jadwal yang padat serta sedikit demam akibat syok dengan perubahan iklim  yang ekstrim disana. Eunhyuk dan Siwon Oppa duduk disebelahnya sambil mengupas apel. Dan satu orang lagi, di sebelah kiri ranjang, seorang  yeoja. Aku tidak kenal dan aku malas peduli.

Aku berdehem.

“Oppa….. Kau  baik-baik saja?” tanyaku sambil meraih tangannya yang ditancapi infus.

“Hyak…Jangan diremas seperti itu, jarum infusnya bisa menusuk tanganmu Bodoh..” si Monyet mengomentari tanganku yang menggenggam tangan Donghae Oppa terlalu rapat.

“Biar saja… Aku suka..” kata Donghae Oppa membelaku. Aku menjulurkan lidahku menatap si Monyet penuh kemenangan.

“Oppa… Kenapa bisa sakit seperti ini?” tanyaku masih sambil memegangi tangannya. Ia mengelus tanganku dan tersenyum sok ganteng seperti biasanya. Eunhyuk dan Siwon Oppa berdehem-dehem dibelakangku.

“Kau mengkhawatirkanku?” tanyanya balik.

“Tentu saja Oppa…. Kupikir kau bahagia-bahagia saja disana… Kau kan terus-terusan memotret dirimu sendiri disana…”

Ia menjitak kepalaku. Mendadak matanya melirik seorang yeoja disebelahku yang tidak kuketahui asal-muasalnya.

“Ini temanku… Ini Hye Yoon.. dia asisten Manajerku di Taiwan…”

Aku buru-buru membungkuk hormat sambil memperkenalkan diri dan menatapnya seksama. Yeoja yang tentunya lebih tinggi, lebih cantik dan pastinya lebih tua dariku. Menyebalkan, kenapa dia ada disini?

Hye Yoon, Siwon dan Donghae Oppa kemudian meninggalkan kamar setelah Donghae Oppa memberi isyarat agar mereka keluar. Sepertinya Donghae Oppa mengamati perubahan ekspresiku gara-gara ada yeoja yang dekat-dekat dengannya. Selama ini, aku memang tak terbiasa melihat yeoja dekat-dekat dengan semua Oppa-ku. Aku tidak suka. Aku benar-benar tidak suka.

“Kenapa mukamu begitu?” tanya Donghae Oppa sambil menarik tanganku mendekat.

“Kenapa dia bisa disini? Kenapa assisten manajer harus ikut-ikutan kesini?” tanyaku setengah kesal.

“Kau tidak suka? Kenapa?”

“Hya.. Oppa! Berhentilah membolak-balik pertanyaanku seperti itu!”

Ia terkekeh dan menatapku sambil tertawa.

“Sekarang dia sudah keluar.. jadi berhentilah memasang muka jelek seperti itu…” katanya sambil menepuk pipiku.

“Kenapa dia bisa disini?” tanyaku masih ngotot.

“Dia yang menemukanku pingsan di lokasi syuting dan ikut ke Korea…” jawabnya cepat. Aku mengerutkan kening.

“Maksudku, kenapa dia bisa ikut ke Korea?” itu yang mengganjal pikiranku dari tadi. Kenapa gadis menyebalkan itu bisa disini? Di Korea? Di kamar Donghae Oppa?

“Aku yang menyuruhnya… dia yang mengurus penjadwalan agendaku.. jadi dia kesini untuk mengatur jadwalku lagi.. Kenapa? Kau tidak suka?” tanyanya balik. Aku menelan ludah. Membuang pandanganku ke batang infus. Daripada memanadangi matanya, aku bisa mati gugup.

“Ne… Aku tidak suka..” jawabku singkat. Dan namja didepanku ini tertawa hebat. Kelihatan bahagia sekali. Sialan.

“Kau cemburu?” tanyanya lagi. Kali ini nadanya sangat menyebalkan.

“T-i-dak.. aku hanya tidak suka ada yeoja yang dekat-dekat dengan Oppa-ku.. sebelum aku memastikan yeoja itu pantas untukmu..” kataku cepat. Dia tertawa lagi.

“Memangnya yeoja bagaimana yang pantas denagnku?”

Matilah! Aku harus jawab apa?

“Yang pasti bukan Unnie yang itu.. aku tidak suka…” jawabku buru-buru.

“Lalu yang bagaimana?” ia masih bersemangat mendebatku. Sialannnnnnn……

“Yang pintar, yang baik, yang cantik, yang setia padamu, yang pandai masak, yang perhat-“ kata-kataku terpotong dengan jari telunjuknya yang mendadak mampir di bibirku.

Jantungku longsor. Pasti mukaku sudah retak sekarang.

Jaga jarak Lee Donghae… Jangan dekat-dekat….

“Memangnya ada yang seperti itu?” serobotnya sambil tertawa jahil.

“Tentunya ada…” jawabku asal.

“Aku sudah menemukannya.. jadi kapan kau punya waktu untuk kuperkenalkan dengannya?”

Eh?

“K—Kau su-dah punya pacar?.. Bagai-mana orangnya? Siapa?” tanyaku gugup. Aku benar-benar tak pernah berpikir dia bisa dekat dengan yeoja lain selain aku.

“Dia hari ini cantik sekali,.. karena rambutnya mendadak jadi panjang…Mau kupanggilkan sekarang?”

Eh?

Tangannya memegang ponsel dan menekan beberapa tombol disana. Aku menatapnya gugup. Kudengar suara ringtone ponselku sendiri yang berbunyi dari dalam tasku. Ia menempelkan ponselnya di telinganya dan menatapku sambil terus tersenyum.

“Kenapa tidak diangkat ya?” tanyanya dengan muka bodoh. Wajahku pasti sudah matang sekarang. Omo… Omo… kenapa pemuda ini hobi sekali membuatku gelagapan seperti ini?

“Sayang sekali… Hyun Mi-ah… dia tidak mau mengangkat telponnya..Mungkin dia malu kuajak berkenalan denganmu…” katanya.

“Hya … Oppa… berhenti melakukan hal bodoh seperti itu…” teriakku.

Aku menarik tanganku dan berlari keluar kamarnya. Aku benar-benar tidak tahan ada pemuda sedang meng-gombal seperti itu. Dan lagi, dia meng-gombal untukku? Aish… mendengarnya saja  telingaku sudah gatal. Kudengar tawanya dari dalam hingga aku sampai didepan kamar.

Si Monyet –yang baru-baru ini mewarnai rambutnya dengan warna natural kulit pisang- yang ternyata mengintip dibalik jendela bertepuk tangan kompak dengan Yesung Oppa yang entah sejak kapan ada disini. Aish… Mukaku…

“Aigoo.. Aigoo.. Kara kita sudah besar rupanya…” si Monyet mulai menggerakkan mulutnya.

“Terima saja… Donghae bukan namja biasa lho..” si Kura-kura ikut berkomentar. Aku menendang lututnya.

Eunhyuk Oppa masuk lagi menemani Donghae Oppa. Mataku berkeliling, mencari yeoja tadi. Ia tidak ada. Aku duduk sambil menyandarkan punggungku kesandaran kursi. Melepas jaketku, eh, jaket..

Kyuhyun? Apa dia belum datang ya?

“Oppa… Kau lihat Kyuhyun kemari?” tanyaku pada Yesung Oppa yang tengah meminum kopi disebelahku. Ia menggeleng.

“Ani.. aku tak melihatnya dari tadi.. Bukannya Hyukjae bilang dia bersamamau?” tanyanya balik.

“Ne.. tadi dia bersamaku.. tapi aku sudah mengiriminya pesan agar dia menyusulku kesini, mengapa belum datang ya?” gumamku.

“Aku akan memberitahumu kalau dia datang nanti.. kau sudah makan?” tanya Yesung Oppa. Aku menggeleng.

“Ani… Aku mau tidur sebentar… aku ngantuk sekali… Kalau Kyuhyun datang, bangunkan aku Oppa…” kataku sambil menatapnya yang masih menyeruput kopinya. Ia mengangguk sambil melepas syalnya.

“Ngomong-ngomong… Kau khawatir sekali dengan Kyuhyun? Hehehhee….” katanya dengan muka cengengesan. Aku menjitak kepalanya.

“Aniyo….aku hanya tidak enak hati padanya karena tadi aku meninggalkannya di kedai jjangmyeon sendirian…” sangkalku.

“Bagaimana tadi kencanmu dengan Kyuhyun?” tanyanya lagi. Mukanya masih cengengesan.

“Hya.. Oppa… siapa bilang aku kencan dengannya… aku hanya memaksanya menemaniku menonton Konser SHINee karena kalian semua sibuk dan tak bisa mengantarku kesana…” omelku panjang. Kencan apanya? Aish… menjawab pertanyaan ini membuatku mengingat kembali pada Mawar Jelek-Taemin Sialan-Senyum busuk Kyuhyun.

Kura-kura aneh itu terkekeh dan menepuk pundakku.

“Tidurlah…”

*

Kyuhyun POV

Sudah tiga jam. Aku menunggu gadis itu tiga jam, dan dia belum datang. Mungkin aku yang bodoh mengapa merepotkan diriku sendiri untuk menunggunya disini. Aku menyambar tasku dan melongok kedalam kedai. Si pemilik kedai menatapku.

Aku membayar Jjangmyeon yang kupesan dan tidak kumakan di mejaku tadi, dan menyambar tasku keluar pintu pagar. Ahjumma itu menarik tanganku dan menunjuk sebuket bunga dan sekotak cokelat diatas meja. Aku menggeleng dan memastikan padanya bahwa cokelat dan mawar itu tidak kubutuhkan lagi.

Malam ini dingin sekali. Mengapa aku selalu ditakdirkan kedinginan seperti ini tiap punya urusan dengan gadis itu. Kira-kira gadis bodoh itu dimana?

Apa dia kembali ke Dorm?

Aku memutar pandanganku dan menyalakan mesin mobil. Memutar balik. Menuju Dorm.

Perasaanku buruk sekali sekarang. Aku begitu mengharapkannya, terlalu gugup karena akan mengatakan apa yang kurasakan selama ini padanya, dan gadis pendek itu tidak datang. Mengacaukan semua rencana sintingku. Mengacaukan mood-ku.

Aku mungkin terlalu mengharapkannya, sehingga saat dia tidak menepati janjinya, harapanku berubah jadi sakit hati. Aku sakit hati. Seharusnya dia menungguku disana.

*

Kara POV

Aku terbangun saat merasa kakiku kedinginan. Rupanya aku masih didepan kamar Donghae Oppa. Disebelahku, si Monyet tampak damai, tidur dengan duduk. Ia menyelimuti dirinya sendiri dengan syal. Aku membuka pintu kamar, dan ternyata Donghae Oppa masih bangun. Siwon dan Leeteuk Oppa disebelahnya  tertidur setengah duduk. Aku tersenyum menyapanya.

“Oppa… Kenapa masih bangun?”

Ia menggaruk kepalanya.

“Hm.. Kakiku sedikit nyeri..” katanya. Aku mendekat dan membuka selimutnya. Memeriksa kakinya.

“Memangnya ada apa dengan kakimu Oppa? Apa kau terjatuh?” tanyaku lagi. Ia menggeleng.

“Mungkin aku terlalu lelah berlatih Dance..” jawabnya cepat.

“Oppa… Kurasa sebaiknya kau berhenti latihan dulu sebulan ini..”

“Mana mungkin… Sebentar lagi, kami juga harus rilis album kelima… Sudahlah Hyun Mi-ah.. aku baik-baik saja…Berhenti memperhatikanku seperti itu.. Kau membuatku berharap..” katanya sambil tersenyum singkat.

Hening.

“Apa Oppa yang lain sudah menjengukmu?” tanyaku sok penasaran. Mengalihkan pembicaraan. Aku salah tingkah kalau kami mendadak diam, dan dia dengan santainya menatapku sambil tersenyum-senyum sendiri. Sementara aku? Mati gaya. Dipandangi makhluk seganteng itu, siapapun pasti sesak nafas.

“Aku belum melihat Kyuhyun.. yang lainnya sudah menjengukku dan pulang lebih dulu..”

Aku tercekat.

Apa? Dia belum kembali?

Aku menyambar tasku dan segera meraih ponsel. Donghae Oppa mengenrnyit memelototiku. Oh Tuhan.. apa namja tolol itu masih menungguku di kedai Jjangmyeon tadi?

“Hyun Mi-ah… Ponselmu berbunyi…” kudengar Donghae Oppa meneriakiku.

“Ani Oppa… aku sedang menelfon Kyuhyun…” potongku buru-buru.

“Suaranya telfonnya dari jaketmu…” Donghae Oppa berseru lagi. Aku melirik ponselku. Lalu melirik saku jaket.

Ponsel Kyuhyun? Ada di saku jaketnya?

Kenapa aku bodoh sekali?

Jadi… dari tadi dia tidak menerima pesanku?

Aku berlari dan segera membuka pintu kamar. Menggoyang-goyangkan  badan Eunhyuk Oppa yang masih tertidur. Ia menguap, menggeliat, dan segera mengomel saat kukatakan padanya untuk menjemput Kyuhyun.

“Dia bawa mobil sendiri kan? Dia pasti sudah kembali ke Dorm..” katanya. Aku menggeleng dan merajuk lagi.

“Ani Oppa… kalau dia sudah di Dorm.. mestinya dia langsung menjenguk Donghae Oppa kesini … Bukankah Heechul dan sungmin Oppa di Dorm.. pastinya Kyuhyun langsung kesini… tapi dia belum kesini Oppa…”

Eunhyuk Oppa menggeliat sekali lagi dan memaksa tubuhnya bangkit. Ia meraba jaketnya dan mengambil kunci mobil.

“Ne.. Ne.. ayo kita jemput…”

Aku membuntutinya keluar Rumah Sakit. Menuju parkiran mobil.

“Malam ini dingin sekali.. kalau benar dia berada diluar.. aku takut dia sakit..” Eunhyuk Oppa menggumam sambil melajukan mobilnya. Aku menoleh dan memandangnya.

“Oppa… aku juga takut dia sakit.. Oppa… Ottohke…” kataku panik.

Eunhyuk Oppa memegangi tangan kananku dan menepuk-nepuknya.

“Semoga dia tidak bertindak konyol dengan menunggumu disana…” katanya.

“Hubungi Sungmin Hyung.. tanyakan apakah Kyuhyun ada di Dorm..” katanya menginstruksi. Aku meraih ponselku di Dashboard mobil dan menekan nomor Sungmin Oppa. Ia mungkin sudah krtiduran, karena telfon tak segera diangkat. Setelah tiga kali menelfon akhirnya kudengar sahutan Heechul Oppa yang langsung mengomel karena suara ponsel Sungmin Oppa mengganggu tidurnya yang baru setengah jam. Ia juga membentakku dan berteriak sekuat tenaga bahwa Dongsaengnya yang paling bungsu itu tak ada di Dorm. Aku menghela nafas panik dan memintanya untuk mencari sekali lagi.

Sudah pasti namja bermulut tega itu langsung menyemburku. Ia mengomel namun memenuhi permintaanku untuk mengecek Dorm sekali lagi. Pada akhirnya, ia menutup telfon sambil berteriak menggelegar bahwa Kyuhyun belum pulang.

Aku memegangi lengan Eunhyuk Oppa. Tak tahu kenapa, aku mulai menangis. Apakah sekali lagi aku akan membuatnya sakit?

Tuhan, jangan biarkan dia sakit….

Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau dia sakit…

“Kara-shii.. jangan panik dulu.. Kita ke kedai itu sekarang..” katanya pelan. Ia memacu mobilnya lebih kencang.

Kami sampai di kedai itu. Kedainya sudah tutup. Tak ada seorangpun disana. Aku menghela nafas lega. Setidaknya ia tidak menggigil kedinginan menungguku disini.

Aku menengok meja tempat kami duduk tadi. Ada sesuatu teronggok disana.

Sebuket Mawar. Sekotak Cokelat.

*

Kyuhyun POV

“Hya.. Bocah setan… Kemana saja kau…” itu suara pertama yang kudengar saat pintu Dorm terbuka. Aku tak menjawab. Heechul Hyung hanya menatapku jengkel.

Sudahlah, aku benar-benar tak punya tenaga untuk membalasnya.

“Kara baru saja menelfonku dan mengganggu tidur malamku… kau kemana saja?”

Oh, jadi gadis itu pada akhirnya sadar kalau aku menunggunya semalaman?

“Donghae masuk Rumah Sakit.. Kau tahu?” ia menyela lagi.

Aku menaikkan sebelah alisku.

Entah kenapa, aku tidak khawatir dan malah kecewa sekali. Gadis bodoh itu meninggalkanku sendirian karena pangerannya sakit?

Bagus, memang seharusnya begitu.

“Tidak parah kan?” kataku memastikan. Ikan kembung bukan tipe pemuda penyakitan. Kalau dia sakit, paling-paling Cuma demam atau kelelahan.

“Ani… Dia kelelahan”

Aku benar bukan?

“Kalau begitu aku kesana besok pagi… aku mau tidur sekarang..”

Heechul Hyung menarik tanganku. Mukanya serius.

“Hubungi Kara dulu… aku khawatir dia mencarimu semalaman…” katanya. Aku mendnegus dan melepas cengkeramannya. Melewatinya begitu saja.

Aku menutup pintu kamarku dan tidak menjawab apa-apa. Kudengar si Bencong mulai marah-marah lagi diluar kamar.

*

Kara POV

“Kara.. Jangan melamun…” Eunhyuk Oppa mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku. Kami baru saja menghampiri apartemen Ahra Unnie, dan ternyata namja menyebalkan itu tidak sedang disana. Aku semakin cemas dan si Monyet disebelahku bahagia-bahagia saja. Tentu, dia baru saja melihat Ahra Unnie yang bangun tidur membukakan pintu apartemen dnegan baju tidur super pendek.

Aku menggeleng dan memaksa tersenyum. Mataku tak lepas memandangi buket mawar ditanganku.

Apakah tadi dia keluar untuk membeli ini?

Aku meninggalkannya begitu saja dan tidak kembali?

Aku jahat sekali bukan?

Mobil berhenti didepan kedai Bbimbap. Kata Eunhyuk Oppa, Kyuhyun juga sering mampir ke tempat ini. Aku bergegas membuka pintu mobil.

BRAK…

*

Kyuhyun POV

Kudengar Heechul Hyung menelfon Kara dari balik pintu. Ia sengaja mengeras-ngeraskan suaranya. Mungkin ia tengah menyindirku. Dan maaf-maaf saja, aku tidak peduli.

“Kyuhyun-ah….” sekarang dia mulai menggedor pintu kamarku.

“Hya… Apa kubilang.. Kau selalu saja membuat Kara sakit… Lihat gara-gara ulahmu dia tertabrak motor lagi sekarang.. Kau masih tidak mau mendengarku hah?”

Aku terpaku.

Tertabrak motor?

Aku menyambar jaketku. Membanting pintu kamardan segera membuntuti Heechul dan sungmin Hyung yang sedang menyalakan mobil. Mereka tak menatapku sama sekali. Mungkin sangat marah. Karena sekali lagi aku membuat dongsaeng kesanyangan mereka terluka.

Kakinya tertabrak motor yang melintas kencang tepat disebelah pintu mobil. Pintu mobil eunhyuk Hyung lepas dari engselnya.

Aku bahkan tidak bisa merasai telapak tanganku sendiri sekarang. Aku terlalu takut. Mataku terus-menerus berair dan dadaku sakit sekali.

*

Kara POV

Aku bangun. Aku hanya merasa pusing dan kakiku nyeri. Seingatku, aku tadi terpelanting karena seseorang menabrakku dari belakang dengan motornya. Aku tidak berani membayangkan apa yang terjadi dengan kakiku yang baru saja tertabrak dua minggu yang lalu.

Seseorang menatapku. Wajahnya basah dan matanya membengkak.

“Mianhae…”

Bukan. Bukan wajahnya yang ingin kulihat.

Sungguh. Bukan dia.

* end of 13.a

21 thoughts on “HOG 13.a

  1. wuiih kereeeen tmbah penasaran aj am cerita’nya..
    kasian jg sih sii Kyu nungguin kara..
    pdhl sii kyu ud nyoba romantis eee’ malah d’tgl prgi ama kara..

    yaa’ siapa yg ngomong “mianhae” itu..’?!
    bikin penasaraaaan aja..

    kg’ sabar nunggu crita ending’x..

  2. UWOOOO uda maw end . . . #gagagakuat <<alay mode on *Abaikan . . . Ya ampun kasian bgt nasip Kyu~ ya. Uda ditinggal dingin2 pula. Abang hae kalo suruh gombal pinter bukan maen *geleng2. Itu kara pingsan ampe 2minggu ya? Yg bilang 'mianne' kyu tw hae ? Part 13b jangan lama2. HWAITING

  3. hyaaaaaa! akhirnya publish!!!!
    ini masih ngegantung aja ceritanya -__-
    FF ini dari awal sampe part ini seru terus, konstan, hahahaha kok bisa sih???
    lanjutannya kapan lagi nih?
    ah mau jadi Kara!!! direbutin sama Kyuhyun sama Donghae u_u
    dan sampai sekarang pun masih gak ketebak itu si Kara entarnya sama siapa…
    ah seru abislah FF nya!
    lanjutannya ASAP yaaaa, hehehehehehe

  4. Untunglah baru publish skrg,aq smpet khawatir takut ktinggalan part ini gara2 ospek😀
    tp pendek bgt T.T
    hyaaa…gak sabar nunggu next part,itu yg bilang mian,kyu bukan??

  5. Adooohhhh chinguuu
    Aq pnasarannn
    Knp alurnya jadi begini!!!
    Jadi makin seruuuuu!!
    Aq gag gag gag kuat!!!!
    Adooohhh
    Hancur jantongku gra2 pnsarn gara2 HOG chinguu neee!!!
    Hyaaaaa
    Hhhehehehehe

  6. ampuuuuunnnn,,penasaran banget deh fid,,jadi bingung lagi kara milih siapa, tapi kayaknya si setan ya?
    yang ngomomg mianhae kyu kan? lagi juga agak aneh kalo si Hae yang nungguin gitu #mulaisotoy.com

  7. Huwoooowwww…. Part yg ini seru bgt
    ya…lagi2 kara masuk rumah sakit, dan skrg gara2 kyuhyun! Haha knp mereka jd gantian gtu yah sakitnya.
    Baru aku ngerasain sedih ngeliat kyu, skrg sedih ngeliat kara
    kapan mereka bahagia aiigo….
    Tp ff ini seru bgt. Feel nya apalagi, dpt bgt eonni.
    Penasaran sm part selanjutnya
    lanjut ah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s