Serial He’s Our Girl Part 11 (Prologue)

Serial He’s Our Girl Part 11

The Confession

Kara POV

Eunhyuk Oppa sudah kembali ke Dorm. Mukanya bersinar terang. Mulutnya memanjang dan melebar karena terus tersenyum sejak masuk tadi. Kemungkinan besar dia sangat amat bahagia saat ini. Apalagi kalau bukan gara-gara hubungannya sudah dirapatkan dengan si calon adik setannya, walaupun keputusan final si setan itu setuju atau tidak belum diputuskan.

Ia melirikku yang masih tiduran melihat TV di ruang tengah dengan Donghae dan Sungmin Oppa. Ia Melirik jam tangannya. Jam setengah dua belas. Melirikku. Melihat ponselnya lagi. Melirikku lagi.

“Kara-shii….”. Nah, akhirnya dia memanggilku.

“Ikut aku ke apartemen Ahra..”

Aku menatapnya aneh. Donghae dan Sungmin Oppa ikut melirikku.

“Mwo?” tanyaku. Agak syok.

“Dompetku tertinggal di apartemen Ahra..” jawabnya.

“Kenapa aku?” tanyaku balik.

“Kalau aku mengajakmu… Adik ipar pasti tidak akan mengusirku..” katanya kalem. Donghae dan sungmin Oppa tertawa mendengar jawabannya.

“Suruh saja Ahra keluar apartemen dan membawakan dompetmu, beres kan?” usul Donghae Oppa yang disambut anggukan Sungmin Oppa. Si Monyet menggaruk-garuk belakang kepalanya.

“Hm… aku takut dia sudah tidur..Aku tidak ingin mengganggunya, hari ini dia sibuk dan pasti sangat lelah..” kilahnya pelan.

“Lalu bagaimana denganku Oppa? Kau tak lihat aku juga sangat lelah?” protesku. Sebenarnya aku suka-suka saja menemani Hyukjae Oppa kemanapun. Masalhanya adlah: ke apartemen Ahra Noona yang tak lain dan tak salah lagi adalah : Kandang Setan. Aku belum siap bertemu dengannya.

“Kau lelah apa? Hari ini kau tak mengerjakan apapun… Yang mengepel lantai Wookie, kau kan keluyuran seharian dengan Donghae…” katanya cepat.

“Ne… Keluyuran dengan Donghae Oppa itu juga butuh tenaga Oppa… seharian ini dia terus menyuruhku mendengarkan ceritanya, aku kan lelah Oppa”

Eunhyuk Oppa memiting kepalaku. Sungmin Oppa Cuma nyengir.

“Bagaimana kalau denganku saja Hyukjae?” tawar Donghae Oppa.

“Aniyo… Kyuhyun pasti akan langsung menguburmu dan menguburku dalam satu kuburan …” jawab Eunhyuk Oppa sambil menyeretku keluar.

“Atau suruh saja Kyuhyun melempar dompetmu lewat jendela?” Tanya Donghae Oppa yang masih bersikukuh menegoisasi Eunhyuk Oppa.

“Kau lupa bagaimana dongsaengmu itu Donghae?” jawab Eunhyuk Oppa singkat. Donghae Oppa masih membuntuti kami keluar apartemen.

“Aku ikut kalau begitu…” katanya agak ragu. Eunhyuk Oppa berhenti berjalan dan menatap Donghae Oppa sadis.

“YHAK!! Kau pikir aku mau ke taman wisata? Kenapa kau ikut? Aku ini mau berkunjung sebentar ke neraka… kau masih mau ikut?” teriaknya heboh. Donghae Oppa tertawa dan masih menggaruk-garuk kepalanya.

“Atau dengan Sungmin Hyung saja?” tanyanya sambil nyengir. Eunhyuk Oppa melepaskan pitingannya di kepalaku dan memelototi Donghae Oppa.

“Hyak! Lee Donghae… Maumu apa?!” tanyanya dengan suara lebih keras.

“Jangan ajak Kara kalau begitu..” katanya pelan. aku dan Eunhyuk Oppa berpandangan.

“Baiklah, Lee donghae-ku sayang… kembalilah ke Dorm.. aku pinjam Kara sebentar… aku berjanji akan membawanya kembali tanpa kurang suatu apapun..” kata Eunhyuk Oppa sambil mulai menyeretku lagi menuju lift. Kulihat Donghae Oppa masih mematung didepan pintu Dorm.

*

“Sekarang masuklah… Kau masih ingat passwordnya kan?… Dompetnya ada di meja di meja ruang tamu…” perintah Eunhyuk Oppa. Aku merengut.

“Kenapa aku?”

Pletak!

Si Monyet menjitak kepalaku.

“Kalau aku yang masuk dan adik ipar masih bangun… Kau mau tanggung jawab kalau aku keluar jadi  monyet goreng, hm?” sangkalnya.

“Aish… Berlebihan… dia takkan membunuhmu Oppa… paling-paling dia hanya mencakarmu  sedikit…”kataku mengelak. Eunhyuk Oppa memegangi tanganku. Wajahnya berubah jadi aneh. Wajahnya mendekat ke wajahku. Aku mundur agak takut. Alarm bahaya…

“Atau… kau mau kucium sekarang juga Kara sayang?”

Hya….

Sontak aku langsung membuka pintu mobil dan berlari menjauh. Dasar Monyet-Monyet-Monyet!

Dengan malas, aku menuju lift dan menekan nomor lantai yang kutuju. Setibanya di depan apartemen Ahra Noona, aku memasang telingaku baik-baik. Memastikan apakah penghuninya masih bangun atau tidak.

Aku tak mendengar apapun dan buru-buru memasukkan password. Sesuai instruksi Eunhyuk Oppa, aku berusaha sebisaku untuk tidak membuat suara. Pertama, agar  tidak membangunkan bidadari-nya. Dan kedua, agar tidak membangunkan setan penjaganya.

*

Kyuhyun POV

Sudah malam. Aku baru saja menutup layar Laptopku. Saatnya tidur.

Mataku sebenarnya agak berat, tapi bayangan peristiwa tadi pagi membuat mataku ringan lagi. aku tersenyum dan meraih ponselku. Melihat gambarnya lagi.

Lihatlah gadis mangap ini…

Apa menariknya?

Dan kenapa juga si Kembung ikut-ikutan suka padanya?

Namun tiba-tiba bayangan si Kembung yang duduk disebelah Kara, menyuapi Kara, dan  bahkan menggendong Kara malam itu ikut muncul. Kepalaku agak sakit mengingatnya. Aish.. gadis pendek yang suka mangap, yang otaknya Cuma setengah, yang badannya tinggal seperempat… yang  suka sekali teriak-teriak….

Pikiranku mulai ruwet lagi. Aku menaruh ponselku dan menarik selimutku.

Eh?

Suara apa?

*

Kara POV

Aman. Ahra Noona  sudah tidur. Sekarang saatnya melihat si Setan.  Apa dia masih bangun ya?

Kakiku berjinjit meraih kenop pintu.

Cklek.

Terbuka.

Seonggok wajah setan berbaring diatas bantal.

Tangannya memegangi selimut dan tampaknya ia sangat pulas. Tadinya aku hanya berencana menengoknya, tapi entah mengapa aku tertarik mendekat.

Sekarang aku sudah setengah meter didepannya.

Wajahnya terlihat jelas dari sini.

Aku mengibas-ngibaskan tanganku didepan wajahnya. Dia tak bereaksi. Aku duduk jongkok dan mengamati wajahnya. Walaupun permukaannya banyak yang agak ber-lembah,  harus kuakui kalau dia memang tampan. Apalagi saat rambutnya lurus seperti ini. Dia kelihatan seperti.. seperti –semoga mulutku tidak bernanah saat mengucapkan ini-.. Pangeran.

Tampan sekali…

Eh, tapi sejak kapan dia kelihatan tampan?

Baiklah, baiklah,,, tidak baik melihatnya lama-lama. Aku bisa kena karma. Aku harus segera hengkang dari sini. Kakiku bangkit berdiri namun mataku masih belum pindah posisi. Masih memelototi wajahnya. Aku menutup wajah dan merapal sumpah-serapah agar aku tak melihatnya lagi.

Kakiku sudah berputar posisi.

Dan ketololanku yang paling goblokpun terjadi.

Cup.

Aku mencium bibirnya!

Uhuk! Bagaimana ini?

Bibirrkkkkku………

Aku segera berjinjit setengah buru-buru dengan telapak tangan menempel di mulutku. Menjaga agar  mulutku yang suka lancang  ini tidak bersuara. Kalau sampai setan ini bangun dan sadar aku baru saja menciumnya, kalau sampai dia sadar aku menyelundup ke kamarnya untuk kedua kalinya… bisa dipastikan ia akan menertawaiku sampai mulutnya terbang.

Aku segera meraih kenop pintu dan membukanya. Berlari buru-buru menuju mobil.

“Kenapa lama sekali? Kau bertemu adik ipar?” Tanya si Monyet dengan muka cemas. Aku menggeleng dan menyerahkan dompet si monyet- yang juga bergambar monyet-.

“Aniyo.. hanya saja aku berjalan pelan-pelan takut mereka bangun..” sangkalku gugup. Si Monyet memelototiku sekali lagi.

“Kenapa wajahmu merah?” tanyanya lagi.

Aish.. Monyet… bisakah kau tutup mulutmu saat ini? Aku benar-benar ingin melempar  tahi monyet ke mukamu kalau kau bicara lagi…

“Kenapa wajahmu memerah Kara-shii..?” ia masih semangat penasaran.

“Aniyo.. hanya saja… Keningku barusan tertabrak meja…” kataku berbohong. Dan seperti biasa, si Monyet yang pintar jadi detektif itu mulai ber-hipotesa.

“Tertabrak meja yang pendek itu? Omo.. omo.. aku tak tahu kalau kau sependek itu..” katanya.

HYA… TAHI MONYET!!!

*

Kyuhyun POV

Aku sedang tidak mimpi kan?

Dia mencium bibirku?

GYAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHA……

Akhirnya kau takluk juga padaku Cho Minho!

*end of prologue

15 thoughts on “Serial He’s Our Girl Part 11 (Prologue)

  1. Haha bru baca prolog.x aja ak dah ngakak, pa gy baca full.x ..
    Haha ayo chingu #ga tw mw manggl apa .. Hehe# semangat bwt next part.x .. Hehe

  2. haaaaa untung aja kara kluar slamet masalahny kalo yg dicium org sih gpp tp ni khn setan
    kalo ga kena kutukan bisa malang seumur hidup
    cakkakkakkak *di gebukin ma sparkyu*

  3. ternyata,,pura2 tidur to? alamakjan, isengnya ituuuuu, tingkat dewa beneran..ckckkc
    kayaknya bentar lagi giliran ada ikan yang patah hati..

  4. Aiigo… Aiigo…
    Pdhl pendek tp aku ngakak abis
    eonni bgmn bs kau membuat ff sebagus ini xixi
    kyu pasti sgt senang. Ahahahaaaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s