Serial He’s Our Girl Part 10.b

Serial He’s Our Girl part 10.b

Testing, Testing

Kara POV

“Aku boleh ikut Oppa?” tanyaku untuk ketigakalinya pada Eunhyuk oppa yang tengah menata rambutnya. Tangannya memegangi hairdryer dan matanya tak melirikku sama sekali.

“Memangnya kau mau apa ke Incheon?”

Aku meringis. Memasang senyum manis.

“Aku  berjanji akan menemui Umma-ku hari ini..”

Eunhyuk oppa meletakkan hairdriernya dan mengamatiku.

“Baiklah… tapi kau tidak boleh protes kalau kita pulang telat..” katanya. Setelah berganti baju, kami menuju mobil. Eunhyuk Oppa sekali lagi menata rambutnya dan mengaca lewat spion. Aish… berlebihan…

Sekali monyet, paling banter Cuma bisa jadi gorilla.

Ia menyuruhku naik mobil. Mobil melaju pelan dan kami sibuk dengan kegiatan masing-masing. Aku Melongo dan dia menyetir.

“Apa kau benar-benar pacaran dengan Ahra Noona Oppa? Kau tak takut punya adik ipar… Setan?” tanyaku sambil menekan kuat-kuat kata ‘setan’. Eunhyuk Oppa tertawa sambil melihatku.

“Kau sendiri, tak takut punya suami… Setan?” jawabnya balik.

“Aniyo… Siapa bilang aku mau punya suami seperti Cho Kyuhyun?..” sangkalku cepat. Eunhyuk Oppa tertawa lagi.

“Ne… Kau bilang sendiri.. aku tanya setan kau jawab Kyuhyun? Hahahahaha, sebegitunya ya?”

Sial! aku terjerumus jebakan monyet!

“Yhak! Oppa, aku Tanya tentang kau, kau malah balik Tanya tentangku!” teriakku mencoba mengalihkan pembicaraan. Eunhyuk Oppa memasang wajah serius.

“Kalau kau sendiri tak mau menjawab pertanyaanku, untuk apa aku repot-repot menjawab pertanyaanmu, hm?” sanggahnya. Aku meringis. Tumben sekali monyet ini pandai berkelit.

“Aku tahu kau ke Incheon mau apa… bertemu Kyuhyun kan? … Kau ini tak pandai berdusta…Aku melihatmu tadi malam mencari berita Kyuhyun lagi di Internet” katanya lagi.

Wajahku memanas. Mulutku merinding.

“Aniyo.. aku berjanji pada umma-ku akan berkunjung ke rumah hari ini…” kilahku.

Eunhyuk Oppa menyeringai. Menatapku penuh selidik.

“Baiklah… nanti akan kutanyakan pada Umma-mu..” jawabnya singkat.

Jujur, aku agak gugup mendengar sanggahannya. Karena sebenarnya aku memang berencana menemui Bocah setan itu. Aku membaca berita di Internet kalau bocah itu akan kembali ke Korea pagi ini.

Aku sok sibuk dengan memandang jalanan. Eunhyuk Oppa merogoh ponselnya dan memasang Earphone. Kelihatannya ia sedang menelfon Ahra Noona, karena kulihat ia tersenyum-senyum sendiri dan melirihkan suaranya. Aish.. menjijikkan…

“Aku akan mengambil banyak barang butik Ahra ke Kang Don Won, kau menunggu di apartemen Ahra saja…Hm.. sepertinya aku juga butuh bantuan Donghae,..Nanti setelah selesai akan kuantar ke rumahmu, Bagaimana?..” tanyanya sesaat setelah earphone-nya terlepas.

Aku mengangguk.

Eunhyuk Oppa menurunkanku didepan Apartemen Ahra Noona dan memberitahu password masuknya. Aku melambaikan tangan hingga mobil dan si monyet menghilang di tikungan. Aku masuk ke apartemen Ahra Noona dan seperti biasa, langsung menyalakan televise. Duduk dengan posisi se-bahagia mungkin, dan mengganti-ganti channel.

Bosan. Aku bangkit berdiri dan mencari majalah di kamar Ahra Noona. Sialnya, kamar Ahra Noona terkunci. Aku balik ke ruang TV dan melongok ‘mantan kamar’ yang dulu pernah kutempati saat tanganku patah. Kamarnya tidak terkunci.

Eh?

Bukankah kamar ini sekarang dihuni Kyuhyun?

Aku senyum-senyum sendiri sambil membuka kenop pintu. aku berjinjit-jinjit meloncat keatas ranjangnya. menyambar selimut dan segera menggulung diri. Bahagianya… aku merasa Kyuhyun ada didekatku karena bau shampoo-nya masih menguar dari bantal dan selimut kamarnya.

Tunggu dulu, Mengapa aku sebahagia ini?

*

Kyuhyun POV

“Aniyo.. kau ke apartemenmu saja dulu.. Bukannya Ahra Noona bilang nanti malam? Lagipula aku mau istirahat dulu” jawabku cepat. Seohyun melirikku agak kecewa.

“Tapi nanti malam kau ikut kan?”

Aku menyambar dan menyeret tasku keluar mobil. Memandang Seohyun sambil tersenyum.

“Semoga” jawabku singkat. Ia menarik tanganku dari kaca jendela.

Aish.. gadis ini, apa dia tak malu dilihat kru sebanyak ini?

“Janji ya?” tanyanya lagi. Kali ini wajahnya tersenyum aneh.

Walaupun dia sudah tidak terlalu menyebalkan, namun ia masih sering membuatku tidak nyaman. Seperti sekarang. Semua kru yang masih di mobil menatap kami sambil berdehem-dehem. Dan dia? Masih memegangi tanganku dengan muka bahagia.

“Semoga” jawabku lagi. aku buru-buru masuk ke mobil Hei Jin dan menyuruhnya mengantarku ke apartemen Ahra Noona.

Kami sampai. Hei Jin memutar mobilnya dan melaju kembali ke studio. Aku berbalik menuju lift. Menuju apartemen ahra Noona.

Eh, pintunya terbuka? Bukannya tadi Ahra Noona bilang akan pulang agak sore?

“Annyeong… Noona, kau didalam?”

*

Kara POV

Huaaaaaaa!!!!!!

Bukankah.. Bukankah itu suara si setan?

Aku buru-buru meloncat dan melempar selimutku ke lantai. Mencari tempat sembunyi. Aku memutar kepalaku dan segera merangkak ke kolong kasur. Kelihatannya hanya tempat itu yang aman.

Suara derap bocah itu mulai berderak-derak mendekat.

Hatiku gempa bumi. Aku benar-benar gugup dan berkeringat.

Cklek.

Suara pintu kamar terbuka. Dari kolong ranjang, Aku melihat tangannya menyambar selimut yang terbuang ke lantai dan sepertinya melemparnya ke kasur.

Apa main game? Oh jangan sekarang Tuhan, aku bisa mati melapuk disini.

Untungnya dia bangkit berdiri. Sepertinya, kakinya menuju kamar mandi. Aku mengawasi telapak kakinya yang sudah masuk pintu kamar mandi.

Semoga ini waktu yang tepat.

Aku merangkak diam-diam sepelan yang kubisa. Menuju pintu kamar, dan..

Eh? Dia mengunci kamarnya?

Hyaaaaa!!!!!

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Bagaimana kalau dia tahu aku ada dikamarnya?

*

Kyuhyun POV

Sudah kuduga gadis bodoh itu menyelundup masuk kamarku.

Sekarang dia tengah mengendap-endap membuka kenop pintu yang tadi kukunci. Dari gorden kamar mandi yang sedikit kusingkap, kulihat dia mulai panic. Wajahnya pucat dan gerakan badannya mulai tidak masuk akal. Pertama dia menuju kolong ranjang, lalu masuk almari dan terakhir dia berencana masuk keranjang cucian. Astaganaga.. apa otaknya jatuh di asrama? Bagaimana mungkin dia berencana masuk keranjang cucian?

Ini benar-benar pemandangan menarik.

Melihatnya panik. Melihatnya bergerak-gerak seperti anak kucing lupa kandangnya. Melihatnya memutar-mutar kepalanya. Melihatnya berjingkat-jingkat.

Melihat-nya…

Benar-benar membuatku nyaman. Aku bahkan lupa kalau aku sakit hati dengannya. Aku lupa kalau dia sekarang milik si Kembung. Aku lupa semuanya.

Aku hanya ingin melihatnya. Dan mataku pun tak mau jauh-jauh darinya.

Nyaman sekali.

*

Kara POV

Gawat!

Showerya sudah mati!

Aku harus sembunyi dimana?

Aku merendahkan punggungku dan merangkak kembali ke kolong ranjang. Kudengar derap langkahnya keluar dari kamar mandi. Aku melihat sandal kamar mandinya menuju meja laptop. Mendadak kakinya mendekat ke ranjang.

“Sampai kapan kau mau disitu hah?”

Eh?

Apa dia bicara padaku?

“Yhak!.. Cho Minho… Kau mau jadi jenazah disitu? Cepat keluar!”

Jantungku jantungan.

Wajahnya melongok ke tempatku meringkuk. Aku menundukkan kepala sambil memojokkan badanku ke dinding. Berusaha menjauh dari tangannya yang mulai menggapai-gapai kolong ranjang.  Yhaik! Bocah bodoh itu bahkan belum berpakaian dan hanya mengenakan handuk dibawah perutnya. Aish.. Mataku ternoda…

Aku terus memojok dan meringkuk ke dinding. Si setan itu berganti posisi beberapa kali sambil terus menggapai-gapai.  Sayangnya tangannya terlalu panjang untuk ukuran orang normal. Tangan kananya berhasil menggenggam rambutku. Ia menjambak rambutku dan memaksaku keluar kolong.

Aku berteriak heboh dan dia tertawa hebat. Badanku tengkurap dan kaki kananku ada ditangannya sekarang. ia menyeretku seperti menyeret karung beras. Aku mengeluarkan seluruh kekuatanku. Setelah delapan puluh persen tubuhku keluar dari kolong, tanganku keras kepala memegangi kaki ranjang.

Tangan kanan dan kirinya menyeret kakiku. Ranjang berdecit-decit dan  teriakanku semakin menggila. Tangan kananku menggapai-gapai udara karena tarikannya yang sangat kuat. Kakiku menendang-nendang kakinya. Tak berhasil, aku mulai menggapai sprei kasurnya. Dia terus saja menyeret kakiku. Sementara tangan kiriku sudah tak sanggup lagi menggenggam kaki meja.

Aku memaksa membalik badanku dan menggapai-gapai tangannya yang menyeret kakiku.

BBRTT…

*

Kyuhyun POV

Gadis bodoh itu baru saja menarik lepas handukku. Tangannya menutup wajah, tapi jarinya terbuka. Matanya melotot dari balik jari tangannya. Memalukan sekali kan dia?

Ia masih berteriak dan semakin keras.

Aku tertawa hebat.

“Aku pakai celana bodoh… Kau pikir aku akan merelakanmu melihat propertiku? Jangan harap… Ini harganya mahal…” kataku sambil menjitak kepalanya.

Ia berhenti berteriak. Menurunkan tangannya dan menatap celanaku syok.

“Kenapa? Mau kau tarik juga?” tanyaku menggodanya.

Ia masih membeku tak bersuara. Ia masih duduk di lantai dan belum bergerak. Omo..omo.. polosnya…

Aku berjongkok dan menatapnya dari dekat. Aku memegang punggungnya dan menggendongnya keatas kasur.

Dia masih syok. Diam. Memerah.

“Nah.. begini lebih baik, kalau kau tidur disini kau tidak akan menjamur…” kataku sambil menutupi badannya dengan selimut. Ia masih membatu. Mulutnya diam. Matanya terpaku memelototi wajahku.

“Yhak! Cho Minho! Kenapa kau masih syok seperti itu?” teriakku sambil menggerak-gerakkan lengannya.

Sedetik kemudian raut mukanya berubah. Tangannya menyambar tanganku dan memelukku sampai aku setengah terjungkal. Ia mulai memukuli punggungku dan berteriak sambil menangis.

“Kau mau mati hah?” katanya emosi.

“Mwo? Kenapa kau memelukku seperti ini?” balasku. Tangannya masih memeluk punggungku.

“Bogoshippo… Jeongmal Bogoshippo…”

Ia terus memelukku dan aku diam tak menjawab. Tidak juga membalas memeluknya. Aku ingin sekali memeluknya, namun aku cukup tahu diri untuk tidak melakukannya.

Hening. Aku kehilangan selera humor.

Hanya terdengar suara isaknya yang mulai mereda.

“Hyun Mi-ah… lepaskan tanganmu…” kataku sambil perlahan-lahan melepas tangannya yang masih memegangi punggungku.

Ia menunduk. Matanya basah.

“Jangan lakukan itu lagi..” kataku sambil beranjak keluar kamar.

*

Kara POV

Dia pergi keluar kamar.

Aku menangkupkan tanganku dan memeluk lututku rapat.

Apa yang baru saja dia katakan?Mengapa dia bilang begitu? Apa yang baru saja kulakukan? Dan kenapa dia kelihatan marah sekali? Kenapa dia pergi?

*

Kyuhyun POV

Kami berenam duduk melingkar di restoran yang sudah dipesan Ahra Noona. letaknya bersebelahan dengan butiknya.

Aku agak kaget melihat Donghae Hyung ikut bergabung.

Aku duduk diantara Ahra Noona dan Seohyun, sementara Kara duduk diantara Donghae dan Eunhyuk Hyung. Kami memulai percakapan dengan diam. Menyantap Ramen masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan sesi kenalan. Tentu saja hanya berlaku untuk Seohyun dan Kara. Karena mereka berdua memang belum saling mengenal. Yang membuatku agak syok adalah komentar pertama yang keluar dari mulut Seohyun saat menjabat Kara.

“Aigooo….Kau adalah satu-satunya namja yang lebih imut dan lebih cantik dari Taemin SHINee”

Kara hanya terseyum sedikit lalu meneruskan makan ramen keduanya. Matanya menangkap ekspresi kagetku. Aku buru-buru menunduk. Mood-ku agak rusak melihatnya duduk disebelah makhluk menyebalkan itu. Kenapa si Kembung ikut duduk menyumpal disitu?

Setelah berputa-putar membicarakan masalah-masalah tak penting, aku kehabisan minat untuk basa-basi.

“Baiklah Noona, sebenarnya aku ingin ini jadi pembicaraan rahasia, tapi karena Noona memilih mengundang mereka bertiga, aku tidak akan sungkan membicarakan ini didepan mereka..” kataku memulai.

Ahra Noona melirik si Monyet. Si Monyet melirik si Kembung.

Jadi begitu fungsi si Kembung disini? Menguatkan mental si Monyet.

“Apa yang ingin kau bicarakan kyuhyunnie?” Noona bertanya lembut. Aish.. Emosi jiwa-ku tak akan luruh hanya karena tatapan lebay seperti itu.

“Apa Noona pacaran dengan Eunhyuk Hyung?” tanyaku cepat.

Ahra Noona menghela nafas. Mulutnya terkunci rapat. Mataku menatap Eunhyuk Hyung sebagai gantinya. Monyet itu grogi sekali.

“Kami memang pacaran tapi Ini tidak seperti yang kau pikirkan…” katanya pelan. Seohyun memegangi tanganku yang berniat membanting sendok ke meja. Kara menyeruput mie-ramennya cuek. Ia kelihatan tak terganggu dan baik-baik saja. Si Kembung dengan setia mengelap mie-ramen Kara yang tercecer di meja dan mengelap mulut Kara dengan tissue tiap kali mulutnya belepotan.

Gadis ini benar-benar membuat mataku berdarah. Matanya bahkan tak melirikku sama sekali. Bisa-bisanya dia sesantai itu setelah adegan pelukan tadi?

Emosiku menggumpal siap meledak. Pada siapa? Tidak ada pilihan lain selain membuangnya pada si Monyet.

“Lalu seharusnya apa yang kupikirkan tentang kalian?” lanjutku.

“Kyuhyun-ah… kenapa kau benci sekali kalau Hyukjae berhubungan dengan Noona-mu? Apa kau punya masalah dengannya?” Donghae hyung tiba-tiba menyela. Mungkin ia mencoba menyelamatkan si Monyet. Aku tertawa sadis.

“Kau tidak lihat? Semuanya bermasalah…” jawabku datar.

Monyet tersenyum bijak sambil  melihat Noona-ku.

“Apa yang salah dengannya? Dia itu manis seperti cokelat..”kata Noona dengan muka lebih lebay dari yang tadi.

“Monyet memang warnanya coklat” kataku santai.

“Kalau hitam namanya Gorilla..” sela Kara tiba-tiba. Kelihatannya dia juga tidak sadar mengucapkannya.

“Kalau putih namanya panda…” lanjutku. Eh, kenapa aku ikutan?

“Kalau biru namanya makhluk luar angkasa..”

Aku dan Kara tertawa heboh. Suasana sedikit cair. Aku bahkan lupa kalau aku dan Kara sedang ‘tidak baik-baik saja’. Aku berdehem dan buru-buru melarikan mataku ke Ahra Noona.

“Aku menyukai Noona-mu…” si Monyet berkata serius.

Aku tersedak. Seohyun meraih gelas air dan menyodorkannya padaku. Aku masih focus memelototi Noona-ku. Berharap dia tidak ketularan mengucapkan kata-kata bodoh itu.

“Dan aku juga menyukainya..” Ahra Noona membalas. Mulutku menganga.

“Kami hanya tidak ingin kau salah paham… Kami serius Kyuhyunnie… aku menyukai Noona-mu dan aku ingin dia menjadi bagian penting dari hidupku…” sambung Eunhyuk Hyung. Matanya menatapku tajam. Ia kelihatan seperti manusia sekarang.

“Hyak! Kalian tidak malu mengucapkannya didepan kami semua?” rutukku agak jengkel. Monyet belantara itu cengengesan lagi. Mukanya agak sumringah.

Perbuatan memang berbicara lebih banyak daripada perkataan, tapi mengatakannya itu akan mengukuhkan hubungan yang kami jalani…Aku butuh mengatakannya agar semua Namja menjaga jarak darinya…” kata Eunhyuk Hyung retoris. Mukaku melongo tak percaya. Ini adalah kata-kata bijak pertama yang kudengar dari monyet. Kata mutiara yang keluar dari mulut Bangkai.

“Kalau aku tidak mengatakannya, aku takut namja lain seperti Donghae juga mendekati Noona-mu… dan itu akan jadi salahku, bukan kesalahan mereka kalau aku tidak mengatakan perasaaanku sejak awal, bukan begitu Kyuhyunnie?”

Aku terkesiap. Mataku sontak melirik Kara yang juga melirikku. Kata-kata itu seakan ditujukan untuk menghantam kepalaku, tembus sampai kaki. Membuat hatiku gugup dan kepalaku retak.

“Ne… Ne… terserah kalian sajalah..” kataku agak kikuk. Aku meraih tissue ditengah meja dan pura-pura melihat jam tangan.

Seohyun melirikku.

“Kau masih ada jadwal lain? Kupikir rekaman dan syuting MV-nya sudah selesai semua kan?” tanyanya sok tahu. Dia tahu apa heh? Dia pikir jadwal-ku hanya urusan duet dengannya? Aish.. aku jadi ikut sebal dengan Seohyun.

“Aniyo… aku ingin pulang lebih dulu” kataku mengelak.

Kara menatapku ragu-ragu.

“Kau mau kembali ke asrama?” tanyanya pelan. Matanya memandangku penuh harap.

“Aniyo.. aku mau kembali ke apartemen Noona…Noona, Hyung..aku pergi dulu..” kataku sambil bangkit berdiri dan membungkuk pamit. Seohyun menggelayut di lenganku. Sebenarnya aku ingin sekali menendang tangannya, tapi biar sajalah. Biar impas. Biar gadis pendek itu tahu kalau aku  juga bisa membuat matanya berdarah.

*

Kara POV

Donghae Oppa mengajakku naik mobilnya. Kami akan kembali ke asrama. Aku tak punya pilihan lain. Mana mungkin aku ikut semobil dengan Ahra Noona dan Eunhyuk Oppa?

Terpaksa acara berkunjung ke Incheon-ku gagal karena pertemuan tadi menghabiskan waktu lebih lama dari yang kuperkirakan.

“Kau makan banyak sekali…” katanya saat mobil mulai melaju. Aku memang makan tiga porsi mie ramen tadi.

“Ne… Kalau mood-ku sedang jelek aku memang suka begitu.. makan kebanyakan…” jawabku. Donghae Oppa melirikku. Tersenyum aneh.

“Karena Seohyun?” tanyanya singkat. Aku agak kaget dan segera mengalihkan pandanganku keluar jendela.

“Aniyo… tidak ada hubungannya dengan Seohyun Unnie.. kenapa Oppa bicara begitu?” tanyaku balik. Ia tersenyum lagi.

“Karena di matamu tertulis begitu..” balasnya cepat.

Aku pura-pura tertawa dan memukul lengannya.

“Sepertinya kau memang sangat menyukai Kyuhyun, Hyun Mi-ah…” lanjutnya.

Aku benar-benar tak berminat membicarakannya lagi. Mendengar namanya membuat emosiku naik satu tangga.

“Aku selalu iri melihat Kyuhyun… Di matamu dia begitu buruk dan kau mulai menyukainya karena keburukannya…Itu selalu membuatku kesal, perasaan yang tumbuh dengan proses seperti itu akan sulit sekali hilang.. dan aku benci karena bukan aku yang ada di posisinya..” katanya panjang.

Itu terlalu berbelit-belit dan aku tidak paham.

Apakah itu artinya dia menyukaiku?

“Mungkin aku terlalu tampan dan baik hati ya?” katanya sembari tersenyum kecil.

Aku tidak sempat menjawab karena dia buru-buru melanjutkan.

“Kau memandangku berlebihan Hyun Mi-ah… dan itu sebabnya perasaanmu padaku tak lebih seperti perasaan yeoja-yeoja diluar sana..” keluhnya lagi. Ini semakin membingungkan.

“Apa maksudmu Oppa?” tanyaku akhirnya. Aku tidak tahan mendengar kata-kata yang berputar-putar seperti itu. Takut salah paham.

“Kau ingin aku mengatakannya dengan singkat?.. Aish.. Berat bagiku mengatakannya sementara aku sudah tahu jawabannya tidak…” jawabnya lagi.

Sekali lagi, kata-katanya membingungkan.

“Mwo Oppa? Kalimatmu panjang sekali….” Kataku agak tidak sabar.

“Aku menyukaimu… dan aku tahu kalau kau menyukai Kyuhyun… masih tidak paham?” tanyanya singkat.

Eh?

“Aniyo Oppa… aku tidak menyukai Kyuhyun…” elakku cepat. Donghae Oppa menghentikan mobilnya tiba-tiba. Matanya menatap kaca mobil.

“Aku tahu kau bohong, tapi karena kau bilang begitu… Mulai sekarang, cobalah menyukaiku dan lupakan Cho Kyuhyun… lelaki pengecut sepertinya tidak perlu kau pertahankan..”

*

Kyuhyun POV

Seohyun masih disebelahku. Duduk diam tak bicara. Aku menyuruhnya begitu sejak tadi. Kami sudah berhenti di jalanan setengah jam yang lalu.

Pikiranku sedang penuh. Itu sebabnya aku malas menyetir. Aku masih sayang nyawaku dan jelas keberatan tertabrak lagi.

“Ayo kita kembali..Aku harus ke Studio sekarang..” kataku akhirnya. Seohyun terlihat senang. Kelihatannya dia memang sangat bosan kudiamkan sejak tadi. Salah siapa ikut denganku?

“Apa yang sedang kau pikirkan Oppa?” tanyanya hati-hati. Aku tak merespon. Malas membahasnya.

“Oppa… Sampai kapan kau diam seperti itu?” tanyanya lagi. kali ini nadanya sedikit protes.

“Sampai aku bicara lagi..” jawabku singkat. Ia terlihat senang sekali karena aku mau membalas pertanyaannya.

“Oppa… aku tahu kau sedang patah hati…” katanya lagi. sepertinya ia mulai bawel lagi sekarang.

“Terserah kau sajalah…” jawabku singkat.

“Kau tahu Oppa mengapa kau patah hati?” tanyanya dengan muka serius. Walau sebenarnya aku tidak ingin mendengar jawabannya, kurasa aku perlu berpura-pura tertarik pada pendapatnya tentang masalah perasaan seperti ini.

“Mwo?” tanyaku balik.

“Karena kau tak pernah mengakuinya Oppa… kau terlalu berlebihan menghargai dirimu sendiri, Kau selalu menunggu orang lain melakukannya lebih dulu..”

Aku menatapnya agak kaget. Apakah hari ini hari kelahiran ‘cinta’ ya? Mengapa semua orang mendadak fasih bicara masalah begituan?

*

End of part 10

KOMENT YHAK…..^_^

29 thoughts on “Serial He’s Our Girl Part 10.b

  1. hyaaa…pdhl udh snang kara sm kyu udh baikan tp koq mlh diam2n lg..haaahhh..pngen kara sma kyu cpt2 mengutarakan perasaan’y..

  2. Ane ngefan banget sama ini cerita. Akan selaluku tunggu kelanjutannya. Semangat utk author

  3. hello. . . .hellooo~
    akhirnya lanjutan part 10’y udah ada,,,
    ashoyyy ah buat authhornyaaaa ^^b

    always waiting for d next chapter,,,

    makin penasaran akhirnya gimanaaaaaaaa~
    dasar aza dua nya nya (kyu – minho) kegedean gengsi plussss rada” oon jadi weh berantem muluuuu~
    akakakkkk~

    owh iya atu lagi ahhh~
    epep yang main castnya c hae noh (*nunjuk” epep sebelumnya) ditunggu juga lanjutannya,,,
    kayanya kocak juga tuhhhh,,,
    hhhaaaa~

    1. Gomawo… suka banget baca koment yang panjang kayak sungai Han begini… hahahaha, oke… ne proses penulisan serial Si Dong2 en HOG part 11… agak mampet… gara2 kebanyakan baca FF orang, hahaha

  4. Setuju sm seohyun, harusnya kyu berani jujur dia kan cowok dan kara orangnya lemot ckck -_- ditunggu lanjutannya author

    1. wawww….. tersesat yo mas? gyahahahahaha,
      terimakasih atas kunjungannya… ^_^
      ku asline wes berkunjung en koment ng WP_mu mboh kok g kekirim-kirim…..

      jok diwoco posting-an e ……
      jelas duduk seleramu, heheheh

  5. daebak bngt ceritanya eon!
    kyaa monyet hutan kita sedng jath cinta rupanya hahaha

    eonni blh minta nm fb ny nggk?

  6. ya Tuhan , tolong !!!! hyukjae oppa , sejak kapan kamu blajar kata2 itu , nak ????? ckckckckckckckckkck~
    aduh .. aduh … ini kara ama kyuhyun diharapkan romantis , malah orang2 disekitarnya . aduh ! aduh ! *tepok jidat

    hm …. kara ama kyuhyun kok ngg mau jujur2an sii ?? itu lagi sii kara , nurut aja ama donghae . aduh !

  7. yang kata2 tentang cinta ituu,,jleb to the max,,,ckckckckck..
    apalagi yang kata si eunhyuk.”bukan salah mereka, tapi salahku karena aku tidak mengatakannya” guuttt, sukasuka
    part ini, kocak, tapi penuh inspirasi, meskipun itu tergantung masing2 mau nanggepin kata2 nya gimana, bisa jadi motivasi, bisa juga gak,,
    bagaimanapun,,,fighting yaa buat seterusnya,,ditungguin :p

  8. YYYAAAAAAKKK!! LEE HYUKJAE.. bsa jga ngmong kya gtu hhoooaaaahahahaaaa
    slama di dunia per FF.an baru x ni kta2 yg d ucapin bner2 bijak kkyyaaahahahahahahahahaa uri monkey dh gede hohohohoho (mang ia..hahahahaha)
    part ni jga lucu.. klo blh jujur part yg ni lbh lucu dr part 10.a soal.ny yg d part 10.a lg serius2.ny hahahahaaa
    ydh lnjut y..^^

  9. Ahahaha….. Eonni..perutku tambah sakit xixixi…
    Kejadian di kamar kyu sgt lucu dan jg di restoran. Hahahhh..
    Dan apa itu -hari kelahiran cinta- ? Haha
    mereka semua mendadak memiliki kata2 bijak.
    Ah gumawo eonni, jeongmal gumawo

  10. Waw hyukie kata”mu bener bener bikin kyu sadar, †̥ǻþΐ gak mau nglakuin !!
    Saling suka †̥ǻþΐ ƍäª ådä Ÿãŋģ mau ngakuin..

    Next part Y‎ªªăɑ eon ?? ƪ‎​(^ヮ^)ʃ

  11. aah gemas deh sama kyu, pengen jitak gitu…
    hrsnya dia jgn gampang nyerah..
    masa setan gamapng nyerah..
    hehehehe

    ceritanya benar2 menarik bgt, ringan tapi dalam..
    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s