Serial Hes Our Girl part 10.a

Serial He’s Our Girl Part 10

Testing

Kara POV

Aku belum menemukan titik terang tentang alasan Kyuhyun tolol itu kabur dari Hyung-hyungnya. Sekarang ia sedang promo iklan di Thailand dan akan dilanjutkan dengan syuting MV di China. Bagaimana aku bisa tahu?

Itu jugalah yang kurang bisa aku mengerti. Seminggu ini aku aktif mengecek keadaannya lewat internet. Dengan sangat memalukan, aku membuat akun Facebook untuk ikut bergabung dengan penggemarnya -astaganaga….harga diriku terjun ke laut-. Dengan begitu, aku bisa tahu posisi dan kondisi bocah setan itu. Hya…. Mengapa aku melakukannya?

Aku benar-benar tidak tahu!

Pagi itu –pagi ketujuh setelah dia kabur- aku membuka akun Facebook. Kebetulan si admin baru saja update status.

Annyeong Haseyo..

Sparkyu memberdeul…Hari ini aku mau unggah foto Kyuppa dalam persiapan syuting MV terbarunya dengan Seohyun di China Love Autumn Festive tadi malam pukul Tujuh.

Keningku mendadak panas. Mataku tak berani melirik gambar dibawahnya. Jarang sekali bocah itu dekat-dekat dengan yeoja walaupun kenyataannya Sembilan puluh Sembilan persen penggemarnya adalah yeoja.

Gambarnya agak buram. Loading….. Gambarnya jadi jelas sekarang.

Mataku tidak terima.

Kulihat bocah itu tengah memegang tangan Seohyun.

Bocah itu tengah bergurau dengan Seohyun.

Bocah itu memayungi Seohyun.

Bocah itu duduk bersebelahan dengan Seohyun.

 

“Menjengkelkan ya?” seseorang menanyaiku.

Aku buru-buru menoleh. Monyet hutan. Dia –yang entah sejak kapan masuk kamarku-menggulung dirinya dengan selimut di atas kasurku. Aku –yang tengah duduk diatas kursi menghadap laptop Donghae Oppa- segera menutup paksa layar Laptop. Monyet itu tertawa melihatku.

“Aish… Bocah menyebalkan.. Bisa-bisanya dia dapat proyek duet dengan Seohyun, Kenapa bukan aku saja?..” katanya mengeluh.

Aku mendesis.

“Aku malah kaget kalau ada yang mau duet denganmu Oppa..”

Eunhyuk Oppa melempar bantal ke wajahku. Aku tertawa. Ikut duduk diatas kasur.

“Oppa, Kenapa belakangan kau selalu pulang telat? Ini sudah jam satu…aku ngantuk… pergilah kekamarmu sekarang!” kataku sambil menarik selimut yang dipakainya. Monyet itu berguling-guling tapi menolak bangkit. Badannya yang panjang dan tipis itu terlihat seperti cacing pita. Aku berdiri diatas kasur dan menendang-nendang pantatnya.

“Aku sedang ada proyek masa depan yang sangat pribadi… Hmm…Kau tidur dikamarku saja, aku sedang malas bergerak, aku sedang sangat bahagia, jadi jangan diganggu….” katanya sambil menutup wajahnya dengan g uling. Aish… Monyet ini..

“Aniyo… Aku tidak mau tidur di kasurmu, pasti bau..”

Dia membuka selimut yang menutupi wajahnya. Mulutnya cengengesan.

“Atau.. Kau tidur disini bersamaku saja?”

Hya… Monyet Mesum!

Aku segera turun dari kasur dan menyeret bantalku menuju kamar si Monyet. Kamarnya berada di pojokan. Cukup luas dan penuh buku –monyet bisa membaca?-. Juga sangat rapi untuk ukuran orang yang jarang mandi dan jorok sepertinya. Aku hanya dua kali masuk kamarnya, karena memang Monyet Hutan itu jarang menyuruhku mencuci baju atau membersihkan kamarnya. Ia melakukannya sendiri –terimakasih Hyukkie Oppa-.

Aku segera mematikan lampu dan menggulung tubuhku dengan selimut. Menutup wajahku dengan bantal.

Baru sepuluh menit, jantungku nyaris copot saat seseorang merangkulku dari samping. Hya… Siapa malam-malam nyelonong ke kamar orang!

“Hyukjae…..Kau sudah tidur?”

Telingaku familiar dengan suaranya. Donghae Oppa, siapa lagi?

“Ini aku Oppa…” kataku sambil membuka selimut. Donghae Oppa yang sudah masuk selimut terlonjak kaget melihatku. Aku mengusap-usap mataku. Menyahut setengah sadar.

“Hyukkie Oppa tidur dikamarku”

Ia masih belum bergerak.

“Mwo?” tanyaku lagi.

Ia cengengesan. Bangkit berdiri.

“Aku boleh tidur disini?” tanyanya sambil tertawa.

Hya…… Kenapa dia ikutan mesum seperti si Monyet itu!

Aku segera menyeret tubuhnya menuju pintu kamar. Memaksanya keluar. Dia berteriak-teriak sambil tertawa. Kudengar diluar ribut sekali. Aku membuka pintu dan sekarang Donghae Oppa tertawa cekikikan bersama Eunhyuk Oppa.

Aish.. satu lagi perusuh.. kenapa monyet itu bangkit lagi?

Aku buru-buru meraih kenop pintu. Terlambat. Dua pembuat onar itu sudah masuk kamar dan MENGUNCIKU di dalamnya!

Mereka tertawa puas dan menggulung tubuhnya dengan selimut. Mulut keduanya masih cengengesan. Aku melihat mereka dengan tatapan frustasi. Aku menarik paksa selimut yang mereka pakai dan menggulung tubuhku di lantai. Mereka, lagi-lagi tertawa melihatku. Sialan sekali.

Pada akhirnya, mereka berdua kelelahan ngobrol dan tertidur pulas di kasur Eunhyuk Oppa. Mataku mengamati tangan si Monyet. Mencari kunci kamar. Hyukjae Oppa malah menarik tanganku. Aku jatuh berdebum di kasur, dan dua manusia itu masih tak bangun juga.

Hya… aku benci mereka!

*

Kyuhyun POV

Seohyun adalah wanita pertama yang jadi pacarku. Kami pacaran saat aku kelas Dua SMA. Aku tidak banyak mengingatnya, karena bagiku hubungan yang kujalin dengannya hanya sekedar status. Seperti lazimnya anak SMA, tidak punya pacar adalah aib yang cukup memalukan. Aku berkenalan dengannya lewat Ahra Noona, yang saat itu syok sekali karena aku bilang aku menyukainya.

Seohyun jadi korban. Ia merelakan dirinya menjadi ‘Ahra Noona’ bagiku. Aku tidak pernah menyuruhnya. Ia berinisiatif sendiri untuk melakukannya. Maka Seohyun setiap hari membawa bekal makanan untukku, menemaniku membeli kaset Game terbaru, menemaniku main game –walaupun dia selalu kalah-, dan point pentingnya: mengingatkanku makan dan minum obat. Aku sudah menderita Pneumotrax sejak kecil. Paru-paruku sering kolaps saat emosiku sedang naik. Satu-satunya hal berbeda dari Seohyun dan Noonaku adalah jumlah kata yang keluar dari mulutnya. Ahra Noona yang simple berbeda sekali dengan Seohyun yang cerewet.

Kami –lebih tepatnya aku- memutuskan untuk mengakhiri hubungan penuh ketidakjelasan itu saat aku masuk Kyunghee University dan dia masuk Universitas di Seoul (SNUA), satu kampus dengan Sungmin Hyung. Alasannya pun sangat memalukan: Kita terpisah jarak, kau terlalu gendut, dan kau terlalu cerewet.

Sejak saat itu, aku focus melanjutkan hidupku dan masuk SMEnt, sementara Seohyun –tidak tahu kenapa- juga masuk SMEnt setahun kemudian. Aku bertemu lagi dengannya  kemarin siang, saat rapat persiapan syuting MV duet pertama kami –single The Words in My Eyes di album mini ‘Something Hidden’ yang kelima single-nya ditulis sendiri oleh Seohyun,-.

Bertemu dengannya membuatku gugup. Kami duduk bersebelahan dan bergurau agak lama. Melihatnya dari dekat, membuatku sedikit kaget. Dia cantik dan tidak gendut lagi, walaupun pipinya masih sedikit bengkak. Secara keseluruhan, dia sangat menarik, walaupun sebenarnya sekarang ini aku lebih suka gadis yang imut (Eh?). Apalagi setelah aku tahu dia tidak lagi cerewet seperti dulu, membuatku benar-benar nyaman. Aku suka yeoja yang tidak banyak bicara dan banyak bertanya seperti itu, walaupun kadangkala aku sering tertarik dengan yeoja cerewet (Lagi?).

Saat kutanya mengapa aku yang jadi partner duetnya, dia menjawab dengan kalem bahwa akulah satu-satunya manusia yang bisa membuatnya ‘merasakan dan menghayati’ lirik lagu itu. Aku tertawa mendengar penjelasannya, Seohyun tetaplah gadis polos seperti yang pernah kukenal. Malam harinya, aku mulai menghafal draft lagu yang kuterima kemarin siang. Minggu ini kami rekaman dan syuting MV.

The Words in My Eyes

Noneed to do more,

I’ve just asked you for seeing my eyes,

Don’t you feel it’s too hard for me,

Left behind, be forgotten, being hurt

And you’re just fine,

The boy I loved, I love more ,I love the most

Just read my eyes,

My words have been saved over there,

I’m here to see your eyes,

To know the answer..

Are you still the same?

Keningku berkerut. Meraih ponsel. Memaksa Hei Jin –yang sedang tidur di kamar sebelah-mengajariku cara membacanya dan menerjemahkan liriknya. Dengan banyak protes dan keluhan, Hei Jin akhirnya membacakan dan menerjemahkannya untukku.

Kali ini aku yang syok. Apa maksudnya dia menulis lirik seperti itu?

Hei Jin kembali ke kamarnya meninggalkanku yang sudah tidak bisa tidur.  Baiklah, aku sedang malas punya urusan dengan yeoja. Yeoja manapun.

Aku menarik selimutku.

Ini sudah Setengah dua pagi. Mendadak wajah gadis pendek itu berkelebatan di otakku. Hya… Sampai kapan aku harus terganggu dengan gadis sial itu……

Karena mataku masih saja tak tertarik tidur, aku iseng-iseng membuka akun twitterku. Ahra Noona baru saja mengunggah beberapa foto.

Noona-ku yang cantik itu sedang memotret dirinya sendiri yang sedang tiduran memeluk boneka monyet di kasur. Aku mengamati foto yang dia unggah sbelumnya, foto Ahra Noona sedang sedang memasak dengan celemek bergambar monyet. Aku melirik foto berikutnya, foto Ahra Noona yang sedang berdiri diatas kasur bergambar monyet besar.

Eh, Tunggu dulu, MONYET!

Aku mengamatinya lagi. Dengan seksama. Mataku semakin semangat .

Kenapa Noona-ku menyimpan benda-benda bergambar monyet?

Atau jangan-jangan………..

Hya! Tidak mungkin si Monyet Hutan itu!

Pikiranku berantakan. Buru-buru meraih ponsel.

*

Kara POV

Aku bangun karena ketiak si monyet itu mampir di wajahku. Kaki donghae Oppa mengunci kakiku. Aku terbelit selimut dengan dua mayat hidup disebelahku. Aku bangkit duduk dengan kesal. Mencoba membangunkan keduanya.

Percuma, mereka sedang tidur sepenuh hati.

Hya… aku benar-benar tak bisa tidur!

Otakku kelayapan kemana-mana tiap kali mataku sedikit ngantuk. Pikiranku melayang ke gambar yang sama. Seorang Namja berbadan tinggi, kurus penuh tulang, wajahnya berlubang-lubang, wajahnya seperti penderita kanker darah, telinganya yang lebar, mulutnya yang lebar..… eh, kenapa jadi mirip gajah? Aku tertawa sendiri.

Dddrrrrt….drrrrttt…..

Aish.. Manusia macam apa telfon jam dua pagi?

Aku segera melongok mencari ponsel yang tengah bergetar. Ketemu. Ponsel si Monyet. Terselip diantara tangan Donghae Oppa.

Panggilan dari nomor tak dikenal. Aku baru saja berniat membuka mulut saat si penelfon yang tidak tahu diri itu berteriak keras.

“Monyet Hutan!”

Deg!

“Lee Hyukjae!.. Kau belum bangun hah?”

*

Kyuhyun POV

Kenapa si Monyet itu tak segera menjawab?

Emosiku sudah naik ke ubun-ubun. Kalau Monyet itu sampai berani dekat-dekat dengan Noona-ku, aku takkan segan-segan mengirimnya ke hutan!

“Ini aku…”

Deg!

Jantungku berdegup.

Aku tak bisa menjawab. Suara diseberang juga diam.

Gadis bodoh itu, mengapa dia yang mengangkat telfonnya?

“Bisa kau panggilkan Hyukjae Hyung?” tanyaku akhirnya.

Sebenarnya ada ribuan kata yang kusumpal rapat di tenggorokanku. Aku tidak tahu mengapa aku tak mengatakannya begitu saja. Aku sedang tidak ada minat berurusan dengannya.

“Apa kau baik-baik saja?”

Suaranya terdengar pelan. Aku menggigit bibirku. Memaksa mulutku diam tak menjawab.

“Sebaiknya jangan lupa minum obat, kau baik-baik saja kan?”  sambungnya. Kali ini suaranya terdengar agak serak.

“Ne..” jawabku singkat.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu seminggu ini, tapi kuharap kau tahu semua Hyungmu ingin bertemu denganmu…”

Suaranya terpotong. Terdengar suara ribut sejenak. Lalu suara jelek itu mulai berteriak.

“Setan! Akhirnya kau telfon juga? Kau mau mati hah? Kabur dari sini seenakmu saja!” si Monyet hutan itu berbicara keras sekali.

Aku, yang berniat mendampratnya harus kehilangan fokus gara-gara suara Kara.

Kenapa bocah itu masih bangun? Dan kenapa dia mengangkat telfon Hyukjae Hyung? Apa mereka sedang bersama? Bukannya ini jam dua pagi buta? Bagaimana mungkin…

Aish.. aku pusing.

“Hei.. Kenapa kau diam saja?! Kau tidak merindukanku?” omelnya lagi. Aku tertawa. Namun segera mendengus lagi. Kesadaranku sudah pulih sepenuhnya sekarang.

“APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN NOONA-KU HYUNG?!”

Manusia bermulut cengengesan itu malah tertawa.

“Jadi kau sudah tahu, adik ipar?” jawabnya datar.

Mataku melotot.

A-PA..DD-D-I-A..B-ILLANG…….A-DIK I-PAR…..

AD-DHIKK- I-PP-AARRRR KHATHAN-YA…..

“ANIYO!… AKU AKAN MEMBUNUHMU KALAU KAU BERANI DEKAT-DEKAT DENGAN NOONA-KU HYUNG!”teriakku frustasi. Tawanya meledak.

“Andai aku bisa menghindar, aku juga tidak berminat jadi kakak iparmu… tapi Noona-mu itu benar-benar membuatku tak peduli kalau kau adiknya..”

Emosiku banjir.

“HYUNG! KALAU KAU DE-“

“Sudahlah, kita bertempur besok saja kalau kita ketemu, ini sudah malam adik ipar…”

“ANIYO..AWAS SAJA KAL-“

“Kara  ingin bicara denganmu…”

“HYUNG!..AKU SED-“

“Kau tidak kasihan? Kara mencari beritamu setiap hari di internet…”

“HYUNG! JANGAN MENCOB-“

“Kara mencoba menghubungimu setiap hari..”

“JANGAN MENGALIHKAN PEMB-“

“Dia menangis sekarang, kau tak ingin bicara dengannya?”

*

Kara POV

Bicara apa Monyet itu!

Aku segera merebut ponselnya. Dia tertawa cekikikan di lantai.

“Aniyo… aku tidak menangis! Aish mulut monyet ini benar-benar beracun!” sanggahku. Bocah setan itu tak bersuara.

Hening.

“Kyuhyun-ah..”

Masih hening.

“Kyu-“

Bbpp.

Kenapa dimatikan?

Aku membanting tubuhku ke kasur. Sedikit kesal.

Dasar bocah tidak tahu diri! Kenapa diputus begitu saja heh? Kau tak tahu aku hampir mati depresi gara-gara ingin bicara denganmu hah?

Si Monyet melirikku.

“Tidak usah frustasi begitu… kau kan masih punya si Kembung? Hilang satu, masih punya satu..” komentarnya santai. Aku mendelik.

“Oppa, berikan kuncinya sekarang… aku mau kembali ke kamarku, aku benar-benar sakit kepala melihatmu” jawabku ketus. Ia menarik rambutku dan mengacaknya.

“Apa salahnya merindukan seseorang? Walaupun dia setan, dia juga punya hak dicintai…” tangannya mengunci pundakku. Aku gelagapan. Dia itu sedang memakai kaos tanpa lengan saat ini, dan ketiaknya yang heboh itu menempel di keningku.

“O-ppa.. Ke-ttiak—mhu..mm-henhemphel..di-wajhah-kku..”

“Sebenarnya… aku lebih mendukungmu dengan si Kembung, berhubung bocah setan itu adalah calon adik iparku.. tentu saja aku harus mendukungnya…”

“O-PHHA…KHET-IAKHMU…”

“Lagipula, nantinya kita akan jadi keluarga yang bahagia… Omo..Omo.. pasti rumah kita berempat akan ramai sekali kalau kau jadi istri adik iparku… Emm…”

“OP-HA.. SING-KHIRKKKHAN… KET-HIAKMU…”

“Apalagi kalau kalian berdua punya anak lebih dulu… Omona…. Pasti lucu dan cerewet seperti umma-appanya….”

HYA…..HIDUNGKU DEPRESI!

Aku benar-benar ingin mencongkel ketiaknya yang tidak tahu diri itu! Tanganku menarik tangannya kuat-kuat. Menyingkirkan lengannya dari wajahku.

Tapi si Monyet Hutan belantara itu terlalu konsentrasi dengan imajinasi sintingnya dan sama sekali tak melonggarkan lengannya yang menyangkut di wajahku. Matanya berbinar-binar sambil mendongak menatap bulan yang kelihatan dari gorden.

“Atau.. bagaimana kalau kita mulai dengan saling memanggil saudara ipar…”

*

Kyuhyun POV

Beginilah nasibku selanjutnya. Aku tak bisa tidur semalaman gara-gara mendengar suara gadis  itu. Kara pendek, kenapa masih bangun? Apa yang kau lakukan dengan Monyet hutan itu sampai pagi buta seperti ini heh?

Mataku terpejam. Wajahku tertutup bantal. Lampu sudah kumatikan. Tapi pikiranku terang-benderang. Gadis itu…. apa dia juga rindu padaku?

*

Kara POV

Hari ke-sebelas. Aku sudah tidak melihat Kyuhyun selama sebelas hari. Bagaimana rasanya? EMOSI JIWA…

Malam ini, jadwal beberapa Oppa-ku sedang kosong. Ada Yesung, Heechul, Siwon dan Eunhyuk Oppa di ruang tengah. Menonton televisi. Kenapa aku tidak ikut gabung? Tak lain dan tak bukan adalah gara-gara si Monyet Hutan Bakau pedalaman Kalimantan yang kelakuannya masih primitive itu. Ia bilang tadi pagi baru saja memborong sepuluh kaset Yadong. Tentu saja aku takkan merelakan mataku yang masih polos ini ikut menonton begituan. Menyesatkan.

Aku mendengar mereka sudah berteriak-teriak dari tadi. Aish…  membayangkannya saja sudah senewen. Sengaja kukunci pintu kamar rapat-rapat. Takut kalau mereka tiba-tiba kebanjiran hormone dan mencari pelampiasan.

“Kara-shii…” teriak Monyet hutan dari luar kamar.

“Hm..” dehemku agak keras.

“Kau tak ingin gabung?” tanyanya lagi. Sepertinya posisi monyet hutan itu sedang di pintu kamarku.

“Aniyo…” jawabku singkat. Aku meneruskan membaca komikku lagi.

“Kau benar-benar tak ingin bergabung? Ada acara seru lho…” rajuknya lagi.

Aku mendesis. Monyet stress!

“A-N-I-Y-O Oppa…. Aku sibuk!” teriakku ketus.

“Kau akan menyesal sampai mati, sampai hidup lagi, sampai mati lagi… Kau akan menyesal kalau tak ikut denganku sekarang…” katanya lagi.

“Aniyo!” teriakku lebih keras.

“Seru lho!”

“Kalau kau sampai berteriak sekali lagi Oppa, .. aku akan menginjak kepalamu!”

Eunhyuk Oppa tertawa cekikikan dari luar.

“Kyuhyun sedang rilis albumnya di China lho! Sekarang konsernya LIVE! Siaran langsung!”

Aish… Pendusta…

Aku segera meraih kenop pintu kamar dan melempar wajahnya dengan sandal kamar mandi. Ia berkelit dan malah tertawa makin keras. Aku mengunci kamarku lagi.

Membaca komik.

“…Yhak!.. Hei dasar bocah kurang ajar!.. kenapa dia pegang-pegang tangan Seohyun!”

Aku tak peduli. Itu sama sekali bukan urusanku.

“…Yhaik!Yhaik! Kenapa dia memegangi pipi Seohyun!”

Otakku panas.

Tapi,

Memegang pipi?

Aish… aku sudah pernah  merangkulnya Seohyun lembek!

“Yhak… Cho Kyuhyun! Jangan dicium!… yhak… yhak… Kyaaaaaa!!!! Kyuhyun kurang ajar!”

Hyak! Bibir Kyuhyun hanya milikku!!!!

BRAK!

Aku membuka pintu kamar dan melaju ke ruang tengah. Mukaku bersungut.

Siwon oppa segera menutupi Televisi dengan punggungnya. Yesung Oppa mangap. Eunhyuk dan Heechul Oppa menatapku kaget.

“Minggir..”

Siwon oppa memandangku tak berkedip. Kelihatan sekali kalau dia grogi. Tanganku merengkuh pundaknya dan menyingkirkan badannya dari depan televisi.

Seketika itu juga, aku yang mangap.

Membeku tak bersuara.

“ Kau mau ikut nonton yadong juga Kara sayang?”

*

Kyuhyun POV

Syuting MV selesai. Aku akan segera kembali ke Korea. Aku harus membuat perhitungan dengan Noona-ku dan si Monyet Bakar itu sesegera mungkin.

Noona juga sudah berjanji akan seegra menemuiku sesampaiku di Seoul. Tentu saja, si Monyet itu juga kuundang. Aku benar-benar tak rela Noona-ku yang berkelas itu menjalin hubungan dengan binatang liar.

Aku sedang dalam perjalanan menuju Bandara. Semobil dengan kru MV dan Seohyun tentunya. Aku tak mengajaknya bicara sejak tadi. Aku baru saja membeli kaset Game baru, dan itu artinya, jangan ganggu aku.

“Kyuhyun-ah… aku ingin bertemu Noona-mu, apa aku boleh ikut ke apartemen Ahra Noona?” suara Seohyun mengagetkanku.

Aku meliriknya sambil sibuk mengarang alas an agar dia tak ikut. Aku malas.

“Aniyo… hari ini aku ada acara keluarga Seohyun..” tolakku halus. Aish… sebenarnya aku menyesal bilang begitu, bukankah itu artinya aku menganggap Monyet itu jadi keluargaku?

Hoekk…..

Seohyun diam tak menyahut. Tangannya sibuk lagi dengan ponsel. Aku kembali menekuri game-ku.

“Ahra Noona bilang ia juga mengundangku..”

Aku mendengus.

“Kata siapa? Ini acara keluarga..” sangkalku. Dia tersenyum sambil merapikan poninya.

“Apa itu artinya Ahra Noona sudah menganggapku keluarga ya?”

Aku tersenyum. Mencoba terlihat wajar.

“Tidak..” jawabku kalem.

*

Kara POV

“Aku boleh ikut Oppa?” tanyaku untuk ketigakalinya pada Eunhyuk oppa yang tengah menata rambutnya. Tangannya memegangi hairdryer dan matanya tak melirikku sama sekali.

“Memangnya kau mau apa ke Incheon?”

Aku meringis. Memasang senyum manis.

“Aku  berjanji akan menemui Umma-ku hari ini..”

Eunhyuk oppa meletakkan hairdriernya dan mengamatiku.

“Baiklah… tapi kau tidak boleh protes kalau kita pulang telat..”

*

end of 10.a

Koment yhak!

24 thoughts on “Serial Hes Our Girl part 10.a

  1. Wah akhr.na monyet hutan dari pedalamn sumatra plus ydong biisa jga mndptkn ahra onn,, dtnggu ea ksh ciinta nan romNtiis ni,…nta nan romNtiis ni,…

  2. hahaha baca ini gak bisa kalo gak sambil ngakak sumpah deh
    lucu thoor !!! nice nice

    ayo lanjut lanjut jangan lama – lama hehe

  3. Pagi2 buta malah ketawa ngakak sendiri baca ni ff…untung org2 dirumah belum pada bangun.
    FF nya keren euy…. Lanjutannya jgn lama2 ya? ^^…untung org2 dirumah belum pada bangun.
    FF nya keren euy…. Lanjutannya jgn lama2 ya? ^^

  4. Buset itu siwon ikutan nntn yadong? Wkwk aku ngakak bacanya. Citunggu part 11 secepatnyaaaaa ~(‾▿‾~) ~(‾▿‾)~ (~‾▿‾)~

  5. hahaha kasian tu si kara ditipu sma monyet hutan,ckckck siwon udah ketularan yadongnya si monyet hutan,berbahaya ini

  6. si Monyet Hutan Bakau pedalaman Kalimantan <—— untuk yang satu ini , AKU MAU PROTES !!!!!!! kesian amat sii huykjae oppa ?? aish ! aku lapor ah ra eonni loh !!!! ntar kyu-nya diculik loh !!!!! hahahahahahahahahahahaha~~~
    lagian kara sama kyuhyun seneng banget bikin julukan buat oppa-ku ini . aigoo !!! aigoo !!!

    nah , loh ???? kara nonton yadong ???? nah , itulah balasan atas julukan yg kau berikan semena-mena pada hyukjae oppa *kok aku ketularan setan ????

    seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!! makin seru seru seru …. !!!!!

      1. yups !!! aku jewel …. se-jewel-jewel-nya *halah !! apadeh ~~~~
        hoaaaaaaaaaaaa ~~~~ !!! benarkah ??? aku tunggu loh serial unyuk-nya …. hoho

  7. wwaaaahhhaaaaahhhaaaa sumpah deh klo bsa ketawa kenceng psti dh kenceng bgt..

    bner ff ni lucu bgt dr awal mpe part ni msh aj lucu yaahh wlopun ad bberapa part yg dh mlai serius tp psti ad humor.ny wlopun dkit ahhahaahahaa😀
    yadj lnjut y..ff.ny DAAEEBBAAAKK!! ^^

  8. Aiigo.. Knp aku ketawa terus >.<
    ini bener2 tdk baik (eh?)
    semuanya bikin ketawa eonni, aku suka…
    Dr mulai kara, eunhyuk, kyu, dan anggota lainnya. Terutama part di kamar eunhyuk oppa hahaha…
    Gumawo eonni
    ff mu daebak!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s