This Boy and My Nightmare (prologue)


Mimpi buruk paling seram adalah masa lalu yang memalukan. Aku tidak sok tahu, aku juga tidak mengutip kalimat ini dari internet, aku merasakannya sendiri.

Dahulu kala, aku pernah mengalami yang disebut ‘pelecehan harga diri’. Saat itu aku masih SD kelas lima. Kejadian itu mengendap jadi hantu di otakku. Kemana saja aku pergi, kejadian itu setia menemani. Gentayangan.

Seorang Namja yang berperan sebagai aktor utama dalam peristiwa itu, sudah kutetapkan sebagai musuh abadi dalam hidupku. Namja itu benar-benar merusak masa laluku yang bahagia.

Baiklah, aku akan cerita sedikit mengapa aku benci sekali dengan kejadian itu.

Namanya Lee donghae. Panggilannya Donghae.

Penggila sepakbola, sama sepertiku. Saat itu, karena lapangan di desaku Cuma satu, timnya dan timku bertaruh main bola untuk menguasai area lapangan. Tantangannya bertanding setengah jam. Hasilnya seri, 2-2. Karena seri, maka kami berunding lagi untuk menentukan pemenangnya. Aku, yang saat itu sok jagoan sekali, dengan gobloknya bilang akan siap mengikuti lomba apapun yang dia ajukan.

Dan tahukah kalian apa yang diusulkan oleh Lee Dong-Dong terkutuk itu?

“Baiklah, karena kau sudah bilang akan siap lomba apapun, kami sudah putuskan, KAU dan AKU akan lomba ‘kencing terjauh’”

GLODAK…

Rasanya ada setundun kelapa mencium kepalaku.

LOMBA KENCING TERJAUH KATANYA?

“Yang kalah, akan dikencingi, yang menang mengencingi… Bagaimana?” katanya semangat. Anak-anak dibelakangnya tertawa mendukung.

Aku membeku di tempat. Bagaimana ini?

Lee Dong-Dong sinting itu bahkan tidak tahu aku ini yeoja… Kencing terjauh bagaimana caranya? Apa pakai selang?

Teman-teman Namja se-timku berebutan menggantikan posisiku. Namun sial sekali, Lee Dong-Goblok itu dengan santainya berkelit.

“Aku hanya mau tanding dengan kapten Tim, Lomba sudah diputuskan, dan peserta sudah dianggap bersedia, baik… kapan kita mulai?” tanyanya santai.

Aku mendesah pasrah, dan segera bilang ‘kau mulai dulu’.

Ia mengeluarkan propertinya dan dengan hebat berhasil kencing sejauh setengah meter. Aku gelagapan saat giliranku tiba. Aku tidak mungkin bisa kencing se-hebat itu. teman-teman Namjaku melirikku penuh harapan. Aku menatap si Dong-Lee-Hae sinting itu dengan garang.

“Aniyo… Kau menang” kataku sambil melihatnya tak berdaya. Aku memutuskan untuk tidak membuka celana olahragaku.

Dia segera menyeretku ke tengah lapangan. Siang itu, pada Februari 1996… Lee Donghae telah MENGENCINGIKU DIDEPAN UMUM!

*

Sejak saat itu, aku pindah sekolah. Aku merasa tak sanggup mengangkat wajahku gara-gara air seni dari bocah tak bermoral itu. Aku pindah ke Seoul bersama ayah dan ibuku. Walaupun aku setengah mati mencoba menguburnya, ingatan itu terus saja nongol  di otakku seenak kentutnya.

LEE DONGHAE….

LEE DONGHAE…

LEE DONGHAE….

Aku mengingat wajahnya diluar kepala. Aku yakin, sekalipun aku bertemu dengannya saat ini dan wajahnya banyak berubah, aku akan tetap mengenalinya dan bisa saja langsung membunuhnya.

Pada 2005, sebuah keajaiban terjadi. Korea dilanda demam Super Junior. Aku –yang saat itu masih mahasiswi- tak banyak peduli masalah begituan, sampai akhirnya salah satu teman yeoja-ku menunjukkan poster mereka didepanku. Aku menemukannya! Lee Dong-Goblok itu ada diantara mereka!

Aku segera mencari tahu banyak hal tentangnya. Baru saja aku berniat membalas dendam, kejadian buruk menimpaku lagi. Umma dan appaku meninggal dalam kecelakaan menuju Seoul. Aku kembali ke Mokpo. Tinggal serumah dengan pamanku dan sepupuku yang masih bayi, Kim Yoogeun.

Aku sudah sedikit lupa masalah Lee-Dong gila itu.

*

“Ne… Mereka akan konser di Mokpo lusa, Outdoor lho..” Rae Ya mengomporiku agar ikut berpartisipasi. Aku melihatnya datar dengan harapan dia tahu kalau aku tidak sudi.

“Kau yakin? Omo.. omo… kau akan menyesal kalau tidak melihat mereka jarak dekat, Outdoor.. Outdoor..”

“Lalu kenapa kalau Outdoor?” tanyaku tak berselera.

“Berarti kita bebas keluar masuk tanpa kursi…Kita bisa jingkrak-jingkrak atau bergerombol maju kedepan panggung… kan seru..”

Otakku seakan tersambung lagi dengan kejadian bodoh itu.

Kita bisa jingkrak-jingkrak atau bergerombol maju kedepan panggung….

Kata-kata Rae Ya berhasil meyakinkan jiwaku bahwa ‘saatnya sudah tiba’…

Kesempatan emas untuk menemui Namja sialan itu telah terbuka selebar lapangan bola.

*

end of prologue

akhirnya si dong2 keluar juga dari otak saya,dengan begini, saya bisa leluasa mikirin HOG yang kebengkalai terus2an…. hahahahaha,

koment yhak!

24 thoughts on “This Boy and My Nightmare (prologue)

  1. Chapter selanjutnya HOG sama FF ini *nunjuk nunjuk judul di atas* sangat ditunggu!!!
    Salut ama author yang gaya nulisnya enak banget buat dibaca.

  2. ketawa ngakak gara-gara nama lombanya. Aduuuuh donghae kecil-kecil udah yadong nih. Jangan-jangan yang nulerin yadong ke hyukie itu donghae lagi hahahaha. SERUUUU!!!🙂

  3. Yaampun, kencing terjauh? Dikencingi pula-_-
    Walau itu donghae jujur aku mungkin juga bakal dendam    Hahaha ._.

  4. annyeong fiida eoni!
    reader bru nih! ^^
    bru bc prolog nya udah seru + ngakak sndiri! hahaha
    aku lncut bca dulu ya eon!🙂

  5. Ya ampun kasian aku ma tokoh yeoja disini gara2 perbuataan hae dia harus kaya gini.kira2 apa yg dia rencanakan buat balas dendam ke hae oppa yah?

  6. Haha… Kocak eonnie.. Kok hae gak ngerasa sih lawannya cewe? Atau memang sengaja? Yaudah, aku mau ke next part ahh. Kayaknya keren nih. Aku nyasar di tempat yang pas. Oh ya, kenalin eonnie, aku fenny 17 y.o elf dr bengkulu. Salam kenal eonnie🙂

  7. aku gak tau hrs komen apa selain bilang si donghae benar2 deh…
    masa idenya lomba kencing terjau? sama yeoja lg..
    ckckckc
    gak hbs pikir dehh..
    tp benar2 kocak..

  8. Annyeong chingu…!!!!
    aku reader baru,slm kenal.
    dari prolog.a udh ngkak,smga klnjutn.a tmbah ngkak.
    aku lnjut baca ah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s