Me, Lee Hyukjae, and His Birthday

Annyeong, karena saya sedang ‘macet’ bikin serial HOG, saya iseng bikin oneshoot (Eh? Bener begitu?). berbahagialah para jewel-jewel … karena kali ini, saya pake si Nyunyuk jadi main Cast, hehe. Awas lo gak koment! (saya mogok nerusin HOG)… hahay, just kid. Met mbaca yha…

Me, Lee HyukJae, and His Birthday
Akhirnya manusia panjang itu datang juga. Tangan kirinya sembunyi di saku dan tangan kanannya memegangi frame kacamata. Poninya yang agak basah karena air hujan disibaknya dengan jari beberapa kali. Sok Keren.
Aku melirik jam dan seperti biasa, dia minta maaf karena telat. Aku Cuma tersenyum menyeringai dan menginjak kakinya dengan ujung payung yang kubawa. Ini hujan lebat. Jam sepuluh malam, dan dia telat dua jam, sudah untung dia tidak tewas kuludahi.
“Lee Hyukjae-ah… Saengil Chukkae..” kataku datar. Pria itu melotot dan siap meledak.
“Kau tidak bisa romantis sedikit ,s-a-y-a-n-g?” tanyanya seram. Aku nyengir.
“Kau mau aku bilang apa?”
Dia mendesis.
“Seharusnya kau sudah menyiapkan kata-kata bagus untuk ulang tahunku sayang, Kau tahu… aku merelakan waktu latihanku untuk menemuimu.. dan kau hanya bilang saengil Chukkae dengan muka jelek begitu?”
Aku mendengus. Meniup poniku yang menutupi kening.
“Lalu bagaimana denganku? Kau tak Tanya aku menunggumu berapa jam hah? Tak Tanya apa aku masuk angin? Aish…. Kau membuatku berpikir untuk melempar lilin ini kedalam mulutmu” balasku setengah emosi. Tanganku memegangi lilin yang akan kunyalakan.
Dia merebut lilin itu dan menggenggam tanganku. Seperti biasa, wajahnya mendadak jadi menggemaskan.
“Ne… Ne… aku suka sekali kau sudah ingat ulang tahunku sayang.. itu sudah lebih dari cukup, itu mukjizat…”
Aku mendelik. Mengingat ulang tahunnya tahun lalu. Aku memang telat megucapkannya, aku baru ingat setengah bulan setelah hari jadinya itu terlewatkan. Sebenarnya aku ingin tertawa mengingat itu.
“Mianhae soal itu…” kataku kemudian. Ia tersenyum manis dan menyuruhku menyalakan lilin. Kami menyanyi lagu ulang tahun pelan-pelan. Takut ada yang dengar. Kami cukup tahu diri bahwa, baik aku atau si monyet didepanku ini, bersuara cempreng. Lagipula, kami sedang berada di halte bus. Kami cukup tahu malu untuk tidak menarik perhatian orang.
“Aku ingin kita disini sampai pagi…” katanya setelah menyelesaikan makan kuenya. Wajahnya serius. Kue yang memang kupesan dalam bentuk imut itu sudah habis dilahapnya seorang diri.
“Mwo? Mau apa?” tanyaku.
“Aku ingin kita berduaan seperti ini agak lama…” jawabnya. Nadanya menggaelayut. Ia pasti sedang mencoba berlagak romantis. Apa mau dikata, ia malah kelihatan aneh kalau mukanya begitu. Aku meliriknya geli.
“Bukannya sudah sering berduaan lama?” sanggahku.
Dia menegakkan punggungnya dan melotot tak terima. Tangannya masih memegangi tanganku.
“Aniyo… maksudku selain urusan kerja.. bertemu diluar jam kerja” katanya meralat.
Aku ber-oh pelan. lee Hyukjae disampingku ini memang partner kerjaku sejak lama. Kerja apa? Nah ini yang aneh. Dia yang statusnya penyanyi, harus jadi korban keganasan perusahaannya untuk menjadi Host tetap acara memasak yang juga kubawakan. Kami jadi MC double di acara memasak. Bagaimana bisa begitu?
Kasarnya, dia itu sudah untung dipekerjakan seperti ini. seperti yang semua orang Korea tahu, wajah Hyukjae-ku ini tergolong sangat standar disbanding ke-duabelas temannya di Band-nya. Akibatnya, saat semua member mendapat tawaran mengisi Reality Show, dengan sangat sialnya, dia kebagian mengisi acara memasak yang sangat jauh urusannya dengan panggung penyanyi. Bukan itu saja, sebenarnya pekerjaan jadi Host ini juga bukan bagiannya. Saat itu, produser acara memintaku mencari partner Host dari kalangan member Boyband. Aku memilih Lee Donghae, dan menjadikan Choi Siwon sebagai alternative pilihan.
Malang tak dapat ditolak, sial tak dapat dikembalikan.
Dua kandidatku itu sedang kebanjiran Job, maka dengan sangat bijaksana, pihak Perusahaan mengganti Host-nya dengan yang sedang ngannggur, ya si Lee Hyukjae ini.
“Baiklah.. ini sebagai hadiahmu karena aku tidak bisa memberimu kado hari ini” jawabku. Mukanya berkerut. Menatapku sadis.
“kau tidak menyiapkan kado untukku?”
“Aniyo…”
“Apa benar kau menyukaiku Eun Jo-ah? Bagaimana bisa kau tidak memberiku kado di hari ulang tahunku?” tanyanya kesal. Aku memegangi wajahnya. Dia tak mau menatapku.
“Kau sendiri kan yang bilang, kasih sayang itu tidak selalu dilambangkan dengan materi?…yang penting adalah perasaan yang tulus, hm?” balasku sambil menyeringai.
Mampus saja kau Hyukjae! Aku balik kata-katamu dulu!
Pacarku yang Cuma satu ini memang terlalu pelit. Setiap kali kencan, ia selalu mrnyuruhku membayar sendiri-sendiri makanan kami. Alasannya? Ya yang tadi itu… Perasaan yang tulus. Cih.. makanlah perasaan tulusku Hyukjae….
“Aku benar-benar ingin tahu, apa kau benar-benar menyukaiku Eun Jo-ah? Kenapa aku selalu merasa kau tak pernah berkorban untukku?” tanyanya. Masih sambil melengos tak menatap wajahku.
“Lalu kau pikir penantianku tadi karena apa?” tanyaku balik.
Mendadak wajahnya menatap wajahku.
“Apa benar kau menyukaiku Eun Jo?” dia bertanya pertanyaan konyol lagi.
“Kau mau aku jawab dengan jujur?”
Wajahnya mengangguk semangat. Aku menyeringai.
“Aniyo…” jawabku enteng. Seperti dugaanku, dia langsung teriak dan meremas rambutnya frustasi.
“Kau.. kau.. Kau benar-benar membuatku sakit jiwa!”
Aku tertawa.
Ia masih menolak melihatku.
“Aniyo.. aku tidak pernah menyukaimu, aku mencintaimu Lee Hyukjae…”
Dia menoleh kaget. Melihatku agak lama. Aku tertawa lagi. Lihatlah wajah bodohnya itu sekarang memerah… hahahaha.
Aku meraih tubuhnya dan memeluknya. Kelihatan sekali kalau dia grogi. Aku melepaskan pelukanku dan duduk disebelahnya sambil membiarkan kepalaku terkulai di pundaknya. Hyukjae-ku ini punya masalah kejiwaan yang agak aneh. Otak mesumnya bekerja sangat maksimal, tapi kelakuannya bekerja dibawah standar. Maksudku adalah… dia tidak berani kontak fisik terlalu dekat.
Itu juga yang membuatku betah dengannya. Dia pemalu dan lucu. Sejauh ini, kami hanya pernah gandengan tangan. Tidak lebih.
“Bagaimana kalau kita main tebak lokasi?”
Keningku berkerut mendengar ajakan mainnya. Tebak lokasi? Permainan apa itu?
“Begini.. misalnya, aku bilang: kalau aku jadi bunga kamu jadi… lalu kau akan menjawab jadi taman, begitu seterusnya” jelasnya panjang.
Aneh… tidak menarik… tidak seru…. kurang kreatif..
“Baiklah..”
Hya… mulutku melawan otakku lagi. Untuk apa aku meladeninya main begituan?
“Kalau aku jadi bunga kau jadi…”
“Potnya..”
Dia mendengus.
“Pot?” tanyanya dengan bibir mengerucut.
“Ne.. dengan pot, kau bisa hidup..”
Dia tertawa senang. Aish… kekanakan sekali…
“Kalau aku jadi rumput kau jadi..”
“Lapangan bola..”
Pertanyaan yang buruk hanya berhak mendapat jawaban yang jelek. Anehnya dia tampak puas-puas saja. Makin aneh..
“Kalau aku jadi setan kau jadi..”
“Malaikat…”
“Mwo? Setan dan malaikat tidak bisa bersatu sayang…. aku Tanya lagi, kalau aku jadi setan kau jadi..”
Aku mendengus berat. Haruskah aku memainkan tebak-tebakan tidak bermutu seperti ini?
“Nerakanya….” Jawabku pasrah.
Dia tertawa hebat mendengar jawabanku.
Dan begitulah acara ulang tahunnya berlalu. Moment romantisnya adalah karena dia tak melepas tanganku sama sekali dari awal sampai akhir. Moment tidak romantisnya adalah… yhak.. tentu saja, kami harus beli sendiri-sendiri kopi panas di mesin kopi.
Lee Hyukjae masih pelit. Tetap begitu sejak dulu. Seperti aku. Masih sangat menyukainya. Tetap begitu sejak dulu.
*
-End-
Gimana? Gimana? Romantis gak?

19 thoughts on “Me, Lee Hyukjae, and His Birthday

  1. apa ???? ini di mana ?? kenapa di saat aku tertawa dengan puasnya , tidak ada lagi kalimat yang bisa aku baca ???? apa aku amnesia ??? melupakan sesuatu gara2 tertawa terlalu asyiknya ??? membuat otakku bekerja sedikit tidak waras ??? *okay , aku tahu ini konyol – lebay – ngg bermutu dan author pasti mencak2 nih …

    tapinya sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ^________^

    oiiiaa .. aku baca komen di atas dan …. penilaian seseorang tentang kadar keromantisan itu beda-beda … nah , bagi aku *yang ngg suka romantis2an sama sekali* cerita ini unsur romantisnya dapet bangeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttttttt .. nget .. nget …. *kok jadi kaya petuah gini ya ?????*

    sering2 bikin crita tentang eunhyuk , ya ^_____^ hahahahahahaha
    oiiaa …. aku tunggu juga HOG part 12-nya . okay !!! *kedip2 ke author

      1. muehehehehehehehehehehehe ini satu tahun yang lalu tapi aku baru baca *readers durhaka

        aaaaaaaaaaaaaaaaaa iya nih. setahun berlalu hyukjae makin ganteng, makin sexy. astagaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! album keenam ini kayanya pas banget sama dia.

  2. Astagfirullahaladzimm….
    Hemmm….
    Aku jadi setan dan kau neraka…
    Amat sangat romantis…
    Memang author satu ne lain daripada yg sama, perutku ampe sakit ngakak2 ga jelas..

  3. Wkwkwk…SANGAT ROMANTIS SAUDARA2 hehe…

    Astaga…kenapa kalo kamu y buat member SuJu jadi tampak konyol semua ya Chingu ^_^

    Suka y bagian tebak2annya. “Kalau aku jadi setan kamu jadi apa?”. “Jadi nerakanya,” jawab tuh cewek dg terpaksa. Sumpah aku ngakak baca nih dialog.

    Dr awal selingkuhanku ini udh aneh, n baru tau kalo dia bs lebih aneh lagi di tanganmu wkwkwkwk…

  4. Aku baru baca… Ah kak Fida, ini mah ga romantis. Jatohnya malah konyol wkwk #koplak
    Ngebayangin mukanya Eunhyuk ujung2nya malah jijik sendiri hahaha..
    Sumpah, lucu kak ^^
    Maaf kak🙂

  5. Gak teritung berapa kalipun aku baca ini, masih ngakak dan senyum-senyum sendiri. mereka ngegemesin bangeeettt><
    kata-katanya simple, momentnya juga gak begitu wah, tapi feelnya itu loh. romantisnya dapet, komedinya apalagi hahhaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s