Serial He’s Our Girl Part 8

Serial He’s Our Girl part 8
(Untitled)
Kyuhyun POV
“Apa kau tidak berlebihan Kyu?” Yesung Hyung sudah menanyaiku pertanyaan yang sama untuk ketiga kalinya. Aku meliriknya santai. Kami baru saja menyelesaikan konser KRY dan beranjak meninggalkan ballroom setelah berpamitan dengan kru panggung dan panitia promotor. Hyung-hyungku yang lain sudah menunggu di mobil.
“Ia takkan mati gara-gara pengumuman tadi Hyung…” jawabku cepat. Begitu keluar dari gedung konser menuju mobil, Donghae hyung tiba-tiba menggelandang tanganku. Wajahnya seram. Pasti ikan kembung itu marah besar akibat pengumuman tadi. Biar saja, aku tak peduli. Tidak ada seorangpun yang boleh menemukan gadis itu lebih dulu selain aku.
“APA KAU PUNYA OTAK?!” tangannya mencengkeram kerah jasku.

Aku diam tak bergerak.
“Kau bisa membahayakannya! Apa kau tak bisa berpikir dulu sebelum bertindak Hah?!” sepertinya emosinya sudah naik ke kepala. Leeteuk dan Sungmin Hyung menarik mundur tangannya. Sementara Heechul dan Yesung Hyung menarik tanganku.
“Kalau terjadi apa-apa dengannya.. Aku yang akan membuat perhitungan pertamakali denganmu!” tangannya mengacung ke wajahku. Aku mulai emosi.
“Kenapa kau berlebihan sekali?!” aku ikut berteriak. Beberapa bodyguard mulai merubung kami.
“Kau pikir dia itu mainan? Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Kenapa kau selalu membuat hidupnya sengsara hah!” matanya masih melotot padaku.
“Kau yang membuatnya pergi! Seharusnya kau berterimakasih padaku karena aku mau repot-repot membawanya kembali!” ancamku. Wajahnya memerah dan ia merangsek mendekatiku. Siwon Hyung dan Eunhyuk Hyung ikut memegangi tangannya sekarang.
“Aku tidak pernah menyuruhmu repot-repot membawanya kembali Cho Kyuhyun!..”
“Terserah Kau…Aku yang akan membawanya kembali!”
“ Aku takkan membiarkanmu mendekatinya lagi semeter pun!” suaranya masih naik. Aku menghela nafas. Mencoba menahan makian yang akan keluar dari mulutku. Hyung-hyungku semakin kuat menarik tanganku mundur.
Mataku menangkap wajah seorang wanita yang baru masuk ruang make-up tempat kami bertengkar. Ia berlari kearahku. Wajahny agak panik.
“Kyuhyun-ah… sudahlah…” ucapnya lirih. Tangannya menarik tanganku dan membawaku keluar ruangan. Donghae Hyung masih melotot kearahku. Aish.. aku benci sekali dengan Ikan Kembung itu!
“Minum ini dulu”. Ahra Noona menyodoriku air mineral. Aku menenggaknya setengah dan menundukkan kepala. Nafasku masih sesak. Ini pertamakalinya aku dan Donghae Hyung bertengkar hebat.
“Mianhae Noona… aku tak bisa menahan diri..” kataku pelan. Tangannya memegang tanganku erat.
“Kau bisa sakit kalau sesak nafas Kyuhyunnie….” balasnya lembut.
Kami duduk bersebelahan di ruang ganti. Aku baru sadar Ahra Noona menepati janjinya untuk menghadiri konser KRY malam ini.
Hening.
Noona hanya mengelus rambutku tanpa bicara apa-apa.
“Apa aku harus minta maaf padanya Noona?”
Entah mengapa, walaupun emosiku masih naik, aku merasa apa yang baru saja kulakukan berlebihan. Bagaimanapun, dia Hyung-ku dan kami sudah bersama selama bertahun-tahun.
“Ne… tapi jangan sekarang, Apakah ini karena Kara?” Noona bertanya. Aku meliriknya.
“Gadis itu memang selalu membawa masalah….” Rutukku. Aku benar-benar menyesal sekarang karena telah adu mulut dengan Hyung-ku hanya karena seorang ‘wanita’. Murahan sekali.
“Kalau dia memang pembawa masalah.. seharusnya kau tak usah repot-repot membawanya kembali..” katanya datar. Keningku mengerut. Dalam hati aku mengiyakan perkataannya.
“Ne… seharusnya begitu, tapi aku ingin sekali bertemu dengannya..”
Ahra Noona menatapku sambil tersenyum. Tangannya naik ke rambutku. Mengacaknya sambil tertawa.
“Aigoo…Aigooo… adikku sudah besar rupanya..”
Aku menarik tangannya.
“Noona.. kau membuatku malu saja.. aku ini sudah besar, jangan mengacak rambutku seperti itu..” kataku sambil melirik sekeliing. Takut ada wartawan atau staff yang usil mengabadikan kejadian tadi.
“Aku setuju kalau kau serius dengan Kara..” katanya singkat. Aku melotot.
“Aniyo… bukan seperti yang noona pikirkan.. aku sama sekali tak berpikir ingin menjalin hubungan dengannya” sanggahku.
Ahra noona mendekatkan wajahnya sambil menyeringai.
“Apa kau pikir aku tak tahu kau suka dengannya?… Kyuhyun-ah.. kau itu tak pandai menyembunyikan perasaaanmu.. lagipula tidak ada yang salah kalau kau jatuh cinta..”
Mukaku mungkin memerah sekarang. Sialan sekali Noona-ku ini..
“Menurut Noona, Apa aku menyukainya?” tanyaku sambil menunduk. Ahra noona tertawa keras mendengar pertanyaanku.
“Menyukainya? Kurasa bukan… Kau itu.. mencintainya Cho Kyuhyun…” jawabnya kalem. Aku makin menunduk. Wajahku serasa jatuh ke selokan.
“Tapi sepertinya dia tidak menyukaiku.. dia suka dengan Ikan Kembung jelek itu… dia selalu bilang kalau Donghae Hyung itu tampan.. menyebalkan sekali.. sudahlah Noona, aku tak ingin meneruskannya.. Donghae Hyung takkan melepaskan orang yang disukainya begitu saja..” kataku agak emosi.
Ahra Noona memegang wajahku.
“Siapa yang bilang kau jelek? Kyuhyun-ah.. kau itu tampan..Kau bahkan lebih keren dan lebih tinggi..Suaramu juga lebih enak dari Donghae..” katanya sambil menepuk-nepuk pipiku. Aku mundur beberapa senti.
“Tapi dance-nya lebih baik dariku…”
“Selama suaramu masih seperti tadi dan kau menyanyi… dia tidak akan sempat melihat gerakan Donghae.. Suaramu itu membutakan..”
Noona menatapku tak berkedip. Aku justru grogi mendengar kata-katanya yang terlalu lebay. Suara yang membutakan? Aish…Apa memang ada?
“Dia selalu bilang wajahku seperti ahjussi…”
Noona tertawa lagi. Kali ini tangannya memegangi tanganku.
“Aniyo… Kau tahu.. dia pernah menyebut namamu dalam tidurnya saat dia menginap dia apartemenku dulu..”
“MWO?!.. Kau serius Noona? Apa kau tidak salah dengar? Apa kau yakin dia tidak menyebut nama Lee Donghae?” tanyaku beruntun. Semangatku menanjak. Ini kemajuan Cho Kyuhyun… Gadis bodoh itu menyebut namamu di alam bawah sadarnya..
“Aniyo.. aku tidak salah dengar, dia pernah menyebut namamu sekali…” kata Noona. Wajahnya kelihatan agak ragu.
“Apa dia menyebut nama si Ikan Kempes itu juga?” tanyaku antusias.
Noona-ku kelihatan bingung. Sinyal jelek, pasti jawaban noona mengecewakan..
“Ne…sebenarnya… beberapa kali..”
“HYA!! Noona benar-benar membuatku gila…” teriakku sambil menggoncangkan pundaknya.
Ahra Noona menarik tanganku dan merangkulku. Tangannya menepuk-nepuk punggungku.
“Jangan khawatir… aku yakin dia akan lebih memilihmu.. Kau itu istimewa..” katanya pelan.aku tersenyum sedikit. Apa benar begitu?
“Apa noona mau membantuku?” tanyaku dengan dagu di pundaknya. Noona melonggarkan pelukannya. Menghadapkan wajahku didepannya.
“Apapun untukmu Kyuhyunnie…”
Ehm..
Kudengar suara deheman jelek dari pintu. Aku sudah bisa menebak siapa yang datang. Pasti si monyet Hutan itu. Noona dan aku menoleh bersamaan memandangi daun pintu yang membuka. Eunhyuk Hyung tengah berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke bingkai pintu. Mulutnya seperti biasa, cengengesan.
“Kyuhyunnie… sudah waktunya kembali ke asrama..”katanya. aku menatap Noona meminta bantuan. Aku belum ingin kembali ke asrama dan bertemu Donghae Hyung untuk saat ini.
“Sepertinya dia harus menginap di apartemenku malam ini, besok pagi aku ingin mengantarnya Check Up paru-paru ke Rumah Sakit…” jawab Noona lancar. Aku memandanginya takjub. Noona-ku ini ternyata setan juga…
“Apa perlu kutemani menginap disana?”
Hya… Monyet Hutan berisik….
“Aniyo… melihatmu saja sudah membuatku sesak nafas” jawabku ketus.
*
Kara POV
Pagi yang menyebalkan. Gara-gara setan sialan itu, aku mengantar Koran dan pizza memakai masker, wig dan kacamata besar. Kesialan itu ditambah dengan Lee Chan Seouk. Dia yang pertama kali kutemui pagi ini, dan muka kagetnya yang terlihat sangat tidak berkelas itu membuatku tidak nafsu bekerja.
“Apa ini benar kau Hyun Mi-ah?” tanyanya sambil memelototi wajahku. Oke, aku memang aneh, memakai wig panjang ikal kecoklatan –mengingatkanku pada rambut gurita goreng si setan sialan itu-, kacamata agak kebesaran, dan masker, namun sebenarnya dia tidak perlu se-lebay itu.
“Ne…. waeyo?” jawabku sambil memasukkan tanganku ke dalam sarung tangan. Dia masih memelototiku.
“Kau.. Kau… cantik sekali”
“Aku sudah tahu” jawabku singkat. Aku segera merapikan meja restoran. Aku tidak tahu kenapa, namun sepertinya banyak orang tengah lebay hari ini. Chan Seouk, Ummanya, Ummaku dan beberapa pegawai restoran lainnya menatapku takjub. Tidak berhenti disitu, beberapa pelanggan yang biasanya tidak pernah melihatku –mereka selalu kelaparan dan tidak sempat mengamati hal lain selain makanan yang mereka pesan-, melirikku dan bahkan ada yang terang-terangan menggodaku.
“Mau pesan apa Tuan?” kataku sambil bersiap menulis menu yang dipesan. Si pemuda yang datang dengan pacarnya melirikku agak lama. Gadisnya yang jengkel ikut melihatku. Aku menutupi sebagian wajahku dengan kertas menu.
“Sepertinya aku pernah melihatmu…” si gadis itu bicara. Aku grogi sekali.
“Aniyo… apa tidak bisa cepat sedikit?.. banyak yang masih menunggu” jawabku dengan nada senormal mungkin. Dia melihatku lagi, memaksaku menurunkan kertas menu.
“Hei… bukannya kau Park Shin Hye?” tanyanya lagi.
Siapa itu Park Shin Hye?
“Aniyo… apa yang kalian pesan?” tanyaku lagi. Kali ini aku sudah sangat jengah.
“Bukan.. kurasa bukan… aku seperti pernah melihatmu.. bukankah kau..”
Aku sengaja menjatuhkan botol kecap diatas meja. Aku berlagak membungkuk dan meminta maaf. Buru-buru ke belakang mengambil lap dan memaksa Chan Seouk membersihkan mejanya.
Hufft… hampir saja..
Aku bisa mati dikeroyok hidup-hidup disini.
Chan Seouk menatapku tak mengerti. Mungkin wajahku pucat sekali sekarang. Aish… Cho Kyuhyun, aku benar-benar ingin mencabut nyawamu sekarang..
*
Kyuhyun POV
“Yoboseyo”
“…”
“Kenapa kau menggangguku pagi-pagi begini hah?…”
“…”
“MWO?! Kau yakin itu dia? Dimana?”
“…”
“Incheon?”
“…”
“Ne.. aku akan membelikanmu Jjangmyeon sepulangku dari sana..”
“..”
“Ne.. Gomawo.. gomawo.. kau membuat mood-ku membaik Hei-Jin-ah..”
“…”
“Katakan pada Leeteuk Hyung nanti siang aku tidak bisa ke studio, bilang saja aku masih di Rumah Sakit Check Up dan Fisioterapi..”
“…”
“Bilang saja aku sesak nafas… ayolah Hei Jin-ah.. aku sedang punya urusan penting..”
“…”
“Satu lagi, Jangan bilang siapa-siapa tentang yang kau katakan tadi…”
*
Kara POV
Aku baru kembali dari restoran. Jam delapan malam tepat. Umma masih di rumah Chan Seouk menyiapkan pesanan catering. Aku pulang sendirian.
Malam ini dingin sekali. Salju turun agak lebat.
“Annyeong…” aku membuka pintu dan menata sandalku di dalam rak sandal. Umma bisa marah setahun kalau aku membuat rumah berantakan.
“Noona… ada orang mencarimu…” Hyun Wo melongokkan kepala dari kamarnya.
“Mwo?.. Sekarang dia dimana?”
Hyun Wo menodongkan telunjuknya ke halaman rumah. Aku melotot.
“Kenapa tidak disuruh masuk? Sejak kapan?” tanyaku agak panik. Diluar benar-benar dingin.
“Aniyo… mukanya mencurigakan sekali.. dia pakai masker dan kacamata besar… jadi aku melarangnya masuk.. sejak jam satu tadi..” kilahnya.
Aku mendelik. Aku segera berlari keluar rumah.
Hya! Si bodoh itu…
“Kyuhyun-ah…” teriakku sambil menggoyang-goyangkan badannya. Tanganku membuka syal yang menutupi seluruh wajahnya. Dia terkapar di balkon. Wajahnya pucat sekali.
“Kau … sudah datang..” katanya pelan. Dia tak berkata apa-apa lagi.
*
Kyuhyun POV
Gadis itu ada didepanku sekarang. Dia tengah mengelap wajahku dengan air hangat. Dia kelihatan agak aneh karena memakai wig panjang. Aneh karena dia kelihatan cantik, tidak kelihatan imut seperti biasanya.
“Kau ini benar-benar bodoh rupanya.. Bagaimana bisa kau berdiri diluar seharian hah? Kenapa kau tak mati saja sekalian? Biar kulempar mayatmu ke selokan…Lihat.. kau ini merepotkan sekali..” dia masih mengomel. Terus mengomel sejak tadi. Aku tak peduli. Aku hanya ingin tersenyum sekarang.
“Kenapa kau malah tersenyum?.. Aish.. aku benar-benar ingin membunuhmu Cho Kyuhyun…” dia sudah bilang begitu empat kali. Aku tak menjawab.
Pura-pura sesak nafas. Sesuai harapanku, gadis itu panik.
“Apa nafasmu sesak? Kau bawa obatnya?” tangannya memegang tanganku sekarang. Aku masih pura-pura sesak nafas. Dia berlari mengambil tasku dan mengacak isinya.
“Hyak… Kyuhyun tolol.. kenapa kau Cuma bawa Laptop?!.. Kau tidak sayang nyawamu hah?..” teriaknya lagi.
Aku memandangnya geli. Mukaku masih pura-pura lemas. Dia berlari lagi menghampiriku. Aku benar-benar ingin tertawa sekarang, tapi wajah paniknya itu terlalu langka untuk kulewatkan. Kali ini ia meninggikan bantalku.
Kesempatan langka. Aku menarik tangannya dan memeluknya.
Dia meronta seperti orang kesetanan. Tanganku masih terus mengunci tubuhnya.
“Kau.. kau.. mau.. mati.. hah?… le..lepaskan..” dia mulai lelah berteriak.
Ini sudah lima menit. Aku sedikit melonggarkan pelukanku. Tangan kananku menekan kepalanya. Mengacak rambutnya.
“Aku takkan melepaskanmu sekarang..” kataku sambil tertawa. Tiga adiknya melongo memandangi kami.
Aku tak peduli. Aku terus saja memeluknya. Dia sudah tak bergerak sekarang, bahkan ikut memelukku. Wajahnya terkulai di pundakku. Hei.. dia menangis…
“Mwo?” tanyaku sambil melepaskannya. Dia menunduk dan terisak.
“Kau.. kau mau mati hah?..” bahkan saat menangispun dia masih bilang begitu. Aigoo…aigoo.. anak ini memang imut sekali….
“Apa yang kau lakukan tadi malam hah?!.. Aku bisa mati dikeroyok penggemarmu kalau mereka bertemu aku di jalan!..”
“Mianhae…aku tidak sengaja…aku tidak bermaksud menjadikanmu buronan.. kau yang memaksaku berbuat begitu..” kataku membela diri.
Dia melotot. Matanya masih berair.
“HYA! Tidak sengaja katamu!!? Ucapkan kata-kata terakhirmu sebelum aku mencabut nyawamu Cho Kyuhyun …” teriaknya penuh emosi. Matanya melotot tajam. Tangannya mengacungkan kemoceng ke wajahku.
“Kara-shii… Bogoshipo..”
Dan kata-kata bodoh itu keluar begitu saja dari mulutku.
*
Kara POV
Tanganku membeku. Apa dia bilang? Bogoshipo?
Dia tertawa melihatku mematung. Menarik tubuhku lagi. Memelukku. Kali ini aku diam saja. Aish… kenapa kata-kata murahan begitu membuatku grogi?
“Ne… aku tidak bohong.. aku benar-benar merindukanmu…” katanya pelan.
Hei… kenapa tubuhku jadi kaku begini?
Hening.
“Hyun Mi-ah… apa yang sedang kau lakukan?”
Jantungku macet. Nafasku mogok. Seseorang yang baru saja masuk rumah menyapaku. Umma?
Posisiku benar-benar bisa membuat orang salah paham. Aku segera berdiri dan pura-pura tidak terjadi apa-apa. Umma menghampiri Kyuhyun yang nampak biasa saja.
“Mianhae Ahjumma…..” katanya tenang.
Umma tersenyum dan mengamatinya.
“Ne.. Kau sakit? Ada apa tiba-tiba disini?” Tanya Umma. Ia kelihatan bingung. Aku juga ingin mendengar dari mulutnya sendiri kenapa dia bisa ada disini. Sebegitu rindukah kau padaku Cho Kyuhyun?
“Ne… aku tadi tersesat.. aku tadi mengunjungi Butik Noonaku di kota” jawabnya. Aish.. siapa yang akan percaya dia tersesat? Bodoh sekali dia.
“Kelihatannya kau sedikit flu.. istirahatlah dahulu” kata Umma singkat. Umma masuk ke kamarnya. Tinggallah aku, Kyuhyun bodoh itu, dan tiga adikku yang kelihatan penasaran sekali. Aku melotot galak. Hyun Jin dan Hyun Jae menundukkan kepala sambil pura-pura membaca buku. Hyun Wo tak kelihatan takut. Ia masih memelototi Kyuhyun.
“Hyung… Apa benar kau Cho Kyuhyun Super Junior itu?”
Kyuhyun sedang terlentang di kasur. Menatap Hyun Wo sambil tersenyum.
“Ne… Kau tidak percaya?” balasnya singkat.
“Kau kesini karena Noona-ku kan?” Tanya Hyun Wo lagi. Aku ingin menyumpal mulut dua bocah ini sekarang. Entah kenapa, perasaanku tidak enak kalau mereka mengobrol satu sama lain. Hyun Wo dan Kyuhyun seperti datang dari spesies yang sama. Sama-sama setan. Sebentar lagi pasti mereka mengatakan hal-hal yang mengerikan.
“Aniyo… Noona-mu itu sama sekali tidak menarik..”
MWO?! Tidak menarik katanya?
Setan ini benar-benar membuatk telingaku iritasi…
Kakiku menendang tangan Kyuhyun. Hyun Wo menyeringai melihatku.
“Noona-ah.. kau tidak bisa lembut sedikit dengan Namja?… Pantas saja tidak ada namja yang mendekatimu, Kalau kau terus-terusan seperti itu.. Kau tidak akan punya pacar… Apa kau mau menikah dengan Chan Seouk?”
Mataku melotot. Kyuhyun tertawa hebat mendengar ucapannya.
“Kau tidak bisa diam hah?” bentakku. Hyun Wo masih belum berniat menghentikan komentarnya.
“Kurasa Hyung ini menyukaimu, dan kau Hyung, aku harap kau tidak menyesal telah menyukai Noona-ku…Dia ini sedikit mengerikan, kalau aku jadi kau, aku akan berpikir ulang… Noona-ku ini… Aish sudahlah… kau akan mengerti sendiri nantinya..”
Anak lelaki tolol itu kemudian dengan tenang kembali membaca bukunya. Membiarkan aku dan Kyuhyun syok dengan ucapannya.
*
Kyuhyun POV
Aku bangun karena kedinginan. Kulihat Hyun Wo tengah memainkan game di laptopku. Anak itu bahkan tak minta ijin menggunakan laptopku. Aku bangkit berdiri dan mencari Kara. Tidur dimana gadis itu?
“Hyun Wo-ah… dimana Noona-mu?” tanyaku dengan mata setengah ngantuk. Hyun Wo tak menatapku sama sekali, fokus pada gamenya. Benar-benar seperti melihat diriku sendiri,
“Di ruang tamu…” jawabnya acuh. Tangannya masih sibuk menekan mouse.
Aku melongok ke ruang tamu.
Astaganaga…. Apa ini manusia?
Kulihat Kara tidur di sofa ruang tamu dengan selimut tebal, memakai penutup telinga yang juga sangat tebal. Kakinya tertekuk karena sofanya yang pendek, sementara tangannya jatuh ke lantai. Syalnya menutupi wajahnya dan dia terlihat seperti buntalan sampah. Aish… gadis ini memang sangat mengerikan.
Aku menghampirinya dan menggoyangkan tangannya. Dia diam tak bergerak seperti orang mati. Aku menggoncangkan pundaknya. Apa dia tidak kesakitan tidur dengan posisi aneh seperti ini?
“Kara-shii… bangunlah.. kau bisa sakit kalau tidur dengan posisi begini..” kataku. Ia keras kepala tak mau bangun. Aku membuka syal yang menutupi wajahnya.
“Diamlah…Aku ngantuk sekali…” katanya pelan. Matanya tak mau terbuka. Aku menggendongnya dan membawanya ke kamar Hyun Wo. Dia masih tak bergerak.
Hyun Wo agak kaget melihatku menggendong Noona-nya. Hanya sebentar dan kemudian sibuk memainkan game-nya lagi. Gadis itu sudah berbaring di kasurnya sekarang. Aku menutupi tubuhnya dengan selimut dan dengan iseng mencium keningnya –sambil tidak sadar tersenyum-senyum sendiri-.
Sialnya, adiknya yang agak tidak sopan itu melihat aksiku.
Aku resmi mati gaya. Hyun Wo menatapku terus-terusan.
“Hyung… Aku tidak menyangka kau benar-benar menyukai Noona-ku..” komentarnya. Aku mengalihkan pandanganku dan sebisa mungkin berpura-pura tidak ada apa-apa.
“Aniyo…itu tidak seperti yang kau pikirkan..” kataku cepat.
Dia tidak menggubris kata-kataku dan bertanya lagi.
“Apa yang kau sukai dari Noona-ku?..”
Aku menunduk. Mulutku kikuk.
“Aku juga tidak tahu.. aku hanya bisa memberimu saran, jangan banyak komentar.. ingat saja kata-kataku hari ini, kelak saat kau seumuranku.. kau juga akan menyukai gadis yang karakternya sama seperti Noona-mu ini..” jawabku filosofis.
Dia mengerutkan keningnya tidak paham.
“Aniyo.. aku tidak akan menyukai gadis cerewet dan merepotkan seperti Noona-ku.. aku akan menyukai gadis cantik yang normal..”
Aku mulai semangat merecokinya. Hyun Wo yang masih bayi, dengarkan Hyung-mu yang sudah 23 tahun ini baik-baik…Menyukai gadis seperti ini adalah karma, dan itu juga akan berlaku untukmu..
“Kalau kulihat-lihat.. Kau dan aku tidak beda jauh.. atau bahkan sama, aku juga tidak pernah punya rencana menyukai gadis seperti Noona-mu ini, siapa yang mau? Selain imut, Noona-mu ini penuh dengan kekurangan, dia juga sangat kasar dan merepotkan…hanya saja ini terjadi begitu saja, dan saat kusadari semuanya sudah terlalu jauh untuk mundur lagi..”
Hyun Wo tersenyum menyeringai.
“Aniyo… Kalau begitu aku akan menghindari punya urusan dengan gadis-gadis merepotkan..” balasnya. Aku tersenyum balik. Menertawakan kepolosannya.
“Kau tidak akan bisa lari dari takdirmu.. berdoa saja kalau gadis merepotkan yang akan kau cintai nantinya itu cantik, karena kalau tidak kau akan sakit jiwa, sakit telinga dan sakit mata seumur hidup.. hahahaha” kataku sambil tertawa puas.
Dia melotot dan tak membalas lagi.
*
Kyuhyun POV
Sudah pagi. Hyun Wo dan dua adik kembarnya tengah sarapan di ruang makan. Aku duduk disebelah Hyun Wo. Kara duduk disebelahku. Ummanya duduk disebelah Kara. Kami duduk melingkar. Makan dengan tenang.
Setelah makan pagi selesai, adik-adiknya ebrangkat sekolah. Kulihat Kara sudah memakai sarung tangan dan wignya lagi. Aku meliriknya penasaran. Tadi pagi bukannya dia sudah mengantar Koran? Mau kemana lagi sekarang?
“Kara-shii… Kau bisa menganntarku ke butik Noona-ku?” tanyaku basa-basi. Ia yang sudah setengah lari ke sepeda motornya menoleh sebentar.
“Aniyo.. aku sibuk.. kau naik bus saja..” jawabnya entang. Aku segera mengejar sepeda motornya yang hampir berjalan. Ia kaget melihatku yang sudah duduk di boncengan.
“HYAK!! Apa yang kau lakukan?” teriaknya sambil memukulkan helm ke kepalaku. Aku keras kepala duduk dibelakangnya. Setelah mengomel panjang akghirnya motor itu berjalan juga. Rupanya kami pergi ke Pizza Delivery Service alias restoran Pizza antar. Dia menjejalkan berkardus-kardus pizza ke pangkuanku.
Beberapa gadis yang tengah makan pizza menatap kami sambil menyeringai aneh. Pasti karena aku berada di boncengan yeoja. Aku tidak peduli, yang penting aku senang sekarang.
Selesai mengantar pizza terakhir, kami berhenti di sebuah kedai minuman ringan. Dia menghabiskan tiga botol soda dan tidak bicara apa-apa. Pengunjung kedai mulai menatapnya. Oke, dia memang kelihatan cantik, tapi apakah lelaki-lelaki bodoh itu tidak melihatku disampingnya? Aish.. ini membuat mataku sakit…
Aku mengalungkan tanganku ke pundaknya. Dia melotot tak terima.
“Kau tidak risih dilihat seperti itu? Dengan begini kau akan aman…” kataku setengah berbisik.
“Apa yang ada di otakmu Cho Kyuhyun? Kenapa sejak kemarin kau terus-terusan merangkulku hah?” balasnya. Matanya melotot, tangannya mencubit tanganku.
“Aku akan melepaskan tanganku asal kau antar aku ke butik Noona-ku…” jawabku. Dia menatapku lagi. Kelihatan malas sekali bicara.
“Mau apa kau kesana?” tanyanya lagi.
“Aku mau beli celana dalam… Kau tahu, propertiku mulai gatal gara-gara celana dalamku tidak ganti sejak kemarin….” Kataku sambil tertawa.
Dia melotot. Entah mengapa, dia tiba-tiba menyeringai.
Perasaanku tidak enak. Ada aura setan di wajahnya.
“HYA!! Kenapa KAU BICARAKAN URURSAN CELANA DALAMMU DENGANKU HAH?!” teriaknya dengan volume tinggi.
Aku syok.
Pengunjung-pengunjung kedai tertawa sambil memelototi kami.
“Kenapa kau bicara sekeras itu hah?” jawabku pelan sambil menarik tangannya agar duduk kembali.
Dia duduk sambil menahan tawa. Mukanya kelihatan puas sekali. Aku akan membuat perhitungan kali ini.
“LALU AKU HARUS PAKAI CELANA DALAM SIAPA? PAKAI PUNYA ADIKMU?”
Pengunjung kedai, pengendara kendaraan yang kebetulan parkir, dan si penjual minuman tertawa hebat melihat kami.
Kau puas Hyun Mi-ah? Kau kira hanya kau yang bisa begitu? Aku seratus persen lebih ahli dari siapapun…
“NE… KALAU KAU MAU KAU JUGA BOLEH PAKAI CELANA DALAMKU!!!..”
Aku tak bisa bicara lagi.
*
Kara POV
Kyuhyun dan aku keluar dari kedai dengan menundukkan kepala.
Kyuhyun menaiki motor tanpa banyak bicara. Aku ada di belakangnya sekarang. Kami masih diam. Saling melirik dari spion. Pelan tapi pasti aku merasakan kecepatan motor terus menanjak. Kami hampir sampai di puncak bukit yang artinya sebentar lagi jalanan menurun dan berbelok. Di ujung belokan, kami juga akan berhadapan denagan sungai yang cukup lebar.
Bocah setan itu tak juga menurunkan kecepatan. Aku mulai cemas. Apa dia berniat bunuh diri gara-gara kejadian tadi?
“HYA!! KAU MAU MATI HAH?!…” teriakku tepat disebelah telinga kanannya. Bocah itu tak menjawab dan malah cengengesan. Aku mencubit pinggangnya. Dia hanya bereaksi sedikit. Aku makin panik. Kali ini tanganku memukuli helmnya. Bocah itu masih saja cengengesan dan tidak menurunkan kecepatan sama sekali.
Aku pun menutup matanya….
“HYA!!!!!…. LEPASKAN TANGANMU BODOH… KAU MAU MATI HAH?!!!….” teriaknya sambil melepas tangan kiriku.
Motor melaju sedikit tidak stabil. Aku buru-buru melepaskan tanganku. Jalanan menurun dan berbelok agak tajam. Motorku menolak direm.
Aku berteriak panik menyuruhnya mengerem menggunakan kaki.
Terlambat.
*
Kyuhyun POV
BYUR…..
Motor itu tersendat akar akasia. Aku dan Kara terlempar ke sungai, sementara motor sialan itu terpuruk di bantaran sungai. Di tengah musim salju yang menggila, kami malah berendam di sungai.
Oh Tuhan… karma apalagi ini…
Aku menarik tangan Kara. Wignya sudah hilang. Kacamataku juga patah. Sungai ini tidak terlalu dalam, namun gadis ini terlalu pendek. Tidak baik membiarkan dia berenang sendirian. Lagipula, dilihat darimanapun, sudah kelihatan sekali dia tak bisa berenang. Aku menyeret tangannya ke pinggir sungai.
Kami duduk terpaku di pinggir sungai. Diam. Kedinginan. Mulai menggigil.
Kara memeriksa ponselnya. Aku mengamatinya. Dia mendesis murka karena ponselnya mati. Dia melirikku. Tapi tak bilang apa-apa.
“Apa motornya rusak parah?” tanyanya pelan.
“Aniyo… hanya saja bannya lepas.. jadi tidak bisa jalan…” jawabku santai. Dia menatapku lagi.
“Kau tak bisa memperbaikinya?”
“Aniyo…” jawabku singkat. Dia menghampiriku dan mulai memukul-mukul kepalaku.
“Kau benar-benar pembawa sial!… kau selalu membuat masalah!” teriaknya seperti orang kerasukan. Aku tertawa melihatnya. setelah lelah, dia diam tak bicara lagi. aku mengajaknya berjalan kaki mencari bantuan. Kebetulan sekali, ada dua namja tengah naik sepeda gunung. Mereka berhenti dan menanyai Kara.
Namja berkaos biru meminjaminya ponsel. Aku mengamatinya dari jauh. Aish.. aku benar-benar kedinginan sekarang….
*
Kara POV
“Yoboseyo…”
“…”
“..Di bukit sebelah kanan Kedai Hyen Ji Ahjussi..”
“..”
“…Aku sudah nyaris mati Hyun Wo… pinjam motor Chan Seouk..”
“..”
“Apa? Naik Mobil? Mobil siapa?”
Bbp… telfon mati. Namja itu minta maaf padaku karena pulsanya habis. Namja disebelahnya yang berkaos kuning menawariku ponsel. Aku menolaknya sopan dan berkata kalau semuanya sudah beres. Dua namja baik hati itupun kembali menaiki sepedanya setelah memastikan aku tak butuh bantuan lagi.
Aku menoleh, mencari Kyuhyun. Dimana bocah itu?
Aku melihat siluet celananya yang kependekan –sebenarnya itu celana Hyun Wo-. Dia bersandar duduk dibelakang pohon.
“Kyuhyun-ah…” aku menjawil lengannya dari belakang. Dia tidak menjawab. Aku segera berlari kedepannya dan mengamati wajahnya. Seperti dugaanku, sesak nafasnya kambuh…
Aku segera mendekapnya. Apa yang harus kulakukan sekarang?
“Kyuhyun-ah… bertahanlah sebentar..” kataku sambil memegangi tangannya. Dia tak menjawab. Hanya sedikit meringis.
“Apa sangat sakit?” tanyaku lagi.
Dia memegang tanganku rapat.
*
Kyuhyun POV
Apa sangat sakit?
Aku bahkan mati rasa sejak ia mendekapku. Aku menggenggam tangannya.
Mengapa begini?
Ini sama sekali tidak dingin. Sungguh. Sama sekali tidak sakit.
Kara yang bodoh, tahukah kau aku bahkan rela sakit begini asal kau disebelahku..
Aku tidak akan keberatan sesak nafas setiap hari asalkan kau tidak dekat-dekat dengan ikan kembung sialan itu…
Kara yang cerewet, berjanjilah kau akan terus begini kalau aku sakit…

Ccit..
Aku mendengar decitan mobil. Mobil silver bernomor Seoul itu berhenti beberapa meter dariku. Aku melihat Yesung, Heechul, Eunhyuk dan Donghae Hyung keluar dari pintu. Mereka memapahku masuk mobil. Melepas kaos yang tengah kupakai dan menyelimutiku dengan handuk dan selimut tebal.
Didepanku, Ikan Kembung itu menyelimuti Kara dengan jaketnya. Aku menatap Kara. Bola matanya menatapku. Ia kelihatan cemas dan kedinginan. Aku ingin sekali memeluknya.
Terlambat.
Donghae Hyung sudah mendekapnya.
*
End of part 8

24 thoughts on “Serial He’s Our Girl Part 8

  1. akhirnya…………aq nemuin juga blog ini n ff lanjutannya… q dr kmrn2 nunggu di We Love FF, kok blm dipublish lanjutannya,,hehe….

    aiiiihhhhh,,,, jadi makiin suka ma Kyu-Kara….
    aq bayangin tokoh kara nya ma Park Shin Hye,, hbs yg paling mudah itu,,gpp kn ??hehe

  2. rambut gurita goreng …. aku suka julukan itu .. meski aku udah punya julukan sendiri . rambut jagung keriting . haha

    apa ??? menyukai kara adalah karma ??? si kyu gitu amat .huuuuuuuuuuuuuuu ~~~~~
    itu adiknya kara beneran tingkahny mirip kyu ya ??? kalo gitu kesian kara mesti ngadepin 2 setan sekaligus . aigoo !!!!
    kara-nya mirip park shin hye ????? ya cantik laaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh ~~~~

    “Kau tidak akan bisa lari dari takdirmu.. berdoa saja kalau gadis merepotkan yang akan kau cintai nantinya itu cantik, karena kalau tidak kau akan sakit jiwa, sakit telinga dan sakit mata seumur hidup.. hahahaha” kataku sambil tertawa puas.
    aku pikir awalnya dia bakal berkata bijak . tapi , ternyataaaaaa ??? oh , my … kamu ngg waras kyu .

    iiiiiii~~~~ donghae pengganggu !!!! *ditendang hae ke pangkuan hyuk hahahahahahahahahahaha

  3. yo annyeong..^^
    aku reader baru hohohohohohhoo (gk ad yg nanya …:P)
    ok aku bca ff ni d wff tp bis part yg kta kyu ngmumin kara nyuri,, bsok.ny part brikkut.ny gk kluar lg.. aku krain ff ni update tiap hari..tp gk tw.ny dh lma aku tungu2 gk kluar jga heheheheee (jd curhat saya hahahahaaa)
    ok yg pnting dh nemu lnjutannya..^^
    hahahahaahaaa ff.ny msh seru + lucu yahh wlopun d sni comedy.ny agak kurang trus d part ni lbh dominan ke romance.. tp gpp.. (org saya jga suka hahahahahhaahaaaa)
    sbner.ny msh susah byangin kara yg rmbut pnjang tp kya.ny bneran cakep dh hahahahaaaa (mang cwo cakep.. *cntik mksd saya hihihihhihiii)
    ok krna aku dh telat bca.ny aku mw lnjutin dlu ya heheheheheee ^^

  4. ckckckc…
    ff paling keren n bru kali ni nalarnya aq banget…

    *jeris-jerit sendri pas baca, sampek temen kos pda marah2 gara2 tengah malem aq rame sendiri…

    arigato author…
    >_<

    hwaaaa… kereeeen dah pokoknya…

  5. Haduh..haduh..haduh….
    Kyu.. Kau membuatku iri setengah mati sm kara!
    FF nya daebak eonni
    laaannnjuuuuuuuuuttttttttttttt

  6. Sabar Y‎ªªăɑ kyu, telat Y‎ªªăɑ ♍a̲̅ù meluk kara? Mending peluk aku*ngarep
    Lah knpa ådä member suju? Khawatir ma kyu? Pa Kara?

    ☞next part Y‎ªªăɑ eon..😀

  7. daebak…
    kyu nyatakan cintamu sebelum semua terlambat…
    Kyu belain² untuk sakit melulu untuk mendapatkan perhatian dr Kara?
    omo kyu romantis wehhh :*
    next
    keep writ and hwaiting thor^^

  8. hyun wo VS Evil cho…. 😂😂
    aduh ksian kyu akhir2 ini skitnya kmbuh trus tp si evil gak insap2 isenknya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s