Serial He’s Our Girl part 1

Serial He’s Our girl ( Part 1)
Our Extraordinary Slave
Kara POV
Aku masih mengendap-endap didepan gedung apartemen 25 lantai itu. Berkali-kali aku meremas tanganku sendiri. Ini dingin sekali. Aku sudah didepan apertemen itu seharian dan pemuda yang tengah aku cari masih saja tidak muncul. Aku sudah Sembilan jam mondar-mandir, dan mengapa dia tidak juga datang?
Saat aku sudah setengah putus asa, kulihat segerombol pemuda turun dari mobil. Segera kurapatkan topi wol dan kacamata besarku. Mereka mungkin bersembilan orang dan mataku menatap tajam mereka satu persatu. Pemuda itu tidak ada. Bagaimana ini? aku mulai panic. Saat itu, salah seorang dari sembilan pemuda itu kembali ke mobilnya. Mungkin ada barangnya yang ketinggalan. Dia memegang ponselnya dan tampaknya tengah menelpon seseorang. Saat itulah dia melihatku!
“Kau siapa?” pemuda itu sudah didepan mataku.
“Aku mencari seseorang” jawabku agak gugup. Mataku menunduk ke bawah.
“Kau wartawan?” dia masih tidak puas mendengar jawabanku.
“Apa aku terlihat begitu?”
“Sebenarnya kau lebih mirip pencuri” jawabnya buru-buru. Aku melotot ke arahnya. Dia menata jaketnya dan melihatku lagi.
“Mau apa?” tanyanya lagi.
“Apakah Kibum Oppa ada?” kubalas dengan pertanyaan lagi. lelaki itu mengamatiku dengan tatapan mencurigakan.
“Kau.. siapanya?” Dan dibalas dengan pertanyaan lagi dengan pemuda sialan itu.
“Aku ingin bertemu dengannya” jawabku cepat. Dia menggaruk kepalanya.
“Kenapa kau berbelit-belit sekali… kami tidak akan membolehkan orang asing masuk apartemen.. jadi cepat jawab pertanyaanku, kau siapanya Kibum-hyung?” dia mulai sebal. Sebenranya siapa pemuda ini? galak sekali. Dan dia memanggil Kibum Oppa dengan sebutan Hyung?. Aku tidak percaya lelaki didepanku itu lebih muda darinya.
“Aku…” otakku ngadat. Harus jawab apa?. Tetangganya? Tentu jawaban bodoh. Adiknya? Ah.. aku tidak mirip dengannya sama sekali. Temannya? Yah… mungkin itu lebih baik. “Aku… temannya” jawabku sambil tersenyum. Dia menatapku sambil emmainkan kerikil di kakinya.
“Teman.. atau Cuma kenalan? Kalau kau temannya telfon dia… atau kau tidak punya nomornya?” jawabnya sinis. Mukaku pucat.
“Atau kau mau minta sumbangan?”
Pemuda ini benar-benar mengerikan!. Dia bilang aku mau minta sumbangan?
“Hei… katakana saja dimana Hyungmu Kibum Oppa?!!” aku mulai tidak sabar.
“kalau kau kesini hanya karena pernah kenalan dengannya… lupakan, pulanglah ke rumahmu dan siap-siap berangkat sekolah.. aku tidak punya banyak waktu.. satu lagi, jangan memaksa masuk, banyak satpam disini..”
Dia melengos. Meninggalkanku yang tidak punya pilihan lain selain terlantar disini lebih lama lagi.
*
Kyuhyun POV
“Kau tadi kemana?” Aku menoleh melihat Sungmin Hyung yang tengah melihatku.
“Ponselku ketinggalan di mobil”
“Lama sekali..” Sungmin hyung berkomentar.
“Aku menemui seseorang.. sepertinya penggemar Kibum Hyung”
“Oh ya? Kau tidak menyuruhnya masuk? Diluar sangat dingin..”
Keningku berkerut.
“Heechul hyung melarang kita memasukkan orang selain orang yang kita kenal bukan?” tanyaku balik.
“Apa menurutmu tidak aneh.. kalau dia penggemar Kibum, mestinya dia tahu KIbum tidak disini lagi kan?”
Aku mengangguk mengiyakan. Benar juga.
Saat itulah pintu apartemen terbuka. Donghae dan seorang perempuan dengan dua satpam dibelakangngya memasuki apartemen. Donghae terlihat ngos-ngosan. Ia berteriak minta dibantu dan menidurkan perempuan itu di sofa. Aku melirik sekilas. Tidak tertarik menolong. Lagipula, tiga Hyung-ku sudah mengerumuninya.
Mataku melotot saat menatap kacamata perempuan itu. Bukankah itu perempuan yang tadi?. Donghae mengompres dahinya dengan handuk kecil. Ryeowook menyajikan bubur hangat dan Leeteuk hyung masih disebelahnya.
Sungmin Hyung menarik tanganku.
“Apa dia perempuan yang kau lihat tadi Kyu?”
Wajahku pucat. Memang iya. Aku mengangguk dan memberi isyarat agar dia diam.
“Kau ini keterlaluan sekali, kalau dia mati kedinginan bagaimana?”
“Salahnya sendiri.. dia..” belum selesai aku bicara heechul Hyung sudah memukul kepalaku dari belakang.
“Jadi kau membiarkan dia diluar sampai pingsan?!” Heechul Hyung berteriak dan seluruh Hyung menoleh kearahku.
“Kau ini bodoh atau apa? Kalau ada apa-apa dengannya kita bisa dituduh membunuh fans!” heechul Hyung mulai cerewet. Aku menyeruput kopiku dan memasang headsetku ke telinga. Buru-buru aku masuk kamar.
Siwon Hyung segera menarik kerah bajuku. Perempuan itu benar-benar membawa sial!
“Kau harus minta maaf” perintahnya yang segera disambut dengan dukungan Hyung-ku yang lain. Mereka bergantian menjitak kepalaku. Ah, benar-benar menderita menjadi yang terkecil di apartemen ini.
Leeteuk Hyung tersenyum dan menjitakku “Jaga dia!, dan minta maaf padanya saat dia bangun!”
Apa?
*
Kara POV
Saat mataku terbuka, kulihat seseorang tengah mengompres dahiku.
“Dimana?” tanyaku. Dia tersenyum.
“Hei.. lihat adik kita sudah bangun!” pemuda itu berteriak. Beberapa pemuda lain keluar dari kamarnya. Aku yang setengah duduk memandangi mereka agak lama. Bingung. Apa aku sudah di apartemen Kibum Oppa?
“Apakah Kibum oppa ada?” tanyaku setelah menelan bubur yang disuapkan pemuda didepanku.
“kau mencari Kibum?” seorang pemuda jangkung dan berotot ganti bertanya. Aku mengangguk dan seorang pemuda lagi mencubit pipiku.
“Kau lucu sekali… namamu siapa?”
Aku menatap pemuda yang mencubit pipiku dan dengan segera membungkuk sedikit.
“Kara imnida…”
Mereka berebutan maju didepanku, mencubit dan mengacak rambutku.
“Donghae imnida”. Seorang lelaki berwajah kekanak-kanakan dan tampan.
“Siwon imnida” Tinggi dan berotot. Rambutnya keren.
“Leeteuk imnida”. Wajahnya sedikit cantik.
“Ryeowook imnida”. Ah, lucu sekali pemuda ini.
“Shindong imnida”. Dia sedikit gemuk dan mencubit pipiku paling lama. Aku hanya tersenyum dan menmastikan pipiku baik-baik saja.
“Sungmin imnida”. Seorang lelaki yang sedikit feminim menurutku.
“yesung imnida”. Aku tak bisa menahan tanganku untuk tidak mencubit pipinya. Mereka tertawa melihatku.
“Eunhyuk imnida”. Hei pemuda itu bahkan mengerling ke arahku. Aku menatapnya aneh. Ia menjitak kepalaku.
“mengapa ekspresimu begitu?” ujarnya sambil tertawa.
“Kau masih SMA?” Tanya salah seorang dari mereka. Aku belum hafal namanya.
“baru saja lulus..”
“Kuliah dimana?” Donghae bertanya lagi. ia masih menyuapiku dari tadi.
“A..k..hu.. t..idhak kwu..liyah” jawabku dengan mulut penuh. Siwon melempar tissue ke arahku. Aku mengelap mulut dan mengulangi jawabanku.
“Kibum sudah tidak tinggal di apartemen ini, dia sekarang di California, sedang syuting film..” Donghae menjelaskan. Aku tersedak mendengarnya.
Apa? Harapanku satu-satunya sudah tidak tinggal di Korea?
“Ada perlu apa mencarinya?” Donghae bertanya lagi. kali ini Ryeowook –aku mengingat namanya, karena dia lucu sekali- menyodorkan segelas susu di depanku. Aku meliriknya tak berselera.
“Penting sekali” jawabku pendek. Kepalaku pusing. Kibum Oppa benar-benar membunuhku.
*
Kyuhyun POV
“Hei Setan Kecil, kau mau lari ya?” Sungmin Hyung tiba-tiba muncul didepanku. Aku sedang mengintip perempuan pembawa sial itu.
“Minta maaf sana” Sungmin Hyung berkata lagi.
“Apa tidak bisa nanti saja?. Dia bisa tersedak kalau melihatku..”
“Kau ini banyak alasan” Sungmin Hyung menjitak kepalaku dan menarik tanganku ke ruang tamu tempat gadis itu berbaring. Seperti dugaanku, dia kaget sekali. Dan ekspresinya berubah menakutkan dalam sekejap. dia menatapku sebal.
“Hai.. maaf soal yang tadi” kataku. Buru-buru aku melepaskan tangan Sungmin Hyung dan berusaha lari ke kamar. tapi Hyungku Siwon yang bertenaga kuda menjegal kakiku dan menyeretku menghadap gadis itu lagi.
“Minta maaf yang baik.. kau ini…” ujarnya.
“Donghae-ah.. bukankah aku sudah minta maaf?” tanyaku meminta pembelaan dari Donghae. Donghae menimpukku dengan bantal sofa.
“kau tidak memanggilku Hyung lagi..” protesnya. Aku melirik gadis itu. dia tersenyum. Tapi senyumnya menakutkan. dia tidak terlihat imut kalau memasang wajah begitu.
“Aigo.. lucunya… Kau bisa tersenyum seperti itu juga” Donghae memuji gadis itu. Siwon Hyung tertawa dan menatapku.
“Kau lihat senyumnya? Dia mirip sekali denganmu Kyu… Kita punya dua senyum Iblis sekarang..” Siwon menambahi. Membuatku makin murka. Aku tak berselera berlama-lama disini.
Segera kubungkukkan badan dan berkata sambil menunduk.
“Mianhae”
Lalu aku kabur.
*
Kara POV
Pemuda sial itu bernama ‘Kyu’. Apa kepanjangannya? Aku juga tak mau tahu. Yang jelas namanya Kyu. Dan aku tak akan memanggilnya Oppa. Segera setelah pemuda itu lari ke pintu depan, pikiranku sibuk dengan ‘urusan penting’ku.
“Apa aku bisa minta tolong, Oppa?” Donghae menatapku sebentar. Tersenyum.
“Apa?” tanyanya.
“Bagaimana aku harus mulai bercerita ya…” selorohku. Dia tertawa.
“ceritakan saja… mungkin aku bisa membantumu”
Aku pun berbelit-belit membicarakan ini-itu hingga akhirnya aku mulai cerita inti masalahnya.
“Sebenarnya.. aku tidak bisa pulang ke rumahku”. Prolog yang bagus. Donghae agak kaget mendengarnya. “Setahun yang lalu aku bertemu dengan Kibum Oppa, dia sedang syuting film, karena pemain utamanya sedang sakit, ada salah satu adegan yang kemudian aku gantikan” Donghae menyimakku dengan seksama.
“dia memberiku kartu nama dan nomor ponselnya, dia bilang dia siap membantuku dan sudah menganggapku seperti adiknya sendiri..”
“Lalu, kau sekarang ada masalah dan memintanya membntumu?” donghae menebak dan aku mengangguk.
“Nomor ponselnya tidak bisa dihubungi, temanku tidak ada yang bisa membantu.. jadi aku tidak punya pilihan lain selain datang kesini” aku mulai khawatir. Masalah utamanya belum kuutarakan. Donghae Oppa mengangguk-angguk mendengar ceritaku.
“Apa masalahnya?”
Aku menunduk. Mendongak. Menunduk lagi. apa harus kukatakan padanya? Bagaimana kalau dia tidak bisa membantuku juga? Kami baru berkenalan tiga jam dan aku akan menyuruhnya membantuku menyelesaikan masalahku yang ‘sangat besar’ itu? .aku tidak yakin dia mau.
“aku menghilangkan mobil temanku”
Diluar dugaaku, dia tertawa. Tertawa keras sekali dan mengacak rambutku.
“baiklah, akan kupikirkan” ujarnya sambil masuk kamar. “kau tidur di kamar Hyukjae saja..”
*
Kyuhyun POV
Apa dia bilang? Dia menghilangkan mobil temannya dan meminta Kibum Hyung membantunya? Gadis gila. Apa-apan dia itu?. sudah kuduga, dia minta sumbangan.
“Kau disini? Mengintip siapa?” Yesung Hyung menjawil pundakku. aku kaget sekali.
“Tidak.. aku mau mengambil ponselku.. ketinggalan di kamar” kilahku.
Yesung Hyung menarik tanganku masuk apartemen 11 dan mataku menatap gadis itu tengah dibopong ke kamar Eunhyuk Hyung. Sebal sekali melihatnya. Para Hyung ku punya adik baru!
“Kau lihat apa?” yesung Hyung mengagetkanku lagi.
“Kenapa Hyung-hyung suka sekali dengannya?” protesku. Yesung tertawa.
“Kau tak melihatnya. dia itu imut sekali…” Yesung Hyung menjawab.
“Tapi menurutku itu berlebihan.. lihat .. dia pasti akan merepotkan, aku bisa merasakannya, dia penuh dengan aura kesialan”
Yesung Hyung tertawa mendengar ucapanku.
“Kau sendiri tidak membuat masalah? Masalahmu banyak sekali Kyu…. Kau saja yang merasa tidak bermasalah.. kau tahu, magnae-magnae di group lain selalu bisa diandalkan..”
Aku segera memotong “disuruh-suruh?”
Dia tertawa lagi dan menjentikkan jarinya.
“Kau itu sangat merepotkan, tidak suka bersih-bersih, tidak bisa masak.. dan ucapanmu itu.. selalu membawa masalah di media… hahahahah”
“Mendengarmu bilang begitu aku jadi tertekan…” jawabku. Yesung Hyung memeluk pundakku dari belakang.
“Sudahlah, kau hidup saja kami sudah senang…”
Aku menjitak kepalanya.
“Kalian pasti takut sekali aku mati saat tertabrak mobil dulu ya?.. Kau tidak tahu satu hal Hyung tentangku..”
“Apa?”
“Aku ini Setan.. jadi takkan mati semuda itu..” selorohku. Dia tertawa.
*
Kara POV
Malam yang dingin dan aku kehausan. Aku kurang tahu dimana kulkasnya. Untungnya ada Oppa yang masih bangun. Aku mengintip ke ruang tengah. Heh? Pemuda sial itu?
“Kau bangun Hyung?.. Kalau ke kulkas tolong sekalian ambilkan aku soda…” ucapnya. Matanya tak menoleh. Terpaku pada laptop di mejanya. Aku meliriknya sebal. Dia bahkan memerintah Hyungnya? Magnae model apa ini?
“Kulkasnya dimana?” tanyaku. Dia berhenti menekan mousenya. Menoleh melihatku.
“Rupanya ..kau” ujarnya cepat.
“Disamping kamar Donghae..”
“Kamarnya dimana?” Aku mulai emosi jiwa mengamatinya. Mana aku tahu letak kamar donghae Oppa?
“Diatas” dia menekuri laptopnya lagi. aku duduk di sofa dan menahan nafasku.
“Kau tak bisa sedikit cepat? Mengapa masih disini?”
Aku melotot.
“Diatas mana?” aku bertanya kesal.
“Aishh… pengganggu!.. sini aku antar!” akhirnya pemuda itu bangkit berdiri. Aku agak kaget. Dia tinggi sekali.
“Kenapa?” mendadak ia menoleh dan berhenti berjalan menaiki tangga.
“Tidak.. tidak apa-apa” jawabku buru-buru.
“Kau baru tahu aku tampan ya?” katanya lagi. aku meringis dibelakangnya. Apa dia bilang? Tampan?
“Tidak.. sepertinya kau mirip ahjussi penjual binatang ternak di dekat rumahku” jawabku asal. Dia menjitak kepalaku.
“Kalau dia mirip aku dia takkan mungkin menjual binatang ternak… orang sepertiku akan mudah sekali dapat pekerjaan” komentarnya.
“hei… apa kau kabur dari kandang ternaknya?” katanya tiba-tiba. Walaupun aku jengkel sekali tapi ia berhasil membuatku tertawa.
“Kau magnae? Kenapa wajahmu tua sekali? Kau seperti ahjussi yang penyakitan…” tanyaku yang diiringi satu jitakan lagi dikepalaku. Aku balas menjitaknya.
“Wajahku ini tidak tua, hanya saja Kalem dan simpatik…”
Aku melotot. Simpatik?
“Melihatmu pasti semua orang akan mengasihanimu… wajahmu itu, benar-benar mengingatkanku pada ahjussi penjual binatang ternak di dekat rumahku..” balasku. Kali ini dia melotot.
“HEI!.. kau mau mati ya?”
“Kasihan sekali ahjussi itu..” aku masih bawel. Tak peduli tangannya sudah siap mendarat di kepalaku. “Kasihan… dia mati dimakan anjingnya sendiri”
Dia melongo. Mungkin baginya ceritaku sungguh aneh dan tidak berperikemanusiaan.
“Kau percaya?” tanyaku semangat.
*
Kyuhyun POV
Pagi yang buruk. Kepalaku pening karena aku kurang tidur. Salah satu channel TV meminta interview jam tujuh. LIVE. Tak ada waktu untuk berselimut lagi. aku bergegas mandi dan mencari sarapan. Biasanya Wookie Hyung sudah menyiapkan makanan. Aku agak kaget melihat gadis itu ikut menata piring bersama Wookie Hyung dan donghae. Aku mengucapkan selamat pagi dan langsung makan. Gadis itu menatapku seperti ingin mengatakan sesuatu. Aku tak peduli.
“Hei… Hyungmu belum makan! Kau mau makan semuanya?” Dia merebut sumpitku.
Aku melotot.
Wookie Hyung tersenyum dan menjelaskan bahwa empat dari Hyung-ku tidak suka sarapan. Aku makan lagi. dia menatapku kesal. Gadis itu, mengapa iri sekali padaku? Tinggal makan saja mengapa harus mengamatiku seperti itu?
“melihatmu membuatku tidak nafsu makan, kau benar-benar mirip anjing yang memakan ahjussi di dekat rumahku” ucapnya pelan namun penuh tekanan.
“Jangan makan kalau begitu… aku akan makan jatahmu..” komentarku puas. “Kapan kau akan pulang?” tanyaku yang segera disambut dengan pelototan Donghae dan wookie Hyung. Mereka terlihat ingin menendangku dan aku tak mau tahu. Gadis ini harus segera dilenyapkan.
Gadis itu melihatku lagi. kali ini tatapannya seperti orang kelaparan.
“Kau mengusirku hah?” bentaknya agak pelan. Mungkin dia agak segan dengan Donghae dan wookie Hyung.
“YAK… kau akan menambah tagihan listrik bulanan kami!” jawabku.
Dengan mengelus perutku yang kekenyangan aku melewatinya.
“Kalau kau ingin hidupmu tenang, carilah tempat lain untuk tinggal… kau kesini cari sumbangan untuk mengganti mobil temanmu kan?”
Dia mendelik.
*
Kara POV
Bagaimana dia bisa tahu aku minta bantuan masalah mobil itu? apa Donghae Oppa cerita?
Mengapa pemuda itu semakin mengerikan saja.
“Seharusnya, orang sepertimu sudah masuk penjara.. kata-katamu itu bisa membunuh orang” balasku ketus. Kami masih berhadapan di meja makan. Donghae dan Wookie Hyung tertawa mendengar percakapanku. Tapi keduanya memilih tak ambil pusing dan tak berusaha melerai kami.
Dia melotot.
“Aku benar kan, NONA PEMINTA SUMBANGAN?” Ia bicara dengan penuh penekanan. Aku menaruh sumpitku. Meninggalkannya makan sendirian. Aku sudah tak nafsu makan lagi.
*
Kyuhyun POV
Aku tidak percaya dengan yang baru saja kudengar. Para Hyung-ku mempertimbangkan gadis itu tinggal di asrama kami?. Atas dasar apa? Gadis pembawa sial yang penuh kesialan itu pasti akan membawa banyak masalah.
“Baiklah, kita akan memastikan manajer Lee dan fans tidak tahu kalau dia perempuan” Leeteuk Hyung meneruskan. Mobil terdengar gemuruh. Para Hyung-ku berebutan menambahi.
“Ya, dia kan kurus, menyembunyikan bentuk tubuhnya akan jadi masalah gampang, aku akan mengantarna ke salon untuk memangkas rambutnya! Dia pasti akan jadi namja yang manis” Donghae Hyung berkomentar. Aku mual mendengarnya.
“Wow… kita punya adik perempuan!” Sungmin Hyung berteriak senang.
“Kita namakan siapa? Bagaimana kalau Ddang Koma?” Yesung Hyung bertanya.
“Kau pikir dia kura-kura?” Heechul Hyung menimpali.
“Dia imut sekali… dia mirip Ddang Koma…” Yesung Hyung berbisik padaku. Aku melotot. Imut apanya?
“Bagaimana kalau Minho?” kali ini Leeteuk Hyung angkat bicara.
“Choi Minho Shinee?”
“Pakai namamu saja.. Cho Minho… bagaimana?” Leeteuk Hyung menatapku.
“Cho Minho? Mengapa tidak Lee Minho saja? Atau Shin Minho? Park Minho?” sanggahku.
“Itu nama artis bodoh..” Heechul Hyung menjitak kepalaku.
Hei… menagapa pakai namaku! Aku bisa kena sial kalau namaku dipakai olehnya.
“Urusan uang mobilnya bagaimana?” Eunhyuk Hyung bertanya diiringi timpukan Donghae.
“Biar pakai uangku dulu” Siwon Hyung menjawab. “sebenarnya aku ingin dia juga kuliah” ujarnya kemudian.
“Hm.. baiklah biar dia ikut kursus sore agar pekerjaannya beres” Leeteuk Hyung tiba-tiba memotong. Seluruh Hyung-ku menoleh. Pekerjaan?
“Yak… kalian berpikir dia akan kita bantu dan diam saja di rumah? Bukankah Manajer Lee bilang pembantu kita cuti enam bulan?”
Semua melotot tak terima tapi entah mengapa aku senang mendengar gagasannya. Pembantu?
*
Kara POV
Pagi ini rambutku dipangkas pendek, dipangkas persis seperti rambut Donghae Oppa. Pegawai salon itu memotongnya terlalu pendek, membuatku ingin memotong kepalanya. Kemana perginya wajahku yang imut? Aku ingin menangis saja.
Aku juga harus memakai celana skater. Kakiku dipaksa masuk sepatu olahraga. Aku terlihat berantakan sekali dengan kaos kedodoran milik Donghae Oppa. Sebenarnnya aku sudah kelihatan lumayan ‘macho’, tapi tubuhku yang tidak berotot dan tidak ‘menjulang’ membuatku kelihatan seperti anak SD. Belum lagi obsesi Donghae dan Sungmin Oppa untuk memberi ‘poni’ di keningku. Ah, memalukan sekali. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku tidak punya banyak pilihan.
“Jadi, namamu sekarang adalah Minho… Cho Minho” aku melotot.
“Mengapa namaku jelek sekali? Apa tidak bisa ganti?” protesku. Donghae Oppa mengacak rambutku.
“Bawel, Mulai besok, kau membantu kami membersihkan ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan beranda asrama. Kau juga harus mau membantu mencucikan baju Hyung kalau kami sedang sibuk. Kau bisa mengambil kursus sore hari karena pagi hari kau akan sibuk sekali… kamarmu ada disebelah kamarku.masalah mobil temanmu juga sudah beres”
Aku menatapnya tak berkedip. Hebat sekali Donghae Oppa!
“Apa kau bilang pada orangtuamu kau pergi kesini?”
“tentu saja tidak.. aku mengiriminya pesan. Aku bilang mobil temanku hilang, dan untuk mengganti uangnya aku akan bekerja setahun-an ini…”
“Ibumu pasti cemas” donghae Oppa mengacak rambutku lagi.
“Tidak. Ia tidak akan cemas. Aku akan semakin menyusahkannya kalau aku tidak pergi”
“Berapa adikmu?” Donghae Oppa bertanya lagi.
“Tiga. Masih SMP dan SMA,.. ayahku di Indonesia. Ibuku sudah bercerai ..”
“Oh… jadi itu alasannya kau tidak mengenali kami? Kukira kau orang Korea asli.. berapa tahun di Korea?”
“Hem… dua tahun,”
“Hei.. bagaimana kau bisa tak mengenali Super Junior?” Donghae Oppa bertanya tak terima.
“Aku tahu Oppa…. Hanya saja aku tak kenal kalian satu-satu…kalian itu terlalu banyak, satu lusin lebih.. bagaimana aku bisa hafal? Lagipula buat apa juga aku hafalkan.. aku tidak begitu suka kalian..” jawabku enteng. Kali ini Donghae Oppa menjitak kepalaku.
“Tidak suka? Omo..Omo.. Kau tidak suka pria tampan hah?” tanyanya lagi.
“Bukan begitu Oppa,.. aku lebih suka Shinee, mereka itu hebat dan keren..”
Pletak!
Aku kena jitak lagi.
“Kalau begitu mulai sekarang kau harus menyukai kami.. jadilah dongsaeng yang baik..”
Aku meringis. Dongsaeng katanya?
“Bukan pembantu ya?” aku ikut bawel.
Pletak!
Ini jitakan ketiga.
“Kuharap kau kerjakan dengan baik” Donghae Oppa menatapku lembut. Aku hanya tersenyum singkat.
“Jangan lupa … panggil Hyung” sambungnya lagi.
*
End of part 1

21 thoughts on “Serial He’s Our Girl part 1

  1. ya ampuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnn itu sii kara ngg benjol2 apa kebanyakan di jitak kepalanya ??? hahahahahahahahahaha
    wah .. kayanya donghae yg banyak main mata . aseeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkk~~~

  2. awawaw..demi apa, mau juga kalo bisa tinggal bareng oppadeul
    tapii, kenapa Kyu sadis bener begono? ntar karma lho..
    selama ini, punya ide2 gila, tapi gatau mau mulai nyalurin darimana #curcol,abaikan

  3. aih… telat nih aku br bc skrg.
    abs br tw si dr tmenku di fb pd ngomgn ff HOG yg fenomenal, jd pnasaran. akhrnya ktmu blognya dr tmen jg. br part 1 aj uda kren n mnguras tawa gni.. hehe
    ijin bc y… gomawo.

  4. annyeong!!
    i’m new reader here…
    Sakiya Biluve imnida..
    bangapseumnida…

    ceritanya keren!!
    apalagi karakter abang kyu keren bgt disni..
    berasa banget ‘devil Kyu’nya…
    ehehehe…

    penasara baca lanjutannya…
    next part~

  5. Waaaawwww keren ff nya
    namanya diganti jd Cho Minho haha..
    Aigoo… Semua member suju knp sayang bgt sm tuh yeoja, bikin envy aja deh
    #ikutan nunggu di dorm suju xixi
    Kara beruntung bgt, bs tgl brng mereka..
    Envy…

  6. Kyu mulut’a ƍäª bisa ∂ï rem??
    a͡​kυ͡ kira thu yeoja uϑªªh akrab ma kibum makanya dy dteng wat minta tolong trnyata..
    Annyeong thorr? Eon? a͡​kυ͡ reader baru Ɣªήğ nyasar ksni, a͡​kυ͡ ♍a̲̅ù acak acak Ъќ papa kan Y‎ªªăɑ?
    Next part Y‎ªªăɑ eon?😀

  7. hahahah fun bgt ffnya. suka sm kalimatnya yg tersusun rapi walaupun aku kurang begitu suka kalau ada unsur “indonesia” di ff . . bukan gak nasionalis tp ada yang bikin ganje aja🙂
    ok hy author saya jg makhluk dr malang semoga bisa ketemu sm authornya ^^

  8. annyeong author…
    aku dapet rekomendasi dari temen buat baca ff di sini terutama yang judulnya HOG
    wkwkwk ternyata bener ini bagus dan sangat kocak,
    banyak jitakan yah di ff sini..
    oh iya mau saran thor
    ini entah aku yang gaptek ato gimana yah, pas msk blog kamu,
    aku bingung ga adfa box searchingnya gitu yah??
    agak bingung aja sama pengarsipannya..
    semoga keluh kesahku di terima.. gomawo🙂

  9. annyeong unn..
    Ak izin baca yaa..
    Ak bru dpet link ff ini stlah nyari di gugel dngan keyword ‘referensi ff’, dan terdampar lah aku disini..
    Slam kenal ya unn, dan sekarang aku mau mulai bca dulu..#bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s